Connect with us

Blockchain

Bored Ape, Monkey NFT yang Punya Harga Fantastis. Kenapa Mahal ya?

Published

on

monkey nft bored ape yacht club

Belum lama ini, ramai beredar gambar monyet bosan atau monkey NFT dari seorang Official Partner, Bored Ape Yacht Club atau yang biasa disingkat menjadi Bored Ape. Ilustrasi tersebut memperlihatkan ekspresi monyet yang bosan dengan berbagai tampilan gaya, misalnya botak, bertanduk, maupun menggunakan berbagai setelah baju unik lainnya.

Karya seni dari Bored Ape kemudian laku dijual miliaran Rupiah. Beberapa selebritas dunia seperti Justin Bieber dan Neymar pun ikut mengoleksi NFT art dari Bored Ape. Lalu, bagaimana Bored Ape bisa menjadi seterkenal sekarang? Simak kronologi selengkapnya di bawah ini!

Awal Mula Kepopuleran Bored Ape, Foto Monkey NFT

Bored Ape Yacht Club adalah karya nft yang banyak mengunggah gambar simpanse berwajah bosan. Karya-karyanya mulai dikenal ketika Miami, salah satu kota di selatan Florida, menjadi pusat kripto setelah berbagai gimik seni laku di kota tersebut. Misalnya karya dari seniman Italia, Maurizio Cattelan, yang berhasil menjual pisang supermarket seharga 120.000 USD.

Semenjak fenomena tersebut, kehadiran berbagai gimik seni mulai diapresiasi di Miami dan itulah awal mengapa kota tersebut bisa menjadi pusat kripto, begitu pula saat Bored Ape Yacht Club menawarkan berbagai karya seni menarik dari seekor monyet. NFT Bored Ape mulai diperjualbelikan sejak musim semi 2021 dengan harga 190 USD. Sejak saat itu, harganya terus mengalami kenaikan hingga mencapai miliaran Rupiah.

Baca juga: Fenomena Ghozali Everyday, NFT dari Indonesia yang Terjual Miliaran Rupiah

3 Deretan Monkey NFT Termahal yang Pernah Terjual

Bored Ape menampilkan koleksi NFT dengan berbagai kostum dan gaya yang berhasil dijual hingga jutaan USD atau setara dengan miliaran Rupiah. Berikut adalah tiga monkey NFT termahal dari Bored Ape.

  1. Bored Ape #2087 – 769 ETH
tampilan bayc 2087

Source: 2087 – Bored Ape Yacht Club on OpenSea

NFT termahal dari Bored Ape adalah edisi #2087. Gambar ini menampilkan wajah monyet yang memiliki warna kulit heboh, sedikit cemberut, dan tidak memiliki rambut. Gambar ini berhasil terjual dengan harga 769 Ethereum atau setara dengan 2,3 juta USD. Bahkan sudah laku dua kali selama empat bulan terakhir.

  1. Bored Ape #3749 – 740 ETH
bored ape nft #3749

Source: 3749 – Bored Ape Yacht Club on OpenSea

Karya kedua yang memiliki harga cukup mahal dari Official Partner Bored Ape adalah edisi #3749 laku dengan harga 740 Ethereum atau sekitar 2,9 juta USD karena berhasil terjual tiga kali dalam setahun belakangan.

  1. Bored Ape #8585 – 697 ETH
bored ape nft #8585

Source: 8585 – Bored Ape Yacht Club on OpenSea

Ketiga,Bored Ape yang memiliki harga menggiurkan adalah edisi #8585, sebab berhasil dihargai senilai 679 Ethereum atau setara dengan 2,67 USD. Gambar ini menampilkan monyet dengan kulit yang sama seperti poin pertama, tetapi berbeda ekspresi dan ditambah dengan aksesoris mahkota serta kacamata.

Kenapa Bored Ape Dapat Dihargai Mahal?

Bored Ape adalah proyek sampingan yang dikerjakan untuk mengisi waktu luang. Namun, ternyata algoritma berpihak pada mereka dan tiba-tiba karyanya banyak dibeli oleh selebritas dunia. Sejak saat itu, karya Bored Ape menjadi semakin berharga sebab semakin banyak ia diinginkan oleh selebritas, semakin naik pula demand terhadap karya-karya dari Bored Ape. Bahkan, kini Bored Ape telah bekerja sama dengan brand ternama, Adidas, untuk memproduksi gim NFT pertamanya.

Mengenal Bored Ape Yacht Club

mengenal apa itu bored ape yacht club

Reference

Pendiri Bored Ape Yacht Club (BAYC) sebenarnya sudah terungkap belum lama ini, berkat BuzzFeed yang menelusuri catatan bisnis dari Yuga Labs, perusahaan di balik proyek BAYC yang mengarah pada alamat Solano. Pada akhirnya, dua nama asli pendiri BAYC terungkap, yakni Wylie Aronow dan Greg Solano.

Ketika berkarya dalam ekosistem NFT, keduanya tak pernah menggunakan nama asli, melainkan dengan nama samaran, Gordon Goner (Wylie Aronow) dan Gagamel (Greg Solano). Meski telah diketahui identitas aslinya sebagai pendiri BAYC, ilustrator yang membuat monkey NFT tersebut belum terungkap hingga saat ini.

Selebritas Dunia yang Ikut Koleksi Monkey NFT

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, NFT dari Bored Ape menjadi kian marak lantaran para selebritas ikut membelinya, seperti Justin Bieber dan Neymar. Inilah yang membuat harganya semakin melonjak.

  1. Justin Bieber: Bored Ape #3001

Source: Post by Justin Bieber

Asset Image on Google Drive

Justin Bieber dikabarkan telah membeli dua NFT buatan BAYC. Pertama, ia membeli Bored Ape #3850. Lalu, ia juga membeli Bored Ape #3001 seharga 500 ETH atau senilai 1,3 juta USD yang menampilkan wajah monyet sedih dengan kaos gelap sederhana. 

  1. Neymar: Bored Ape #6633

Source: Tweet by Neymar JR

Asset Image on Google Drive

Selebritas lain yang juga ikut meramaikan fenomena NFT BAYC adalah Neymar. Ia membeli Bored Ape #6633 seharga lebih dari 1 juta USD dan memamerkannya di akun Twitter-nya dengan caption, “I am an ape #community #art #BoredApeYC.” Ini juga bukan monkey NFT pertamanya.

Itulah penjelasan lengkap mengenai Bored Ape Yacht Club, proyek NFT yang berhasil mendapat banyak perhatian dari selebritas dunia dan brand olahraga ternama, Adidas. Tertarik mengikuti jejak Bored Ape? Ciptakan NFT art Anda sendiri dan tawarkan di TokoMall, platform marketplace NFT pertama di Indonesia!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Blockchain

Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023, Indonesia?

Published

on

Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023.

Bank sentral Jepang telah merencanakan uji coba central bank digital currency (CBDC) dengan tiga bank besar pada tahun 2023. Peluncuran percontohan akan sejalan dengan eksperimen awal CBDC sebelumnya selama satu tahun yang akan berakhir pada April 2023.

Uji coba ini akan memeriksa apakah infrastruktur beroperasi dengan baik untuk mengantisipasi bencana alam dan gangguan tanpa koneksi internet. Eksperimen ini juga akan mengeksplorasi bagaimana setoran dan penarikan dapat bekerja dengan Yen Digital.

Jika semua berjalan lancar sesuai rencana, Bank sentral Jepang dapat melanjutkan dan merilis CBDC Yen Digital pada tahun 2026.

Ekplorasi CBDC

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: Penerbitan CBDC Semakin Dekat, Australia Luncurkan Proyek Pilot

Sebelumnya, Gubernur Bank of Japan mengatakan pada Mei 2022 bahwa, meskipun Bank of Japan belum memutuskan apakah akan meluncurkan CBDC, namun pihaknya akan terus mengembangkan infrastruktur mata uang digital yang aman dan mulus di negara tersebut.

CBDC adalah versi digital mata uang fiat suatu negara—seperti dolar AS atau euro yang didukung oleh bank sentral. CBDC adalah aset digital, tetapi berbeda dari Bitcoin, Ethereum, atau Dogecoin.

China jauh di depan permainan — beberapa warganya saat ini sudah dapat berbelanja dengan Yuan Digital. Sementara itu, Bahama meluncurkan CBDC sendiri pada tahun 2020.

CBDC di Indonesia

Bank Indonesia terus mengembangkan CBDC atau yang akan dikenal sebagai Rupiah Digital. BI juga bersiap mengeluarkan Whitepaper pengembangan CBDC di akhir tahun 2022.

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: CBDC dan Aset Kripto Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

Whitepaper pengembangan digital rupiah berisi laporan mengenai latar belakang dan rencana pengembangan CBDC. Penerbitan Whitepaper ini merupakan sebuah bentuk komunikasi kepada publik terkait rencana pengembangan Rupiah Digital serta untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak.

BI melihat pertumbuhan aset kripto dan CBDC memiliki potensi untuk mengembangkan inklusi dan efisiensi dalam sistem keuangan walaupun dengan berbagai risiko yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi perekonomian.

Sebagian besar bank sentral di dunia terdorong untuk mengembangkan CBDC yang bertujuan mendukung mandat penguatan kebijakan moneter, tidak serta merta hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan ketahanan sistem pembayaran.

Continue Reading

Blockchain

Binus University Jadi Kampus Indonesia Pertama yang Hadir di Metaverse

Published

on

Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.

Binus University bakal menjadi kampus pertama Indonesia yang hadir di metaverse. Konsep teknologi dunia virtual kini sangat menarik untuk dikembangkan pada sektor pendidikan.

Dilansir dari situs resminya, Binus University mengambil langkah besar dalam mendukung metaverse, dibuktikan dengan terjalinnya kolaborasi strategis dengan PT WIR Asia Tbk (WIR Group) yang merupakan perusahaan pengembang teknologi berbasis AR/VR karya anak bangsa, untuk menjadi salah satu bagian dalam pembangunan Nusameta.

“Dalam waktu dekat, prototype kita melalui BINUSMAYA versi 9 akan berbentuk Metaverse dan akan kita jalankan bersama dengan Nusameta. Artinya memang proses pembelajaran berbasis gamification tadi ke depan menjadi hal yang wajib dan itu menjadi tuntutan zamannya generasi muda sekarang,” kata Prof. Meyliana.

Teknologi Metaverse

Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.
Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.

Baca juga: Hong Kong Kembangkan Kampus Metaverse Pertama, Ijazah NFT

Prof. Meyliana menjelaskan pihaknya akan terus mengembangkan kurikulum sesuai dengan kemajuan teknologi metaverse untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. Binus University memiliki visi untuk menjadi Perguruan Tinggi Indonesia berkelas dunia yang dapat membina dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan.

Binus University bersama WIR Group membangun Nusameta, yang merupakan ekosistem metaverse yang menampilkan teknologi AR, VR dan AI di Indonesia diharapkan dapat mempermudah pengguna untuk merasakan pengalaman unik yang imersif, menggali potensi dan berbagai benefit.

Stephen Ng, Chief Executive Officer Nusameta, anak perusahaan WIR Group, menyatakan apreasiasinya terhadap Binus yang telah memilih WIR Group sebagai mitra dalam mengembangkan Eduverse.

“Masuknya BINUS dalam dunia web3 dan metaverse menambah daftar panjang sektor pendidikan, riset, dan penelitian yang memanfaatkan teknologi web3 dan metaverse untuk pengembangan berbagai lini dalam sistem pendidikan di kampus, serta kemampuan sumber daya manusia,” ujar Stephen.

Majukan Dunia Pendidikan

Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.
Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.

Baca juga: Kenal Jagat Nusantara Metaverse IKN yang Diresmikan Presiden Jokowi

Binus merupakan kampus pertama di Indonesia yang telah hadir di dunia virtual Nusameta yang telah di launching pada acara G20 kemarin. Harapannya dengan hadirnya Binus di Nusameta dapat memajukan dunia pendidikan ke depannya.

Kehadiran Binus University di Nusameta ini menampilkan kehidupan mahasiswa di kampus Binus. Avatar-avatar yang diciptakan bisa berinteraksi. Binus metaverse ini dirancang oleh tim Binus terdiri dari 10 dosen dan 15 mahasiswa. Adapun target utama Binus di ruang virtual ini adalah para mahasiswa Binus, alumni, dosen dan diperluas ke masyarakat.

Pengembang teknologi digital berbasis AR/VR memiliki kapabilitas yang kuat, selain karena rekam jejaknya dalam menghadirkan teknologi metaverse di berbagai negara di dunia telah terbukti, juga telah mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah dalam mengembangkan Metaverse Indonesia.

Continue Reading

Blockchain

JP Morgan Resmi Daftarkan Merek Dagang untuk Layanan Wallet Kripto

Published

on

JPMorgan: Kasus FTX Buka Regulasi Aset Kripto Dipercepat.

JP Morgan telah mendaftarkan merek dagang untuk wallet atau dompet digital dan layanan pemrosesan aset kripto terkait. Merek dagang tidak secara eksklusif berlaku untuk kripto, tetapi juga dapat diterapkan pada layanan keuangan lainnya.

Menurut pengajuan ke U.S. Patent and Trademark Office, JP Morgan mengajukan merek dagang untuk “JP Morgan Wallet” pada Juli 2020. Kemudian, pengajuan akhirnya disetujui pada 15 November 2022.

Dokumen merek dagang menunjukkan bahwa itu dapat diterapkan pada layanan online, termasuk pemrosesan pembayaran aset kripto, transfer elektronik dan pertukaran mata uang virtual.

Merek dagang tidak secara eksklusif berlaku untuk layanan kripto. Ini juga dapat diterapkan untuk layanan keuangan lainnya, termasuk rekening giro virtual, pembayaran Automated Clearing House (ACH), pemrosesan cek elektronik, dan pembayaran tagihan.

Terobosan JP Morgan

menyimpan aset kripto di wallet kripto
lustrasi crypto wallet.

Baca juga: Genesis Terancam Bangkrut Potensi Kirim Bitcoin ke Titik Rendah Baru

Meskipun JP Morgan belum menerapkan merek dagang ke crypto wallet yang lengkap, ia telah membuat beberapa terobosan ke dalam industri blockchain selama beberapa bulan terakhir.

Pada tanggal 2 November, perusahaan melakukan pertukaran mata uang internasional menggunakan blockchain Polygon. Transaksi tersebut dilakukan dengan dua bank asal Singapura, DBS Bank dan SBI Digital Asset Holdings.

Selain itu, JP Morgan bermitra dengan Visa pada 11 Oktober lalu. Kemitraan tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan produk blockchain JP Morgans Liink dengan jaringan B2B Connect Visa.

Kuat di Industri Kripto

JP Morgan juga diketahui telah melakukan transaksi on-chain yang melibatkan penyelesaian aset BlackRock, membuka ruang di dunia virtual Decentraland berbasis blockchain, dan mengomentari The Merge Ethereum baru-baru ini.

Raksasa perbankan terus mengoperasikan berbagai lini produk terkait aset kripto, termasuk jaringan blockchain Onyx dan stablecoin pribadinya, JPM Coin.

Perkembangan tersebut, meski tidak terkait langsung dengan berita hari ini, akan menempatkan bank pada posisi yang kuat untuk memperluas layanan kripto di bawah merek dompet barunya.

Baca juga: Bappebti Tinjau Ulang Daftar Aset Kripto Legal di Indonesia

Continue Reading

Popular