Connect with us

Trading Corner

Solana, Altcoin Potensial untuk Para Trader dan Investor

Published

on

SOLANA Coin AltCoin

Kehadiran Bitcoin memang sudah tidak bisa dipungkiri lagi pesonanya. Namun, harganya yang mahal tak ayal membuat para calon investor mengurungkan niatnya begitu saja. Nah, bagi Anda yang ingin memulai investasi aset kripto, Altcoin atau alternative coin selain Bitcoin bisa Anda pilih. Menurut CoinMarketCap, setidaknya hingga Maret 2021, tercatat ada 40% altcoin dari 9.000 jumlah keseluruhan aset kripto yang beredar di dunia saat ini. Salah satunya adalah Solana Coin

Yuk, simak alasan kenapa Solana patut Anda pilih untuk berinvestasi!

Apa Itu Solana?

Solana (SOL) adalah altcoin yang dibuat oleh Anatoly Yakovenko bersama rekannya Greg Fitzgerald di tahun 2017 dan resmi diluncurkan pada tahun 2020 oleh Solana Foundation. Dilansir dari CoinMarketCap, Solana adalah proyek open source, yang di mana ia menggunakan teknologi blockchain dalam menghadirkan solusi keuangan terdesentralisasi (DeFi). 

Tak tanggung-tanggung, Solana hadir dengan teknologi yang memungkinkan transaksinya dapat berjalan sangat cepat hingga mencapai 70.000 transaksi per detik dan waktu block yang kurang dari setengah detik! Yups, performa ini tentunya sungguh luar biasa. Tak heran, jika Solana dianggap sebagai blockchain tercepat di dunia. 

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Altcoin dan Cara Kerjanya

Serba-Serbi Solana

Ketika tren pasar kripto sedang mengalami koreksi di September lalu, Solana mampu mengambil perhatian minat para penggiat aset kripto. Bagaimana tidak? Dilihat dari CoinMarketCap, harga Solana sempat menyentuh rekor tertingginya pada 9 September 2021 dengan harga di kisaran US$ 191.04 per kepingnya. Padahal jika dilihat di awal tahun 2021, harga Solana hanya berkisar US$1.8421 saja!

Apa yang menjadikan Solana istimewa dibanding dengan aset kripto lain? Sebelumnya, mari kita bahas istilah trilema blockchain. Trilema artinya ketidakmampuan blockchain dalam memiliki tiga fungsi sekaligus, ia hanya mampu memiliki satu atau dua fungsi saja. Misalnya, Bitcoin yang hanya memiliki dua fungsi keamanan dan desentralisasi, namun mengorbankan fungsi lainnya yakni skalabilitas. 

Nah, Solana hadir untuk menampik trilema karena ia memiliki tiga fungsi sekaligus, yakni terdesentralisasi, aman, dan juga dapat diskalakan. Untuk memberikan solusi penyelesaian trilema, Solana menghasilkan 8 inovasi utama yang terdiri dari:

  • Proof-of-History (PoH)

Berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum yang menggunakan Proof of Work (PoW). Solana hadir dengan sistem Proof of History (PoH), yang di mana sistem ini mengintegrasikan data historis yang terjadi dari transaksi blockchain. Dengan begitu, hal ini dapat memudahkan sistem ketika melacak berbagai transaksi dan juga urutan peristiwa. 

  • Tower BFT

Teknologi Tower BFT ini menggunakan PoH sebagai jam kriptografinya agar dapat memudahkan tercapainya konsensus tanpa memungkinkan adanya penundaan transaksi.

  • Turbine

Teknologi yang memudahkan Solana dalam pengiriman data ke node blockchain dengan cara membagi data tersebut menjadi lebih kecil. Pembagian data ini pun akhirnya memungkinkan Solana untuk mengatasi masalah bandwidth dan juga meningkatkan kapasitasnya secara keseluruhan untuk memproses transaksi lebih cepat.

  • Gulf Stream

Protokol ini bisa disebut memiliki peranan yang penting. Karena Gulf Stream yang membuat Solana mampu mengolah transaksi hingga 50.000 TPS. 

  • Sealevel

Sistem yang berfungsi untuk mengefisienkan runtime yang didukung dengan pemrosesan paralel Smart Contracts.

  • Pipeline

Proses aliran data input yang dikirimkan ke hardware (validator) yang berbeda yang bertanggung jawab atas transaksi tersebut. Mekanisme ini membuat data informasi transaksi dapat divalidasi dengan cepat untuk semua node dalam jaringan.

  • Cloudbreak

Cloudbreak merupakan struktur database akun skala horizontal. Penggunaan Cloudbreak ini berfungsi untuk mencapai skalabilitas yang diperlukan oleh jaringan Solana.

  • Archivers

Data-data pada Solana kemudian diturunkan dari validator ke jaringan node yang disebut Archiver. Nantinya node ini selalu diperiksa agar memastikan apakah Achiever telah menyimpan data dengan benar. 

Nah, Dilansir dari Forbes, harga Solana yang meroket di bulan September lalu ini disebabkan karena proyek blockchain ini berinovasi terus berlanjut dan terus hasilnya pun makin terlihat. Makanya, tak heran jika menyebut Solana merupakan altcoin potensial yang bisa Anda pilih. 

Gimana, tertarik investasi Solana Coin? Yuk, lakukan investasi dengan mudah dan aman di Tokocrypto! Daftarkan diri Anda di www.tokocrypto.com dan selesain KYC Anda sekarang juga. 

Tips & Tricks

Kelas Kripto: Apa Itu Airdrop?

Published

on

Ilustrasi apa itu airdrop kripto? Foto: Taxbit.

Aset kripto semakin populer dari waktu ke waktu. Persepsi umum tentang kripto dan istilah lainnya telah benar-benar meningkat selama dua tahun terakhir. Salah satu istilah yang sering terdengar adalah airdrop, apa itu?

Pada dasarnya, orang-orang mencoba mendapatkan aset kripto bisa berbagai cara. Jika kamu adalah seseorang yang tidak ingin mengeluarkan uang sepeser pun dan ingin memulai trading kripto, ada cara untuk mendapatkannya secara gratis.

Airdrop adalah istilah populer di dunia kripto. Secara harfiah apa arti istilah itu?

Pengertian Airdrop

Di ranah kripto, Airdrop umumnya berarti distribusi atau menjatuhkan token ke dompet atau wallet pengguna. Airdrop umumnya merupakan teknik pemasaran yang digunakan oleh perusahaan atau pengembang project aset kripto baru di pasar.

Ilustrasi apa itu airdrop kripto? Foto: Bitnovo.
Ilustrasi apa itu airdrop kripto? Foto: Bitnovo.

Baca juga: Kelas Kripto: Trust Wallet Vs MetaMask, Mana Lebih Baik?

Ini dilakukan terutama untuk tujuan promosi dan untuk menciptakan eksposur. Meskipun airdrop dilakukan oleh berbagai proyek secara berbeda, ada beberapa kriteria yang harus diikuti agar memenuhi syarat untuk mendapatkannya.

Ada berbagai jenis airdrop. Beberapa yang paling umum adalah holder drop dan general airdrop. Holder drop mengharuskan peserta untuk memegang koin atau token tertentu di wallet mereka agar memenuhi syarat untuk itu.

Ada airdrop lain yang hanya mengharuskan pengguna menyelesaikan beberapa tugas media sosial, termasuk mengikuti channel media sosial mereka, me-retweet, dan mengunduh aplikasi. Beberapa proyek juga melakukan airdrop, jika kamu telah menggunakan platform mereka, melakukan trading, dan sudah menjadi pengguna.

Proses Airdrop

Proses airdrop dimulai oleh proyek atau perusahaan yang ingin memberikan aset kripto secara gratis. Ini mungkin sebagai tanggapan terhadap strategi pasar, kesulitan dalam jaringan, atau untuk memberi insentif kepada investor yang sudah ada. Langkah awal adalah memilih bagaimana airdrop akan difasilitasi dan siapa yang memenuhi syarat.

Ilustrasi apa itu airdrop kripto? Foto: Esports.net.
Ilustrasi apa itu airdrop kripto? Foto: Esports.net.

Baca juga: Kelas Kripto: Memahami Perbedaan Koin dan Token

Langkah selanjutnya untuk general airdrop adalah mengumpulkan informasi untuk pihak yang menerima airdrop. Informasi seringkali terbatas hanya pada alamat dompet, meskipun perusahaan juga dapat mengumpulkan alamat email untuk mengembangkan daftar kontak mereka.

Jenis airdrop lain mungkin bergantung pada syarat yang berlaku, seperti proyek dapat melakukan snapshot untuk mengidentifikasi semua alamat yang menyimpan setidaknya 1.000 token pada tengah malam tanggal 31 Desember. Setiap transaksi yang terjadi setelah snapshot tidak akan memengaruhi hasil airdrop; oleh karena itu, harga koin atau token sering kali mengalami volatilitas sebagai respons terhadap pengambilan snapshot.

Setelah daftar penerima airdrop dipilih, airdrop sering difasilitasi melalui penggunaan smart contract. Perusahaan dapat memilih untuk menggunakan dompet Treasury mereka untuk memfasilitasi airdrop.

Perusahaan sering mempublikasikan blok transaksi untuk menunjukkan kesetaraan airdrop. Transaksi akan menunjukkan airdrop meninggalkan dompet perusahaan dan mendistribusikan ke penerima.

Continue Reading

Market

NGOBRAS Season 2: Dampak Drama FTX dan Genesis ke Market Kripto

Published

on

NGOBRAS Season 2: Bahas Drama Keruntuhan FTX dan Genesis ke Market Kripto.

Keruntuhan FTX membuat dampak sistemis ke market aset kripto dan perusahaan kripto lainnya. Terbaru platform Genesis Trading Global yang memiliki eksposur di FTX, kabarnya bakal mengajukan kebangkrutan, jika tidak mendapatkan pendanaan baru untuk modal operasional.

Kabar potensi kejatuhan Genesis dan krisis FTX yang sempat bikin market kripto anjlok akan dibahas selengkapnya di video terbaru dari NGOBRAS Season 2: Episode 6. Selain itu, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan Adriansah dari TokoScholar akan membagikan cerita dan analisisnya tentang market kripto di tengah drama FTX.

Baca juga: Genesis Terancam Bangkrut Potensi Kirim Bitcoin ke Titik Rendah Baru

Afid dan Rian juga bahas berita terupdate lainnya seputar dunia kripto dan blockchain. Perlu diketahui, kabar-kabar ini bisa menjadi sentimen pendorong dari pergerakan market kripto selama sepekan belakang.

Tak lupa juga ada watchlist token/koin yang bisa menjadi pegangan investor maupun trader yang diproyeksikan mendapatkan cuan. Namun, sekali lagi perlu riset mendalam juga tentang token atau koin yang disampaikan dalam video tersebut.

Penasaran? Yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

Continue Reading

Market

NGOBRAS Season 2: FTX Bangkrut dan Analisis Bottom Harga Kripto

Published

on

NGOBRAS Season 2: Bahas FTX Bangkrut dan Analisis Bottom Harga Kripto.

Krisis yang dialami oleh platform crypto exchange, FTX yang berujung bangkrut menjadi perhatian market sepekan terakhir. Peristiwa ini membuat banyak trader kripto kegocek, karena volatilitas yang tinggi dengan naik-turunnya harga kripto.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan Adriansah dari TokoScholar membagikan cerita dan analisisnya tentang market yang kegocek dengan adanya krisis yang dialami oleh FTX yang bangkrut. Bagi kamu yang penasaran bisa langsung aja simak video terbaru dari NGOBRAS Season 2: Episode 5 ini.

“Kayanya kalo ditanya rugi, hampir semua trader spot mungkin mengalami kerugian minggu ini ya. Minggu yang berat buat kita semua. Minggu berdarah-darah, tetap ambil sisi positifnya. Kita analisa bottom-nya, mudah-mudahan bisa dapatkan cuan di kemudian hari,” kata Afid.

bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Foto: Getty Images.

Baca juga: Binance Siapkan Dana Pemulihan, Bantu Perusahaan Kripto dari Krisis

Afid dan Rian juga bahas berita ter-update lainnya seputar dunia kripto dan blockchain. Perlu diketahui, kabar-kabar ini bisa menjadi sentimen pendorong dari pergerakan market kripto selama sepekan belakang.

Tak lupa juga ada watchlist token/koin yang bisa menjadi pegangan investor maupun trader yang diproyeksikan mendapatkan cuan. Namun, sekali lagi perlu riset mendalam juga tentang token atau koin yang disampaikan dalam video tersebut.

Penasaran? Yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

Continue Reading

Popular