Negara Tirai Bambu Percaya Dengan Blockchain, Bagaimana Dampak Ke Bitcoin?

0
55
Negara Tirai Bambu Percaya Bitcoin

Sejak tahun lalu, negara tirai bambu sudah melakukan penelitian teknologi blockchain.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, percaya bahwa teknologi tersebut akan kian digunakan di masa depan.

Menurut Xinhua, surat kabar nasional di Cina, menunjukkan bahwa 70% dari 350 perusahaan yang disurvei sebelum wabah coronavirus tetap optimis tentang potensi teknologi blockchain.

20% dari mereka akan berinvestasi lebih banyak lagi untuk mengurangi dampak krisis.

Siapa saja yang masih bullish terhadap teknologi blockchain?

Hampir 10 jenis industri tetap yakin dengan teknologi tersebut.

Seperti yang anda lihat bahwa ekonomi di Cina lebih jatuh dari Indonesia. Economy di Cina turun 6.8%, sedangkan di Indonesia naik 2.97% di kuartal pertama.

Banyak yang percaya bahwa menggunakan teknologi blockchain dapat membantu perekonomian nasional pulih dari resesi yang sedang terjadi karena pandemic Corona.

Baca Juga: Elquirex: Investasi Bitcoin Hingga 159%, Pinjaman Dengan Anggunan BTC

Responden berasal dari 10 industri yang berbeda, termasuk perusahaan spesialis yang terkait dengan blockchain, pabrik, perdagangan, manajemen rantai pasokan dan keuangan.

Para ahli mengatakan:

Industri blockchain sangat berguna untuk perusahaan (…) Sebagai jaringan data terpercaya antara perusahaan, blockchain memecahkan masalah yang tidak dapat diatasi oleh data yang tersentralisasi seperti kepercayan kolaborasi antar pihak.

Para peneliti setuju bahwa blockchain dianggap sebagai cara yang paling efektif.

Keyakinan mereka tetap tinggi ditengah pandemik. Sangat disayangkan, perusahaan tersebut terpaksa menghentikan pengembangan mereka untuk sementara waktu.

Status adopsi blockchain oleh Tiongkok sudah tidak diragukan lagi. Negara tersebut sudah menerapkan sistem tersebut di sektor finansial.

Sebagai contoh, Mereka memulai program di provinsi Hainan yang bertujuan untuk memperkuat pembayaran lintas batas melalui teknologi blockchain.

Pada 2 Juni, otoritas Tiongkok mempunyai rencana besar untuk membuat provinsi tersebut menjadi provinsi perdagangan bebas untuk mendorong institusi mengadopsi teknologi blockchain.

Glenn Woo, kepada perusahaan Ledger Vault untuk Asia, memprediksi bahwa negara Tiongkok adalah negara pertama yang akan mempunyai uang digital yang didukung oleh pemerintah.

Jika ini terjadi (adopsi blockchain dan uang digital), kemungkinan besar adopsi cryptocurrency akan terjadi dengan skala besar yang menyebabkan harga crypto utama meroket.

Baca Juga: Bitcoin Masih Berpotensi ke Bawah 3000 USD. Jangan Lengah!