Harga Bitcoin Turun, Bagaimana Analisis Selanjutnya?

0
82
Harga Bitcoin Turun

Bitcoin (BTC) akhirnya menentukan upaya trend dengan menembus ke bawah level $ 9.000, setelah berminggu-minggu bergerak dalam pola Sideways. BTC telah bergerak dibawah level ini dalam pertukaran spot, maupun pertukaran margin di BitMEX.

Skew.com melaporkan bahwa order Long senilai lebih dari $ 20 juta pada BitMEX saja telah dilikuidasi dalam pergerakan crash ini, melanjutkan sebuah likuidasi dengan nilai serupa  setelah sebelumnya terjatuh dari level $ 9.400 ke level $ 9.000.

Pada saat pers, harga Bitcoin berada di Rp 131 juta di pialang Indodax dan $8974 di BitMEX.

Secara korelasi, crash pada Bitcoin ini telah menyebabkan hal serupa pada pasar derivatif BitMEX Ethereum (ETH), yang mengalami likuidasi senilai $ 1 juta.

Jatuhnya harga pada kedua aset crypto ini dan pengurangan likuidasinya yang besar, memberikan gambaran tentang adanya kemungkinan terjadi hal serupa terhadap pasar mata uang crypto lainnya.

Seorang analis mengatakan bahwa pelemahan ini bisa menjadi awal dari penurunan yang lebih besar!

Josh Rager, seorang analis cryptocurrency terkenal di Twitter, men-Tweet bahwa Bitcoin yang menembus $ 9.100 akan mengarah ke $ 8.900 dan $ 8.500.

Jika analisis Rager masih akan bekerja, tujuan penurunan berikutnya adalah ke level $ 8.500 yang kemungkinan akan terjadi dalam beberapa jam atau hari mendatang.

Baca Juga: Ulasan Bityard: Tempat Trading Kontrak Uang Kripto Termudah

Rager mengatakan:

“Kisaran BTC sudah jelas. Support saat ini yang telah bertahan selama tiga minggu terakhir adalah Perincian kisaran menengah di sini dan harga cenderung melihat $ 8.900 diikuti oleh kisaran bawah $ 8.500.”

Dia juga menambahkan untuk tidak melakukan trading pada hari ini di Twitternya.

Menurut analis lainnya, Willy Woo (mempunyai 132k followers), BTC masih berada di zona akumulasi, sebuah petanda yang bagus karena semakin lama zona ini, semakin tinggi harga akan melambung.

Sebagai seorang on-chain analis, dia juga membuat model baru. Di model tersebut, dia mengatakan bahwa Bitcoin seharusnya sudah di trend bullish jika tidak ada pandemik Covid-19.

Dan, model baru ini menunjukkan bahwa masih ada beberapa bulan untuk BTC masuk ke zona Bull.

Cole Garner, seorang pro-BTC, men-Tweet bahwa langkah besar yang akan terjadi untuk BTC adalah TURUN.

Alasannya adalah penambang mengirim BTC mereka ke pialang (sangat mungkin dijual untuk menutup ongkos penambangan) dan kebanyakan trader juga memilih untuk mengambil posisi short dan sudah terjadi dalam bebera minggu terakhir.

Baca Juga: Pakar Investasi: Harga Bitcoin Akan Jadi Nol