Altcoin News

Dapatkah Cardano Bersaing dengan Ethereum di Bidang Smart Contract?

Published

on

Telah banyak korban yang kehilangan banyak waktu dan dana hanya untuk sebuah perantara, sebelum akhirnya mereka mencapai kesepakatan. Untuk mengatasai fenomena tersebut maka hadirlah smart contract agar perantara hilang dan sistem bisa bekerja lebih transparan.

Dari sekian banyaknya smart contract yang ada di sistem blockchain, ada dua aset kripto yang selalu bersaing menjadi yang terbaik yaitu Cardano dan Ethereum. Meskipun kedatangannya lebih dulu Ethereum, Cardano ternyata adalah saingan berat Ethereum. Bahkan sampai mendapat julukan “Ethereum Killer”.

Anda pasti bertanya-tanya, jika mereka bersaing manakah yang akan lebih unggul? Cardano atau Ethereum? Untuk bisa mengetahui jawabannya, berikut kami akan uraikan penjelasan mengenai Cardano dan Ethereum.

Mengenal Apa itu Cardano 

 

Ilustrasi Cardano pesaing Ethereum dalam smart contract.

Cardano merupakan platform blockchain yang sudah ada sejak tahun 2017. Platform ini menciptakan native token yang disebut dengan ADA. Platform ini hadir berkat Charles Hoskinson, yang sekaligus merupakan co-founder dari Ethereum. 

Hal penting dari setiap platform blockchain ialah algoritma yang digunakan platform tersebut dalam membuat blok dan memvalidasi proses transaksi. Sistem Cardano berjalan dengan menggunakan protokol konsensus Proof-of-Stake Ouroboros

Baca Juga: Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Cardano Coin!

Cardano sendiri dibuat dengan tujuan untuk bisa menjadi platform pengembangan aplikasi terdesentralisasi pada multi-asset ledger dan smart contract Cardano dapat terverifikasi. 

Sebagai informasi, Cardano merupakan blockchain pertama yang menggunakan sistem peer-reviewed, yakni produk yang dirilis merupakan hasil ulasan dari para tim ahli yang ada di organisasi Cardano.

Mengenal Ethereum

Ilustrasi Ethereum pesaing Cardano untuk smart contract.

Ethereum atau ETH merupakan salah satu platform blockchain yang telah ada sejak tahun 2015. Adapun Founder dari platform ini yaitu Vitalik Buterin. Ethereum memiliki bahasa pemrograman sendiri yaitu Solidity.

Ethereum mampu mengolah transaksi dengan waktu yang lebih singkat dari pada Bitcoin. Bagaimana tidak, platform ini mampu mengelola hingga 30 tps sedangkan Bitcoin hanya mampu 7 tps saja.

Ethereum dapat dijadikan sebagai aset, namun tujuan utama diciptakannya Ethereum yaitu agar bisa menjadi platform aplikasi yang telah terdesentralisasi. Ethereum juga merupakan decentralized ledger yang memiliki fungsi untuk memverifikasi dan mencatat setiap proses transaksi.

Selain itu, Ethereum bisa digunakan sebagai metode pembayaran dan sebagai media smart contract. Smart contract merupakan fitur utama dari Ethereum. Dengan Ethereum, user dapat membuat smart contract dengan lebih efesien.

Baca Juga: Inilah Alasan, Mengapa Ethereum (ETH) akan Melonjak pada Bulan Juli?

Cardano vs Ethereum

Setelah mengenal secara singkat Cardano dan Ethereum, mungkin Anda merasa penasaran jika keduanya bersaing akan lebih unggul yang mana. Berbicara mengenai perbandingan Cardano dengan Ethereum, ternyata Cardano tidak jarang dijadikan sebagai pengganti alternative Ethereum.

Hal tersebut terjadi karena platform ini bisa digunakan pada aplikasi yang serupa, seperti smart contract. Selain itu, kedua platform ini juga memiliki tujuan yang sama yaitu untuk membangun sistem yang terdesentralisasi.

Di balik itu semua, Cardano dan Ethereum memiliki konsensus blockchain yang berbeda. Jika Cardano menggunakan konsensus Proof-of-Stake, sedangkan Ethereum menggunakan konsensus Proof-of-Work.

Ilustrasi smart contract.

Kemampuan Proof-of-Work pada Ethereum sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Agar blockchain Ethereum tetap berjalan, jaringan miners akan melakukan penghitungan yang kompleks.

Sedangkan pada konsensus Proof-of-Stake yang dimiliki Cardano, tidak lagi membutuhkan miner untuk penghitungan karena Cardano memiliki validator. Dengan adanya validator, proses validasi tidak akan memakan banyak energi sehingga sumber daya menjadi lebih hemat.

Ouroboros atau Proof-of Stake hanya memerlukan bebeapa pemegang token ADA agar bisa memvalidasi transaksi dan menjaga koneksi jaringan dengan baik. Itu artinya, transaksi dapat berjalan dengan murah dan cepat. Dengan demikian, Cardano dianggap lebih unggul.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Popular

Exit mobile version