Bitcoin News
XRP dan Bitcoin Tertekan Jelang Review CLARITY Act di Gedung Putih
Tim Research Tokocrypto menganalisa Ethereum juga masih berada dalam tekanan di sekitar US$1.860 setelah Juli ditutup dengan aksi jual baru di area resistance.
Harga XRP dan Bitcoin masih bergerak lemah seiring pasar kripto turun 1,51% dalam 24 jam terakhir ke sekitar US$2,16 triliun. Bitcoin bergerak di dekat US$63.000, sementara XRP diperdagangkan di sekitar US$1,06 karena trader mengurangi eksposur di tengah ketidakpastian makro dan regulasi.
Tim Research Tokocrypto menganalisa Ethereum juga masih berada dalam tekanan di sekitar US$1.860 setelah Juli ditutup dengan aksi jual baru di area resistance. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali mencermati perkembangan regulasi AS, terutama CLARITY Act yang kini memasuki fase penting.
“Gedung Putih diperkirakan meninjau proposal etika bipartisan untuk CLARITY Act pada akhir pekan ini. Proposal tersebut diajukan oleh Senator Thom Tillis dan Ruben Gallego sebagai upaya menjembatani perbedaan terkait aturan etika dalam rancangan undang-undang struktur pasar aset digital AS,” jelasnya.
Review Gedung Putih Bisa Tentukan Arah CLARITY Act
Respons Presiden Donald Trump terhadap proposal etika tersebut dapat menentukan apakah pemimpin Senat akan membawa CLARITY Act ke tahap cloture vote pada pekan depan. Waktu yang tersedia semakin sempit karena anggota parlemen hanya memiliki beberapa hari sebelum memasuki masa reses musim panas.
Dikutip Coingape, CLARITY Act membutuhkan 60 suara di Senat, yang berarti setidaknya beberapa senator Demokrat perlu ikut mendukung jika seluruh senator Republik solid. Sejauh ini, tantangan terbesar masih berasal dari perbedaan politik terkait aturan etika, perlindungan konsumen, dan pengawasan industri kripto.
Menurut laporan Coingape, proposal kompromi terbaru disebut akan memungkinkan jaksa agung negara bagian menggugat Departemen Kehakiman jika aturan etika federal tidak ditegakkan. Perubahan ini dirancang untuk merespons kekhawatiran Demokrat terhadap potensi konflik kepentingan terkait pejabat publik dan bisnis aset digital.
Jika Gedung Putih memberi lampu hijau, peluang dukungan bipartisan dapat meningkat sebelum Senat memasuki masa reses. Namun, pasar prediksi masih menunjukkan sikap hati-hati. Sejumlah laporan menyebut peluang CLARITY Act menjadi undang-undang pada 2026 masih rendah, mencerminkan skeptisisme terhadap kemampuan Kongres menyelesaikan perbedaan sebelum tenggat politik.
Bagi pasar kripto, CLARITY Act penting karena dapat memperjelas aturan untuk tokenized assets, stablecoin, exchange, dan produk kripto teregulasi lainnya. Kejelasan regulasi berpotensi meningkatkan minat institusional, sementara penundaan dapat kembali menekan sentimen.
Baca juga: SHIB Masuki Usia 6 Tahun, Harga Shiba Inu Bertahan di Support Kunci Agustus
XRP ETF Catat Inflow, Bitcoin ETF Justru Outflow
Di tengah tekanan harga, arus dana institusional menunjukkan pola yang berbeda antara XRP dan Bitcoin. Pada 31 Juli, produk ETF XRP mencatat net inflow harian sebesar US$7,69 juta, dengan total inflow kumulatif mencapai US$1,51 miliar.
Total volume perdagangan produk XRP pada hari itu mencapai US$8,62 juta, sementara total net assets berada di sekitar US$988,78 juta. Bitwise menjadi kontributor terbesar dengan inflow sekitar US$7,12 juta, disusul Franklin Templeton sebesar US$576.520.
Sebaliknya, ETF spot Bitcoin mencatat net outflow gabungan sebesar US$265 juta pada sesi yang sama. BlackRock IBIT menjadi salah satu penyumbang outflow terbesar dengan penarikan sekitar US$123 juta.
ETF spot Ethereum masih mencatat inflow kecil sekitar US$9,03 juta. Namun, secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan permintaan institusional masih bercampur dan belum cukup kuat untuk mengangkat pasar secara luas.
Perbedaan arus dana ini membuat XRP relatif mendapat dukungan dari sisi produk investasi, meskipun harga token masih belum mampu keluar dari tekanan teknikal. Di sisi lain, Bitcoin masih harus menghadapi tekanan dari arus keluar ETF dan pelemahan sentimen makro.
Level Penting Bitcoin dan XRP
Bitcoin turun sekitar 1,97% dalam 24 jam terakhir dan bergerak di sekitar US$63.069. Level US$63.000 kini menjadi support penting yang sedang dipantau trader.
Jika BTC mampu bertahan di atas area tersebut, harga berpeluang memasuki fase konsolidasi sebelum mencoba rebound ke US$65.000. Tekanan beli yang lebih kuat dapat membuka peluang kenaikan lanjutan menuju US$65.800.
Namun, jika Bitcoin menembus ke bawah US$63.000, risiko penurunan menuju US$62.800 akan meningkat. Jika tekanan jual berlanjut, target berikutnya berada di sekitar US$62.000.
XRP juga bergerak lemah dan turun sekitar 1,41% ke US$1,07. Token ini masih bertahan di atas area support Fibonacci antara US$1,04 hingga US$1,05.
Selama area tersebut mampu dipertahankan, XRP masih memiliki peluang untuk kembali menguji US$1,10. Namun, jika support gagal bertahan, harga berisiko turun menuju level psikologis US$1,00.
Untuk saat ini, outlook XRP dan Bitcoin masih hati-hati. Review CLARITY Act di Gedung Putih dapat menjadi katalis sentimen jangka pendek, terutama jika membuka jalan bagi pemungutan suara di Senat.
Namun, jika pembahasan kembali tertunda atau proposal etika gagal mendapat dukungan, volatilitas dapat meningkat. Pasar kemungkinan akan tetap sensitif terhadap kombinasi faktor regulasi AS, arus ETF, kebijakan The Fed, dan kondisi makro global dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
