Connect with us

Blockchain

Mengenal Apa itu OpenSea dan Cara Mendaftarnya

Published

on

menampilkan aplikasi opensea mobile untuk mengenal apa itu opensea

Awal tahun 2022 ini, masyarakat Indonesia dibuat gempar dengan pemberitaan mengenai seorang pemuda yang berhasil meraih untung hingga miliaran Rupiah. Fantastisnya lagi, keuntungan tersebut didapat “hanya” dengan menjual foto dirinya (selfie).

Usut punya usut, ternyata selfie yang dijual tersebut bukanlah foto biasa, melainkan NFT atau Non-Fungible Token. NFT bertajuk Ghozali Everyday tersebut memang mampu meraih keuntungan hingga miliaran Rupiah.

Sultan Gustaf Al Ghozali yang menggagas NFT Ghozali Everyday tersebut ternyata menjual karya NFT-nya melalui sebuah platform marketplace yang disebut OpenSea. Nah, apa itu OpenSea? Untuk mengetahui jawabannya, simak dalam artikel ini, ya!

Apa itu OpenSea?

OpenSea adalah platform marketplace yang khusus untuk memperjualbelikan karya NFT. Platform ini tidak terbatas pada negara. Itu berarti, ada peluang karya Anda akan dilirik oleh orang lain di luar Indonesia. Otomatis, karya Anda pun akan semakin dikenal luas.

OpenSea sendiri berbasis di Amerika Serikat, tepatnya di New York City. Platform ini dirikan oleh dua orang, yakni Devin Finzer dan Alex Atallah, pada 2017 lalu. Meski usia perusahaannya tergolong masih muda, OpenSea punya pendapatan yang fantastis. Pada September 2021, valuasi OpenSea ada pada angka US$2.75 miliar. Angka tersebut naik pada Januari 2022, membuat pendapatan OpenSea mencapai US$13,3 miliar.

Bisa dibilang, saat ini OpenSea merupakan marketplace khusus NFT yang terbesar di dunia. Platform ini disukai banyak orang karena relatif mudah digunakan. 

Bagaimana Cara Mendaftar di OpenSea?

tampilan deskop marketplace nft opensea

Setelah mengetahui apa itu OpenSea, kini waktunya membahas cara mendaftar OpenSea. Saat mendengar cerita sukses Ghozali Everyday Anda mungkin tergugah untuk mendapatkan keuntungan dengan cara yang sama. Terlebih, dari penjelasan di atas, diketahui bahwa cara menggunakan OpenSea untuk menjual NFT pun terbilang mudah.

Memang, proses jual-beli NFT melalui OpenSea telah didesain sedemikian rupa hingga mudah diikuti dan dilakukan, bahkan oleh para pemula sekali pun. Untuk mendaftar, sebelumnya Anda harus sudah memiliki dompet mata uang kripto. Ini karena seluruh transaksi di OpenSea menggunakan mata uang kripto. Salah satu jenis dompet yang banyak digunakan adalah MetaMask, berikut langkah pembuatannya:

  1. Download aplikasi MetaMask yang bisa didapatkan gratis melalui Google Play Store, App Store, dan web browser.
  2. Jika sudah, install aplikasi dan buka.
  3. Untuk mendaftar, klik tombol “Persiapan”, lalu pilih “Dompet Baru”.
  4. Sistem secara otomatis akan menampilkan Syarat dan Ketentuan. Setelah itu, klik “Saya Setuju”.
  5. Kemudian, ikuti instruksi selanjutnya hingga selesai.
  6. Anda sudah bisa menggunakan MetaMask untuk bertransaksi di OpenSea.

Baca juga: Serba-serbi MetaMask Wallet, dari Biaya hingga Keunggulan

Jika sudah memiliki MetaMask atau dompet mata uang kripto lainnya, sekarang waktunya membuat akun di OpenSea. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Kunjungi website resmi OpenSea. Situs ini bisa dikunjungi lewat laptop maupun smartphone. Untuk memudahkan, sebaiknya buka OpenSea pada perangkat yang terdapat dompet kripto.
  2. Klik ikon “Account” yang berbentuk logo manusia. Anda akan diminta untuk menyambungkan dompet kripto. Pilih jenis dompet yang sudah Anda miliki.
  3. Setelah dompet tersambung, klik “Account” dan pilih “Profile” untuk mengatur profil.
  4. Jangan lupa ketikkan username serta email. Terakhir, pilih “Save”.
  5. Tunggu hingga sistem mengirimkan konfirmasi akun melalui email.

Langkah-langkah Menjual Karya di OpenSea

Setelah mengetahui apa itu OpenSea dan memiliki akunnya, Anda bisa langsung membuat NFT. Untuk membuat NFT, Anda perlu sebuah karya digital. Proses mengubah file digital menjadi NFT disebut dengan istilah minting. Inilah cara minting di OpenSea:

  1. Pada halaman muka OpenSea, pilih opsi “Create”.
  2. Pilih file karya digital Anda, kemudian klik “Create”.
  3. Lengkapi informasi mengenai karya Anda, misalnya nama, deskripsi, dan inspirasi karya.
  4. Klik “Save” dan tunggu sistem melakukan konfirmasi.
  5. Jika disetujui, karya Anda akan langsung muncul dalam list jual-beli. Selamat mencoba!

Selain OpenSea, Anda juga bisa menjual karya NFT melalui TokoMall yang merupakan marketplace NFT asli Indonesia. Di TokoMall, Anda tidak hanya bisa memamerkan serta memperjualbelikan karya NFT saja, tapi juga bergabung dalam komunitas untuk mendukung ekosistem NFT di Indonesia. Yuk, gabung jadi Official Partner TokoMall sekarang juga!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Metaverse

Platform Metaverse Terbesar di Asia, Zepeto Tingkatkan Ekspansi Global

Published

on

Zepeto semakin fokus kembangkan dunia metaverse. Foto: Zepeto.

Platform metaverse terbesar di Asia, Zepeto, meningkatkan ekspansi globalnya untuk bersaing dengan perusahaan besar lainnya untuk kembangkan dunia virtual. Seperti diketahui, banyak perusahaan teknologi yang bertaruh miliaran dolar AS untuk menciptakan dunia metaverse.

Zepeto yang dimiliki oleh grup teknologi Korea, Naver, telah menarik 340 juta pengguna sejak diluncurkan pada 2018. Saat ini dikutip dari laporan Financial Times, pengguna Zepeto didominasi oleh segmen perempuan muda.

Hal tersebut memang bukan kejutan, karena Zepeto fokus pada K-pop dan fashion. Zepeto sendiri telah bernilai lebih dari US$ 1 miliar, dan menarik investasi dari perusahaan hiburan Korea JYP Entertainment, YG Entertainment dan Hybe, serta dari Vision Fund II SoftBank.

“Perjalanan kami masih panjang untuk menjadi pemain yang lebih dominan secara global, tetapi kami sangat berada di jalur yang benar,” kata Head of Business at Naver Z, Ricky Kang.

Ilustrasi avatar Zepeto. Foto: Zepeto.
Ilustrasi avatar Zepeto. Foto: Zepeto.

Baca juga: Penyebab Harga Kripto Terra Luna Classic Melonjak 40%

Ekspansi Metaverse

Zepeto menambahkan ekspansi ke negara di kawasan Amerika Latin, seperti Brasil. Perusahaan juga mengumumkan sedang mengerjakan platform versi bahasa Turki dan Arab sebagai bagian dari dorongan ke Timur Tengah.

Itu datang ketika grup dari induk Facebook Meta hingga Microsoft bertaruh miliaran bahwa metaverse 3D yang digadang-gadang akan menjadi platform teknologi besar berikutnya.

Zepeto dengan cepat menjadi situs terbesar di Asia. Ini memiliki sekitar 15-20 juta pengguna aktif bulanan, terutama di Korea Selatan, Jepang dan China. Dari jumlah tersebut, 70 persen adalah perempuan dan sebagian besar berusia antara 13 dan 21 tahun.

Zepeto pun sudah melakukan kerja sama strategis dengan The Sandbox, dunia virtual game terdesentralisasi terkemuka dan anak perusahaan Animoca Brands. Kedua mitra masing-masing akan menawarkan ruang 3D paralel di lingkungan dunia virtual masing-masing, di mana pengguna dapat bersosialisasi, mengobrol, berinteraksi, dan bersenang-senang, sambil dapat mengakses serangkaian NFT untuk digunakan di The Sandbox yang menampilkan item game Zepeto.

Zepeto jalin kemitraan strategis dengan The Sandbox. Foto: Zepeto.
Zepeto jalin kemitraan strategis dengan The Sandbox. Foto: Zepeto.

Baca juga: Lihat Lebih Dekat NFT Noah yang Jadi Tiket Konser Satu Dekade

Hambatan

Kang mengakui kesulitan dalam melakukan ekspansi dan mengembangkan metaverse, khususnya dalam mengawasan kebijakan komunitas. Ia mengatakan bahwa Naver Z memiliki program kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi perilaku yang tidak pantas dan call center yang dapat dihubungi pengguna untuk meminta bantuan.

Wi Jong-hyun, seorang profesor bisnis di Universitas Chung-Ang di Seoul, mengatakan perusahaan perlu “untuk membuat langkah-langkah yang lebih keras dan lebih pragmatis.”

“Banyak dari remaja ini benar-benar mengidentifikasi dengan avatar, sehingga mereka terkejut dengan pengalaman online yang tidak menyenangkan ini,” pungkasnya.

Continue Reading

Blockchain

Ini Wujud Pernikahan Metaverse Pertama di The Sandbox

Published

on

The Sandbox gelar pernikahan pertama di dunia metaverse. Foto: Smobler Studios.

The Sandbox akhirnya membawa realitas virtual ke level berikutnya dengan memanfaatkan metaverse tidak hanya untuk bermain game, tetapi juga untuk pernikahan. Untuk menggelar momen suci ini, Sandbox bekerja sama dengan 1-Group dan Smobler Studios.

The Sandbox mengadakan pernikahan pertamanya di metaverse-nya secara hybrid, digital dan kehidupan nyata. Ini merupakan lompatan baru dari perkembangan metaverse dan mendobrak tradisi pernikahan di Asia.

 The Sandbox gelar pernikahan pertama di dunia metaverse. Foto: Smobler Studios.
The Sandbox gelar pernikahan pertama di dunia metaverse. Foto: Smobler Studios.

Baca juga: The Sandbox Rilis Alpha Season 3 Harapkan Pengguna Bahagia di Metaverse

Pengantin yang menikah di metaverse Sandbox adalah pasangan asal Singapura, Joanne Tham dan Clarence Chan, yang merupakan CEO Bandwagon. Mereka merayakan pernikahan pada hari Sabtu (17/9) dalam tema “disko glam 70-an”, yang berlangsung di replika digital The Alkaff Mansion yang terkenal di Singapura.

Desain Pernikahan Metaverse

Untuk momen spesial ini, arsitektur metaverse dan agensi desain Web3, Smobler Studios, membuat aset melalui The Sandbox yang menciptakan The Alkaff Mansion dan arsitekturnya yang khas.

Sementara, pasangan itu secara fisik hadir di tempat hotel dunia nyata bersama dengan beberapa tamu, avatar digital mereka juga hadir dalam metaverse The Sandbox dan dapat dilihat oleh tamu yang bergabung dari jarak jauh. Acara ini diresmikan oleh salah satu pendiri dan kepala operasi The Sandbox Sebastien Borget dalam bentuk avatar digital.

Baca juga: Bank DBS dan The Sandbox Kolaborasi Luncurkan Metaverse Interaktif

Setelah ciuman virtual pertama mereka sebagai suami dan istri, pasangan itu keluar dari Metaverse untuk melanjutkan perayaan mereka secara offline.

Pernikahan digital sangat dapat disesuaikan sehingga dapat dibentuk sejauh imajinasi seseorang membawanya. Pasangan dapat mewujudkan impian fantastis mereka di dunia metaverse, semua tanpa biaya yang lebih besar dan batasan pernikahan fisik di dunia pasca pandemi.

Continue Reading

Blockchain

Game NFT Guild of Guardians Mulai Masuk ke Ranah Esports

Published

on

Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.

Guild of Guardians, game NFT berbasis teknologi Web3 kini mulai merambah dunia eSports. Langkah ini akan semakin memajukan game berteknologi Web3 agar bisa dinikmati semua kalangan.

Game Guild of Guardians telah bekerja sama dengan delapan organisasi eSports profesional terbesar dan paling terkemuka di dunia. Tujuan utama kemitraan ini akan membangun masa depan game Web3 dan hiburan digital, serta membuka pra-registrasi Guild of Guardians ke komunitas eSports terbesar di seluruh dunia.

Di bawah kemitraan ini, nama-nama besar eSports, termasuk Cloud9, Fnatic, Navi, Ninjas in Pyjamas, NRG, SK Gaming, T1, dan Team Liquid akan bergabung dengan dunia fantasi Guild of Guardians. Brand eSports mereka akan menjadi karakter yang dapat dimainkan sepenuhnya.

Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.
Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.

Baca juga: Ini Dia Game RPG Blockchain, Guild of Guardians!

Misi Guild of Guardians

Guild of Guardians yang dikembangkan oleh Immutable Games Studio dan Stepico Games ini bisa melanjutkan misi mereka untuk memperluas pasar. Kemitraan bersama delapan organisasi eSports belum pernah terjadi sebelumnya, maka akan ada potensi eksposur jutaan penggemar mereka — selain lebih dari 250.000 pemain yang sudah terdaftar sebelumnya — untuk masa depan game web3.

“Ini adalah kesempatan luar biasa untuk bekerja sama dengan beberapa nama yang paling menonjol dan dikenal di bidang eSports profesional,” kata Vice President and Game Director for Guild of Guardians, Derek Lau dikutip Venturebeat.

Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.
Game Web3 Guild of Guardians masuk ke ranah eSports. Foto: Guild of Guardians.

Baca juga: Game NFT “Guild of Guardians” Raih Pendanaan $ 5,3 juta. Penjualan Tokennya Laris Manis

“GOG adalah RPG tim mobile yang dibuat untuk pemain dan dirancang sebagai game yang sangat mudah diakses, menjadikannya pintu gerbang yang sempurna ke dunia Web3 untuk semua pemain.”

Penggemar eSports akan dapat mendukung tim dan pemain favorit mereka dengan cara baru dan bermakna, dengan mewakili tim favorit mereka dalam game, melalui aset digital, seperti kripto dan NFT.

Dengan kepemilikan aset digital yang sebenarnya, penggemar akan dapat membuat, memiliki, dan memperdagangkannya, selain bersaing dengan orang lain untuk mendapatkan hadiah.

Continue Reading

Popular