Dunamu Luncurkan Luniverse, Platform Layanan Blockchain

0
36

Dunamu, bagian fintech dari perusahaan Internet terbesar Korea Selatan, Kakao, dilaporkan meluncurkan sebuah platform layanan blockchain yang dirancang untuk membantu perusahaan memulai bisnis menggunakan blockchain. JoongAng Daily Korea melaporkan berita tersebut pada 19 Maret.

Platform yang disebut dengan Luniverse dan diawasi oleh lab peneliti teknologi blockchain, Lambda256, diarahkan untuk membantu startup IT mengembangkan  layanan berbasis blockchain. Platform tersebut dikabarkan memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan fungsi penskalaan otomatis yang dapat menyesuaikan ukuran blockchain sesuai dengan jumlah data yang tersimpan di dalamnya.

Untuk menerapkan layanan tersebut, Dunamu dikabarkan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan blockchain yang menyediakan beberapa aplikasi blockchain yang berbeda dan produk yang mengikuti bidang bisnis klien. Park Jae-Hyun, CEO dan mantan kepala peneliti Lambda256 mengatakan  bahwa “dulu, banyak perusahaan membangun blockchain mereka sendiri tetapi alternatifnya adalah outsourcing pembentukan blockchain dalam bentuk layanan yang ditawarkan pada sistem cloud.”

Kemarin, Kakao mengumumkan integrasi dari dompet cryptocurrencynya dalam aplikasi KakaoTalk yang dikabarkan memungkinkan lebih dari 44 juta pengguna KakaoTalk Korea Selatan mengirim transaksi peer-to-peer menggunakan dompet Kakao yang berdayakan crypto.

Juga pada bulan Maret, Cointelegraph melaporkan bahwa Kakao akan mengulangi penawaran coin awalnya setelah menjaring $90 juta dari para investor. Klaytn, platform blockchain yang merupakan tanggung jawab dari perusahaan spin-off Ground X sekarang akan berusaha mengumpulkan $90 juta lagi. Pada bulan Desember 2018, Kakao pertama kali mengumumkan bahwa mereka berencana untuk mengumpulkan sekitar $ 300 juta melalui Ground X untuk mengembangkan tokennya sendiri.

Seperti yang dilaporkan pada bulan Februari, di kuartal keempat 2018 biaya operasional Kakao terkait dengan bisnis baru, seperti blockchain dan kecerdasan buatan, adalah 65 miliar won ($ 57,5 ​​juta), yang dilaporkan menyebabkan kerugian bersih untuk seluruh periode. Pendapatan operasional konsolidasi Kakao adalah 4,3 miliar won Korea ($ 3,8 juta).

Sumber