Connect with us

Crypto

Tertarik Investasi? Inilah Rekomendasi Aset Coin Kripto di 2021!

Published

on

rekomendasi aset coin kripto indonesia di tahun 2021

Semakin banyaknya investor dunia yang memiliki dan investasi aset coin kripto di 2021 terutama masyarakat Indonesia mungkin membuat Anda tertarik juga untuk berinvestasi. Tapi, satu hal yang harus diperhatikan sebelum memulainya adalah Anda harus paham terlebih dahulu aset kripto mana yang akan dipilih. Nah inilah rekomendasi aset kripto di 2021!!

Yuk, simak selengkapnya.

Tren Aset Coin Kripto di 2021

Tahun 2020 merupakan tahun yang bersejarah pada aset kripto, popularitasnya melonjak jauh. Bagaimana tidak? Di saat instrumen investasi lainnya mengalami penurunan karena Pandemi Covid-19, bitcoin sebagai salah satu dari aset kripto mampu memiliki tren harga yang positif. Akhirnya banyak orang yang percaya jika aset kripto merupakan aset safe haven.

Tahun 2021 pun dimulai dengan tren harga yang positif, seperti contoh bitcoin ataupun ethereum. Kedua aset ini bahkan mampu mencapai ATH nya terbaru di angka US$ 57.000 per btc pada 20 Februari 2021 dan US$ 1.899 per etc pada 18 Februari 2021.

Tidak hanya kedua koin tersebut saja lho yang diprediksikan akan diminati serta memiliki tren harga yang baik. Namun masih banyak lagi lainnya.

Rekomendasi Coin yang Bagus Untuk Investasi 2021

1. Bitcoin (BTC)

BitcoinMata uang digital yang masih bertengger di posisi pertama tentunya adalah Bitcoin. Bitcoin ini pun sudah menyandang gelar mata uang digital paling populer sejak kemunculannya, lho! Bahkan para pakar aset kripto pun menjulukinya sebagai King of Cryptocurrency. Bukan tanpa sebab, jumlah bitcoin yang sangat terbatas sementara permintaannya yang tinggi menyebabkan harganya melambung tinggi.

2. Ethereum (ETH)

Eth coin

Ethereum menduduki posisi kedua sebagai aset kripto yang punya tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan mata uang yang beredar cukup banyak. Sehingga pencairannya lebih mudah dilakukan dibandingkan mata uang digital lainnya.

Ethereum pun bernasib sama seperti bitcoin. Nilai tukar atau harganya sempat mengalami penurunan pada tahun 2018. Namun, kini ethereum telah bangkit kembali pada 2020.

3. Doge

Doge coin

Dogecoin diluncurkan pertama kali tahun 2013 dan menggunakan teknologi yang berasal dari Litecoin. Pada awalnya doge dijadikan sebagai mata uang lelucon saja.

Awal tahun 2021, penggemar doge semakin meningkat. Apalagi ditambahnya cuitan twItter dari CEO Tesla, Elon Musk yang membahas doge. Pada awal Januari 2021, harga doge masihlah berkisar puluhan perak. Hanya dalam waktu satu bulan, per 29 Januari 2021 doge berhasil menembus harga Rp 1000.

4. Binance Coin (BNB)

BnB coinBNB Coin diluncurkan pada tahun 2017 oleh Changpeng Zhao. Binance coin ini diluncurkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di atas jaringan ethereum. Nah sejak peluncurannya, binance memang digunakan pada platform pertukaran mata uang kripto Binance.

Dengan begitu, Anda dapat menggunakan binance untuk membayar biaya trading di Binance Exchange dan alat pembayaran lainnya yang digunakan beberapa vektor tertentu. Saat ini harga binance sudah mencapai lebih US$ 588, lho!

5. Toko Token (TKO)

TKO token

Token yang baru diluncurkan pada awal April 2021 ini mendapatkan antusiasme yang cukup besar dari masyarakat, Token besutan Tokocrypto yang memiliki model token hybrid antara token DeFi dan CeFi ini merupakan proyek aset kripto lokal pertama yang diluncurkan. 

TKO yang didukung langsung oleh Tokocrypto, Binance, serta ahli finansial dan blockchain percaya bahwa TKO akan meroket nantinya. Hal ini didukung juga dengan fundamental TKO sebagai token DeFi yang mumpuni dengan fitur-fitur yang terus bertambah.

6. Ripple (XRP)

XRP coinRipple memiliki jaringan layangan pembayaran seperti bank maupun bisnis layanan keuangan lainnya yang dikembangkan bernama RippleNet. Nah, ripple ini memang dirancang sebagai sistem pembayaran sehari-hari.

Ripple sendiri memiliki perbedaan dengan bitcoin dan ethereum. Ripple tidak menggunakan blockchain, sedangkan kedua koin tersebut menggunakannya.

7. Litecoin (LTC)

LTC coin

Karena memiliki tingkat likuiditas tinggi serta pangsa pasar yang besar, litecoin kerap disebut sebagai mata uang digital terbaik. Mata uang digital ini bisa disejajarkan dengan BTC dan ETH. Untuk saat ini, litecoin yang berada bebas di market berjumlah 84 juta ltc.

Litecoin ini sangat layak dimiliki karena memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya adalah proses mining yang cepat dan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit. Tak heran jika para investor lebih melirik LTC dibandingkan mata uang digital yang lain.

8. Tron (TRX)

TRX coin

Tron merupakan platform terdesentralisasi berbasis blockchain, tron sendiri menggunakan jaringan aset kripto nya sendiri yang disebut Tron (TRX). Nah tron sendiri memiliki tujuan untuk membangun sistem hiburan konten digital global gratis dengan teknologi penyimpanan yang terdistribusi, dan memberikan biaya untuk berbagi konten digital. 

Tron yang digadang-gadangkan sebagai alat bayar akses premium ini diprediksi akan semakin banyak digunakan di masa mendatang. Itu semua karena sudah banyak orang yang mau membayar akses konten-konten premium.

9. Basic Attention Token (BAT)

BAT coinBAT dikembangkan oleh perusahaan bernama Brave Browser. Cara kerjanya adalah dengan memberikan bonus atau tip yang diberikan kepada content creator.

Nah, tip yang akan didapatkan oleh content creator ini bergantung kepada sedikit atau banyaknya informasi yang mereka berikan.

Nah, itulah rekomendasi coin yang bagus untuk investasi di tahun 2021 ini. Jika Anda tertarik untuk berinvestasi setelah melihat rekomendasi aset kripto tersebut, yuk daftarkan diri Anda sekarang di Tokocrypto!

Bitcoin News

Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu, Apakah Investor Mulai Menyerah?

Published

on

Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu

Pergerakan harga Bitcoin pada perdagangan hari ini, Kamis, 30 Juni 2022, berada pada fase kritis. BTC kembali menyentuh area di bawah US$ 20 ribu, setelah sehari sebelumnya sempat breakout ke level US$ 21 ribu. 

Saat laporan ini ditulis, BTC diperdagangkan di area US$ 19,522, atau turun 2,96% dalam 24 jam terakhir. Titik support terkuat BTC saat ini berada di area US$ 19,3-19,5 ribu. Jika breakdown atau turun dari level tersebut, bukan tidak mungkin BTC anjlok ke area US$ 14,900.

BTC/USDT TF 4 jam. By: Portalkripto/TR

Penurunan ini kembali menegaskan bahwa musim bearish masih mengintai pasar crypto. Meski, sempat membaik selama dua hari ke belakang, namun aktivitas on-chain dan sentimen makro menunjukan bahwa pasar belum baik-baik saja. 

Berdasarkan analisa on-chain, perusahaan analitik blockchain, Glassnode menyebutkan, pasar crypto saat ini tengah berada dalam tekanan yang cukup ekstrem. Kerugian trader di musim ini menjadi paling parah sepanjang masa.

Glassnode mencatat, kondisi harga spot yang diperdagangkan di bawah harga realisasi sebenarnya jarang terjadi. Kondisi ini baru terjadi tiga kali dalam enam tahun terakhir dan lima kali sejak peluncuran Bitcoin pada 2009.

Baca juga: Bos Binance: Bearish Pasar Kripto Mungkin Segera Usai

“Harga spot saat ini diperdagangkan lebih rendah 11,3% dari harga realisasi, menandakan bahwa rata-rata pelaku pasar sekarang berada di bawah posisi saat mereka membeli,” ujar Glassnode.

Sementara itu arus keluar investor institusional di Bitcoin dan sejumlah aset kripto lainnya pun mengalami peningkatan. Coinshares melalui laporan mingguannya mencatat bahwa investor institusional telah menarik keluar aset digital mereka sebanyak US$ 422 juta pada pekan lalu. 

Kondisi ini membuat cemas trader dan investor, di mana menurut Glassnode, fase ini sangat memungkinkan pasar menghadapi kapitulasi atau kondisi di mana investor menyerah dengan keadaan pasar yang merah berkepanjangan. 

“Mengingat durasi dan ukuran bearish yang luas, 2022 dapat dikatakan sebagai bear market paling signifikan dalam sejarah aset digital,” tulis laporan mingguan Glassnode berjudul A Bear of Historic Proportions, yang terbit pada 24 Juni 2022.

Artikel ini telah tayang di Portalkripto.com dengan judul “Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu, Apakah Investor Mulai Menyerah?

Continue Reading

Bitcoin News

MicroStrategy Serok Lagi 480 BTC Senilai Rp 148 Miliar

Published

on

MicroStrategy Kembali Serok 480 BTC Senilai Rp 148 Milyar

Perusahaan investasi MicroStrategy kembali menyerok Bitcoin di saat harga aset ini tengah terseok-seok di area US$ 20.000. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor ini mengumukan telah membeli 480 BTC senilai US$ 10 juta atau sekitar Rp 148 Miliar.

Dalam sebuah surat pengumuman yang dikeluarkan oleh Komisi Sekuritas dan Exchanges (SEC) Amerika Serikat bertitimangsa 29 Juni 2022, MicroStrategy membeli 480 Bitcoin pada periode Mei-Juni 2022, pada titik harga rata-rata US$ 20.817.

“MicroStrategy memperoleh sekitar 480 Bitcoin untuk sekitar US$ 10,0 juta tunai, dengan harga rata-rata sekitar US$ 20.817 per Bitcoin, termasuk biaya dan pengeluaran,” tulis surat tersebut.

Pertanggal 28 Juni 2022, perusahaan ini memilki total aset BTC sebanyak 129.699 keping dengan nilai pembelian US$ 3,98 miliar. Total pembelian aset tersebut dibeli  dengan harga pembelian rata-rata US$ 30.664 perkeping. Artinya, pertanggal 29 Juni 2022,  Microstrategy tengah mengalami kerugian sekitar 34%.

CEO MicroStrategy, Michael Saylor, dikenal sebagai Bitcoin Maximalist. Ia selalu optimis terkait dengan masa depan Bitcoin. Bahkan, ia percaya bahwa Bitcoin bisa menjadi penyelamat di tengah badai ekonomi yang ia percayai bakal segera tiba. 

Baca juga: 4 Dasar Rekt Capital Klaim Bottom Absolut dari Bitcoin (BTC) Sudah Dekat

Saat diwawancarai oleh CNN pada 22 Juni 2022, ia mengatakan: “Bitcoin adalah sekoci, dilempar ke lautan badai, menawarkan harapan kepada siapa pun di dunia yang perlu turun dari kapal mereka yang tenggelam. Kita menyaksikan kelahiran industri baru selama krisis keuangan terburuk dalam hidup kita.”

Saat pembelian BTC oleh Microstrategy, pergerakan Bitcoin sedang dalam fase kritis. Aset kripto ini kembali tersungkur di bawah harga US$ 20.000. Meski dengan cepat memantul kembali ke harga US$ 20.000, pergerakan BTC terpantau sangat melemah. 

BTC Melemah

Analis Portalkripto, Arly Fauzi, mengatakan pergerakan volume BTC terus mengalami penurunan. Menurutnya, dalam kondisi ini Bitcoin berpeluang untuk terkoreksi lebih dalam lagi. 

“​​Untuk saat ini terlihat pergerakan harga Bitcoin sudah mulai melemah, terlihat dari volume yang terus turun, dan Moving Average (MA) 25 yang menunjukan akan cross dengan MA50 nya,” ujarnya.  “Skenario terburuknya apabila pergerakan harga Bitcoin memilih untuk breakdown support-nya, maka target penurunan akan berada pada Support Area sebelumnya pada area harga US$ 17.592-US$ 18.036.”

BTC/USDT 4Hour. By: Arly Fauzi

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 29 Juni 2022: Kripto Bergerak Stagnan

Pelemahan BTC saat ini terkonfirmasi dari aksi jual dan meningkatnya arus keluar investor institusional. Sebelumnya, perusahaan investasi asal Kanada Cypherpunk Holdings (HODL), menjual seluruh kepemilikan aset kripto yang mereka miliki. Langkah ini diambil perusahaan untuk meminimalisir risiko terburuk selama musim dingin kripto ini.

Cypherpunk diketahui menyimpan sejumlah aset kripto diantaranya Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Dalam rilis resminya, mereka telah menjual 205.8209 ETH, senilai US$ 227.000 dan 214.7203 BTC dengan harga sekitar US$ 4,7 juta. Total penjualan dari dua aset kripto teratas tersebut menghasilkan US$ 5 juta.

Artikel ini telah tayang di Portalkripto.com dengan judul “MicroStrategy Kembali Serok 480 BTC Senilai Rp 148 Milyar

Continue Reading

Bitcoin News

4 Dasar Rekt Capital Klaim Bottom Absolut dari Bitcoin (BTC) Sudah Dekat

Published

on

Ilustrasi Rekt Capital.

Level bottom atau dasar dari penurunan harga Bitcoin (BTC) saat ini menjadi hal yang paling nantikan. Pasalnya, bottom ini akan menjadi akhir dari penderitaan berlarut-larut, dan membawa angin segar ke industri kripto.

Secara fundamental, bangkitnya iklim industri dapat terealisasi pasca meredanya gejolak ekonomi, yang menumbuhkan selera risiko investor ke aset seperti saham dan kripto. Secara teknikal, analis dari Rekt Capital melalui laporan analisis teknikal bagi para pelanggannya, telah melihat adanya peluang bottom Bitcoin sudah dekat.

Log Channel Bitcoin 

Berdasarkan dua gambar pemetaan teknikal di atas, pada Log Channel harga BTC terlihat merosot sekitar 49%,. Hal itu juga terjadi di bulan Maret 2020, ketika Bottom pola Channel hilang sebagai Support kali pertama.

Potensi penurunan masih bisa terjadi lantaran Log ini terus menyoroti sisi Oversold dari harga kripto utama. Selain itu, semakin rendah harga maka semakin bersar peluang untuk pemulihan yang lebih kuat.

Tingkat Volume yang Ekstrim

Melirik indikator volune, saat ini harga di grafik Weekly telah melihat volume jual yang ekstrim. Ini sama seperti beberapa Bottom di masa lalu dan berpotensi bakal segera terbentuk, meski masih sekadar kemungkinan dari sudut pandang teknikal.

MA 200-Minggu

Saat berada di bawah MA 200-minggu dengan minus 14% hingga 28%, harga BTC biasanya akan bergerak naik lagi.

Dari grafik di atas, BTC telah memiliki dua penutupan mingguan di bawah MA ini, yang berperan sebagai Support. Ini bisa menjadi tanda upaya pemulihan dapat terjadi di sini. Apabila tidak, maka MA akan berubah menjadi Resistance, namun tidak akan turun terlalu jauh untuk penemuan Bottom selanjutnya.

RSI Bulanan

Terakhir, yakni indikator RSI bulanan (monthly), telah mencapai level terendah yang pernah ada. Hal ini menandakan sudah dekatnya pembentukan Bottom. Tentu saja, pemulihan tidak akan begitu fantastis karena akan menghadapi momen Halving terlebih dahulu yang biasanya akan berlanjut dengan penguatan. [st]

Artikel ini telah tayang di Cryptoharian dengan judul “4 Dasar Rekt Capital Klaim Bottom Absolut dari Bitcoin (BTC) Sudah Dekat

Continue Reading

Popular