Blockchain

Tanah Cluster Metaverse Pertama di Indonesia Laku Terjual Rp 150 Juta

Published

on

Perkembangan metaverse di Indonesia memasuki babak baru. Sebuah tanah atau lahan di Ranverse, metaverse buatan VCGamers, startup blockchian asal Indonesia berhasil laku terjual sekitar Rp 150 juta.

Dikutip dari situs resmi VCGamers, cluster atau 4×4 bidang tanah (land) di metaverse pertama Indonesia, RansVerse terjual dengan harga sebesar 100.088 $VCG atau setara Rp 150.000.000. Penjualan itu terjadi saat event Flash Bid RansVerse Land pertama pada Rabu 12 Mei 2022.

Acara Flash Bid Land tersebut berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam mulai sejak pukul 21.30 WIB sampai 23.00 WIB. Peserta yang hadir dalam Flash Bid Land itu mencapai sebanyak 130 orang.

Open bid dibuka sebesar 1 $VCG. Seluruh peserta dibebaskan untuk mengajukan penawaran. Seluruh peserta yang ikut dalam Flash Bid RansVerse Land itu dikabarkan sangat antusias untuk mengikuti pelelangan tanah di metaverse.

VCGamers buat metaverse pertama Indonesia, RansVerse. Foto: VCGamers.

Baca juga: Ketika Lembaga Pemerintahan Indonesia Melirik Pengembangan Metaverse

Pemenang Lelang Dapat Tanah Metaverse Dekat Raffi Ahmad

Proses lelang berlangsung sengit. Pada detik-detik akhir, terjadi bidwar dari 5 penawar. Semula ada peserta yang mengajukan penawaran 72.500 $VCG untuk satu cluster RansVerse di dekat land Raffi Ahmad.

Advertisement

Kemudian, disusul yang lainnya dengan penawaran sebesar 73.000 $VCG. Belum menyerah, ada lagi peserta yang mengajukan harga sebesar 75.000 $VCG. Tidak sampai di situ, setelah beberapa waktu muncul lagi penawaran sebesar 80.000 $VCG.

Saat detik-detik akhir, kemudian ada peserta lainnya yang mengeluarkan penawaran sebesar 100.000 $VCG atau setara Rp 150 juta. Sehingga, penjualan cluster RansVerse itu pun ditutup dengan 100.000 $VCG.

Setelah ditemukan pemenang, tim developer VCGamers pun langsung melakukan pengiriman cluster metaverse pertama di Indonesia itu, RansVerse. Pemenang dalam Flash Bid Land itu pun kini memiliki lahan yang berlokasi di dekat land Raffi Ahmad.

Pemenang lelang tanah di metaverse pertama Indonesia, RansVerse. Foto: VCGamers.

Baca juga: TokoCare Bersama BeKind dan WeCare.id Distribusikan Kado Lebaran ke 200 Anak Spesial

Indonesia Punya Peluang Besar dalam Pengembangan Metaverse

Indonesia berpeluang besar dalam pengembangan metaverse dunia karena memiliki keunggulan nilai-nilai luhur bangsa dan kearifan lokal. Pembangunan metaverse dianggap sebagai suatu langkah solid dalam upaya kolaboratif untuk memajukan Indonesia di panggung dunia.

Co-Founder & Chariman VCGamers, Wafa Taftazani, menjelaskan metaverse merupakan konsep kolaboratif yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar serta berbagai produk dan layanan antara dunia nyata dengan dunia digital tanpa batas, di mana semua bisa berlangsung secara simultan dan paralel di dalam jaringan blokchain.

Advertisement

“Metaverse pada dasarnya adalah menggabung NFT, crypto asset, blockchain, Smart Contract di dalam satu lingkungan virtual. Metaverse itu kolektif seperti menjadi seperti dunia nyata, tapi terjadi di dalam blockchain. Jadi orang bertransaksi dengan crypto asset, tanah dan bangunan virtual jadi NFT, semua transaksi tercatat di blockchain,” ujar Wafa dikutip CNBC Indonesia.

VCGamers buat metaverse pertama Indonesia, RansVerse. Foto: VCGamers.

Baca juga: Peserta TSBA Batch 1 Kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures Raih Pendanaan US$ 40 Juta

Metaverse memiliki potensi yang besar untuk masyarakat bisa berinteraksi, bekerja, belajar dan berkarya. Tentu saja butuh waktu untuk mengembangkan dunia virtual yang optimal dan bisa digunakan oleh semua orang.

VCGamers sendiri adalah lulusan dari program Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA) Batch 1 hasil kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures untuk mendongkrak pertumbuhan beragam startup blockchain di Indonesia.

VCGamers salah satu dari 12 startup blockchain terpilih yang telah merampungkan proses pelatihan dan bimbingan dari mentor terkemuka di industrinya. Mereka yang berhasil lulus telah mendapatkan akses pendanaan dan total telah meraih lebih dari US$ 40 Juta.

Advertisement

Popular

Exit mobile version