Altcoin News
XRP Tertekan di US$1,87, RSI Bangkit: Jalan ke US$2,03 Terbuka?
Harga XRP kembali berada di bawah tekanan setelah mencatatkan level terendah lokal sejak awal Januari. Meski tren turun masih mendominasi secara bulanan, sejumlah indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan potensi pembalikan arah dalam jangka pendek.
Dilaporkan BeInCrypto, tekanan jual yang berkepanjangan mendorong XRP turun ke level terendah bulanan. Namun, secara historis, fase penurunan tajam seperti ini kerap menjadi sinyal kelelahan pasar, bukan kelanjutan tren bearish. Kondisi tersebut sering kali diikuti oleh fase akumulasi sebelum harga berbalik arah.
Holder Jangka Panjang Mulai Akumulasi
Data on-chain mengindikasikan meningkatnya kepercayaan dari holder jangka panjang. Metrik XRP Liveliness tercatat turun signifikan selama enam minggu terakhir dan kini berada di titik terendah dalam dua bulan. Penurunan Liveliness menunjukkan bahwa lebih banyak holder memilih menyimpan aset mereka dibandingkan menjual, yang menandakan fase akumulasi.
Perilaku holder jangka panjang kerap berperan penting dalam menentukan arah harga selama masa koreksi. Akumulasi yang berlanjut dapat mengurangi suplai beredar dan menahan tekanan jual. Dalam kasus XRP, kondisi ini mengisyaratkan bahwa sentimen bullish masih bertahan meski harga sedang melemah.
Baca juga: Sinyal Kuat Terungkap! XRP Berpotensi Cetak Reli Paling Agresif
RSI Keluar dari Zona Oversold
Dari sisi indikator momentum, Relative Strength Index (RSI) XRP tercatat memantul setelah sebelumnya turun ke bawah level 30, yang menandakan kondisi oversold. Secara umum, RSI di wilayah ini sering dikaitkan dengan terbentuknya titik terendah lokal, bukan kelanjutan penurunan.
Pemantulan RSI mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda. Aset kripto yang keluar dari kondisi oversold biasanya berupaya melakukan pemulihan jangka pendek, terutama ketika didukung oleh akumulasi dari holder jangka panjang.
Pola Wedge Turun Isyaratkan Breakout
Secara teknikal, XRP masih bergerak dalam pola descending wedge sejak awal bulan. Pola ini umumnya dipandang sebagai formasi bullish karena mencerminkan pelemahan momentum turun. Breakout dari pola tersebut sering terjadi ketika kendali penjual mulai berkurang.
Berdasarkan proyeksi teknikal, breakout dari descending wedge membuka peluang kenaikan sekitar 11 persen. Dengan harga XRP berada di kisaran US$1,87, target kenaikan berada di area US$2,10. Sementara itu, level US$2,03 dipandang sebagai area konfirmasi awal untuk memvalidasi breakout dan perbaikan momentum.
Namun, skenario bullish ini dapat batal jika harga gagal menembus pola wedge. Apabila tekanan bearish berlanjut, XRP berpotensi turun ke level US$1,79, bahkan hingga US$1,75, yang akan memperkuat tren turun dan meniadakan peluang pembalikan arah dalam waktu dekat.
Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
