Berikut Cara Menggunakan Fibonacci Retracement dengan Tepat

0
364
Cara Menggunakan Fibonacci Retracement dengan Tepat

Hadirnya teknik analisa trading digunakan para trader untuk memprediksi kondisi harga pasar di waktu mendatang, sehingga para trader tidak perlu menebak harga secara gamblang lagi. Ada salah satu teknik analisa yang sangat populer, yaitu fibonacci retracement. Lantas, bagaimana cara menggunakan fibonacci retracement? Yuk, kita bahas!

Mengenal Fibonacci

Fibonacci pertama kali dikembangkan oleh Leonardo da Pisa, seorang matematikawan asal Italia. Fibonacci adalah deretan angka sederhana yang susunan angkanya terdiri dari penjumlahan dua angka sebelumnya  (0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21,…dst). 

Rumus yang digunakan pada deret fibonacci adalah  Un = Un-2 + Un-1. Di mana suku ke-n merupakan penjumlahan dari dua suku sebelumnya.

Apa itu Fibonacci Retracement?

Konsep fibonacci tidak hanya digunakan dalam dunia matematika, tetapi juga digunakan dalam dunia trading, salah satunya adalah fibonacci retracement. Fibonacci retracement merupakan alat analisis yang hadir dari pengembangan rasio antar angka dari bilangan fibonacci.

Bisa dibilang fibonacci retracement bukan indikator yang dapat langsung digunakan, melainkan bersifat sebagai alat analisa, di mana pemasangan pada chart-nya memerlukan pengukuran dan analisa tersendiri. 

Analisa tersebut juga bisa berbeda-beda bagi setiap trader, karena trader sendiri yang menentukan titik swing harga yang dijadikan patokan untuk menarik garis-garis fibonacci.

Kegunaan Fibonacci Retracement

Fibonacci retracement memiliki beberapa kegunaan. Antara lain untuk menentukan sejauh mana target profit yang akan trader dapatkan dalam sebuah tren. Tidak hanya itu, analisa teknik ini juga berfungsi untuk menentukan level koreksi dari tren. 

Ketika trader bisa membaca kondisi level koreksi pada suatu waktu, maka trader bisa memprediksi ke arah mana harga akan bergerak.

Istilah Dalam Fibonacci Retracement

Sebelum mengetahui bagaimana cara menggunakan fibonacci retracement, terdapat beberapa istilah yang harus Anda ketahui, diantaranya adalah: 

  • Support

Titik terendah yang dicapai sebelum harga kembali bergerak naik.

  • Resistance

Titik tertinggi yang dicapai sebelum harga bergerak turun.

  • Swing High

Keadaan candlestick yang paling tinggi bila dibandingkan dengan candlestick lain yang ada di sisi kanan dan kirinya.

  • Swing Low

Keadaan candlestick yang paling rendah bila dibandingkan dengan candlestick lain yang ada di sisi kanan dan kirinya.

  • Uptrend

Suatu kondisi di mana harga suatu komoditi cenderung naik jika ditarik dari titik terendahnya. Komoditi dapat dikatakan mengalami uptrend apabila memiliki deretan puncak dan lembah dengan tren naik.

Jadi, apabila hanya terdapat satu pincak dan satu lembah, kondisi tersebut bukan termasuk ke dalam uptrend, karena minimal harus terdapat dua puncak dan dua lembah yang bergerak semakin tinggi.

  • Downtrend

Downtrend adalah kondisi di mana harga komoditi cenderung mengalami penurunan. Komoditi dikatakan mengalami downtrend bila memiliki sederetan puncak dan lembah dengan tren menurun. Serta memiliki minimal dua puncak dan dua lembah yang bergerak semakin rendah.

Cara Menggunakan Fibonacci Retracement

Fibonacci retracement cocok digunakan saat pasar sedang mengalami trending. Konsep dasar fibonacci retracement sendiri adalah mencari sinyal untuk “buy” di area support dan “sell” di area resistance. Konsep tersebut dapat dieksekusi dengan mencari swing high dan swing low dengan area fibonacci retracement yang digunakan adalah 38.2 hingga 61.8.

Ketika pasar sedang mengalami uptrend, Anda bisa menarik garis fibonacci retracement  dari swing low ke swing high. Sementara itu, ketika pasar mengalami downtrend, garis fibonacci retracement  ditarik dari swing high ke swing low.. 

Dalam prakteknya, para trader kerap bingung untuk menentukan swing high atau swing low mana yang harus digunakan. Nah, ternyata hal ini lumrah, lho. Ini dikarenakan, setiap trader memiliki persepsi dan analisa tersendiri. 

Terlebih tidak ada swing high dan swing low yang salah, karena pada umumnya bisa digunakan sebagai tumpuan untuk menarik garis fibonacci retracement. Lalu, penerapan fibonacci retracement bisa dikatakan valid atau tidak apabila harga telah bergerak dan menghasilkan suatu kondisi.

Mulai Trading di Tokocrypto!

Sebagai exchange pertama di Indonesia yang telah mendapat izin dari BAPPEBTI, Tokocrypto siap menemani pengalaman trading dan investasi Anda! Dengan user interface yang cocok bagi pemula, Anda tak perlu lagi bingung dengan konsep trading serta investasi aset kripto.

Jangan lewatkan info terbaru dari Tokocrypto dan pantengin terus instagram Tokocrypto, ya!