Pakai Blockchain, Korsel Percepat Ujicoba Mata Uang Digital Won

0
28
Mengejar ketertinggalannya dengan Tiongkok, Bank Sentral Korea Selatan (Korsel) akhirnya memutuskan mempercepat ujicoba mata uang digital won.
“Ujicoba ini berjalan hingga Desember 2021. Program 22 bulan bertujuan mengidentifikasi ketentuan teknis dan hukum yang diperlukan untuk membuat dan menerbitkan mata uang digital won. Di sisi teknis, itu akan menentukan rancangan mata uang digital bank sentral (CBDC), metode operasi CBDC dan apakah teknologi blockchain memang layak untuk diterapkan,” jelas Bank Sentral Korsel, Senin (6 April 2020).

Sementara itu dari segi hukum, program itu akan mengkaji tantangan legal yang diharapkan ketika memperkenalkan CBDC, dan karenanya menyiapkan rencana amandemen khusus untuk Undang-Undang Bank Korea Selatan.

Perlu dicatat bahwa Bank of Korea mengatakan, “tidak perlu menerbitkan CBDC dalam waktu dekat” karena permintaan uang tunai masih ada, di antara faktor-faktor lainnya.

Namun, masih perlu dipersiapkan untuk merespons “segera” terhadap perubahan di masa depan di sektor pembayaran.

Bank Sentral Korsel awalnya mengisyaratkan melakukan penelitian CBDC pada Desember 2019. Bank sentral saat ini mempekerjakan para ahli untuk mempelajari CBDC dan menganalisis inisiatif mata uang digital negara lain.

Bank-bank sentral di seluruh dunia tampaknya telah mempercepat upaya penelitian mata uang digital mereka. Pekan lalu, bank sentral Perancis juga meluncurkan program eksperimental untuk menguji integrasi euro digital dalam prosedur penyelesaian (settlement).

Bank Penyelesaian Internasional (BIS), yang dianggap sebagai bank sentral dari bank sentral, baru-baru ini mengatakan bahwa perubahan perilaku pembayaran yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 dan kekhawatiran bahwa uang tunai fisik mungkin menjadi medium penyebaran penyakit, dapat memacu permintaan terhada uang digital seperti CBDC.

“Infrastruktur pembayaran yang dioperasikan oleh bank sentral yang tangguh dan mudah diakses dapat dengan cepat menjadi lebih menonjol, termasuk mata uang digital bank sentral ritel (CBDC),” kata BIS. [TheBlock/red]