Cina akan Hasilkan Sarjana Teknik Blockchain

0
39
Kementerian Pendidikan Cina telah menyetujui gelar sarjana teknik blockchain pertama di negara itu,  gelar itu akan ada di Universitas Teknik Informasi Chengdu yang membuka jurusan Teknik Blockchain dan terkait teknologi lainnya pada 2020.

Mahasiwa yang ingin mendapatkan gelar tersebut harus memahami dasar-dasar blockchain, di samping aplikasi praktis dari teknologi yang terkait dengan blockchain, dan lain sebagainya.

Jurusan teknik blockchain dan gelar sarjana yang diberikan, nampakanya diciptakan untuk memenuhi permintaan yang meningkat pada sekotr blockchain di Cina, apalagi menurut Linkedin di tahun ini blockchain menjadi salah satu skill yang paling dibutuhkan.

Mahasiswa yang mengambil jurusan ini akan mendapatkan pemahaman tentang teori dasar di balik teknologi blockchain, belajar bagaimana mereka dirancang dan dikembangkan, dan belajar bagaimana mereka dapat diimplementasikan.

Meskipun struktur dan silabus kursus penuh belum dirilis, tampaknya kursus dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa untuk merancang dan mengimplementasikan solusi blockchain dan mengelola proyek mereka sendiri. Mahasiswa dapat mendaftar untuk kursus akhir tahun ini, meskipun belum ada waktu yang jelas kapan kursus akan dimulai.

Jurusan Blockchain adalah Dorongan Presiden Cina?

Presiden Tiongkok Xi Jinping mengumumkan rencana untuk meningkatkan pengembangan blockchain dan pendidikan di Cina untuk memposisikan negara sebagai pemimpin dunia di bidang ini.

Meskipun beberapa universitas di Cina sudah menawarkan program pascasarjana seputar teknologi blockchain, pengenalan program sarjana akan membantu mahasiwa yang lebih muda untuk lebih cepat memahami blockchain dan menodorong berkembanganya teknologi ini.

Dengan demikian, Cina dapat segera menemukan diri dengan sekelompok pengembang blockchain muda, yang paham blockchain akan siap membantu Cina menjad negara terdepan dalam teknologi blockchain.

Seperti yang pernah dilaporkan oleh Coinvestasi, Cina merupakan negara yang memiliki investasi blockchain cukup besar, selain itu negara ini juga mengandalkan blockchain sebagai “senjata” dalam perang dagang dengan Amerika Serikat.

Hadirnya jurusan blockchain ini merupakan salah satu bukti bahwa negara ini memang bersungguh-sungguh untuk mendukung dan mengembangkan blockchain sebagai salah satu aset yang akan menguntungkan negara.

Sumber