Connect with us

Altcoin News

XRP Ambruk Lebih dari 4%, Ini Biang Kerok Kejatuhan Crypto Hari Ini

Tivan

Published

on

XRP

Pasar kripto mengalami tekanan tajam pada Minggu malam (19/1/2026) waktu global. XRP menjadi salah satu aset yang paling terpukul, anjlok lebih dari 4% ke kisaran USD 1,97, seiring aksi jual besar-besaran yang juga menyeret Bitcoin dan Ethereum.

Dalam waktu singkat, total kapitalisasi pasar kripto turun hampir 3% ke level USD 3,13 triliun. Investor terlihat buru-buru mengurangi risiko setelah sentimen global memburuk dan pasar keuangan tradisional ikut melemah.

XRP Tertekan Usai Bitcoin Jebol Support

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 19 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 19 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan harga XRP terjadi tak lama setelah Bitcoin gagal bertahan di atas level teknikal penting. Bitcoin turun lebih dari 2,5% dalam 24 jam terakhir ke area USD 92.500. Kegagalan BTC menutup pekan di atas USD 94.000 memicu kepanikan trader jangka pendek, yang kemudian merembet ke altcoin utama seperti XRP.

Begitu Bitcoin menembus support, tekanan jual pada XRP meningkat tajam. Volume likuidasi di pasar derivatif mempercepat kejatuhan harga, membuat XRP mencatat penurunan lebih dalam dibandingkan sebagian aset kripto besar lainnya.

Baca juga: Harga XRP Anjlok Sinyal Balik Arah Muncul, Aliran Dana ETF Melejit 47%!

Ethereum Ikut Terseret, Pasar Masuk Mode Risk-Off

Dilaporkan Trading View, Ethereum juga tak luput dari tekanan, turun lebih dari 3% dan diperdagangkan di sekitar USD 3.200. Pelemahan ini menegaskan bahwa pasar kripto secara keseluruhan sedang berada dalam mode risk-off, di mana investor menghindari aset berisiko tinggi.

Kritikus Bitcoin sekaligus pendukung emas, Peter Schiff, turut menyoroti situasi ini. Melalui media sosial, ia menyebut bahwa emas dan perak justru mencetak rekor tertinggi baru, sementara Bitcoin dan kripto bergerak ke arah sebaliknya.

Ketegangan Perdagangan Global Picu Kepanikan

Sentimen negatif diperburuk oleh kekhawatiran baru terkait potensi konflik dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Isu ini mendorong aliran dana keluar dari aset berisiko seperti kripto dan masuk ke aset lindung nilai, termasuk logam mulia.

Dalam waktu sekitar 90 menit, pasar kripto kehilangan hampir USD 130 miliar nilai kapitalisasi. Data menunjukkan sekitar USD 546 juta posisi long terlikuidasi, menandakan tingginya penggunaan leverage yang memperparah penurunan harga XRP dan aset kripto lainnya.

Oversold, Tapi XRP Masih Rentan

Meski indikator teknikal menunjukkan kondisi pasar mulai mendekati jenuh jual (oversold), volatilitas diperkirakan masih tinggi. Indeks Fear and Greed berada di level 45 atau netral, membuka peluang pantulan jangka pendek, namun belum cukup kuat untuk menjamin pemulihan berkelanjutan.

Analis menilai kejatuhan XRP dan kripto hari ini lebih dipicu faktor makroekonomi, tekanan leverage, dan kerusakan teknikal, bukan oleh masalah fundamental di dalam industri kripto itu sendiri. Pelaku pasar kini menunggu apakah Bitcoin mampu kembali ke zona USD 93.000–USD 94.000 sebagai penentu stabilitas lanjutan, yang juga akan sangat memengaruhi arah harga XRP ke depan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending