1% Bitcoin Terkunci di Blockchain Ethereum, Ini Artinya

0
1632
blockchain ethereum

Tercatat bahwa saat ini terdapat sekitar $6 Miliar atau Rp85,5 Triliun dalam Bitcoin (BTC) yang telah ditokenisasi dan terkunci di Blockchain Ethereum (ETH).

Bitcoin ini telah berubah wujud menjadi Wrapped Bitcoin dimana istilah Wrapped adalah salah satu cara untuk memindahkan crypto dalam blockchain yang berbeda.

Perlu diingat bahwa Blockchain Bitcoin tidak memiliki fitur cross chainatau lintas blockchain sehingga diubah menjadi versi Wrapped.

Ini alasan mengapa kabar terkuncinya Wrapped Bitcoin di Blockchain Ethereum dapat berujung positif untuk pasar crypto.

1% Bitcoin Terkunci di Blockchain Ethereum

Bitcoin senilai sekitar $6 Miliar atau Rp85,5 Triliun yang merupakan 1% dari keseluruhan Bitcoin yang beredar saat ini sudah di tokenisasi.

Bitcoin tersebut telah diubah menjadi Wrapped BTC (WBTC) yang saat ini disimpan pada Blockchain Ethereum.

Pencapaian ini ditekankan oleh salah satu manajer investasi di BitGo, Kia Mosayeri, yang menyatakan jumlah ini pada Twitter.

BitGo sendiri adalah salah satu kustodian atau pengelola protokol WBTC yang diluncurkan pada Januari 2019 melalui Blockchain Ethereum.

Menurut data dari  Etherscan, terdapat sekitar 187.610 Bitcoin yang telah berubah menjadi WBTC dan beredar di protokol tersebut.

Saat ini jumlah persediaan Bitcoin yang telah beredar sudah mencapai 18,73 Juta Bitcoin menurut data dari CoinGecko.

Hal tersebut memastikan bahwa jumlah WBTC yang terkunci pada Blockchain Ethereum telah mencapai 1% dari keseluruhan Bitcoin yang beredar.

Baca Juga : Dana Institusi Keluar dari Produk Investasi Berbasis Bitcoin, Tidak Sepenuhnya Buruk

BTConEthereum membuat estimasi bahwa terdapat 240.620 Bitcoin yang telah ditokenisasi untuk berbagai penggunaan di Blockchain Ethereum.

Jumlah keseluruhan Bitcoin yang beredar di Blockchain Ethereum tersebut berarti berada pada $7,91 Miliar atau Rp112,83 Triliun.

Wrapped Bitcoin (WBTC) saat ini masih mendominasi Blockchain Ethereum dalam jenis-jenis Bitcoin yang ditokenisasi, dengan dominasinya yang mencapai 78%.

Ini Artinya Untuk Bitcoin

Saat ini nampaknya permintaan terhadap Bitcoin yang ditokenisasi di Blockchain lain sedang terus meningkat.

Dominasi tersebut terlihat tetap berada pada Blockchain Ethereum yang membuat signifikansi Blockchain Ethereum cukup besar.

Tokenisasi dari Bitcoin atau proses Wrapping diperlukan untuk memudahkan Bitcoin bergerak pada blockchain lain.

Hal ini disebabkan Bitcoin memiliki blockchainnya sendiri namun tidak memiliki fitur operasional lintas blockchain yang menghalangnya bergerak di blockchain lain secara nyata.

Oleh karena itu, tokenisasi ini telah dilakukan oleh banyak pihak dan Wrapped Bitcoin ini menjadi pilihan yang paling tenar.

WBTC sendiri tidak diciptakan secara mandiri namun akan terus melihat persediaan Bitcoin sehingga harganya selalu terikat berdasarkan Bitcoin.

Jadi jika WBTC yang terkunci adalah 1% dari keseluruhan Bitcoin yang beredar saat ini, terdapat 1% dari persediaan Bitcoin yang tidak dapat dijual.

Baca Juga: Pendukung Shiba Inu (SHIB) Menanti ShibaSwap

Bitcoin tersebut dapat menjadi penghalang untuk tekanan jual terhadap Bitcoin yang signifikan akibat terkunci dan tidak bisa dijual.

Ditambah dengan protokol lain yang memiliki Bitcoin terkunci, pemilik Bitcoin yang tidak menjual, serta Bitcoin yang hilang, nampaknya masih ada “penjaga” harga Bitcoin.

Untuk data jumlah tersebut masih terlihat belum pasti dengan adanya estimasi untuk Bitcoin yang hilang berada di angka 21% dari jumlah peredaran yang berada.

Ditambah dengan banyaknya Bitcoin yang terkunci, hal ini dapat menciptakan kelangkaan untuk Bitcoin dan jika permintaan terus naik, maka harganya dapat terus naik.

Selain itu, dengan adanya halving atau pengurangan imbalan hasil tambang Bitcoin, maka diprediksi persediaannya akan semakin langka.

Jika adopsi semakin luas, maka kemungkinan besar dalam jangka panjang harga Bitcoin dapat terus mengalami apresiasi.

sumber.