Connect with us

Highlight 3

Tokocrypto Kampanyekan Edukasi Keamanan, Guna Jaga Data Pengguna

Published

on

Ilustrasi Tokocrypto.

Jakarta – Seiring perkembangan teknologi dan digital yang semakin cepat, ancaman peretasan hingga penipuan tetap tak bisa dihindarkan. Laporan terbaru dari firma riset, Chainalysis, mengungkapkan bahwa penipuan di dunia cryptocurrency telah menghasilkan lebih dari US$ 7,7 miliar atau setara Rp 109 triliun sepanjang tahun 2021, naik 81 persen dibanding tahun 2020. 

Tokocrypto, sebagai penyedia layanan trading aset digital, tak hanya menawarkan kenyamanan dan kemudahan, tetapi aspek keamanan juga menjadi fokus utama yang terus dikembangkan dengan penerapan teknologi keamanan berlapis.

VP Corporate Communication Tokocrypto, Rieka Handayani, mengatakan demi mewujudkan ekosistem yang lebih baik, Tokocrypto mengkampanyekan edukasi keamanan #SiapLebih aman. Upaya ini sebagai bentuk kolaboratif antara penyedia layanan dan para penggunanya yang sama-sama memiliki visi untuk tetap aman bertransaksi di Tokocrypto.

“Penyedia layanan bertanggung jawab untuk mengembangkan keamanan yang berkelanjutan. Sementara itu, pengguna juga perlu waspada dan aware untuk ikut membantu melindungi data dan akun mereka. Untuk mewujudkan hal ini maka dibutuhkan edukasi keamanan yang berkelanjutan.”

Ilustrasi kampanye keamanan Tokocrypto.

Baca Juga: Tips Mengenali dan Menghindari Penipuan Online

Tokocrypto Imbau Aktifkan 2FA Google Authenticator untuk Keamanan Akun

Tokocrypto menunjukkan komitmennya berperan aktif menjadi pionir dalam menumbuhkan kenyamanan dan kepercayaan pengguna dengan mengantongi sertifikat ISO 27017. Ini merupakan standar guna membuat layanan berbasis cloud yang lebih aman dan mengurangi resiko terkait masalah keamanan. Sebelumnya, Tokocrypto juga telah berhasil meraih ISO 27001.

Selain itu, Tokocrypto mulai mewajibkan para penggunanya mengaktifkan 2FA (Two-Factor Authentication), sebuah fitur keamanan untuk melakukan verifikasi identitas. Kegunaan fitur keamanan 2FA ini agar akun, data, asset, serta history transaksi tidak mudah diketahui oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.

Pengguna Tokocrypto dapat mengaktifkan 2FA SMS dan Google Authenticator sebagai pelapis keamanan ganda. Selain itu, diimbau agar mengaktifkan keduanya, karena 2FA SMS saja tidak cukup untuk menghindari peretasan akun. Hacker masih bisa menebak kode OTP atau membajak kartu SIM untuk mendapatkan akses.

Ilustrasi security digital account.

Sementara, Google Authenticator punya banyak kelebihan, karena lebih aman dari peretasan. Sistem keamanannya terenkripsi, tidak tergantung jaringan pihak ketiga, praktis dan kompatibel untuk seluruh sistem operasi smartphone.

“Verifikasi dua langkah yang dilengkapi dengan Google Authenticator akan jauh lebih aman. Selain lebih aman daripada SMS, aplikasi autentikasi lebih cepat tanpa bergantung dengan sinyal dan operator seluler,” tutur Rieka.

Baca Juga: Gairahkan Pasar Aset Kripto, Tokocrypto Beri Kejutan Akhir Tahun untuk Para Investor

Tips Jaga Transaksi yang Aman dari Tokocrypto

Tak bisa pungkiri, saat ini masih banyak orang yang belum paham pentingnya perlindungan data pribadi. Oleh karenanya, mengupayakan edukasi keamanan secara luas harus terus dilakukan, guna melindungi informasi rahasia dan pribadi milik pengguna. Berikut ini adalah tips bertransaksi digital yang aman:

  1. Buat password yang rumit dan sulit ditebak.
  2. Jangan asal klik link yang diberikan dan menanggapi pesan mencurigakan.
  3. Jangan memberikan data pribadi akun kepada siapa pun.
  4. Amankan kode rahasia (password, PIN, OTP) .
  5. Update keamanan di pihak ketiga, seperti email dan smartphone.
  6. Gunakan perlindungan keamanan tambahan seperti, Google Authenticator.

“Harapannya, edukasi keamanan ini bisa menjangkau masyarakat lebih luas lagi, sehingga akan semakin banyak paham akan perlindungan informasi rahasia dan pribadi miliknya,” tutup Reika.

Altcoin News

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP dan OXY

Published

on

Ilustrasi 5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY. Foto: Dok. Coinvestasi.

Awal pekan ini dimulai dengan pergerakan koreksi yang cukup signifikan dini hari yang terjadi pada mayoritas crypto secara dadakan. 

Kabar baiknya, setelah koreksi tersebut saat ini mayoritas crypto sedang bergerak menyamping atau dalam konsolidasi yang memberi harapan baru. 

Walau pasar crypto masih belum memiliki arah yang jelas, terdapat beberapa crypto dengan sentimen positif yang dapat mendorong harganya naik. 

Dalam artikel ini akan diberikan lima crypto potensial yang memiliki sentimen positif sehingga dapat mendorong harganya naik. 

Ripple (XRP)

Pertama adalah XRP yang sedang mendapat sentimen positif dari kelanjutan kasus sidang dengan Securities and Exchange Commission atau SEC. 

Dikabarkan bahwa menuju yang diprediksi sebagai sidang terakhir, Ripple masih terlihat unggul. 

Setelah masa perbincangan sebelum sidang, dimana Ripple dan SEC berbagi data yang kemungkinan akan dijadikan bahan penuntutan atau masa “discovery”, terlihat bahwa Ripple masih unggul. 

Hal ini disebabkan belum adanya bukti terbaru untuk menjegal Ripple dan SEC kehabisan bahan untuk menuntut sehingga kemungkinan sidang akan berhenti.

Kabar ini menjadi sentimen positif karena membawa Ripple kemungkinan keluar dari kasus ini yang telah berjalan sejak Tahun 2020.

Jika benar selesai maka XRP akan kembali naik karena kembali legal dan kemungkinan bisa kembali masuk terdaftar di beberapa exchange

Saat ini satu hambatan adalah terkait testimoni dari mantan kepala SEC yang masih diperdebatkan. Jika perdebatan itu sudah selesai maka kemungkinan XRP akan kembali legal. 

Dari sisi teknikal, saat ini XRP masih terlihat bergerak naik dalam zona apresiasinya sejak beberapa hari yang lalu. 

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
Grafik Harian XRPUSD

Selama batas bawah pada $0.70 masih terjaga, kemungkinan besar XRP dapat naik menuju $0.99 dalam beberapa hari ke depan. 

Baca juga: CEO Robinhood: Bagaimana Dogecoin Bisa Menjadi Mata Uang Internet

Binance Coin (BNB)

Kedua adalah BNB yang akan memiliki sentimen positif setelah peluncuran fitur terbaru. Fitur ini adalah Binance Bridge 2.0 dimana Binance meluncurkan bridge atau jembatan antar blockchain

Dengan fitur ini, Binance telah meluncurkan bridge yang dapat menyambungkannya dengan beberapa blockchain lain. 

Saat ini yang sudah tersambung adalah Blockchain Ethereum dan kedepannya akan lebih banyak blockchain lain. 

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY

Bridge ini juga akan menyambungkan seluruh aplikasi yang tersentralisasi dan terdesentralisasi antar blockchain

Caranya adalah dengan penciptaan BTokens dimana BTokens ini adalah token yang akan berpindah dalam bridge antar blockchain

Nantinya BTokens bisa ditukarkan dengan token atau koin apa pun yang diinginkan di masing-masing blockchain dengan rasio satu banding satu. 

Jadi sebuah koin atau token akan berubah menjadi BTokens di bridge dan berubah kembali menjadi token atau koin aslinya saat sudah sampai di aplikasi blockchain lain. 

Inovasi ini mempermudah perpindahan crypto seperti BNB dari Binance Smart Chain dan mempermudah penerimaan crypto lain kepada Binance Smart Chain. 

Bersama inovasi ini, kemungkinan besar volume transaksi pada Binance Smart Chain akan meningkat yang dapat menjadi sentimen positif untuk BNB. 

Dari sisi teknikal, BNB masih terlihat bergerak dalam pergerakan apresiasinya. 

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
Grafik Harian BNBUSD

Selama batas bawah pada $405 kemungkinan besar BNB dapat bergerak naik menuju $458 dalam beberapa hari ke depan. 

Eos (EOS)

Ketiga adalah Blockchain EOS yang akan meluncurkan EVM atau Ethereum Virtual Machine agar token dari Ethereum dapat diterbitkan di EOS. h

Dikabarkan bahwa pada 19 April 2022 EOS akan meluncurkan versi uji coba dari fitur ini. Peluncurannya dilaksanakan pada jaringan uji coba EOS bernama jungle testnet. 

Dengan adanya fitur ini, kemungkinan besar volume transaksi pada EOS dapat meningkat.

Adanya EVM di ekosistem EOS akan membuat lebih banyak token dari Ethereum bergerak di EOS sehingga akan lebih banyak pergerakan di dalam Blockchain EOS.

Dari sisi teknikal, saat ini EOS masih terjebak dalam pola segitiga simetris dan belum memiliki arah yang jelas. 

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
Grafik Harian EOSUSD

Jika berhasil melewati $2.5 kemungkinan besar EOS dapat bergerak naik menuju $3.3 dalam beberapa hari ke depan. 

Baca juga: LINE Luncurkan Platform Marketplace NFT, Bisa Ekspansi ke Indonesia?

Synapse Network (SNP)

Keempat adalah Synapse Network yang saat ini sedang ambisius untuk menjadi salah satu proyek DeFi terbesar di dunia crypto. 

Synapse Network ingin menjadi platform DeFi yang dapat menjadi tempat investasi untuk proyek baru layaknya launchpad

Selain itu ia juga memiliki fitur cross chain jadi platformnya tersedia di beberapa blockchain.  

Saat ini sentimen positif yang akan datang adalah integrasi terbarunya yaitu dengan Solana pada 19 April 2022. 

Dengan semakin banyaknya blockchain yang ditempati oleh Synapse Network maka volume transaksinya kemungkinan akan terus meningkat. 

Dari sisi teknikal, saat ini SNP masih bergerak dalam kondisi apresiasi dan kemungkinan masih akan terjaga. 

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
Grafik Harian SNPUSD

Selama batas bawah pada $39,7 masih terjaga, kemungkinan besar SNP dapat bergerak naik menuju $50,5 dalam beberapa hari ke depan. 

Oxygen (OXY)

Kelima adalah Oxygen yang merupakan sebuah protokol DeFi yang bergerak untuk memberi pinjaman untuk para trader yang trading secara terdesentralisasi. 

Oxygen menggantikan peran broker pada bursa terdesentralisasi atau DeX, sehingga trader masih dapat menggunakan leverage walau tidak ada broker atau pihak ketiga. 

Saat ini OXY akan mengadakan program staking terbaru dimana biasanya saat ada program ini akan banyak OXY yang dikunci.

Semakin banyak OXY yang dikunci maka kemungkinan besar jumlahnya akan semakin langka. 

Jika semakin langka dan permintaannya bergerak naik, maka kemungkinan besar harganya juga akan bergerak naik. 

Dari sisi teknikal, saat ini OXY masih bergerak dalam pergerakan segitiga menurun atau descending triangle

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
Grafik Harian OXYUSD

Jika OXY dapat bergerak melewati $0.32 kemungkinan besar harga akan bergerak naik menuju $0.4 hingga $0.5 dalam beberapa hari ke depan. 

Baca juga: Penting! Gunakan Uang Dingin Ketika Berinvestasi Aset Kripto

Disclaimer

Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing. 

Sumber

Continue Reading

Blockchain

Kenalan dengan Wedge Pattern, Trader Kripto Wajib Tahu!

Published

on

ilustrasi wedge pattern

Dalam trading aset kripto, ada sebuah istilah yang bernama ‘wedge pattern

Apa itu Wedge Pattern?

Pada dasarnya istilah ini Wedge Pattern adalah pola grafik yang digunakan dalam menganalisis secara teknikal yang bisa menjadi parameter dari tren yang ada dalam jual beli aset kripto. Tak hanya mampu membantu para trader untuk menelaah aset mana yang sedang lemah atau kuat, namun, pola wedge ini juga membantu mereka untuk menentukan kapan harus beli atau menjual aset. 

Dalam pola ini ada dua pola yang harus kita kenali, di antaranya Rising Wedge dan juga Falling Wedge. Nah, untuk lebih lengkapnya, yuk simak!

Apa Itu Rising Wedge ?

contoh rising wedge pattern

Pola rising wedge adalah indikator yang menjadi penanda adanya pembalikan harga ke arah tren bearish. Dilansir dari website Investopedia, pola ini terjadi sewaktu harga sekuritas naik dari waktu ke waktu, namun juga dapat terjadi ketika tren sedang turun. Pola ini digambarkan dengan garis tren yang mengerucut ke atas. Para trader atau analis bisa mengantisipasi terjadinya reversal (perubahan harga aset).  

Baca juga: Market Aset Kripto Alami Tren Bullish, Apa Penyebabnya?

Apa Itu Falling Wedge ?

contoh falling wedge pattern

Berbeda dengan rising wedge, pola falling wedge menandakan pergerakan harga aset yang akan bullish. Sebagaimana dengan rising wedge pattern, para trader untuk menganalisis secara teknikal. Pada pola ini price action mengerucut ke bawah sebagaimana reaksi rendah dan tinggi bertemu di titik konvergensi. 

Baik rising wedge maupun falling wedge, kedua pola ini memiliki dua jenis pola yang harus kita ketahui, apa saja itu?

Jenis-jenis Falling dan Rising Wedge Pattern

Pola Reversal

Pada dasarnya, pola reversal atau reversal pattern ini merupakan pola yang mampu memprediksi dan mengidentifikasi perubahan tren dari perubahan pasar. Kedua wedge pattern di atas memiliki pola ini. Namun, yang membedakan keduanya adalah apabila falling wedge mengacu pada bullish, sedangkan untuk rising mengacu pada bearish.

Pola Continuation

Selain pola reversal, ada pola lain, yakni pola continuation pattern. Berdasarkan Investopedia, continuation pattern atau pola continuation menandakan bahwa harga akan terus bergerak pada arah yang sama setelah pola ini selesai seperti sebelumnya. 

Bagaimana Cara Menggunakan Wedge Pattern Pada Trading?

Tentu, trading tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan tanpa persiapan. Pasalnya, meski kini terkesan populer, trading kripto sangatlah tricky, sehingga para trader atau calon trader perlu mempelajarinya. Maka dari itu, untuk mendapatkan hasil yang optimal, para trader perlu merancang strategi dan memahami bagaimana skema dari trading kripto ini sendiri.

Dari penjelasandi atas, ada beberapa strategi jitu untuk memaksimalkan aktivitas trading melalui pola rising dan juga falling wedge. Apa sajakah itu?

  1. Menentukan Target Profit dan Risiko

Trading kripto adalah aktivitas yang memiliki risiko. Dengan demikian, sebaiknya trader harus mengkalkulasikan kerugian dan keuntungan, serta mempertimbangkan target profit sebelum terjun ke pasar aset kripto.

  1. Mengonfirmasi Pola 

Setelah menentukan target profit dan juga risiko, sebagai trader, Anda harus menganalisa pergerakan pola harga aset. Sebelum membeli aset, Anda harus memperhatikan apakah harga melewati garis tren atas atau menembus garis tren bawah.

  1. Menentukan Kapan Waktu yang Tepat untuk Stop-loss

Stop-loss merupakan salah satu teknik dalam trading kripto yang mampu memitigasi kerugian. Dengan menggunakan teknik ini, para trader bisa mendapatkan keuntungan seperti mempertahankan uang yang diinvestasikan, menghasilkan keuntungan, dan mencegah kerugian yang lebih besar. 

Kendati begitu, teknik ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada dua cara agar Anda dapat menentukan kapan harus melakukan stop-loss, di antaranya adalah dengan trailing stop-loss  

  1. Mengkonfirmasi Keaslian Wedge Pattern

Ketika sedang melakukan aktivitas trading, trader terkadang menemukan pattern yang diragukan keabsahannya. Lantas, apabila menemukan hal seperti itu, apa yang harus dilakukan para trader bisa menganalisa pola dengan tepat? Ada dua metode yang bisa trader lakukan untuk mengkonfirmasi keaslian pola ini. Yang pertama adalah dengan memastikan naik atau turunnya nilai perdagangan aset.

Kemudian, metode kedua yang bisa trader lakukan adalah memeriksa pergerakan harga aset apakah berada di bawah level Fibonacci 50% atau tidak. 

Begitulah pembahasan tentang wedge pattern, kedua jenisnya, dan juga bagaimana cara menggunakan pola ini. Agar aktivitas trading kripto Anda tetap aman dan terhindar dari scam, sebaiknya Anda melakukan riset terlebih dahulu. Untuk mendapatkan informasi yang komprehensif terkait dunia aset kripto, kunjungi website Tokonews dan bergabung di komunitas Tokocrypto sekarang!

Continue Reading

Crypto

Aturan Pajak Aset Kripto di Indonesia Resmi Terbit: Terlalu Berat Bagi Investor

Published

on

Ilustrasi aset kripto di Indonesia. Foto: Finance In Bold.

Pemerintah Indonesia akhirnya menerbitkan aturan pengenaan pajak atas transaksi perdagangan aset kripto. Namun, banyak analis menyebutkan beban pajak terlalu tinggi sehingga memberatkan bagi investor dalam negeri.

Perdagangan aset kripto di Indonesia akan mulai dikenakan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN dan Pajak Penghasilan atau PPh yang akan berlaku mulai 1 Mei 2022. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022 yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani pada 30 Maret 2022 dan diundangan pada hari yang sama.

Dalam aturan tersebut, Sri Mulyani menyatakan bahwa aset kripto yang berkembang luas dan menjadi komoditas perdagangan merupakan objek PPN. Hal tersebut sejalan dengan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8/1983 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

“Bahwa untuk memberikan kepastian hukum, kesederhanaan, dan kemudahan administrasi pemungutan, penyetoran, dan pelaporan pajak atas perdagangan aset kripto, perlu mengatur ketentuan mengenai pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan atas transaksi perdagangan aset kripto,” tulis Sri Mulyani di aturan PMK) Nomor 68/PMK.03/2022.

bagaimana kelegalan bircoin di indonesia
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

Besaran Tarif Pajak Aset Kripto di Indonesia

Pemerintah mengatur penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) akan bertugas memungut, menyetor, dan melaporkan PPN terutang atas penyerahan aset kripto. PMSE merupakan penyelenggara kegiatan pelayanan untuk memfasilitasi transaksi aset kripto, termasuk perusahaan dompet elektronik (e-wallet).

Berikut besaran tarif PPN dan PPh untuk transaksi kripto yang ditetapkan PMK 68/2022:

  1. 1 persen dari tarif PPN dikali dengan nilai transaksi aset kripto, jika penyelenggara PMSE merupakan pedagang fisik aset kripto.
  2. 2 persen dari tarif PPN dikali dengan nilai transaksi aset kripto, jika penyelenggara PMSE bukan pedagang fisik aset kripto.
  3. Pph 0,1% dari nilai transaksi aset kripto, tidak termasuk PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), berlaku bagi penjual aset kripto, penyelenggara PMSE dan penambang aset kripto.
  4. Jika penyelenggara PMSE bukan pedagang fisik aset kripto, maka PPh pasal 22 bersifat final yang dipungut sebesar 0,2%.

Pajak Aset Kripto Dorong Penerimaan Negara

Aspakrindo (Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia) menyambut baik aturan pengenaan pajak aset kripto yang disahkan oleh Kemenkeu. Dengan aturan pajak ini akan industri aset kripto akan dipadang memiliki legitimasi yang kuat, seperti layaknya industri lainnya yang berkembang di Indonesia.

“Pemberlakuan pajak terhadap aset kripto sangat memungkinkan dan memberi dampak positif pada industri yang sudah berjalan baik saat ini. Namun, pemberlakuan pajak tersebut masih perlu pembahasan yang lebih fokus dengan unsur hati-hatian dan mendalam,” kata Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda

Baca juga: Daftar Anak Muda yang Kaya Berkat Investasi Aset Kripto

Lebih lanjut, Manda menjelaskan pengaturan pajak bisa menguntungkan semua pihak dari pemerintah hingga investor. Sebagaimana yang telah kita ketahui perdagangan aset kripto dalam negeri saat ini tumbuh begitu pesat dalam 2 tahun terakhir.

“Industri aset kripto diestimasikan menghasilkan transaksi perdagangan bernilai setidaknya Rp 2,35 triliun per hari, atau Rp 859,4 triliun per tahun pada 2021. Hal ini menimbulkan potensi ekonomi, dan tentu saja, potensi penerimaan negara dari sektor perpajakan yang cukup signifikan,” ungkapnya.

Pajak Kripto Terlalu Tinggi Beratkan Investor

Manda melihat aturan pengenaan pajak aset kripto yang disahkan oleh Kemenkeu dapat memberatkan investor dalam negeri. Pasalnya beban pajak yang ditetapkan terlalu tinggi.

Pengenaan pajak PPN dan Pph masing-masing 0,1%-0,2% dinilai terlalu tinggi untuk dibebankan pada industri aset kripto yang masih baru tumbuh di Indonesia. Dikhawatirkan potensi pertumbuhan ke depan akan berjalan lambat.

“Investor tentu akan antusias, jika dalam pengaturan pajak ini menguntungkan semua pihak. Namun di sisi lain, jika penerapan pajak yang terlalu tinggi dan membebani investor dapat menyebabkan potensi terhambatnya perkembangan industri aset kripto sendiri,” jelasnya.

Siap! Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%
Ilustrasi pajak aset kripto.

Bagi investor dalam negeri tentu dengan membayar pajak transaksi aset kripto bisa berkontribusi dalam pembangunan negara. Pajak memiliki manfaat untuk membiayai pengeluaran reproduktif yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Aset kripto termasuk komoditi di Indonesia, sehingga aturan pengenaan tarif PPN perlu dikaji ulang. Kemudian, perdagangan aset kripto di Indonesia terbilang masih baru,” tutur Manda.

Jika tarif PPh Final atas aset kripto 0,1 persen, maka akan membebankan investor dalam negeri. Padahal dengan keringanan perpajakan akan menjadi alasan kuat investor untuk bertahan di exchange lokal.

Baca juga: Peluncuran Bursa Kripto di Indonesia Resmi Mundur, Jadi Kapan?

Continue Reading

Popular