Perbedaan Decentralized Finance (DeFi) dan Keuangan Tradisional

0
245
DeFi dan Keuangan Tradisional

Decentralized Finance (DeFi) atau keuangan terdesentralisasi adalah industri baru yang menjanjikan adanya revolusi sektor keuangan tradisional. Kebutuhan akan sistem keuangan yang terbuka, transparan dan aman adalah pendorong utama suksesnya DeFi menjadi obrolan dalam dunia teknologi Blockchain setahun belakangan ini. Tidak heran jika akhirnya, DeFi muncul sebagai alternatif dari sistem keuangan saat ini. 

Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya, DeFi adalah sektor keuangan terbuka yang berjalan diatas perangkat lunak yang dibangun diatas blockchain dan memiliki kemampuan untuk menjadi alat keuangan yang berada diluar kendali pemerintah dan regulasi. Penciptaan sistem keuangan yang sepenuhnya terdesentralisasi dan independen terus berkembang pesat di tengah meningkatnya seruan untuk keamanan data dan privasi. 

DeFi memanfaatkan seperangkat alat yang progresif untuk memberikan kontrol kepada pengguna. Fakta bahwa tren DeFi ini menawarkan fungsi ekstra selain mengurangi resiko operasional menjadikan DeFi sebagai pengganti ideal untuk sistem keuangan saat ini. 

Berawal pada tahun 2018 ketika 15 proyek berbasis Ethereum datan bersama untuk membangun sistem keuangan yang independen, aman dan terbuka, sejak saat itulah DeFi terkenal sebagai pengganti sistem keuangan tradisional. 

Baca Juga: Mengenal DeFi (Part 2): Manfaat dan Kegunaan DeFi 

Lalu, apakah perbedaan antara Decentralized Finance dan Keuangan Tradisional?

Ada beberapa poin utama yang membedakan antara keduanya, yaitu:

  • Dalam Decentralized Finance, blockchain berperan utama mengatur segala pengerjaan di sektor keuangan. Sebaliknya, pemerintah publik yang memerlukan hukum dan lembaga keuangan yang teregulasi bertindak sebagai sumber kepercayaan yang mengatur semua kegiatan dalam keuangan tradisional.
  • Decentralized Finance sangat menarik perhatian sejumlah kalangan karena sistemnya yang lebih terbuka dan transparan daripada keuangan tradisional. Siapapun dapat mengambil bagian dalam membuat layanan dan alat finansial diatas teknologi blockchain. Sebaliknya dalam keuangan tradisional, seseorang harus memiliki lisensi dan otorisasi dari pihak yang berwenang atau regulator, sehingga hal ini membatasi inovasi-inovasi dalam sistem keuangan tradisional. 
  • Dalam Decentralized Finance, user dapat melakukan transaksi tanpa perantara, sehingga prosesnya akan lebih cepat dan mudah. Hal ini menyebabkan DeFi juga membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan keuangan tradisional

Dari poin-poin diatas, dapat dikatakan bahwa kehadiran DeFi dapat menjembatani kesenjangan yang ada dan memungkinkan industri finansial dapat dinikmati oleh segala kalangan, setiap orang tanpa adanya batasan. DeFi membuka peluang besar bagi para pengguna untuk mengakses beberapa instrumen finansial tanpa adanya batasan-batasan umur, ras, agama, kewarganegaraan hingga masalah geografis. 

Baca Juga: Tokocrypto Angkat Topik DeFi di Indonesia Blockchain Week