JPMorgan: Beli Bitcoin Guna Imbangi Nilai Aset Lain

0
208
beli bitcoin

Perusahaan raksasa keuangan asal AS, JP Morgan, menyarankan para nasabahnya untuk membeli Bitcoin guna melindungi nilai aset lain.

Ahli strategi di JPMorgan menyarankan alokasi portofolio sebesar 1 persen dalam Bitcoin. Bitcoin sebanyak itu dapat berlaku sebagai perlindungan terhadap fluktuasi kelas aset tradisional seperti saham, obligasi dan komoditas.

Alokasi dalam persentase rendah disarankan untuk meredam risiko penurunan besar-besaran yang sering dialami Bitcoin.

Baca Juga: Mengenal SFP, Inovasi Baru dari Safepal

Ase kripto itu memang telah longsor 20 persen sejak titik tertinggi US$58 ribu pada 21 Februari 2021 lalu, tetapi masih naik 60 persen sejak awal tahun.

Dilansir dari Bloomberg, ahli strategi JPM Joyce Chang dan Amy Ho dalam catatannya kepada klien, menyatakan bahwa dalam portofolio multi-aset, investor dapat menambahkan alokasi hingga 1 persen dalam Bitcoin, demi mencapai keuntungan efisiensi terhadap imbal hasil disesuaikan risiko portofolio tersebut.

Saran itu menyusul investasi besar-besaran Bitcoin yang dilakukan Paul Tudor Jones, Stan Druckenmiller, Tesla dan MicroStrategy.

JPMorgan menambahkan bahwa Bank of New York Mellon Corporation telah mengumumkan rencana untuk menyimpan, mentransfer dan menerbitkan aset digital tersebut bagi nasabahnya.

Ini yang menunjukkan apresiasi besar terhadap Bitcoin oleh pelaku pasar tradisional.

Baca Juga: Sosok di Balik ADA, Charles Hoskinson

Analis JPMorgan menambahkan, aset kripto harus diperlakukan sebagai instrumen investasi dan bukan alat pembayaran seperti dolar AS atau yen Jepang.

Pernyataan itu bertolak belakang dengan komentar oleh ahli strategi lain pada awal bulan yang mengklaim bahwa Bitcoin merupakan alat yang buruk untuk melindungi terhadap penurunan harga saham.

Berbicara kepada CNBC pada 17 Februari 2021, Cathie Wood dari Ark Investment Management mengatakan, jika semua perusahaan menanamkan 10 persen cadangan kasnya ke Bitcoin, hal tersebut akan menambah harga BTC sebesar US$200 ribu (lebih dari Rp1 milyar).

Pembelian aset kripto, seperti Bitcoin semakin tumbuh di tahun 2021, dan bukan hanya institusi yang menimbun.

Perusahaan perdagangan Robinhood melaporkan 6 juta pengguna baru membeli aset kripto melalui platform tersebut dalam dua bulan pertama tahun ini.

Angka tersebut melampaui angka tahun lalu, mengindikasikan momentum bullish dari sektor ritel masih kuat, kendati terjadi koreksi akhir-akhir ini.

Saat ini, BTC turun 9 persen dalam kurun waktu 24 jam di harga US$45.400. Sedangkan dalam rupiah di Indonesia, berkisar 670 juta per BTC.