Connect with us

Blockchain

Berikut Ini 3 Manfaat Penerapan KYC dalam Dunia Kripto!

Published

on

ilustrasi kyc

Saat registrasi di suatu exchange kripto, pengguna harus melewati suatu tahap yang disebut KYC atau Know Your Customer. Tahap ini sebenarnya tak hanya dilakukan pada ranah kripto saja, melainkan juga di berbagai bidang bisnis. KYC adalah tahap yang sangat penting, sehingga menjadi pondasi bagi bisnis yang berurusan langsung dengan pelanggan, termasuk dalam dunia kripto. Memangnya, apa itu KYC dan mengapa hal ini penting? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut!

KYC, Prosedur Keamanan dalam Dunia Kripto 

Know Your Customer atau KYC adalah prosedur standar yang dilakukan oleh sebuah perusahaan guna melindungi kemananan perusahaan sekaligus penggunanya.

Penjelasan KYC dan dasar hukum KYC juga dapat dilihat dalam video ini:

KYC dilakukan oleh perusahaan dengan cara mengenali lebih dalam mengenai pelanggan atau customer yang akan mendaftar di platformnya. 

Untuk melewati tahap ini, pengguna atau customer harus menyerahkan beberapa dokumen penting, mulai dari KTP, SIM, dan alamat rumah. Bahkan, ada beberapa perusahaan yang meminta dokumen pendukung lainnya, seperti paspor dan dokumen terkait perpajakan. Semua dokumen ini diperlukan untuk menjamin keamanan, termasuk saat berinvestasi pada bursa.

KYC merupakan proses yang banyak digunakan oleh perusahaan investasi, demikian halnya dalam investasi kripto. Sebelum berselancar bebas di pasar kripto, pengguna harus melewati tahap KYC saat mendaftarkan diri di sebuah exchange kripto. Proses ini pada dasarnya dilakukan dengan tiga tahapan. Yuk, ketahui tahapannya berikut ini!

Baca Juga : Tips Dalam Proses KYC

Cara Kerja KYC

memahami cara kerja kyc

Identifikasi pengguna

Para pengguna yang mendaftar dalam sebuah platform investasi harus menyerahkan dokumen persyaratan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Pada tahap ini, perusahaan berusaha mengidentifikasi apakah pengguna merupakan orang yang sebenarnya atau fiktif belaka.

Verifikasi identitas

Kedua, setelah perusahaan menerima dokumen-dokumen persyaratan dari pengguna, proses selanjutnya adalah perusahaan menganalisis apakah pengguna tersebut dapat dipercaya dan potensial. Proses ini dilakukan dengan tujuan meminimalisir risiko perusahaan atas perbuatan-perbuatan ilegal yang dilakukan calon pengguna. 

Monitor berkelanjutan

Sesuai dengan namanya, proses ini dilakukan secara berlanjut untuk memantau kinerja pengguna, seperti seberapa aktif pengguna dalam menggunakan platform tersebut, apakah pengguna masih mempunyai tingkat risiko transaksi yang sama dengan pertama kali mendaftar, dan sebagainya. Tahap ini juga digunakan untuk melihat aktivitas yang dilakukan pengguna, apakah mematuhi atau justru melanggar aturan.

3 Manfaat Penerapan KYC dalam Dunia Kripto

manfaat dari menggunakan kyc

Seperti yang telah dijelaskan di atas, KYC bertujuan untuk melindungi pihak perusahaan maupun penggunanya, demikian halnya dalam dunia kripto. Sebelum memulai investasi kripto, data-data Anda akan terlebih dahulu diperiksa oleh pemilik platform sebelum akhirnya bisa bebas jual-beli aset di pasar kripto. Sehingga, terdapat beberapa manfaat yang akan diperoleh dari penerapan KYC dalam dunia kripto, yaitu:

Meningkatkan sistem keamanan

Manfaat pertama dari adanya KYC adalah dapat meningkatkan sistem keamanan saat Anda berinvestasi dalam platform exchange kripto. Meskipun transaksi kripto sudah dibekali dengan teknologi blockchain yang sangat rumit dan memiliki standar keamanan tinggi, KYC dapat menjadi sebuah prosedur standar untuk lebih meningkatkan kepercayaan satu sama lain, terutama antara pemilik platform dan penggunanya. Apabila sebuah platform menjamin keamanan transaksinya, pengguna pasti akan menaruh kepercayaan lebih.

Meminimalisasi terjadinya kejahatan

Proses KYC atau yang juga biasa disebut sebagai Know Your Customer juga bermanfaat untuk meminimalisir tindak kriminal yang mungkin bisa terjadi. Meskipun telah dibekali dengan sistem yang canggih seperti blockchain, KYC memiliki peran penting untuk menyeleksi di awal. Jadi, pemilik platform dapat terhindar dari identitas palsu yang mengarah pada tindak penipuan. 

Memudahkan proses pencatatan identitas dan transaksi

Terakhir, manfaat dari adanya proses KYC adalah memudahkan proses pencatatan identitas dan transaksi yang dilakukan oleh pengguna tersebut. Di zaman yang semakin maju, jejak digital merupakan hal yang sangat penting. Satu tindakan dapat berimbas pada tindakan-tindakan lain yang membuat pengguna mungkin tidak akan diverifikasi saat melakukan proses pendaftaran. Maka dari itu, penting untuk mencatat setiap transaksi yang dilakukan, termasuk dalam investasi kripto.

Jadi, itulah penjelasan mengenai KYC adalah proses yang seperti apa dan ternyata bisa membawa banyak manfaat bagi dunia kripto, baik untuk platform exchange dan juga para investor aset kripto. Untuk itu, pastikan Anda berinvestasi di Tokocrypto, ya, sebagai exchange yang sudah dilengkapi dengan proses KYC yang membuat sistem keamanannya pun meningkat. Yuk, segera selesaikan KYC Anda dan gabung juga dengan Komunitas Resmi Tokocrypto!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Altcoin News

Apa Itu Kripto pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD)?

Published

on

Ilustrasi aset kripto pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD).

Dua aset kripto pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD) memiliki utilitas yang cukup baik. Keduanya punya project yang masih berkutat di dunia keuangan desentralisasi (DeFi).

Singkatnya, pNetwork memungkinkan penerbitan aset dengan komposisi lintas blockchain atau pToken, menggunakan Trusted Execution Environments (TEEs) dan jaringan yang didukung MPC untuk mengamankan aset dasar. Kemudian, Komodo adalah platform rantai pintar terbuka, dibangun di atas infrastruktur multi-rantai.

Penasaran dengan pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD)? So, mari berkenalan lebih jauh dengan kedua aset kripto tersebut yang sudah listing di Tokocrypto.

pNetwork (PNT)

Apa Itu Kripto pNetwork (PNT)?

pNetwork adalah protokol open-source multi-chain untuk menyediakan interoperabilitas di berbagai jaringan blockchain independen. Fungsionalitas lintas-blockchain ini memungkinkan, misalnya, pelepasan tokenwrapped” disebut pTokens yang bergantung pada pemeliharaan peg 1-to-1 di antara blockchain asli dan blockchain host (misalnya Bitcoin yang dibungkus untuk beroperasi pada blockchain Ethereum).

Proyek pNetwork diluncurkan pada akhir 2019 (awalnya disebut pTokens) sebagai solusi lintas rantai yang menghubungkan beberapa blockchain dan aset. Platform ini pernah menjadi solusi penghubung lintas rantai pertama yang menghubungkan Bitcoin dan Ethereum yang diproduksi langsung pada 5 Maret 2020.

Ilustrasi aset kripto pNetwork (PNT)
Ilustrasi aset kripto pNetwork (PNT).

Baca juga: Kenal Dekat Kripto Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR)

Project ini diikuti dengan peluncuran berbagai koneksi lintas rantai lainnya untuk memungkinkan pergerakan aset, NFT dan data lintas ekosistem. Saat ini, pNetwork memperkuat koneksi di lebih dari 15 jaringan (termasuk beberapa lingkungan blockchain yang sangat berbeda dan jaringan penskalaan Ethereum). Secara paralel, protokol mengalami evolusi selanjutnya dengan tujuan membuat sistem semakin terdesentralisasi.

Dengan dirilisnya pNetwork V2, pToken menjadi dapat dipertukarkan di seluruh rantai, yang berarti pengguna akan dapat memindahkan pToken mereka secara langsung ke semua rantai yang didukung tanpa perlu kembali ke blockchain asli.

Selain itu, jaringan yang telah di-upgrade ini bisa juga untuk peluncuran NFT dan transfer lintas rantai serta interaksi smart contract. Protokol telah memproses transaksi dengan nilai lebih dari 1 miliar.

Apa yang Membuat pNetwork (PNT) Unik?

Token pNetwork (PNT) berfungsi sebagai token tata kelola untuk pNetwork DAO. Kripto ini bisa jadi utilitas staking untuk node pNetwork dan rewards untuk layanan yang ditawarkan oleh node ini.

Sebagai arsitektur yang mendasari pToken, pNetwork menyediakan dasar untuk sistem yang benar-benar terdesentralisasi, dan pada kenyataannya, merupakan realisasi dari tujuan desentralisasi progresif. Jaringan ini juga merupakan peningkatan dari model awal karena memperkuat keamanan jembatan pToken, sekaligus meminimalkan berbagai risiko, karena jaringan didukung oleh banyak pihak.

Ilustrasi aset kripto pNetwork (PNT)
Ilustrasi aset kripto pNetwork (PNT).

Baca juga: Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

Token pNetwork (PNT) akan diperkenalkan ke sistem sebagai cara untuk menerapkan tata kelola berbasis komunitas dan sebagai insentif bagi aktor dalam jaringan untuk menjalankan peran mereka.

Token PNT mewakili elemen kunci dari sistem karena menyelaraskan insentif untuk semua peserta. Faktanya, PNT dimanfaatkan secara internal oleh sistem pTokens untuk memungkinkan operasi bagi validator dan anggota DAO.

Peringkat PNT di situs CoinMarketCap pada Rabu (6/7) jam 08.00 WIB adalah #692, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 12.209.750. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 57.038.684 koin PNT dan maksimal pasokan 87.984.177 koin PNT.

Komodo (KMD)

Apa Itu Kripto Komodo (KMD)?

Komodo adalah penyedia teknologi open-source yang menawarkan solusi all-in-one blockchain untuk pengembang dan perusahaan. Komodo membangun teknologi yang memungkinkan siapa saja untuk meluncurkan pertukaran terdesentralisasi bermerek, aplikasi keuangan lintas-protokol, dan blockchain independen.

Aplikasi pengguna akhir unggulan proyek ini adalah AtomicDEX —dompet multi-koin non-kustodian, bridge dan DEX digabung menjadi satu aplikasi. AtomicDEX kompatibel dengan 99% aset kripto yang ada dan menawarkan dukungan perdagangan lintas-rantai, lintas-protokol terluas dari setiap pertukaran terdesentralisasi.

Ilustrasi aset kripto Komodo (KMD).
Ilustrasi aset kripto Komodo (KMD).

Baca juga: Apa Itu Kripto Streamr (DATA) dan FC Barcelona Fan Token (BAR)?

AtomicDEX adalah aplikasi generasi ketiga dari teknologi atomic swap Komodo. Pada tahun 2016, Komodo pertama kali mengimplementasikan ide Tier Nolan tentang teknologi atomic swap. Sejak itu, Komodo terus mempelopori teknologi atomic swap dan menawarkan DEX atomic swap siap produksi pertama di industri.

AtomicDEX dibangun menggunakan protokol atomic swap peer-to-peer (P2P) dengan order book terdesentralisasi. Pengembang menggunakan API AtomicDEX open-source untuk membangun DEX lintas-protokol, dompet non-kustodian multi-koin, portal penawaran DEX awal (IDO), dan aplikasi terdesentralisasi lainnya.

Apa yang Membuat Komodo (KMD) Unik?

Komodo memiliki mekanisme konsensus unik yang disebut delay-Proof-of-Work (dPoW), yang menggunakan blockchain Bitcoin untuk membantu mengamankan blockchain Komodo. Didukung oleh Litecoin sebagai cross-notarizations dan jaringan notary node, dPoW saat ini mengamankan lebih dari 30 blockchain produksi.

Komodo juga menyediakan jaringan blockchain multi-rantai asli sendiri yang memungkinkan siapa saja untuk meluncurkan blockchain independen yang disebut Komodo Smart Chain (KSC), yang berjalan secara terpisah dari rantai KMD. Setiap KSC mendapatkan koinnya sendiri tanpa gas fee dan parameter yang dapat disesuaikan sepenuhnya. Komodo juga menawarkan Komodo Custom Contracts (CCs) — perpustakaan smart contract berbasis UTXO untuk membuat dApps lanjutan di KSC.

Ilustrasi aset kripto Komodo (KMD).
Ilustrasi aset kripto Komodo (KMD).

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto IRISnet (IRIS) dan BitShares (BTS)?

KMD sendiri adalah aset kripto komunitas untuk ekosistem Komodo dan digunakan untuk transaksi yang terukur, cepat, murah, dan aman. Dalam kebanyakan kasus, 0,00001 KMD cukup untuk konfirmasi transaksi dalam beberapa detik. Pengguna yang memiliki lebih dari 10 KMD dalam dompet non-kustodian yang didukung dapat memperoleh APR 5,1% melalui Komodo Active User Reward.

KMD adalah salah satu pasangan yang paling aktif diperdagangkan di AtomicDEX. Ada juga diskon biaya perdagangan 10% untuk pesanan pengambil di AtomicDEX yang menggunakan KMD.

Peringkat PNT di situs CoinMarketCap pada Rabu (6/7) jam 08.00 WIB adalah #487, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 28.924.111. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 132.548.701 koin PNT dan maksimal pasokan 200.000.000 koin PNT.

pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD).

Trading PNT/BTC, PNT/USDT, KMD/USDT dan KMD/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 05 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran PNT dan KMD di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

Continue Reading

Blockchain

Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Kripto Sebagai Alat Transaksi

Published

on

Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Kripto Sebagai Alat Transaksi

International Monetary Fund (IMF), sebuah lembaga keuangan internasional yang membantu 190 negara mencapai stabilitas keuangan, telah membuat pernyataan baru terkait kripto

Walau sebelumnya terlihat menolak dan menentang ide inovasi kripto, saat ini IMF terlihat mendukung penggunaan kripto sebagai alat transaksi di dunia. 

IMF Dukung Crypto sebagai Alat Transaksi

IMF baru saja membuat publikasi dalam berbentuk artikel di situs resminya yang menyatakan dukungannya terhadap kripto. 

Dalam artikel tersebut, IMF menyatakan bahwa beberapa kripto dan mata uang digital bank sentral atau CBDC dapat bermanfaat untuk menggantikan sistem keuangan tradisional saat ini. 

IMF mengambil sudut pandang efisiensi penggunaan energi, di mana beberapa kripto dan CBDC dianggap sebagai alternatif yang baik untuk sistem keuangan saat ini karena menggunakan lebih sedikit energi listrik. 

Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Crypto Sebagai Alat Transaksi!
Data Perbandingan Konsumsi Energi berdasarkan Sistem Jaringan

Artikel tersebut membuat sebuah perbandingan antara konsumsi atau penggunaan energi alat pembayaran tradisional, yaitu kartu kredit, dengan aset kripto yang memiliki mekanisme berbeda. 

Dalam perbandingan tersebut, IMF membuat sebuah diagram perbandingan dimana intinya, menurut banyaknya publikasi yang ada, konsumsi energi kartu kredit masih lebih rendah dari kripto berbasis blockchain Proof of Work

Tapi konsumsi energi kartu kredit yang mewakilkan sistem keuangan tradisional, masih lebih tinggi dibanding kripto berbasis blockchain selain Proof of Work dan jauh lebih tinggi dari kripto dengan sistem blockchain tersentralisasi.   

IMF kemudian melengkapi perbandingan tersebut dengan memberi contoh sistem blockchain tersentralisasi yang kemudian merujuk pada sistem mata uang digital bank sentral atau CBDC. 

“Bergantung pada sistemnya, CBDC dan beberapa jenis crypto dapat menjadi alternatif sistem pembayaran yang lebih hemat energi dibanding sistem saat ini, termasuk kartu kredit dan debit mayoritas bank.

International Monetary Fund (IMF)

Selanjutnya, IMF juga memberi informasi bahwa beberapa bank sentral sedang mempertimbangkan memiliki CBDC tersedia dalam sistem kartu layaknya kartu kredit dan debit. 

IMF merasa ini adalah langkah yang bagus tidak hanya untuk CBDC namun juga untuk kripto. Sebab, dengan adanya integrasi antara kartu debit dan kredit dengan kripto dan CBDC, maka adopsi kripto akan semakin besar dan konsumsi energi sistem pembayaran dunia akan semakin kecil. 

Semua Demi Menyelamatkan Bumi

Dukungan dari IMF terhadap kripto dan CBDC ini adalah sebuah hal yang mengejutkan untuk pasar kripto. 

Sebab, sebelumnya, IMF terkenal tidak mendukung bahkan menghujat kripto sebagai skema penipuan dan inovasi yang berbahaya. 

Salah satu bukti nyatanya adalah saat IMF melarang beberapa negara di Amerika Selatan untuk mengadopsi kripto sebagai alat pembayaran. 

Contoh negara yang mengalami perdebatan panjang dengan IMF adalah El Salvador yang saat ini masih terus menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran. 

Perlu diketahui bahwa walau ada artikel dukungan tersebut, IMF masih belum mendukung secara penuh adopsi kripto dan menganggap masa depan uang masih belum pasti. 

Tapi institusi tersebut sangat mendorong pemangku kebijakan di negara-negara dunia untuk mempertimbangkan faktor energi jika ingin mengadopsi kripto dan CBDC.  

Maksudnya adalah, walau memiliki konsumsi energi yang rendah, IMF meminta negara untuk menyediakan sumber energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sehingga saat diadopsi, tidak ada permasalahan signifikan. 

IMF juga menekankan bahwa kedepannya faktor energi akan menjadi hal yang penting dalam menentukan kebijakan terutama terkait sektor keuangan, mengingat pencemaran lingkungan terus meningkat akibat energi tidak ramah lingkungan.

Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Crypto Sebagai Alat Transaksi!
Data Sumber Emisi Gas Pencemaran Lingkungan

Terakhir institusi tersebut juga menegaskan bahwa adopsi kripto yang baik adalah kripto generasi ketiga dengan konsumsi energi yang lebih rendah dan bukan generasi lama seperti Bitcoin yang konsumsi energinya masih tinggi. 

Untuk saat ini masih belum ada negara yang menanggapi pernyataan dalam artikel ini secara rinci karena nampaknya masih fokus untuk membuat regulasi yang baik terkait kripto dan CBDC. 

IMF juga telah memberikan kerangka panduang regulasi yang lengkap untuk negara-negara di dunia jika ingin mengadopsi kripto. 

Kepala ekonom dari IMF, Gita Gopinath juga menekankan bahwa IMF saat ini tidak akan menerapkan pelarangan kripto secara halus, karena sudah menggali lebih dalam dan menemukan banyaknya manfaat dalam inovasi ini.

Artikel ini telah tayang di Coinvestasi dengan judul Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Crypto Sebagai Alat Transaksi!

Continue Reading

Blockchain

Apa Itu Metaverse? Masa Depan Dunia Virtual

Published

on

Ilustrasi metaverse.

Metaverse menjadi topik hangat yang menarik untuk dibahas secara mendalam. Kamu mungkin baru-baru ini mendengar bagaimana metaverse akan mengantarkan era baru konektivitas digital ke dalam dunia virtual yang bisa diadaptasi di hampir semua sektor.

Sudah lebih dari enam bulan sejak Facebook mengumumkan rebranding ke Meta dan akan memfokuskan masa depannya pada “metaverse” yang akan datang. Sejak saat itu, arti istilah metaverse itu belum menjadi lebih jelas.

Di sisi lain, ada banyak hype marketing yang terbungkus dalam menjual gagasan “metaverse.” Untuk membantu kamu memahami betapa kabur dan kompleksnya istilah “metaverse”, berikut penjelasan yang komprehensifnya.

Serius, Apa Itu Metaverse?

Berbicara tentang metaverse terasa sangat mirip dengan membahas tentang internet di tahun 70-an dan 80-an. Saat blok bangunan dari bentuk komunikasi baru sedang diletakkan, hal itu memicu spekulasi tentang seperti apa bentuknya dan bagaimana orang akan menggunakannya.

Semua orang membicarakannya tetapi hanya sedikit yang tahu apa artinya atau bagaimana cara kerjanya. Melihat ke belakang, ternyata tidak persis seperti yang dibayangkan beberapa orang.

Istilah metaverse telah beredar selama beberapa tahun terakhir, kata “metaverse” sebenarnya diciptakan oleh penulis Neal Stephenson dalam novel fiksi ilmiahnya tahun 1992, “Snow Crash.” Dalam bukunya, Stephenson menyebut metaverse sebagai dunia digital yang mencakup semua yang ada paralel dengan dunia nyata.

Namun pada tahun 2022, para ahli masih belum yakin apakah metaverse di dunia nyata dapat berevolusi menjadi sesuatu yang serupa.

Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.
Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.

Baca juga: Nilai Pasar Metaverse Diramalkan Menjadi US$ 5 Triliun pada Tahun 2030

Metaverse Hanya Dunia Game Saja?

Banyak ahli melihat metaverse sebagai model 3D dari internet. Pada dasarnya, tempat yang sejajar dengan dunia fisik, di mana kamu menghabiskan kehidupan digital secara virtual. Tempat di mana kamu dan orang lain memiliki avatar, dan berinteraksi dengan mereka melalui avatar juga. Beberapa berpendapat bahwa metaverse dalam arti sebenarnya dari istilah tersebut sebenarnya belum ada.

Pada dasarnya, metaverse seharusnya menjadi versi 3D dari internet yang dilihat sebagai tahap pengembangan selanjutnya yang logis, dan idealnya akan diakses melalui satu gateway. Namun, itu tidak mengharuskan ruang tersebut diakses secara eksklusif melalui VR atau AR. Dunia virtual —seperti aspek Fortnite yang dapat diakses melalui PC, konsol game, dan bahkan ponsel— sudah mulai menyebut diri mereka sebagai “metaverse.”

Mengapa Metaverse Melibatkan Avatar?

Metaverse adalah dunia realitas virtual yang digambarkan sebagai pasar yang mengelilingi planet di mana real estat virtual dapat dibeli dan dijual, dan di mana pengguna yang memakai kacamata VR menghuni avatar 3D yang bentuknya bebas untuk mereka pilih.

Ketiga elemen ini —VR, kepemilikan digital, dan avatar— masih menonjol dalam konsep metaverse saat ini. Tetapi tidak satu pun dari mereka yang benar-benar penting untuk gagasan itu. Dalam istilah yang paling luas, metaverse dipahami sebagai ruang virtual yang kaya grafis, di mana orang dapat bekerja, bermain, berbelanja, bersosialisasi.

Pendukung metaverse sering berfokus pada konsep “kehadiran” sebagai faktor penentu: Merasa seperti kamu benar-benar ada di sana, dan merasa seperti orang lain juga benar-benar ada di sana bersama kamu. Versi metaverse ini bisa dibilang sudah ada dalam bentuk video game. Tapi ada definisi lain dari metaverse yang melampaui dunia virtual yang kita kenal.

gambaran bermain di metaverse
Ilustrasi Metaverse.

Baca juga: Token Kripto Metaverse Terus Tumbuh, meski Market Bearish

Definisi tersebut sebenarnya tidak menggambarkan metaverse sama sekali, tetapi menjelaskan mengapa semua orang menganggapnya sangat penting. Definisi ini bukan tentang visi untuk masa depan atau teknologi baru. Sebaliknya, ini melihat ke masa lalu dan ke teknologi internet dan smartphone yang sekarang biasa, dan mengasumsikan bahwa perlu untuk menemukan metaverse untuk menggantikannya.

Hambatan Wujudkan Metaverse Jadi Realitas Virtual

Tetapi ada tantangan yang harus diatasi sebelum metaverse dapat mencapai adopsi global yang luas. Dan satu tantangan utama adalah bagian “virtual” dari alam semesta ini.

Sementara, VR dianggap sebagai bahan utama resep metaverse, masuk ke metaverse tidak (dan tidak boleh) dibatasi dengan memiliki headset VR. Dalam arti tertentu, siapa pun yang memiliki komputer atau smartphone dapat memanfaatkan pengalaman metaverse secara nyata.

Menawarkan aksesibilitas yang luas adalah kunci untuk membuat metaverse bekerja berdasarkan perjuangan berat VR yang berkelanjutan untuk mendapatkan daya tarik dengan konsumen.

Pasar VR telah melihat inovasi luar biasa dalam waktu singkat. Beberapa tahun yang lalu, orang yang tertarik dengan VR rumahan harus memilih antara sistem berbasis komputer yang mahal yang menambatkan pengguna atau headset berbasis ponsel cerdas yang murah namun sangat terbatas.

Lima Aset Kripto Metaverse Paling Top
Ilustrasi memakai VR untuk akses metaverse.

Baca juga: Kenalan dengan Decentraland, Salah Satu Proyek Metaverse

Riset dari PwC, teknologi VR dan AR untuk metaverse meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) global US$ 1,4 triliun pada 2030. Selain kontribusi ke PDB global, VR dan AR memberikan dampak ke pekerjaan.

Pengembangan kedua teknologi ini dinilai mampu mendorong terciptanya 23,3 juta pekerjaan baru pada 2030. Teknologi metaverse juga mampu menyusup ke semua lini ekonomi. Sebanyak 25% masyarakat dunia diperkirakan menghabiskan waktunya satu jam per hari di metaverse pada 2026.

Metaverse, Kripto, NFT dan Blockchain

Metaverse adalah kombinasi dari beberapa elemen teknologi, termasuk blockchain, kripto, NFT, web3, virtual reality (VR) dan augmented reality (AR), di mana pengguna dapat merasakan hidup dalam dunia digital.

Crypto is the key to the metaverse. Faktanya, metaverse membutuhkan aset kripto untuk beroperasi dengan baik dan maksimal. Konsep metaverse cenderung masih berfokus pada dunia games, NFT dan ada beberapa token kripto yang khusus diaplikasikan pada platform metaverse.

Co-Founder & Chariman VCGamers, Wafa Taftazani, menjelaskan metaverse merupakan konsep kolaboratif yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar serta berbagai produk dan layanan antara dunia nyata dengan dunia digital tanpa batas, di mana semua bisa berlangsung secara simultan dan paralel di dalam jaringan blokchain.

Metaverse pada dasarnya adalah menggabung NFT, crypto asset, blockchain, smart contract di dalam satu lingkungan virtual. Metaverse itu kolektif seperti menjadi seperti dunia nyata, tapi terjadi di dalam blockchain. Jadi orang bertransaksi dengan crypto asset, tanah dan bangunan virtual jadi NFT, semua transaksi tercatat di blockchain,” ujar Wafa dikutip CNBC Indonesia.

Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.
Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.

Baca juga: Tanah Cluster Metaverse Pertama di Indonesia Laku Terjual Rp 150 Juta

Metaverse memiliki potensi yang besar untuk masyarakat bisa berinteraksi, bekerja, belajar dan berkarya. Tentu saja butuh waktu untuk mengembangkan dunia virtual yang optimal dan bisa digunakan oleh semua orang.

Potensi dan Tantangan Besar Metaverse di Indonesia

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menyebutkan potensi metaverse di Indonesia sangat besar. Menurut Sandiaga, metaverse harus dioptimalkan untuk kepentingan pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Metaverse bisa mendorong ekonomi digital di mana Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dengan 600.000 talenta digital per tahun. Dan ada potensi 30 juta UMKM serta kontribusi ekonomi yang diprediksi bisa mencapai 150 miliar dolar AS pada 2025.

“Indonesia memiliki potensi luar biasa dan ini jadi peluang usaha kita untuk bisa meningkatkan aktivitas pembiayaan dan usaha sehingga bisa membuka lapangan kerja baru dan salah satunya di space metaverse ini,” kata Sandiaga dikutip dari siaran pers Kemenparekraf.

Senada dengan Sandiaga, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan metaverse adalah sebuah keniscayaan. Menurutnya cepat atau lambat perkembangan metaverse akan begitu masif seiring dengan adopsi aset kripto dan blockchian yang bisa menjadi bagian dunia virtual yang dibangun nantinya.

“Adopsi kripto dan blockchain akan mempercepat pengembangan metaverse yang memiliki potensi besar di Indonesia. Bayangkan akan banyak inovasi yang muncul saat ini akan lari ke arah metaverse di masa depan. Apa yang kita rasakan di dunia nyata, semua akan bisa terjadi juga di metaverse,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.
Ilustrasi dunia metaverse.

Baca juga: Ketika Lembaga Pemerintahan Indonesia Melirik Pengembangan Metaverse

Peluang Ekonomi Digital dari Metaverse

Riset dari The Analysis Group, metaverse pada 2031 akan memiliki kontribusi terhadap perekonomian global mencapai US$ 3,01 triliun. Kajian yang bertajuk “The Potential Global Economic Impact of Metaverse” ini menyebut angka itu setara dengan 2,8 persen dari pertumbuhan ekonomi dunia.

Peluang ekonomi metaverse pun, menurut McKinsey, tak bisa dianggap remeh. Sektor teknologi ini ditaksir akan mencapai nilai US$5 triliun atau lebih dari Rp74.152 triliun pada 2030.

Dari jumlah tersebut, sektor e-commerce akan menjadi ceruk terbesar, dengan nilai mencapai sekitar US$ 2 triliun, diikuti pembelajaran virtual mencapai US$ 180 miliar sampai US$ 270 miliar, iklan virtual US$ 144 miliar sampai US$ 206 miliar, dan gim US$ 108 miliar sampai US$ 125 miliar.

Menurut Manda, metaverse nantinya bukan hanya akan menjadi tren baru dalam dunia virtual untuk media sosial dan lainnya, tapi juga memunculkan solusi-solusi baru atas berbagai masalah yang dihadapi Indonesia saat ini.

Continue Reading

Popular