40 Persen Generasi Milenial AS Pilih Aset Kripto Jika Terjadi Resesi Ekonomi

0
11

Data terbaru menunjukkan, bahwa 40 persen dari Generasi Milenial (Generasi Y) di Amerika Serikat (AS) lebih memilih untuk berinvestasi aset kripto jikalau kelak terjadi resesi ekonomi.

Dalam siaran pers eToro, mengutip survei tentang investasi generasi yang dilakukan dari 18 Juli hingga 31 Juli 2019, di antara 1.000 investor di  AS, responden berusia antara 20 dan 65 tahun mewakili Generasi Z, Generasi Milenial (Generasi Y) dan Generasi X.

Survei menujukkan bahwa lebih dari dua pertiga dari investor di AS khawatir akan terjadi resesi ekonomi. Mereka juga akan mempertimbangkan mengubah sebagian dari portofolio saham mereka menjadi investasi yang lebih aman atau lebih melindung nilai uang mereka, yakni aset kripto, komoditas atau properti.

Di antara para responden, 40 persen dari Generasi Milenial mengatakan bahwa mereka akan lebih memilih untuk berinvestasi dalam aset kripto jika resesi terjadi, sementara 50 persen dari Generasi Z mengatakan mereka akan memilih investasi di sektor properti. Adapun Generasi X, 38 persen mengatakan bahwa mereka akan melakukan lindung nilai dengan komoditas.

“Kami percaya bahwa jika resesi ekonomi terjadi, kita akan melihat jumlah investasi saham akan menyusut dan pertumbuhan kelas aset lainnya seperti aset kripto akan meningkat. Secara historis, peluang investasi ini memberikan imbal hasil yang tinggi kepada individu, termasuk kepada kalangan investor institusi,” kata Guy Hirsch, Direktur Pelaksana eToro Amerika Serikat.

Resesi konon akan memicu minat investor terhadap kepemilikan dalam jumlah kecil (fractional) terhadap kelas aset baru seperti aset kripto ini. Dengan 92 persen dari mereka yang paling khawatir tentang resesi mengatakan mereka akan berinvestasi pada karya-karya seni terkenal, bangunan-banguan ternama dan di perusahaan rintisan (startup). Dari semua responden, 55 persen mengatakan bahwa mereka akan menjual sebagian dari portofolio saham mereka untuk mendanai investasi mereka dalam terhadap jenis aset baru ini.

Hirsch juga menyarankan adanya kelonggaran peraturan oleh negara pada sektor aset kripto, agar investor yang lebih muda lebih banyak jumlahnya.

Menurut sebuah jajak pendapat oleh Huru India belum lama ini menunjukkan bahwa orang-orang yang berpenghasilan tinggi di India lebih mungkin berinvestasi dalam Bitcoin ( BTC ) daripada aset kripto lainnya. Aset kripto disebutkan sebagai aset keempat yang paling disukai secara keseluruhan, meskipun hampir setengah dari responden tidak tahu apa itu aset kripto ataupun mata uang kripto.