Connect with us

Altcoin News

XRP ke US$2,09 usai Koreksi, Target Rebound Mengarah US$2,41

Tivan

Published

on

XRP

Harga XRP mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir seiring melemahnya reli pasar kripto. Token besutan Ripple tersebut tercatat turun selama empat hari berturut-turut dan memangkas sebagian keuntungan yang sebelumnya diraih.

Pada perdagangan Jumat (9/1), harga XRP turun ke level US$2,09. Angka ini melemah hampir 15% dari level tertinggi tahun ini di US$2,4153. Meski demikian, sejumlah indikator menunjukkan peluang pemulihan harga dalam waktu dekat.

Dilaporkan Coingape, data DeFi Llama menunjukkan pasokan stablecoin di jaringan XRP Ledger terus meningkat dan telah melampaui tonggak US$400 juta. Dalam tujuh hari terakhir, pasokan stablecoin di jaringan ini melonjak 33% menjadi sekitar US$406 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan US$93 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Faktor Pergerakan Harga XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 10 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 10 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: XRP Tertekan di US$2,00, Akankah Harga Ripple Ambles ke US$1,77?

Kenaikan tersebut terutama didorong oleh Ripple USD (RLUSD), stablecoin besutan Ripple, yang pasokannya meningkat 42% dalam 30 hari terakhir menjadi US$332 juta. Selain RLUSD, stablecoin lain yang beredar di ekosistem XRP Ledger antara lain OpenEden Tbill, USD Coin (USDC), dan EURQ.

Stablecoin sendiri semakin berperan penting dalam industri pembayaran global. Saat ini, total nilai stablecoin yang beredar di pasar kripto telah mencapai lebih dari US$308 miliar dan diperkirakan akan terus bertumbuh.

Ripple USD yang diluncurkan pada Desember 2024 kini telah berkembang menjadi salah satu stablecoin terbesar dengan total pasokan mencapai US$1,4 miliar. Sebagian besar pasokannya masih berada di jaringan Ethereum, namun diperkirakan akan meningkat seiring ekspansi ke jaringan layer-2 lain seperti Base dan Optimism.

Di sisi lain, minat investor Amerika Serikat terhadap XRP juga tercatat masih cukup kuat. Pada Kamis lalu, investor AS membeli ETF XRP senilai lebih dari US$8,7 juta setelah sebelumnya mencatatkan arus keluar dana sebesar US$40 juta. Secara total, arus masuk ETF XRP telah mencapai US$1,21 miliar dengan total aset bersih sebesar US$1,49 miliar.

Analisis Teknikal XRP

Dari sisi teknikal, grafik harian menunjukkan harga XRP masih berada di atas Exponential Moving Average (EMA) 50 hari serta indikator Supertrend, yang keduanya mengindikasikan tren bullish. Selain itu, harga XRP juga berada di atas sisi atas pola falling wedge, yang umumnya menjadi sinyal pembalikan arah ke atas.

Dengan kondisi tersebut, XRP berpotensi mengalami rebound dan menguji kembali level tertinggi tahun ini di US$2,4153, atau sekitar 15% di atas harga saat ini. Jika berhasil menembus level tersebut, potensi kenaikan lanjutan terbuka hingga ke level psikologis US$3, atau sekitar 42% dari posisi sekarang.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending