Decentralized Finance: Tantangan dan Peluang

0
298
Tantangan DeFi

Decentralized Finance (DeFi) memberi akses terhadap produk dan layanan yang tidak terbatas kepada semua orang. Layanan produk keuangannya pun sangat beragam mulai dari produk tabungan sederhana hingga platform perdagangan yang kompleks tanpa hambatan, dimana membutuhkan infrastruktur yang sangat minim. Sebanyak 1,7 miliar orang dewasa yang tidak memiliki akses ke layanan bank (unbanked) dapat mengakses semua fasilitas keuangan melalui adanya decentralized finance tanpa memerlukan izin atau perantara. 

Dengan kemampuan mengakses fasilitas keuangan tanpa perantara, DeFi berpotensi membuat produk tertentu lebih murah dimana hal ini dapat memberikan perbedaan besar antara DeFi dan keuangan tradisional dalam jangka panjang. 

Namun, bagaimanakah dengan tantangan DeFi? Mengingat teknologi ini menawarkan berbagai macam keuntungan dan kemudahan namun belum sepenuhnya dikenal khususnya dalam dunia global.

Baca Juga: Perbedaan Decentralized Finance dan Keuangan Tradisional

Mengalihkan tanggung jawab dari pihak perantara ke pengguna dapat menjadi aspek negatif bagi beberapa orang. Merancang produk yang meminimalisasi resiko kesalahan pengguna merupakan tantangan yang sulit ketika produk tersebut dipasang diatas blockchain yang tidak bisa dirubah. 

Decentralized Finance belum mencapai potensi penuhnya karena beberapa tantangan terkait dengan penipuan, volatilitas, kegunaan dan ketidakpastian regulasi. DeFi tentu bisa rentan terhadap kecurangan dan juga penyebaran inovasi keuangan yang belum teruji. Agar berhasil, DeFi perlu menumbuhkan ekosistem yang sehat yang mendorong inovasi yang bertanggung jawab sehingga dapat menyingkirkan pelaku penipuan. 

Secara bawaan, blockchain cenderung lebih lambat daripada aplikasi sejenis lainnya yang tersentralisasi. Pengembang DeFi tentu perlu memperhitungkan keterbatasan ini dan mengoptimalkan produknya. 

Selain itu, DeFi cenderung dibangun diatas aset kripto yang dikenal sangat mudah berubah sehingga dapat menghambat stabilitas dan adopsi. Untuk mengatasi hal ini maka munculnya stablecoin yang nilainya setara dengan aset stabil seperti USD. 

Pada intinya, teknologi blockchain dapat mengurangi biaya transaksi, memperluas cakupan transaksi dan memberdayakan transaksi peer to peer. Paradigma baru ini menyebabkan munculnya Decentralized Finance (DeFi) yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk menciptakan sistem keuangan alternatif yang lebih desentralisasi, inovatif, tanpa batas dan transparan. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, namun para wirausahawan dan inovator telah bereksperimen dengan model bisnis ini yang secara tradisional tidak dapat berjalan tanpa adanya teknologi blockchain. 

Jika berhasil, DeFi memiliki potensi untuk membentuk kembali industri yang ada dan menciptakan landscape baru untuk kewirausahaan dan inovasi.