Connect with us

Blockchain

5 Kripto Metaverse Terbesar Saat Ini

Published

on

5 Kripto Metaverse Terbesar Saat Ini

Jika menilik perjalanan kripto selama beberapa tahun terakhir, Anda akan melihat perkembangannya yang begitu pesat. Mulai dari kemunculan Bitcoin (BTC) sebagai mata uang kripto pertama, investasi token yang tidak bisa dipertukarkan bernama NFT, hingga pembangunan dunia virtual Metaverse.

Meski sempat mendatangkan banyak keraguan, nyatanya Metaverse semakin populer saat ini. Berbagai brand ternama mulai mengucurkan dana pada beberapa platform Metaverse, membuat produk digital NFT, hingga membeli lahan virtual di berbagai platform Metaverse. Jika Anda juga tertarik untuk mengetahui lebih dalam soal Metaverse atau berinvestasi pada salah satu platform, simak informasi lima kripto Metaverse terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar berikut ini.

Baca jugaApa Saja Tren NFT 2022?

Decentraland (MANA)

Platform Metaverse yang memiliki jumlah kapitalisasi pasar terbesar saat ini adalah Decentraland (MANA), yakni mencapai $5,123,130,400. Dengan jumlah kapitalisasi pasar tersebut, Decentraland (MANA) mengungguli pesaingnya, yakni Axie Infinity dan The Sandbox.

Permainan yang membangun dunia virtual dengan menggabungkan elemen realitas virtual dan teknologi Blockchain ini terus mengalami peningkatan sepanjang 2021. Pada awal 2021, Anda hanya perlu mengeluarkan US$0,08 untuk membeli satu MANA. Namun, performanya terus meningkat sepanjang tahun 2021 hingga mencapai rekor tertingginya, yakni US$5,41 pada November. Hingga saat ini, harga MANA kembali mengalami fluktuasi dan menyentuh angka $2,80.

Di dalam Decentraland, Anda bisa melakukan berbagai kegiatan sebagaimana kegiatan Anda di dunia nyata, seperti berbelanja, bermain, bertemu dengan teman, hingga membeli tanah virtual. Barang dan tanah virtual yang Anda miliki dalam permainan ini berbentuk NFT yang dinamakan LAND. Untuk membelinya, Anda perlu memiliki MANA, yaitu token asli dari Decentraland.

Axie Infinity (AXS)

Posisi kedua ditempati oleh Axie Infinity (AXS). Jauh sebelum Facebook mengumumkan perubahan namanya menjadi Meta dan memfokuskan visi-misi perusahaan untuk menjadi perusahaan berbasis Metaverse, Axie Infinity (AXS) sudah hadir membawa inovasi dan perubahan.

Meski kapitalisasi pasar Axie Infinity (AXS) berada di bawah Decentraland (MANA), yakni senilai $4,258,828,717, harga Axie Infinity (AXS) berada jauh di atas Decentraland (MANA). Untuk membeli satu token AXS, Anda perlu mengeluarkan uang sekitar US$69,67. Harga tersebut meningkat sangat jauh jika dibandingkan dengan awal tahun 2021 di mana AXS dibanderol dengan harga US$0,5. Bahkan pada awal November tahun lalu, AXS mencapai rekor tertingginya, yaitu US$160,36.

The Sandbox (SAND)

Setelah Decentraland (MANA) dan Axie Infinity (AXS), posisi ketiga ditempati oleh The Sandbox (SAND), sebuah Metaverse dengan tampilan yang akan mengingatkan Anda pada game Minecraft. The Sandbox sukses bertengger di urutan ketiga dengan kapitalisasi pasar sebesar $4,094,107,911, sedikit di bawah Axie Infinity (AXS).

Pada awal Januari 2022, SAND dibanderol dengan harga US$4,45. Namun, jika Anda menilik setahun ke belakang, SAND meningkat hingga 1.120% dalam enam bulan terakhir, lebih tinggi dari MANA yang naik sebanyak 323% dan AXS yang meningkat 24%. The Sandbox sempat mencapai harga tertingginya pada November 2021, yaitu US$8,4, lalu kembali turun dan menutup tahun di harga US$5,8.

Baca jugaNFT untuk Sektor Musik, Apa Saja Manfaatnya?

The Sandbox sendiri adalah sebuah permainan yang dirilis pada 2011. Sama seperti Decentraland, di dalam permainan ini Anda juga bisa melakukan berbagai aktivitas, termasuk jual-beli tanah.

Theta Network (THETA)

Theta Network (THETA) berada di posisi keempat dengan jumlah kapitalisasi pasar sebesar $3,982,376,251 dan harga THETA US$3,99. Theta Network merupakan sebuah platform video streaming yang beroperasi di atas jaringan Blockchain. Theta Network beroperasi sebagai jaringan terdesentralisasi di mana pengguna dapat berbagi bandwidth dan sumber daya komputasi secara peer-to-peer.

Diawali dengan harga US$1,8 pada Januari 2021, THETA sempat melonjak tinggi hingga mencapai harga US$14,28 pada April 2021. Namun, harganya kembali turun dan cenderung stabil hingga sisa tahun 2021.

Enjin Coin (ENJ)

Posisi terakhir ditempati oleh Enjin Coin (ENJ), sebuah perusahaan yang menyediakan ekosistem produk game berbasis Blockchain yang saling terhubung. Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,895,897,042, Enjin Coin (ENJ) berhasil mengalahkan salah satu saingannya, SushiSwap.

Diawali dengan harga US$0,16 pada Januari 2021, ENJ mengalami fluktuasi harga yang cukup signifikan. ENJ sempat mencetak rekor tertinggi pada 2021 dengan menyentuh harga US$4,68 di bulan November.

Itu dia lima kripto Metaverse dengan kapitalisasi pasar terbesar. Hingga saat ini, Metaverse masih terus mengalami perkembangan dan akan terus tumbuh selama beberapa tahun ke depan. Dengan kemajuan teknologi, tidak menutup kemungkinan perkembangan tersebut akan lebih cepat dari yang diprediksi.

sumber.

Metaverse

Riset: 88% Pekerja di Indonesia Siap Rapat di Metaverse

Published

on

Ilustrasi ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse.

Riset terbaru mengatakan sudah banyak pekerja atau karyawan di Indonesia yang siap untuk melakukan rapat di metaverse. Literasi mengenai konsep metaverse atau dunia virtual semakin membuahkan hasil.

Penelitian global yang dilakukan oleh Ciena, mendapati kesiapan para pekerja profesional untuk berkolaborasi di dunia virtual. Menariknya, riset itu mengungkap sebanyak 98% responden di Indonesia mengakui nilai tau value dari rapat virtual.

Bahkan, 88% responden telah menyatakan siap berpartisipasi dalam rapat kerja di metaverse dibandingkan tool konferensi video yang sudah ada. Kesediaan untuk memanfaatkan lingkungan kerja virtual baru ini, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 78%.

Ilustrasi metaverse
Ilustrasi metaverse.

Baca juga: Kenal Aset Kripto DODO, Fundamental Protokol Blockchain DeFi Optimal

Efisien Rapat di Metaverse

Penelitian yang melakukan survei terhadap 15.000 profesional bisnis di 15 negara ini menemukan bahwa 66% pekerja Indonesia mengakui betapa efisiennya rapat virtual.

Salah satu keunggulannya adalah minimnya distraksi atau celah untuk ngobrol, dibandingkan dengan rapat tatap muka. Sementara lebih dari setengah (55%) responden setuju bahwa rapat virtual bisa menciptakan lingkungan yang memudahkan kolaborasi.

Hambatan

Terlepas dari tumbuhnya keinginan untuk memanfaatkan platform kerja virtual, masih ada penghalang untuk mengadopsi platform ini secara luas. Sebanyak 59% responden Indonesia yakin bahwa performa jaringan internet yang tidak bisa diandalkan adalah alasan utama perusahaan enggan menggunakan platform kerja virtual.

bekerja lewat metaverse
Ilustrasi bekerja lewat metaverse.

Baca juga: Grup K-pop Aespa Luncurkan Koleksi NFT Bersama Blake Kathryn

Faktor hambatan lain adalah kekhawatiran tak mempunyai hardware yang tepat (52%), atau teknologi yang belum tersedia (43%).

“Agar antusiasme ini menjadi kenyataan, kita membutuhkan infrastruktur yang tepat untuk menciptakan tempat kerja masa depan. Jaringan kita harus cepat, bisa beradaptasi dan memiliki latensi yang rendah, serta memiliki bandwidth yang memadai untuk mendukung lingkungan kerja virtual-reality baru kita,” kata Dion Leung, Regional Managing Director, Ciena ASEAN.

Continue Reading

Metaverse

Platform Metaverse Terbesar di Asia, Zepeto Tingkatkan Ekspansi Global

Published

on

Zepeto semakin fokus kembangkan dunia metaverse. Foto: Zepeto.

Platform metaverse terbesar di Asia, Zepeto, meningkatkan ekspansi globalnya untuk bersaing dengan perusahaan besar lainnya untuk kembangkan dunia virtual. Seperti diketahui, banyak perusahaan teknologi yang bertaruh miliaran dolar AS untuk menciptakan dunia metaverse.

Zepeto yang dimiliki oleh grup teknologi Korea, Naver, telah menarik 340 juta pengguna sejak diluncurkan pada 2018. Saat ini dikutip dari laporan Financial Times, pengguna Zepeto didominasi oleh segmen perempuan muda.

Hal tersebut memang bukan kejutan, karena Zepeto fokus pada K-pop dan fashion. Zepeto sendiri telah bernilai lebih dari US$ 1 miliar, dan menarik investasi dari perusahaan hiburan Korea JYP Entertainment, YG Entertainment dan Hybe, serta dari Vision Fund II SoftBank.

“Perjalanan kami masih panjang untuk menjadi pemain yang lebih dominan secara global, tetapi kami sangat berada di jalur yang benar,” kata Head of Business at Naver Z, Ricky Kang.

Ilustrasi avatar Zepeto. Foto: Zepeto.
Ilustrasi avatar Zepeto. Foto: Zepeto.

Baca juga: Penyebab Harga Kripto Terra Luna Classic Melonjak 40%

Ekspansi Metaverse

Zepeto menambahkan ekspansi ke negara di kawasan Amerika Latin, seperti Brasil. Perusahaan juga mengumumkan sedang mengerjakan platform versi bahasa Turki dan Arab sebagai bagian dari dorongan ke Timur Tengah.

Itu datang ketika grup dari induk Facebook Meta hingga Microsoft bertaruh miliaran bahwa metaverse 3D yang digadang-gadang akan menjadi platform teknologi besar berikutnya.

Zepeto dengan cepat menjadi situs terbesar di Asia. Ini memiliki sekitar 15-20 juta pengguna aktif bulanan, terutama di Korea Selatan, Jepang dan China. Dari jumlah tersebut, 70 persen adalah perempuan dan sebagian besar berusia antara 13 dan 21 tahun.

Zepeto pun sudah melakukan kerja sama strategis dengan The Sandbox, dunia virtual game terdesentralisasi terkemuka dan anak perusahaan Animoca Brands. Kedua mitra masing-masing akan menawarkan ruang 3D paralel di lingkungan dunia virtual masing-masing, di mana pengguna dapat bersosialisasi, mengobrol, berinteraksi, dan bersenang-senang, sambil dapat mengakses serangkaian NFT untuk digunakan di The Sandbox yang menampilkan item game Zepeto.

Zepeto jalin kemitraan strategis dengan The Sandbox. Foto: Zepeto.
Zepeto jalin kemitraan strategis dengan The Sandbox. Foto: Zepeto.

Baca juga: Lihat Lebih Dekat NFT Noah yang Jadi Tiket Konser Satu Dekade

Hambatan

Kang mengakui kesulitan dalam melakukan ekspansi dan mengembangkan metaverse, khususnya dalam mengawasan kebijakan komunitas. Ia mengatakan bahwa Naver Z memiliki program kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi perilaku yang tidak pantas dan call center yang dapat dihubungi pengguna untuk meminta bantuan.

Wi Jong-hyun, seorang profesor bisnis di Universitas Chung-Ang di Seoul, mengatakan perusahaan perlu “untuk membuat langkah-langkah yang lebih keras dan lebih pragmatis.”

“Banyak dari remaja ini benar-benar mengidentifikasi dengan avatar, sehingga mereka terkejut dengan pengalaman online yang tidak menyenangkan ini,” pungkasnya.

Continue Reading

Blockchain

Ini Wujud Pernikahan Metaverse Pertama di The Sandbox

Published

on

The Sandbox gelar pernikahan pertama di dunia metaverse. Foto: Smobler Studios.

The Sandbox akhirnya membawa realitas virtual ke level berikutnya dengan memanfaatkan metaverse tidak hanya untuk bermain game, tetapi juga untuk pernikahan. Untuk menggelar momen suci ini, Sandbox bekerja sama dengan 1-Group dan Smobler Studios.

The Sandbox mengadakan pernikahan pertamanya di metaverse-nya secara hybrid, digital dan kehidupan nyata. Ini merupakan lompatan baru dari perkembangan metaverse dan mendobrak tradisi pernikahan di Asia.

 The Sandbox gelar pernikahan pertama di dunia metaverse. Foto: Smobler Studios.
The Sandbox gelar pernikahan pertama di dunia metaverse. Foto: Smobler Studios.

Baca juga: The Sandbox Rilis Alpha Season 3 Harapkan Pengguna Bahagia di Metaverse

Pengantin yang menikah di metaverse Sandbox adalah pasangan asal Singapura, Joanne Tham dan Clarence Chan, yang merupakan CEO Bandwagon. Mereka merayakan pernikahan pada hari Sabtu (17/9) dalam tema “disko glam 70-an”, yang berlangsung di replika digital The Alkaff Mansion yang terkenal di Singapura.

Desain Pernikahan Metaverse

Untuk momen spesial ini, arsitektur metaverse dan agensi desain Web3, Smobler Studios, membuat aset melalui The Sandbox yang menciptakan The Alkaff Mansion dan arsitekturnya yang khas.

Sementara, pasangan itu secara fisik hadir di tempat hotel dunia nyata bersama dengan beberapa tamu, avatar digital mereka juga hadir dalam metaverse The Sandbox dan dapat dilihat oleh tamu yang bergabung dari jarak jauh. Acara ini diresmikan oleh salah satu pendiri dan kepala operasi The Sandbox Sebastien Borget dalam bentuk avatar digital.

Baca juga: Bank DBS dan The Sandbox Kolaborasi Luncurkan Metaverse Interaktif

Setelah ciuman virtual pertama mereka sebagai suami dan istri, pasangan itu keluar dari Metaverse untuk melanjutkan perayaan mereka secara offline.

Pernikahan digital sangat dapat disesuaikan sehingga dapat dibentuk sejauh imajinasi seseorang membawanya. Pasangan dapat mewujudkan impian fantastis mereka di dunia metaverse, semua tanpa biaya yang lebih besar dan batasan pernikahan fisik di dunia pasca pandemi.

Continue Reading

Popular