Altcoin News
WLFI Perketat Tata Kelola, Staking 180 Hari Jadi Syarat Hak Suara
World Liberty Financial (WLFI) mengajukan sistem governance baru dengan staking minimal 180 hari, yang memunculkan skema Node dan Super Node. Dalam pandangan Tim Research Tokocrypto, langkah ini memperlihatkan upaya WLFI yang mencoba mengadopsi model ve-tokenomics yang lebih ketat untuk mengunci likuiditas jangka panjang.
Proyek decentralized finance (DeFi) World Liberty Financial (WLFI) kembali menjadi sorotan setelah mengajukan proposal sistem tata kelola (governance) baru yang dinilai akan mengubah struktur partisipasi pemegang token secara signifikan.
Menurut laporan Cryptobriefing, proposal ini mewajibkan staking token WLFI minimal 180 hari bagi pengguna yang ingin memperoleh hak suara dalam ekosistem.
Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat komitmen jangka panjang komunitas sekaligus mengurangi dominasi spekulan jangka pendek dalam proses pengambilan keputusan.
Baca Juga: WLFI Diguncang USD1, Tapi Dompet Besar Diam-Diam Borong
Daftar Isi
Staking 180 Hari Jadi Syarat Wajib Hak Suara
Dalam proposal terbaru, WLFI mengharuskan pemegang token untuk mengunci (staking) aset mereka selama setidaknya enam bulan sebelum dapat berpartisipasi dalam voting.
Artinya, hak suara kini tidak lagi sekadar didasarkan pada jumlah token yang dimiliki, tetapi juga pada durasi komitmen terhadap protokol.
Model ini mengadopsi pendekatan yang mirip dengan konsep vote-escrowed token (ve-tokenomics), di mana semakin lama token dikunci, semakin besar pengaruh tata kelola yang diperoleh.
Kebijakan ini diyakini akan mendorong stabilitas likuiditas sekaligus memperkuat fondasi jangka panjang ekosistem WLFI.
Skema Node dan Super Node: Insentif untuk Pemegang Besar
Selain aturan staking minimum, proposal ini juga memperkenalkan dua kategori partisipasi baru, yakni:
- Node: Memerlukan kepemilikan 10 juta WLFI
- Super Node: Memerlukan kepemilikan 50 juta WLFI
Kedua tier ini menawarkan insentif tambahan yang tidak tersedia bagi pemegang biasa.
Beberapa keuntungan eksklusif tersebut meliputi imbal hasil (yield) sebesar 2%, akses konversi 1:1 terhadap stablecoin USD1, dan akses prioritas terhadap kemitraan strategis.
Struktur bertingkat ini secara jelas memberikan privilese lebih besar kepada pemegang modal besar, termasuk kemungkinan partisipasi institusional dalam pengembangan proyek.
Upaya Kunci Likuiditas, tapi Beri Ruang Whale?
Tim Research Tokocrypto menilai pendekatan WLFI sebagai strategi agresif dalam mengunci likuiditas jangka panjang.
“WLFI mencoba mengadopsi model ve-tokenomics yang lebih ketat untuk mengunci likuiditas jangka panjang. Dengan menghubungkan hak suara dan insentif finansial (2% yield) ke partisipasi aktif, mereka berusaha mengurangi dominasi whale pasif. Namun, tier ‘Super Node’ menunjukkan adanya preferensi jelas bagi pemegang modal besar (institusional) di ekosistem ini,” ujar Tim Research Tokocrypto.
Pernyataan tersebut menyoroti dua sisi dari kebijakan baru ini.
Di satu sisi, sistem staking jangka panjang berpotensi mengurangi tekanan jual dan meningkatkan stabilitas harga.
Di sisi lain, pembentukan kategori Super Node dengan ambang batas sangat tinggi membuka kemungkinan konsentrasi kekuasaan di tangan segelintir investor besar.
Dampak terhadap Tokenomics WLFI
Secara tokenomics, kebijakan ini bisa membawa beberapa implikasi penting:
- Pengurangan suplai beredar (circulating supply) karena token terkunci selama 180 hari.
- Peningkatan stabilitas harga akibat berkurangnya volatilitas jangka pendek.
- Redistribusi kekuatan voting, dari pemegang pasif menuju mereka yang bersedia mengunci aset lebih lama.
Namun demikian, pasar kemungkinan akan mencermati bagaimana distribusi Node dan Super Node berkembang.
Jika sebagian besar terkonsentrasi pada entitas besar, sentimen komunitas ritel bisa terdampak.
Apa Artinya bagi Investor?
Bagi investor jangka panjang, proposal ini dapat dilihat sebagai sinyal keseriusan WLFI dalam membangun ekosistem berkelanjutan.
Staking 180 hari menciptakan insentif untuk komitmen jangka panjang sekaligus memberikan peluang imbal hasil tambahan.
Namun bagi trader jangka pendek, kebijakan ini berpotensi mengurangi fleksibilitas dan likuiditas token di pasar sekunder.
Ke depan, efektivitas sistem ini akan sangat bergantung pada partisipasi komunitas serta transparansi distribusi Node dan Super Node.
Baca Juga: Stablecoin USD1 Tergelincir dari $1, WLFI Sebut Upaya Sabotase
Proposal governance terbaru dari World Liberty Financial menandai perubahan signifikan dalam struktur tata kelola proyek.
Dengan mewajibkan staking 180 hari dan menghadirkan skema Node serta Super Node, WLFI berupaya mengunci likuiditas dan memperkuat komitmen jangka panjang.
Meski demikian, perhatian pasar kini tertuju pada keseimbangan antara desentralisasi dan konsentrasi kekuasaan.
Apakah model ini akan memperkuat ekosistem atau justru memperbesar dominasi investor besar?
Jawabannya akan terlihat dari respons komunitas dan implementasi kebijakan dalam beberapa bulan ke depan.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News7 days agoAnalisa harga BTC hari ini: Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?
-
Market7 days agoRiset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?
-
Bitcoin News6 days agoBitcoin US$21 Juta Kembali ke Pemerintah Korsel, Hacker Panik
-
Bitcoin News5 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $68.048, Rebound Tipis

