10 Altcoin Ini Capai All-Time-High Baru di Tengah Pergolakan Bitcoin dan Ethereum

0
257
10 Altcoin Capai All-Time-High

Pekan lalu, harga Bitcoin turun dari tertinggi $ 9.800 ke terendah $ 8.900. Ethereum turun lebih dari 10% dari $ 248 menjadi $ 215. Di lain sisi, sementara aset crypto populer tersebut harganya tampak terus menurun, beberapa altcoin dengan kapitalisasi rendah mencatat rekor all-time-high baru mereka.

Apa sebenarnya yang menyebabkan altcoin yang diunggulkan ini mengalami rally sedangkan aset crypto utama terus berjuang di bawah kondisi pasar yang sama?

Bitcoin dan Ethereum Terus Berjuang Dengan Perlawanan

Bitcoin dan Ethereum terus berjuang dengan perlawanan masing-masing di atas $ 10.000 dan $ 250. Kabar buruk yang ada sekarang ini kedua aset cryptocurrency utama yang mendominasi pasar ini, sedang mengalami kesulitan dengan level di bawahnya.

Adanya ketidakpastian pasar saham dan munculnya kasus-kasus baru dari krisis pandemi Covid-19 ini membawa kekhawatiran kembali terjadi di pasar crypto.

Peluang pemulihan berbentuk V memudar dari hari ke hari. Alih-alih, sebagian besar aset utama tidak melakukan apa pun selain menetapkan tinggi harga rendahnya, yang merupakan tanda tren turun yang akan datang.

Harga lebih rendah dari terendah hari ini bisa saja terjadi di kemudian hari, membenarkan adanya tren turun yang lebih dalam lagi. Risiko seperti itu saja telah mengurangi momentum bullish yang dimiliki aset-aset ini pada awal tahun 2020 dan dalam beberapa minggu terakhir.

Lebih lanjut, sementara aset crypto yang paling populer ini mengalami kesulitan, altcoin dengan kapitalisasi rendah telah melonjak dalam kondisi dan sentimen yang sama. Mengapa hal ini terjadi?

Baca Juga: Tahun 2020, Debat Bitcoin vs Altcoins Kembali Memanas!

10 Altcoin dengan Kapitalisasi Pasar Rendah Menciptakan Rekor All-Time-High Baru Selama Tren Turun Crypto

Pekan lalu, sementara Bitcoin dan Ethereum tampaknya semakin tenggelam, altcoin dengan kapitalisasi pasar rendah tidak hanya melonjak, mereka membuat rekor baru. Menurut data, 10 altcoin tersebut berada di enam bursa berbeda menetapkan rekor all-time-high baru.

10 Altcoin itu meliputi:

  • Universal Market Access (UMA)
  • Ren (REN)
  • DMM: Governance (DMG)
  • Synthetic Network Token (SNX)
  • Celsius Network (CEL)
  • THORChain (RUNE)
  • Reserve Rights Token (RSR)
  • pNetwork (PNT)
  • Balancer (BAL)
  • Aleph.im (ALEPH)

Hanya sedikit dari daftar yang telah memasuki seratus cryptocurrency teratas berdasarkan kapitalisasi pasar. Jika digabungkan, kesepuluh cryptocurrency di atas bahkan tidak bernilai $ 1 miliar dalam kapitalisasi pasar dengan total lebih dari $ 775 juta.

Selain sebagai altcoin dengan kapitalisasi rendah, aset-aset ini memiliki beberapa kesamaan. Dengan sedikit korelasi, tampaknya tidak ada rima atau alasan tertentu mengapa aset crypto ini terus naik sementara Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan lebih jauh.

Daya pikat peluang di tempat lain pada pasar crypto mungkin mendorong aksi ambil untung dalam Bitcoin dan Ethereum. Teori lain hanya menunjuk pada aset likuiditas rendah ini terdorong naik melalui suntikan modal yang sangat sedikit.

Dengan total modal di bawah $ 1 miliar, dan dengan beberapa proyek senilai hanya $ 1 juta dalam kapitalisasi pasar, dibutuhkan sedikit uang untuk menggerakkan harga aset-aset ini.

Dengan kapitalisasi pasar yang rendah dan volume perdagangan yang ada, aktivitas apa pun dalam aset ini dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar. “Paus” yang ada telah mengetahui hal ini dan bisa menggunakan altcoin tersebut dalam meningkatkan kepemilikan BTC dan ETH mereka sebelum akhirnya breakout.

Pada akhirnya, pengambilan laba dikatakan mengalir keluar dari altcoin-altcoin tersebut, ke altcoin dengan kapitalisasi menengah. Dari sana, uang akhirnya kembali ke altcoin besar seperti Ethereum, lalu kembali ke Bitcoin. Saat itulah pasar bull dapat dimulai, dan kemudian siklus akan berulang kembali.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun, Bagaimana Analisis Selanjutnya?