Masalah Dasar Teknologi Blockchain

0
116

Sebagai teknologi yang masih tergolong baru dan belum dikenal masyarakat luas, teknologi blockchain telah menawarkan sebuah metode yang efisien untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan didalam kehidupan sehari – hari. Namun meskipun begitu, masih ada beberapa masalah dasar yang sering dihadapi oleh teknologi Blockchain saat ini.

Secara garis besar teknologi blockchain menawarkan sebuah teknologi pengumpulan data (database) secara digital dan terdesentralisasi. Melalui teknologi ini, blockchain menjanjikan sebuah database yang sifatnya transparan dan tidak bisa dimanipulasi oleh pihak manapun.

Salah satu masalah umum yang sering ditemukan dalam penggunaan teknologi blockchain adalah tingkat penghitungan kecepatan transaksi. Karena kompleksitas dan sifat ter-enkripsi dan terdistribusinya, transaksi blockchain memerlukan beberapa saat untuk diproses, tentu saja lebih lama jika dibandingkan dengan sistem pembayaran “tradisional” seperti kartu debit atau tunai.

Konfirmasi block data yang terjadi di jaringan blockchain membutuhkan kesepakatan dari pihak-pihak di jaringan blockchain tersebut, sehingga tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan adanya otoritas utama. Jika ada otoritas utama mungkin hanya membutuhkan hitungan detik, namun jaringan blockchain membutuhkan waktu 1 menit, 10 menit, atau bahkan sampai hitungan hari, tergantung kecepatan dan kapasitas jaringan tersebut.

Dengan adanya berbagai persoalan yang mendasar tersebut, ternyata perkembangan teknologi blockchain tidak hanya sampai disana saja, saat ini ada beberapa teknologi blockchain yang sudah dapat mengatasi masalah itu, sebut saja jaringan blockchain bernama Zilliqa.

Zilliqa merupakan blockchain project yang memiliki kinerja dan keamanan tinggi, serta platform blockchain publik pertama yang mengimplementasikan sharding dengan hasil 2,828 transaksi per detik dalam uji jaringannya. Jika dilihat dari jumlah angka yang mampu diselesaikan oleh jaringan ini tentu kita sepakat bahwa Zilliqa termasuk cepat bahkan sangat cepat jika dibandingkan dengan teknologi blockchain pendahulunya.

Ada 3 kelebihan dari coin ini, pertama Zilliqa merupakan blockchain pertama yang berhasil menerapkan Sharding pada masalah skalabilitas. Kedua Zilliqa mengembangkan dan mendesain sendiri Smart Contract yang aman bernama Scilla. Dan ketiga Zilliqa hanya membutuhkan 1 menit setiap 2-3 jam yang dibutuhkan untuk menambang ZIL yang memungkinkan seseorang dapat menambang koin lainnya secara bersamaan.

Dilansir dari Coin Market Cap per tanggal 9 january 2019, Market Capital dari Blockchain Zilliqa mencapai Rp. 622 Milliar dan berada di urutan ke 78 dari semua koin yang terdafar. Dan kabar baiknya Koin dari blockchain Zilliqa tersebut akan segera hadir di Indonesia untuk yang pertama kalinya melalui Tokocrypto pada tanggal 16 January 2019.