Connect with us

Altcoin News

Mengenal 5 Jenis Altcoin dan Cara Kerjanya

Published

on

jenis jenis altcoin

Jika kembali ke tahun 2010, aset kripto yang terlintas di benak Anda sudah pasti adalah Bitcoin. Kini, satu dekade telah berlalu dan sudah semakin banyak aset kripto lain yang lahir. Aset kripto yang hadir setelah Bitcoin ini dikenal dengan julukan “altcoin” dan terdiri dari banyak jenis yang bisa dipilih. 

Sebelum melihat apa saja jenis altcoin yang ada, ketahui dulu yuk apa sebenarnya pengertian dari altcoin itu! 

Apa itu Altcoin?

Kata “altcoin” berasal dari gabungan dua kata, yaitu ‘alternative’ dan coin’, di mana definisi altcoin sendiri berarti koin atau aset kripto yang bisa dijadikan alternatif selain Bitcoin (BTC). Sebenarnya, framework yang digunakan oleh altcoin tidak jauh berbeda dengan Bitcoin. Hanya saja, banyak altcoin yang dengan sengaja dilengkapi dengan fitur-fitur yang tidak ada pada Bitcoin.

Sebagai contoh, kini sudah ada jenis altcoin yang menggunakan mekanisme Proof of Stake (PoS), di mana mekanisme penambangan ini dianggap lebih efisien dan eco-friendly. Selain itu, ada juga yang memberikan penawaran khusus bagi para pemiliknya berupa ekuitas, layaknya saham di pasar modal.

Dengan melakukan pendekatan yang berbeda dengan Bitcoin, altcoin semakin digemari khalayak hingga membentuk pasarnya sendiri. Bahkan, ada waktu-waktu tertentu di mana pasar aset kripto dikuasai oleh altcoin berkat performanya yang memuaskan. Peristiwa ini lah yang seringkali disebut dengan ‘Altcoin Season’.

Baca juga: Apa itu Altcoin Seasons?, Yuk Kenalan Dengan Istilah Trading Ini

5 Jenis Altcoin

contoh jenis altcoin

Setelah membaca penjelasan mengenai altcoin di atas, apakah Anda penasaran apa saja jenis altcoin yang ada di pasar? Sebenarnya, altcoin sangat beragam jenisnya bergantung dengan tujuan dan cara kerjanya. Meski begitu, terdapat 5 jenis altcoin yang paling umum ditemukan di pasar nih, yaitu:

1. Stablecoin

Stablecoin merupakan aset kripto yang dirancang untuk bekerja mengikuti harga aset yang lain, seperti Dollar AS (USD), Euro, emas, hingga sesama aset kripto lainnya. Tujuannya adalah agar volatilitas yang kerap terjadi di pasar bisa berkurang dan membuat harga dari stablecoin terus stabil. Oleh karena itu, banyak orang yang lebih memanfaatkan stablecoin sebagai tabungan dibandingkan sebagai instrumen investasi.

Beberapa stablecoin besar di antaranya adalah Tether (USDT), MakerDao (DAI), hingga USD Coin (USDC). Hal ini dibuktikan dengan adanya perusahaan e-payment besar dunia seperti Visa dan Mastercard yang mengizinkan transaksi di jaringan pembayaran miliknya menggunakan stablecoin USDC pada 2021 lalu.

Baca juga: Yakin Tidak Berminat Investasi Dollar? Mari Simak Caranya!

2. Mining-based

Jenis altcoin selanjutnya adalah mining-based yang berarti aset kripto yang baru bisa diperoleh lewat proses mining atau penambangan, dengan menggunakan mekanisme Proof of Work (PoW). Proses penambangan ini mencakup aktivitas verifikasi transaksi yang terdapat dalam blockchain dengan cara memecahkan teka-teki matematika. Lalu, penambang yang berhasil akan diberikan reward berupa sejumlah aset kripto.

 Contoh altcoin yang dikategorikan sebagai mining-based antara lain adalah Litecoin (LTC), Monero (XMR), dan ZCash (ZEC). Pada awal kemunculannya, Ethereum (ETH) juga sempat termasuk ke dalam jenis altcoin mining-based sebab masih menggunakan mekanisme PoW.

3. Staking-based

Staking-based altcoin berarti aset kripto yang baru bisa diperoleh lewat proses staking dengan mekanisme Proof of Stake (PoS). Proses staking hampir mirip dengan mining yaitu bertujuan akhir untuk memverifikasi transaksi yang ada pada blockchain. Bedanya, pengguna yang melakukan staking sudah lebih dulu memiliki aset kripto untuk kemudian disimpan dan dikunci. Jika berhasil terverifikasi, nantinya pengguna akan mendapatkan reward tambahan.

Beberapa altcoin dengan jenis staking-based adalah Ethereum (ETH) yang baru-baru ini berpindah ke mekanisme PoS dan juga Peercoin (PPC).

Baca juga: Kenali Perbedaan Proof of Work dan Proof of Stake

4. Security token

Security token berarti aset kripto yang memang sengaja disambungkan dengan perusahaan ataupun bisnis, mirip dengan sekuritas yang diperdagangkan di pasar modal. Security token juga menawarkan ekuitas seperti bentuk kepemilikan perusahaan hingga dividen. Makanya, security token umumnya diluncurkan bersamaan saat Initial Coin Offering (ICO) untuk menambah daya tarik suatu proyek kripto.

Hal inilah yang dilakukan oleh Exodus, sebuah perusahaan penyedia wallet aset kripto yang berhasil menjalankan Regulation A Tier 2 offering atau yang dikenal dengan ‘Reg A+’ pada Maret 2021 lalu, melansir CoinDesk. Exodus berhasil menjual saham sejumlah 75 juta USD yang bisa dikonversi menjadi sebuah aset kripto di platform Algorand.

jenis jenis altcoin5. Utility token

Jenis altcoin yang terakhir yaitu utility token. Utility token adalah aset kripto yang diluncurkan untuk menjalankan suatu jaringan kripto. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti digunakan untuk membeli item atau service, hingga membayar tagihan atau biaya yang dikenakan dalam jaringan. 

Meski sekilas mirip dengan security token, jenis altcoin yang satu ini tidak menawarkan ekuitas bagi para pemiliknya, karena pada dasarnya bersifat untuk crowdfunding. Contoh altcoin yang digolongkan sebagai utility token adalah Cardano (ADA), Filecoin (FIL), dan RippleNet (XRP).

Baca juga: Kenali jenis jenis stable coin

5 Altcoin yang Menarik Perhatian Selama Awal 2022

jenis altcoin yang menarik perhatian

Lantas, apa saja sih, altcoin yang wajib diwaspadai sepanjang tahun 2022 berkat performa yang memukau di awal tahun? Yuk, simak daftarnya berikut ini!

1. Ethereum (ETH)

Altcoin pertama yang menarik perhatian selama awal 2022 masih diduduki oleh ETH, nih. Bagaimana tidak, aset kripto kedua terbesar setelah Bitcoin ini terus menunjukkan performa yang sangat baik. Terbukti per tanggal 15 Februari 2022, harga satu kepingnya mencapai 3,032.14 USD atau sekitar Rp43,346,56 mengutip dari CoinMarketCap. Sejak awal kemunculannya, ETH telah mengalami kenaikan harga hingga hampir 30,000 persen, lho!

Akan tetapi, kenaikan harga yang fantastis ini tentunya bukan tanpa alasan. Sebab, dalam perjalannya Ethereum kerap melakukan pengembangan dan pembaruan fitur pada blockchain. Seperti mekanisme PoS yang dijalankan, smart contract, hingga potensinya di dunia NFT. Alhasil, hal tersebut berpengaruh pada kualitas yang menambah nilai dari Ethereum itu sendiri. 

2. Tether (USDT)

Altcoin yang juga menarik perhatian di awal 2022 ini adalah USDT. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, USDT berkiblat kepada harga Dollar AS dan juga Euro. Dengan demikian, volatilitas yang dimiliki altcoin ini cenderung lebih rendah dibandingkan dengan altcoin yang lain. Hal ini yang membuat banyak investor mempertahankannya.

Saat ini, harga USDT berada di angka 1 USD atau sekitar Rp14,295,70, dikutip dari CoinMarketCap. Setelah sebelumnya sempat menyentuh 1.0026 USD pada 11 Februari lalu, tidak menutup kemungkinan harga USDT akan kembali meningkat meskipun tidak sedrastis jenis altcoin lain.

3. Cardano (ADA)

Selanjutnya ada altcoin ADA yang menarik perhatian di awal 2022. Setelah bersinar di sepanjang tahun 2021, ADA masih terus diminati oleh para investor aset kripto. Dapat dilihat dari harga per kepingnya saat ini, yaitu 1.07 USD atau sekitar Rp15.296,40 mengutip CoinMarketCap. Jika dibandingkan dengan harga awal kemunculannya, terjadi peningkatan lebih dari 5 persen.

Hal ini disebabkan oleh Cardano yang dianggap eco-friendly berkat mekanisme PoS yang digunakan. Cardano juga dianggap lebih aman karena pengembangannya dilakukan secara peer-reviewed oleh para ahli. Selain itu, smart contract yang baru-baru ini diluncurkan Cardano juga semakin menambah daya tarik altcoin yang satu ini. 

4. Solana (SOL)

SOL juga menjadi salah satu altcoin yang membuka tahun 2022 dengan performa yang baik. Tercatat saat ini harga satu keping SOL adalah senilai 101.46 USD atau sekitar Rp1.455.182,71, dilansir dari CoinMarketCap. Angka ini tergolong spektakuler, karena jika dibandingkan pada saat pertama kali diluncurkan, SOL hanya bernilai 0.77 USD saja.

Altcoin yang satu ini memiliki banyak kelebihan, di antaranya adalah mendukung penggunaan De-Fi, dApps, dan juga smart contract. Selain itu, blockchain Solana juga rajin melakukan pengembangan dan mencetak penemuan baru. Tak heran hingga kini, SOL masih terus diminati oleh para investor.

5. Terra (LUNA)

Altcoin terakhir yang juga menarik perhatian di awal tahun 2022 adalah LUNA. Harga LUNA mengalami peningkatan besar-besaran jika dibandingkan dengan awal peluncurannya di Januari 2021 lalu. Jika saat itu LUNA hanya bernilai 0.64 USD, mengutip CoinMarketCap, kini harga per kepingnya telah mencapai 55.04 USD atau sekitar Rp787.157,31 lho!

Hal yang membuat altcoin ini masih menjadi buah bibir di kalangan investor adalah karena semakin banyak pula pengguna yang menggunakan platform Terra. Dengan banyaknya pengguna tersebut, nilai LUNA juga ikut meningkat, bersamaan dengan partner-nya yaitu Terra stablecoin di mana salah satunya adalah TerraUSD (UST).

Gimana? Sudah mulai paham kan mengenai pengertian dan jenis altcoin yang ada di pasaran? Untuk informasi lain mengenai aset kripto hingga tips and trick trading, Anda bisa mengunjungi Tokonews dan gabung dengan Komunitas Tokocrypto, ya. 

Yuk, segera selesaikan KYC Anda dan langsung investasi altcoin di Tokocrypto!

Altcoin News

Diterpa Isu KDRT Rizky Billar, Koin Kripto Leslar Anjlok Tenggelam

Published

on

Koin Kripto Leslar Anjlok Tenggelam.

Hubungan artis Rizky Billar dan Lesty Kejora yang diterpa isu KDRT, tampaknya cukup berpengaruh pada nilai kripto Leslar, LESLARVERSE (LLVERSE). Kedua pasangan suami-istri tersebut sebelumnya meluncurkan proyek kripto LLVERSE yang memiliki sejumlah utilitas.

Melansir data CoinMarketCap, harga token kripto milik pasangan Rizky Billar dan Lesti Kejora mengalami penurunan cukup drastis. Pada Jumat (30/9) pukul 12.00 WIB harga LLVERSE berada di level US$ 0,000001006 atau sekitar Rp 0,015 atau alami penurunan 12,64%.

Momen harga LLVERSE mengalami anjlok terjadi pada Kamis (29/9) malam pukul 19.07 WIB, dari level US$ 0.000001141 langsung terjun ke US$ 0.0000009086. Kemudian, berhasil merangkak naik, namun belum bisa kembali ke harga sebelum penurunan tajam.

Volume perdagangan token LESLARVERSE selama 24 jam terakhir hanya US$ 3.703 dan total market cap belum diketahui. Peringkat CoinMarketCap saat ini untuk LLVERSE adalah #5389, dengan maksimal pasokan 1.000.000.000.000 koin LLVERSE.

LESLARVERSE metaverse. Foto: LESLARVERSE.
LESLARVERSE metaverse. Foto: LESLARVERSE.

Baca juga: Ketakutan akan PHK, Meta Induk Facebook Setop Rekrut Karyawan

Apa Itu LESLARVERSE?

LESLARVERSE ditujukan untuk membangun ekosistem metaverse terbesar di Indonesia. Misi ekosistem tersebut adalah menjadi pintu gerbang bagi orang-orang untuk belajar, terhubung, dan menjelajahi dunia web3 yang imersif dengan menyediakan pendidikan (Watch-to-Earn) dan game (Play-to-Earn) dengan imbalan yang menjanjikan.

LESLARVERSE adalah jembatan yang menghubungkan berbagai platform kripto seperti Exchanger (contoh: Binance, PancakeSwap, Biswap), platform pasar NFT (contoh: OpenSea) dan lain-lain. Pengguna dapat mengakses beberapa platform kripto hanya dengan satu platform, LESLARVERSE.

Di LESLARVERSE juga akan ada fasilitas edukasi dan platform berita yang memudahkan pemula untuk belajar kripto dan blockchain dari bawah ke atas. LESLARVERSE memiliki visi untuk menjadi platform yang memperluas adopsi kripto mulai dari pasar lokal dan kemudian ke pasar global.

LESLARVERSE metaverse. Foto: LESLARVERSE.
LESLARVERSE metaverse. Foto: LESLARVERSE.

Baca juga: Kenalan Kang Jong Hyun, CEO Bithumb Kripto Dekat Park Min Young

Dibangun oleh Rizky Billar-Lesti Kejora

Pasangan Rizky Billar dan Lesti Kejora mulai jajaki bisnis investasi digital berupa koin kripto sejak awal tahun 2022 ini. Keduanya menggunakan nama $Leslar untuk bisnis terbaru mereka itu dan sudah mulai menggelar pre-sale.

Lesti dan Billar mengabarkan bahwa dalam pre-sale yang sudah dibuka, koin crypto mereka sudah ludes terjual habis dalam 30 detik. Di acara Private Sale, Leslar Metaverse sudah menyiapkan 555 BNB dan semuanya ludes terjual habis dengan cepat sehingga banyak orang yang tidak kebagian kuota saat Private Sale berlangsung.

Sebagai informasi, Rizky Billar dan Lesti Kejora tengah diterpa isu miring. Di mana Lesti melaporkan suaminya ke kepolisian atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Continue Reading

Altcoin News

Penyebab Harga Kripto Terra Luna Classic Melonjak 40%

Published

on

Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).

Terra Luna Classic (LUNC), token kripto asli dari jaringan blockchain, Terra yang sempat runtuh, tampaknya sedang menjadi primadona dalam beberapa hari terakhir ini. Apa penyebab harga LUNC kian terbang?

Dalam pantauan CoinMarketCap pada Selasa (27/9) pagi, primadona market kripto jatuh ke duo token jaringan Terra, Terra Classic (LUNC) dan Terra (LUNA), yang masing-masing sukses meroket 48,73% dan 23,88% dalam 24 jam terakhir. LUNC kini diperdagangkan di kisaran harga US$ 0,000297, sedangkan LUNA di level US$ 2,68.

Dengan pertumbuhan lebih dari 40% membuat pengembalian ajaib LUNC. Kini terpantau LUNC masuk dalam 35 besar aset kripto teratas, berdasarkan kapitalisasi pasar atau market cap.

Faktor Binance

Nilai kedua token LUNC dan LUNA meningkat disebabkan oleh Binance, exchange kripto terbesar di dunia saat ini. Kedua token tersebut melesat setelah Binance mengungkap skema baru burn koin LUNC untuk menguras jumlah pasokannya di platform tersebut.

Ilustrasi Binance
Ilustrasi Binance. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Trade Expo Indonesia 2022, Ajang Kumpul Penggiat Blockchain dan Kripto

Hal tersebut secara efektif mengurangi token dari suplai yang beredar, yang biasanya bullish untuk aksi harga. Keputusan itu merupakan permintaan komunitas Terra yang ingin memulihkan reputasi LUNC setelah nilai stablecoin UST dan LUNC longsor pada Mei lalu.

“Binance akan menerapkan mekanisme burn untuk membakar semua biaya perdagangan di spot LUNC dan pasangan perdagangan margin dengan mengirimkannya ke alamat burn LUNC,” kata Binance dalam pengumuman resminya.

Skema Burn LUNC

Dilaporkan Decrypt, awalnya Binance berencana untuk menerapkan tombol opt-in untuk pemegang LUNC yang ingin secara sukarela membantu membakar persediaan token di bursa. Pengguna akan secara sukarela membayar biaya burn tambahan 1,2% pada setiap perdagangan, yang hanya akan dimulai jika cukup banyak pengguna yang setuju untuk mengambil bagian dalam proses tersebut. Terra Classic meluncurkan mekanisme on-chain serupa minggu lalu.

Namun, seperti yang dijelaskan oleh CEO Binance, Changepeng Zhao (CZ) pada hari Senin (26/9), pendekatan tersebut tidak akan berhasil dalam kenyataan. “Pengguna kami tidak akan memilihnya,” jelas dalam tweet-nya.

Baca juga: Lihat Lebih Dekat NFT Noah yang Jadi Tiket Konser Satu Dekade

Komunitas Terra juga tidak senang dengan rencana awalnya. Beberapa anggota komunitas Terra menyerukan untuk memboikot Binance setelah mengeklaim CZ telah “mengingkari kata-katanya” untuk menerapkan burn sepihak.

Sebaliknya, paket baru membuat semua perdagangan LUNC/BUSD dan LUNC/USDT berkontribusi pada pembakaran pasokan — tanpa membebankan biaya tambahan kepada pengguna.

Namun, kenaikannya baru-baru ini kemungkinan tidak akan banyak berarti bagi bull Terra yang membeli lebih dari US$ 100 pada bulan April. Saat ini, LUNC masih hanya diperdagangkan di bawah harga US$ 0,0003.

Continue Reading

Altcoin News

Shiba Inu (SHIB) Jadi Salah Satu Aset Kripto Paling Banyak Dilihat

Published

on

Ilustrasi aset kripto, Shiba Inu.

Shiba Inu (SHIB) menjadi salah satu aset kripto paling menarik di seluruh dunia. Menurut analisis CoinMarketCap tentang pasar kripto untuk bulan Agustus, Shiba Inu telah menjadi salah satu kripto paling menarik bagi pengguna di semua benua di dunia, kecuali Antartika.

Dikutip U Today, ketertarikan pada SHIB ditunjukkan oleh jumlah tampilan halaman Shiba Inu di CoinMarketCap. Dengan demikian, di Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia dan Afrika, SHIB adalah aset kripto ketiga yang paling banyak dilihat dan posisinya hanya di bawah, Bitcoin dan Ethereum.

Sementara, wilayah Oseania dan Eropa, Shiba Inu berhasil disalip Terra Luna Classic juga, yang mungkin disebabkan oleh banyaknya yang ingin melihat gerak harga LUNC di minggu-minggu terakhir bulan Agustus lalu. Sebagaimana dicatat dalam penelitian tersebut, dua wilayah yang paling tertarik dengan memecoin, yang gelarnya masih dipegang oleh SHIB, adalah Amerika Latin dan Afrika.

Ilusrasi aset kripto SHIB.
Ilusrasi aset kripto SHIB.

Baca juga: Bank DBS dan The Sandbox Kolaborasi Luncurkan Metaverse Interaktif

Tren Pasar Shiba Inu

Berdasarkan data CoinMarketCap, kita dapat melihat bahwa Shiba Inu tetap menjadi salah satu koin yang paling banyak dilihat terlepas dari kondisi pasar kripto pada bulan Juli dan Agustus.

Shiba Inu bisa menjadi diversifikasi minat investor dibandingkan dengan pesaing utamanya, Dogecoin. SHIB dianggap lebih menjanjikan karena terus melakukan perkembangan ekosistem.

Baca juga: Penyebab Terra Luna Classic Anjlok Mendadak Rugikan Investor

Misalnya, tim yang bertanggung jawab atas SHIB: The Metaverse secara teratur melaporkan perekrutan tim dan pakar dari dunia film besar dan konten hiburan ke jajarannya. Shiba Eternity, game mobile dari Shiba Inu, baru saja diluncurkan dan sudah menjadi hit di Asia.

Kemudian, desas-desus tentang kemungkinan rilis Shibarium yang akan segera terjadi, yang akan membuat sektornya juga dicatat oleh CoinMarketCap sebagai salah satu yang paling menarik, terus-menerus memicu minat pada SHIB di antara pengguna.

Disclaimer: Perdagangan aset kripto memiliki risiko yang tinggi. Harap lakukan perdagangan dengan hati-hati dan cermat. TokoNews tidak bertanggung jawab atas kerugian perdagangan yang dilakukan.

Continue Reading

Popular