“Paus” Bitcoin Tidak Berniat Menjual dengan Harga Saat Ini

0
286
paus-bitcoin-tokocrypto

Seorang “Paus” Bitcoin (BTC) memegang sekitar 68.000 BTC atau mencapai 523 Juta dalam dolar Amerika, belum juga memindahkan asetnya tersebut selama lebih dari lima tahun dan data yang ada pada rantai blockchain (on-chain) menunjukkan paus lain juga memegang BTC mereka selama rata-rata 4,7 Tahun.

Meskipun Bitcoin adalah cryptocurrency peringkat teratas di CoinMarketCap, paus yang memegang aset digital tanpa menjual selama bertahun-tahun tidak melindungi BTC dari tren turun yang curam. Pada 12 Maret lalu, harga turun hingga mencapai $3.600 dan banyak paus tidak juga memindahkan dana mereka pada saat itu.

Bagaimanapun, data menunjukkan banyak paus merasa nyaman memegang BTC meskupun ada risiko koreksi yang signifikan terhadap area dukungan multi-tahun di harga $3.000 hingga $4.000. Ini menggambarkan tren jangka panjang yang optimis pada pasar cryptocurrency dan kesabaran dari investor-investor ini bernilai sangat tinggi.

Baca Juga: Perkembangan Teknologi Penambangan Bitcoin

Apa yang Sebenarnya Diinginkan “Paus”?

Sejak 2015, infrastruktur yang mendukung pasar cryptocurrency telah meningkat secara eksponensial. Semakin banyak lembaga kustodian yang terpercaya membuka beragam pertukaran berjangka yang lebih besar dan ada juga yang menyediakan pertukaran spot regional berskala besar yang didukung oleh layanan perbankan yang stabil.

Baik investor ritel maupun institusional secara aktif mengakumulasi Bitcoin setelah koreksi yang intens. Sebuah laporan analitik yang diterbitkan oleh Coinbase menemukan setelah turun menjadi $3.750 di bulan Maret kemarin, investor ritel segera membeli pada harga penurunan tersebut.

Data dari laporan kuartil pertama tahun 2020 Grayscale juga menunjukkan peningkatan nyata dalam permintaan Bitcoin dari investor institusi dan sedang dalam pengamatan.

Hal ini disebabkan karena semakin banyak investor yang mengakumulasi Bitcoin, pasokan BTC yang beredar juga semakin menurun dan ini dapat melemahkan tren turun utama pada pasar.

Seiring waktu, ada pula kemungkinan fase korektif akan menjadi lebih lemah dan lebih cepat ketika Bitcoin mendekati pasokan tetap sebesar 21 Juta.

Selain itu, “paus” dan pemegang jangka panjang lainnya mungkin memandang Bitcoin sebagai aset terbaik untuk dimiliki dalam jangka panjang. Hal ini mengingat fakta bahwa kehilangan dana tidak dapat dipulihkan atau dikembalikan seperti semula, persedian koin akan ditutup, dan halving akan mengurangi tingkat pasokan baru yang tersedia.

Para peneliti di CoinMetrics mengatakan:

“Paus Bitcoin baru saja menjadi pemegang selama 5 tahun berturut-turut. Pekan lalu 68k BTC pindah dari pasokan aktif selama 5 tahun, yang menunjukkan terakhir kali mereka pindah on-chain adalah pada bulan April 2015.”

Bahkan dengan halving yang akan terjadi kurang lebih 13 hari lagi, masih ada kemungkinan BTC akan mengalami pullback parah terlepas dari keenganan paus menjual kepemilikannya tersebut. Namun, sikap optimis paus ini mengurangi kemungkinan jatuh misalnya kejatuhan kapitulasi dalam waktu dekat.

Baca juga: Bitcoin Whale: Dunia dalam Kejutan Ekonomi Terbesarnya

Apakah “Harga Sebenarnya” BTC akan Turun di Bawah $3.000?

Hanya dalam 24 jam setelah Bitcoin jatuh ke $3.600, harga kembali naik di atas $4.000, dan akhirnya kembali ke $7.000 dalam rentang waktu satu bulan.

Seperti yang dilansir Cointelegraph, penurunan tajam dari $8.000 ke $3.600 terjadi karena kasekade likuidasi di seluruh bursa berjangka, terutama BitMEX. Dengan demikian, pedagang yang terlalu banyak likuidasi yang justru memicu penurunan, bukan penjualan dari “paus” di perdagangan spot.

Pergerakan pemegang BTC juga menambah validitas teori mengenai BTC yang seharusnya tidak pernah turun harga di bawah $5.000 sama sekali dan investor yang membeli penuruna ke kisaran $3.000 hingga $4.000 tidak mungkin menjual dalam waktu dekat.

Sumber