Connect with us

Tokocrypto Update

Perbedaan Mengoleksi Seni Konvensional dan Seni Digital NFT

Published

on

Perbedaan Mengoleksi Seni Konvensional dan Seni Digital NFT

Pandemi COVID-19 tidak hanya mengubah sektor perekonomian, bidang kesenian pun mengalami perubahan dari segi profil penikmatnya. Dilansir dari Medcom, awalnya kolektor seni didominasi oleh masyarakat yang berusia 60 tahun ke atas. Sedangkan saat pandemi melanda, kolektor seni banyak datang dari kalangan berusia 40 tahun. Tidak hanya itu, pandemi juga memberi kesempatan bagi para kolektor melalui seni digital NFT.

Beberapa Alasan Orang Mengoleksi Seni

Pada umumnya, para kolektor memiliki kepentingan yang berbeda-beda dalam mengoleksi karya seni, beberapa di antaranya terangkum dalam dua poin berikut:

  • Ikatan Batin

Bisa dibilang poin pertama ini adalah alasan terbanyak dari para kolektor. Punya hobi dalam mengoleksi barang dan seni mampu memberikan kepuasan batin tersendiri. Semasa hidupnya, seseorang memiliki kebutuhan untuk mengekspresikan diri melalui berbagai hal yang disenanginya, salah satunya dengan mengoleksi karya seni dan barang unik.

Dari segi psikologis dan emosional, kegiatan mengoleksi karya seni dan barang ini mampu memberikan rasa nyaman. Makanya, tidak heran kalau di luar sana banyak para kolektor yang mengoleksi berbagai hal unik, seperti action figure, miniatur, lukisan, hingga barang pecah belah.

  • Melatih Kemampuan Finansial

Selain bertujuan untuk memberi kepuasan batin, mengoleksi barang dapat melatih kemampuan seseorang dalam mengalokasikan keuangannya.

Kok bisa?

Yep. Selain berlandaskan hobi, tidak jarang kolektor menjadikan barang kumpulan mereka sebagai alat investasi. Para kolektor percaya bahwa barang yang dikoleksinya memiliki prospek harga yang sangat baik di masa depan, terlebih untuk barang antik dan barang dengan edisi terbatas (limited edition).

Sebelum pandemi COVID-19, banyak pameran karya seni yang dapat dikunjungi oleh masyarakat umum maupun kolektor. Akan tetapi, keadaan memaksa para seniman untuk mengubah cara dalam memamerkan karyanya. Salah satu terobosan dalam bidang seni yang menjadi angin segar bagi seniman maupun kolektor adalah hadirnya seni digital NFT.

Perbedaan Mengoleksi Seni Konvensional dan NFT

Ketika NFT hadir, banyak kolektor yang memanfaatkan momentum ini untuk menyalurkan hobinya dengan berselancar ke dalam sistem blockchain dan membeli karya seni digital NFT.

Lantas, apa perbedaan dari mengoleksi karya seni konvensional dengan seni digital NFT?

Nah, berikut jawaban yang sudah kami siapkan untuk Anda:

  • Keamanan

Karya seni konvensional pada umumnya berkarakteristik 2 dimensi dan 3 dimensi. Bentuk fisik karya seni yang dapat digenggam, dibawa, dan diletakan bisa memengaruhi keamanan dan ketahanan karya seni itu sendiri.

Karya seni konvensional memiliki risiko kerusakan fisik dan pencurian lebih tinggi, terlebih apabila karya seni tersebut memiliki nilai fantastis. 

Hal ini berbeda dengan NFT, di mana semua karya seni digital NFT disimpan di dalam sistem blockchain yang memiliki standar keamanan tinggi karena setiap transaksi akan tercatat dan terverifikasi oleh semua pengguna dalam blockchain. Selain itu, seni digital pada NFT sudah secara otomatis dilengkapi oleh kode unik, sehingga terjaga keasliannya.

  • Biaya

Banyak kolektor di luar sana yang rela merogoh kocek untuk mengunjungi berbagai pameran seni di luar negeri. Belum lagi pameran seni sering diadakan saat peak season di mana turis banyak berdatangan membuat biaya akomodasi seperti pesawat dan penginapan semakin membengkak.

Jika berbicara dari segi biaya, seni digital NFT mampu mengikis biaya tambahan seperti akomodasi. Ini dikarenakan Anda bisa membeli dan mengoleksi seni digital NFT yang tersedia dalam marketplace hanya dengan bermodalkan smartphone maupun laptop kesayangan. 

  • Akses

Pada umumnya sebuah pameran seni berlangsung dengan periode waktu tertentu. Bagi kolektor yang memiliki kesibukan lain tentu menjadi penghambat, karena para kolektor bisa kehilangan kesempatan untuk memiliki karya seni yang bernilai.

Tentu hal di atas dapat diminimalisir dengan kehadiran seni digital NFT, karena kolektor bisa mengakses marketplace NFT kapanpun dan di manapun selama 24/7. Hal ini bisa menjadi solusi bagi kolektor yang tidak ingin ketinggalan berbagai seni digital NFT yang potensial.

Melihat beberapa poin di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kehadiran seni digital NFT tidak hanya dapat memberikan solusi bagi kolektor, tetapi juga bagi para seniman dan kreator yang terdampak karena pandemi COVID-19. 

Bagi Anda yang ingin membeli seni digital NFT, kini Tokocrypto menghadirkan Tokomall yang dapat menjawab kebutuhan para kolektor. Kunjungi https://mall.tokoscape.com/ dan segera dapatkan seni digital NFT favorit Anda!

Event

Event NFT Bira Siap Digelar, Ajang Kumpul Pegiat Web3 dan Blockchain

Published

on

Event NFT Bira siap digelar di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan pada tanggal 29 Agustus-3 September 2022.

Sebuah laporan riset Deloitte menyebutkan sektor NFT masih terus tumbuh, meski industri kripto sedang bear market. Deloitte memprediksi sektor NFT akan berkembang dalam hal popularitas dan keberagaman, serta yang lebih penting, di atas basis fundamental yang kuat ketimbang sebatas pertumbuhan spekulatif seperti yang terjadi tahun lalu.

Semangat membangun ekosistem NFT ini yang menjadi dorongan hadirnya acara NFT Bira yang akan digelar di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan pada tanggal 29 Agustus-3 September 2022. NFT Bira adalah acara NFT yang diselenggarakan oleh Mythical Beings & GaiaOne Project.

NFT Bira merupakan salah satu acara komunitas NFT terbesar yang digelar di Indonesia pada tahun ini. Acara ini bertujuan untuk menciptakan ruang bagi individu yang ingin mengeksplorasi kemungkinan untuk memasukkan teknologi Web3 ke dalam kehidupan, seperti NFT dan kripto.

Event NFT Bira siap digelar di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan pada tanggal 29 Agustus-3 September 2022.
Event NFT Bira siap digelar di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan pada tanggal 29 Agustus-3 September 2022.

Baca juga: Pasar Sepekan: Reli Market Kripto Sedikit Tertahan, Apa Sebabnya?

Banyak Kegiatan Unik di NFT Bira

Acara NFT Bira yang akan berlangsung selama seminggu ini yang akan fokus pada pertumbuhan komunitas di seluruh dunia yang berusaha mengintegrasikan teknologi Web3 untuk meningkatkan kehidupan manusia.

Menariknya, rangkaian acara nanti tidak hanya membahas soal teknologi Web3 maupun blockchain, namun adanya juga topik utama seputar berhubungan kembali dengan alam, mindfulness, dan membangun ekonomi komunitas berkelanjutan yang dapat diikuti oleh semua orang.

Karena project NFT Mythical Beings terlibat langsung dengan proyek restorasi karang dan pengumpulan sampah di Tanjung Bira melalui GaiaOne Project, salah satu fokus utama NFT Bira adalah menyebarkan kesadaran akan teknologi blockchain dan NFT kepada masyarakat lokal Sulawesi Selatan.

Event NFT Bira siap digelar di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan pada tanggal 29 Agustus-3 September 2022.
Event NFT Bira siap digelar di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan pada tanggal 29 Agustus-3 September 2022.

Baca juga: Jadwal Baru Rilis Ethereum 2.0 dan Gas Fees Lebih Murah

Ada juga kegiatan Mindfulness In The Metaverse Workshop yang bisa ikuti semua peserta untuk latihan pernapasan, yoga, meditasi dan lainnya yang bisa membuat jiwa lebih tenang dan damai dalam melintasi ruang digital yang tumbu dengan cepat ini.

Tak ketinggalan ada NFT Bira Sound For The Ocean Concert yang menyebarkan kesadaran dan penghargaan serta merayakan cinta untuk itu dan lingkungan. Nantinya ada performance music dari Rizcky de Keiser, Dvy, dan Dasha Logan.

Cara Ikut NFT Bira

NFT Bira bisa menjadi salah satu acara komunitas Web3 yang paling diantisipasi pada tahun 2022. TokoMall, NFT marketplace pertama di Indonesia pun turut menyemarakan acara ini dengan menghadirkan workshop mengenai kultur NFT dan perkembangannya di scene lokal.

Event NFT Bira siap digelar di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan pada tanggal 29 Agustus-3 September 2022.
Event NFT Bira siap digelar di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan pada tanggal 29 Agustus-3 September 2022.

Bagi kamu yang tertarik ingin menghadir acara NFT Bira ini sudah bisa registrasi dengan perlu menjadi holder 1 NFT Mythical Beings untuk menghadiri semua kegiatan dan workshop.

Paket akomodasi untuk mengikuti acara secara penuh pun tersedia dan bisa simak detailnya melalui link ini.

Continue Reading

Press Release

Tokocrypto Dukung Perlindungan Konsumen dan Jamin Keamanan Investor Kripto

Published

on

Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan baru-baru ini menyatakan perketat pengawasan perdagangan aset kripto dan terus mendorong edukasi dan meningkatkan literasi masyarakat. Hal pun didukung secara optimal oleh Tokocrypto sebagai market leader di industri investasi aset kripto.

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Tokocrypto akan selalu comply dengan regulasi di Indonesia untuk memperkuat pertumbuhan investasi aset kripto. Industri aset kripto diperkirakan akan terus mengalami berkembangan.

Pertumbuhan ini didukung oleh jumlah penduduk Gen Z serta Milenial dengan usia kerja yang tinggi, penetrasi internet yang berkembang pesat, banyaknya kelompok masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan, lingkungan regulasi yang kondusif,dan peningkatan investasi di sektor blockchain.

“Aset kripto hadir sebagai salah satu komoditi yang menjadi instrumen investasi yang bisa diakses secara inklusif oleh semua orang. Tokocrypto menyembut baik upaya pemerintah dalam mendorong inovasi melalui regulasi light-touch. Menyeimbangkan antara inovasi dan tata kelola bukanlah suatu hal yang mudah,” kata Kai.

Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.
Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Tertahan, Tanda Bull Trap?

Selain itu, Kai juga mengapresiasi pemerintah dalam melindungi konsumen dan membangun tata kelola yang baik. Kolaborasi tersebut dinilai akan memperkuat para pelaku industri aset kripto dengan pemerintah. Sehingga dapat menumbuhkan ekosistem aset kripto di Indonesia, yang bisa berdampak juga untuk membantu pemulihan ekonomi nasional.

Tokocrypto Jamin Produk Investasi yang Aman

Tokocrypto selalu memberikan informasi yang jelas mengenai produk yang ditawarkan dan terus menggencarkan edukasi tata cara bertransaksi aset kripto yang benar dan aman. Dengan pergerakan pasar yang volatil dan dampaknya pada bisnis kripto saat ini, Tokocrypto memahami adanya keraguan terkait keamanan aset yang dimiliki oleh para nasabah.

“Sebagai calon pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti, kami memastikan bahwa Tokocrypto menjalankan aktivitas bisnis dan operasional sesuai dengan regulasi yang berlaku. Seluruh aktivitas setoran, jual-beli, dan penarikan aset kripto dapat dilakukan oleh para nasabah dengan normal,” ungkap Kai.

Ilustrasi Tokocrypto
Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Bank Sentral Hong Kong: Kripto Penting Buat Sistem Keuangan Masa Depan

Dalam menjalankan operasional bisnis, Tokocrypto menjamin tidak ada aktivitas yang berisiko pada dana milik nasabah. Semua aset kripto miliki nasabah dikelola penuh oleh Tokocrypto dan selalu dilakukan audit secara menyeluruh melibatkan Kantor akuntan publik (KAP). Kemudian, kami selalu memberikan laporan terbuka rutin ke Bappebti.

Pengembangan bisnis Tokocrypto tidak hanya berhenti hanya sebagai exchange atau perdagangan aset kripto saja. Dalam perjalanannya, Tokocrypto memperluas pemanfaatan teknologi blockchain di Indonesia, dengan menghadirkan TokoVerse untuk membangun ekosistem blockchain yang berkelanjutan di Indonesia. 

Pengembangan platform di ekosistem TokoVerse memanfaatkan kombinasi sinergis mulai dari seperti Non-fungible token (NFT). Ekosistem ini didirikan dengan dorongan adopsi dari perkembangan industri aset kripto di Indonesia.

Continue Reading

Press Release

Tokocrypto Setor Pajak Transaksi Kripto Pengguna Puluhan Miliar Rupiah

Published

on

Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Tokocrypto telah menjalankan kewajiban sebagai badan/lembaga yang memungut pajak transaksi aset kripto. Hal ini dilakukan sesuai dengan keputusan pemerintah dengan berlakunya aturan terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) atas transaksi Perdagangan Aset Kripto melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022.

Aturan PMK 68 sendiri sudah berlaku sejak 1 Mei 2022. Selama penerapan PMK 68 yang sudah berjalan dua bulan selama periode Mei-Juni, Tokocrypto sudah menyetorkan pajak transaksi kripto para penggunanya sebesar Rp 37 miliar (US$ 2,5 juta) ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Rinciannya bulan Mei 2022: Rp 21 miliar dan Juni 2022: Rp 16 miliar.

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Tokocrypto terus berkomitmen untuk menjalankan aturan pajak transaksi aset kripto sesuai dengan PMK 68. Adanya aturan pajak kripto bisa memberikan efek positif terhadap kepastian bagi investor dan pelaku industri kripto di Indonesia.

Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.
Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Bitcoin untuk Stimulus Market Kripto

“Kami sangat senang dapat memberikan kontribusi dalam penerimaan pajak kepada negara. Potensi penerimaan yang besar dari aset kripto bisa dioptimalkan untuk pembangunan merupakan sebuah upaya yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Kai.

Kai menjelaskan dengan pemberlakuan aturan pajak kripto atau PMK 68, ini menambah legitimasi industri aset kripto yang sedang berkembang. Di samping itu, setiap pemegang aset kripto di Indonesia akan mendapatkan kepastian perpajakan yang sangat jelas dengan tarif yang bersahabat. 

Sebelum PMK 68 ini diterapkan, belum ada perlakuan khusus kepada aset kripto yang dimiliki oleh para investor sehingga akan dikategorikan sebagai bagian pendapatan lain-lain dengan tarif berjenjang sampai 35%. Pemberlakuan PMK 68 dengan tarif PPN dan PPh final senilai total 0,21% dapat disimpulkan lebih menguntungkan dibandingkan tarif berjenjang pendapatan lain-lain. 

Utamakan Perlindungan Investor

T-Hub by Tokocrypto
Ilustrasi T-Hub by Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

Sebagai Calon Pedagang Aset Kripto yang terdaftar di Bappebti dan diawasi oleh Kominfo, Tokocrypto terus berkomitmen menjalankan aktivitas bisnis dan operasional sesuai dengan regulasi yang berlaku. Perihal keamanan data dan transaksi menjadi hal utama dan prioritas Tokocrypto ke depan.

“Keamanan aset nasabah merupakan prioritas bisnis kami. Dalam menjalankan operasional bisnis, kami menjamin tidak ada aktivitas yang berisiko pada dana milik nasabah. Semua aset kripto miliki nasabah dikelola penuh oleh Tokocrypto dan selalu dilakukan audit secara menyeluruh. Kemudian, kami selalu memberikan laporan terbuka rutin ke Bappebti,” jelas Kai.

Kai menjelaskan sejak awal berdiri pada tahun 2018, Tokocrypto terus berkomitmen menciptakan industri aset kripto lebih legitimate dan mainstream di Indonesia, melalui pengembangan inovasi teknologi dan upaya-upaya edukasi dengan membawa manfaat yang lebih besar bagi perekonomian di Tanah Air.

Tokocrypto Terus Berkembang

Ilustrasi Tokocrypto
Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto Jadi Pedagang Aset Kripto dengan Nilai Transaksi Tertinggi di Indonesia

Operasional bisnis Tokocrypto terus mengalami pertumbuhan. Data Bappebti mencatat selama periode Januari-Mei 2022, Tokocrypto membukukan nilai transaksi perdagangan hingga Rp 95 triliun dan menduduki Calon Pedagang Aset Kripto nomor satu di Indonesia. Saat ini sudah ada lebih dari 2,7 juta investor di Tokocrypto.

Pengembangan bisnis Tokocrypto tidak hanya berhenti hanya sebagai exchange atau perdagangan aset kripto saja. Dalam perjalanannya, Tokocrypto memperluas pemanfaatan teknologi blockchain di Indonesia, dengan menghadirkan TokoVerse untuk membangun ekosistem blockchain yang berkelanjutan di Indonesia. 

Continue Reading

Popular