Connect with us

Altcoin News

Tertarik Litecoin Mining? Ini Dia Caranya Buat Kamu Pemula!

Published

on

ilustrasi menambang litecoin

Pernah dengar aset kripto Litecoin? Altcoin yang dianggap sebagai bentuk perak dari Bitcoin ini terus menunjukkan potensinya, tergambar dari harganya yang kembali mengalami peningkatan setelah sebelumnya sempat koreksi. Ternyata, selain dengan dibeli, Litecoin bisa didapatkan juga lewat penambangan, lho! Ingin tahu selengkapnya soal Litecoin mining? Yuk, baca terus artikel ini!

Apa yang dimaksud dengan Litecoin (LTC)?

Litecoin adalah sebuah aset kripto alternatif (altcoin) selain Bitcoin yang merupakan hasil dari modifikasi atau forking dari Bitcoin. Hal inilah yang membuat Litecoin sering disebut sebagai Bitcoin dalam bentuk perak. Pencipta Litecoin adalah Charlie Lee dan pertama kali dirilis pada Oktober 2011. Ia menciptakan Litecoin dengan tujuan untuk membuat sebuah aset kripto yang mirip dengan Bitcoin, tetapi versi lebih sederhana dan cepat.

Lalu, berapa harga 1 koin LTC?

Pada awal kemunculannya, harga LTC hanya berkisar di angka 3 hingga 4 USD saja. Bahkan, empat tahun setelah perilisannya yaitu pada Januari 2011, LTC mencatat harga sebesar 1.11 USD, lho! Di mana angka tersebut menjadi harga terendah yang dimiliki LTC sepanjang masa alias all-time-low

Meski begitu, LTC kembali meroket dengan mencapai harga yang fantastis yaitu 412.96 USD pada Mei 2021, di mana hingga kini, nilai tersebut masih menjadi harga tertinggi sepanjang masa atau all-time-high. Fluktuasi yang dialami oleh LTC membuat harga per kepingnya saat ini berada di angka 114.54 USD, mengutip CoinMarketCap per tanggal 8 April 2022. 

litecoin to usd chart

Source: https://coinmarketcap.com/currencies/litecoin/

Penyebab naik-turunnya harga LTC pun berasal dari berbagai aspek, mulai dari pembaruan yang dilakukan oleh para developer LTC dalam membangun ekosistem Litecoin yang lebih baik seperti Litecoin Mimblewimble pada Januari 2022 lalu, hingga kemudahan adopsi LTC dalam berbagai bisnis di seluruh dunia. 

Selain itu, kondisi pasar juga berpengaruh terhadap aktivitas harga LTC, juga cara yang dipilih para investor dalam mengoleksi LTC. Mulai dari pembelian via exchange seperti Tokocrypto, hingga mining.

Apa itu Litecoin mining

illustrasi seorang pria menambang litecoin

Sebelum membahas lebih jauh mengenai Litecoin mining, mari membahas pengertian dari mining itu sendiri. Mining atau penambangan adalah suatu cara yang bisa dilakukan dalam mendapatkan aset kripto. 

Cara ini mengharuskan para miner untuk memvalidasi suatu transaksi yang terdapat dalam blockchain, dengan memecahkan teka-teki matematika. Apabila seorang miner berhasil dan menciptakan blok baru di blockchain, maka miner tersebut akan diberikan reward sejumlah aset kripto.

Umumnya, saat melakukan mining, para miners membutuhkan bantuan dari teknologi perangkat komputer atau mining rig yang amat canggih. Sebab, dalam blockchain terdapat banyak sekali miners sehingga kegiatan ini sangatlah kompetitif.

Kalau begitu, apa artinya Litecoin mining?

Litecoin mining adalah proses penambangan yang dilakukan untuk mendapatkan sejumlah Litecoin. Namun, berbeda dengan mining Bitcoin, durasi yang diperlukan dalam Litecoin mining lebih cepat 4 kali lipat yaitu dengan hanya membutuhkan 2,5 menit di tiap bloknya. 

Selain karena Litecoin merupakan altcoin yang terpercaya dan membawa banyak kelebihan, hal inilah yang membuat banyak orang memutuskan untuk mendapatkan Litecoin lewat mining.

Baca juga: Daftar 5 Situs Mining Bitcoin Terpercaya yang Aman Digunakan

3 jenis Litecoin mining

Dalam menambang Litecoin, terdapat 3 jenis mining yang bisa dilakukan seperti halnya menambang Bitcoin, yaitu solo, pool, dan cloud. Berikut informasi selengkapnya!

Solo Mining

Seperti namanya, solo mining berarti Litecoin mining yang dilakukan secara individu alias perseorangan. Umumnya, jenis mining yang satu ini dilakukan di rumah saja. Meski terdengar sederhana, justru jenis mining inilah yang dianggap sulit dilakukan. Kok, gitu

Sebab, para miners harus mempersiapkan mining rig yang mumpuni. Tak hanya itu, daya listrik juga internet pun harus besar dan kuat agar proses mining bisa terus berjalan dan membutuhkan cukup banyak waktu. 

Mengutip Investopedia, untuk solo mining Litecoin setidaknya harus dilakukan dengan beberapa Application-Specific Integrated Circuit (ASIC). ASIC yang dimiliki pun harus yang merupakan versi terbaru, karena berpengaruh terhadap kecepatan mining

Salah satu yang masih baru dan populer di kalangan miners  ialah Bitmain’s Antminer L3+ atau A4+ LTCMaster. Setelah itu, jangan lupa untuk mengunduh software mining seperti Cgminer atau MultiMiner.

Pool Mining

Jenis kedua adalah lewat pool mining atau kolam mining, di mana terdapat sebuah kolam yang berisi beberapa miners Litecoin dan masing-masingnya berkontribusi melalui seberapa besar hash power atau kekuatan mining rig yang dimiliki

Jadi, apabila suatu blok telah tercipta, reward Litecoin akan dibagikan ke tiap miners yang ada dalam kolam, jumlahnya berbeda-beda tergantung seberapa banyak kontribusi yang diberikan terhadap proses mining dan regulasi yang dimiliki tiap pool.

Meski tetap membutuhkan mining rig yang canggih, pool mining cenderung lebih ringan dibandingkan dengan solo mining. Selain itu, Anda juga harus mengunduh software mining Litecoin. Pastikan Anda memilih software dan pool Litecoin mining yang terpercaya dan berkualitas, ya, dan lakukan perhitungan agar dana yang Anda keluarkan tidak lebih besar dari hasil yang Anda peroleh. Beberapa pool mining yang populer antara lain LitecoinPool.org, Via BTC, dan F2Pool.

Cloud Mining

Sementara itu, jenis terakhir adalah cloud mining. Cloud mining berarti melakukan penambangan Litecoin menggunakan layanan cloud. Sama seperti pool mining, Anda harus memilih layanan cloud yang terpercaya agar terjamin keamanannya. 

Anda tidak ingin, kan, dana yang Anda sisihkan hilang begitu saja karena salah memilih layanan cloud? Selanjutnya, Anda bisa memilih paket mining yang disediakan dari layanan tersebut.

Keuntungan dengan memilih cloud mining adalah Anda hanya perlu mengeluarkan biaya untuk mining rig yang akan digunakan oleh perusahaan layanan cloud dalam melakukan penambangan Litecoin. 

Jadi, Anda tidak perlu menyiapkan mining rig sendiri. Beberapa layanan cloud mining Litecoin yaitu Hashnet dan ECOS.

Baca juga: 3 Cloud Mining Terpercaya dan Keuntungannya

Apa saja persiapan dalam melakukan Litecoin mining?

illustrasi token litecoin

Setelah mempelajari mengenai pengertian dan jenis Litecoin mining, mungkin Anda bertanya-tanya mengenai hal apa saja yang perlu dipersiapkan. Berikut penjelasan lengkapnya!

  1. Pilih jenis mining

Pastinya, hal pertama yang harus dipersiapkan adalah tentukan jenis Litecoin mining. Hal ini penting dilakukan karena masing-masing jenisnya memiliki cara kerja yang berbeda. Anda bisa memilih jenis mining berdasarkan kemampuan yang Anda miliki, baik itu secara perangkat komputer, budget, hingga kemudahan prosesnya.

  1. Sediakan sejumlah dana dan waktu

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kegiatan Litecoin mining membutuhkan dana dan waktu. Sebab, kegiatan mining tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Selain itu, umumnya dana dikeluarkan untuk membayar biaya pool atau jasa layanan cloud mining

Namun, dengan solo mining, Anda pun harus menyediakan modal yang cukup besar berupa mining rig yang berkualitas tinggi, lho. Belum lagi tagihan listrik, internet, juga biaya sewa ruangan apabila Anda tidak melakukannya di rumah. 

  1. Pastikan telah menyediakan mining rig yang mumpuni

Apabila Anda memilih solo dan pool mining, jangan lupa untuk menyiapkan mining rig dengan kualitas tertinggi, ya. Sebab, semakin tinggi kualitas yang dimiliki, maka kemungkinan mining berhasil pun akan lebih tinggi. 

  1. Gunakan layanan mining yang terpercaya

Jangan lupa, bagi Anda yang memilih jenis pool dan cloud mining, pelajari layanan keduanya terlebih dahulu. Pastikan layanan mining yang Anda pilih telah terbukti baik kualitasnya dengan track record yang bisa dipercaya. Dengan memilih layanan mining tersebut, maka keamanan proses Litecoin mining yang Anda lakukan akan lebih terjamin.
Jadi, itulah pengertian dari Litecoin mining beserta jenis dan cara yang bisa Anda terapkan sebagai pemula. Selalu ingat untuk tetap berhati-hati dan melakukan riset terlebih dahulu mengenai pilihan yang Anda ambil, ya, agar Anda terhindar dari risiko scam. Kunjungi Tokonews untuk informasi dan edukasi lainnya seputar aset kripto dan jangan lupa untuk gabung di komunitas Tokocrypto sekarang!

Altcoin News

5 Kripto Altcoin yang Paling Untung di Bulan Januari 2023

Published

on

Ilustrasi aset kripto.

Aset kripto selain Bitcoin atau yang biasa disebut altcoin telah meraup keuntungan yang signifikan sepanjang bulan Januari 2023. Performa bulanan Bitcoin (BTC) yang kuat menjadi keuntungan besar di APT, GALA, T, MANA, dan SOL.

Reli di pasar kripto dimulai pada awal Januari dengan lonjakan altcoin, termasuk Ethereum (ETH) karena peningkatan jaringan yang akan datang pada bulan Maret. Bitcoin (BTC) menutup Januari dengan mengesankan karena harganya naik hampir 40% dan raihnya tertinggi yang mampu diraih terakhir tahun 2013 lalu.

Dikutip Cointelegraph, Kondisi ekonomi makro yang membaik, seperti penurunan inflasi dan sektor pekerjaan yang stabil di Amerika Serikat, memberikan dorongan tambahan untuk reli positif. Katalis penting lainnya untuk reli Januari adalah tekanan singkat di pasar kripto.

Setelah bencana FTX dan kurangnya narasi bullish membuat sebagian besar investor memperkirakan pertumbuhan akan melambat pada tahun 2023. Situasi menjadi berbalik arah, Ternyata, sentimen negatif dan posisi ramai di pasar berjangka terus mendorong kenaikan. Ada peluang kuat untuk pullback segera setelah kenaikan tajam.

Aptos (APT)

Grafik harga harian APT/USD dengan indikator RSI dan MACD. Sumber: TradingView.
Grafik harga harian APT/USD dengan indikator RSI dan MACD. Sumber: TradingView.

Diluncurkan pada bulan Oktober, Aptos adalah blockchain yang relatif baru di ruang kripto yang memanfaatkan teknologi proyek blockchain Facebook/Meta yang dibuang, Libra.

Meskipun proyek tersebut memiliki banyak reputasi, fundamentalnya tidak membenarkan harganya. Ketidakpercayaan di kalangan investor adalah bagian dari alasan di balik reli harga APT. Kapitalisasi pasar sebesar US$ 3 miliar untuk proyek berusia empat bulan telah mengejutkan banyak orang.

Selama Januari, indeks kekuatan relatif (RSI) altcoin APT menemukan indikator momentum harga, telah melonjak ke wilayah oversold, menunjukkan kemungkinan pullback. Indikator moving average convergence divergence (MACD) menunjukkan sedikit deviasi bullish dengan kenaikan yang tidak terlalu tajam dalam metrik dibandingkan dengan harga. Namun, kehadiran volume pembelian meyakinkan bagi bulls APT. Dukungan untuk token terletak pada US$ 14,75 dan US$ 10,40.

Gala (GALA)

Grafik harga harian GALA/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga harian GALA/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Polygon (MATIC) Diprediksi Raih Cuan Lebih dari 50% di Januari 2023

Mirip dengan Aptos, Gala (GALA) juga diuntungkan dari kelebihan posisi negatif di pasar berjangka. Kenaikan GALA/USD dari US$ 0,02 menjadi US$ 0,07 terutama dapat dikaitkan dengan penghapusan posisi short.

Token mengalami inflasi yang signifikan sekitar 17.123.286 GALA setiap hari, yang menyumbang sekitar US$ 28,2 juta per bulan dengan harga saat ini. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kenaikan harga baru-baru ini bisa berumur pendek.

Pada 25 Januari, tim altcoin Gala memperkenalkan peta jalan baru proyek di mana mereka berupaya memperbarui tokenomik untuk mengurangi inflasi dan memperkenalkan mekanisme pembakaran baru. Mereka sedang mengerjakan rantai Gala independen, di mana token GALA akan digunakan untuk membayar biaya transaksi.

Threshold (T)

Ilustrasi aset kripto Threshold (T). Sumber: Freepik.
Ilustrasi aset kripto Threshold (T). Sumber: Freepik.

Threshold lahir dari penggabungan dua proyek, Keep Network dan NuCypher, yang menggabungkan teknologi mereka untuk membangun jaringan jembatan yang terdesentralisasi. Operator node di jaringan Threshold mempertaruhkan token T dan Ethereum untuk memvalidasi transfer antara Bitcoin dan Ethereum.

Pada bulan Januari, harga token T hampir tiga kali lipat, diuntungkan dari peluncuran v2 dan pengumuman daftar Coinbase . Versi terbaru dari protokol Threshold akan mengaktifkan mint tBTC (threshold Bitcoin) di Ethereum, yang didukung oleh Bitcoin dan dipatok 1:1 dengan harga BTC.

Permulaan permen tBTC di Ethereum melalui Threshold Network kemungkinan akan meningkatkan total nilai jaringan yang dikunci (TVL), membuat node Threshold lebih berharga. Awalnya, proyek ini akan meluncurkan versi semi-desentralisasi, Optimistic Minting, dan secara bertahap beralih ke sistem node yang terdesentralisasi.

Decentraland (MANA)

Grafik harga harian GALA/USD. Sumber: TradingView..
Grafik harga harian GALA/USD. Sumber: TradingView..

Proyek bertema metaverse Decentraland (MANA) menyaksikan kebangkitan narasi VR karena Apple dikabarkan akan meluncurkan koleksi headset VR-nya musim semi ini. Baru-baru ini, tim Decentraland merilis manifestonya untuk tahun ini, dengan fokus untuk mengembangkan komunitas pengembang dan pembuatnya.

Sementara Decentraland adalah salah satu proyek metaverse paling awal dengan peluang besar untuk merebut pasar Web3 di masa depan, reli saat ini menunjukkan karakteristik overbought dalam jangka pendek.

Indikator RSI menunjukkan pembacaan di atas resistensi bullish-nya. Indikator MACD menunjukkan divergensi dengan sedikit atau tanpa perubahan dalam metrik untuk melengkapi lonjakan 28 Januari sebesar 16,5%.

5. Solana (SOL)

Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).
Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

Baca juga: Proyeksi Market Kripto Bulan Februari Selepas Rapat FOMC The Fed

Solana (SOL) mendapat manfaat dari sentimen negatif yang berlebihan seputar masa depan blockchain. Reli harga adalah kasus klasik dari short squeeze di pasar berjangka. Sementara fundamental menunjuk ke arah spiral kematian dalam harga, pasar bermain berbeda. Dengan memanfaatkan kondisi likuiditas yang rendah, pembeli dapat mendorong harga lebih tinggi hingga hanya sedikit penjual yang tersisa.

Pembuat pasar dan entitas pemodal ventura, Alameda Research, adalah sumber utama likuiditas untuk proyek DeFi Solana. Itu juga salah satu pendukung terbesar proyek ekosistemnya. Komunitas DeFi akan menghadapi tantangan yang signifikan dalam Solana karena kurangnya likuiditas.

Pengembang Solana dan yayasan telah bekerja keras untuk membuat jaringan menjadi stabil dan lebih terdesentralisasi. Sementara jaringan tetap stabil melalui bencana FTX, tampaknya telah kehilangan kepercayaan pasar karena seringnya downtime. Apalagi, Alameda/FTX memiliki sekitar 10,7% dari total pasokan SOL, yang kemungkinan akan menambah tekanan jual untuk beberapa tahun ke depan.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Altcoin News

Elon Musk Mau Makan McDonald’s di TV Asal Bayar Pakai Dogecoin

Published

on

Elon Musk usul Twitter dan Tesla terima pembayaran pakai Dogecoin. Foto: PCmag.

CEO Tesla dan Twitter, Elon Musk menegaskan kembali komitmennya untuk makan McDonald’s Happy Meal di TV, jika mereka menerima pembayaran dengan kripto dogecoin (DOGE). Musk sendiri telah mengajukan tawaran setahun yang lalu, tetapi McDonald’s tidak menyambut baik.

Musk diketahi telah men-tweet tawaran tersebut pada 25 Januari 2022. Namun, McDonald’s tidak menerima tawarannya saat itu. “Hanya jika Tesla menerima grimacecoin,” akun Twitter perusahaan makanan cepat saji itu membalasnya.

Menyusul interaksi antara akun Twitter McDonald’s dan Musk pada Januari tahun lalu, grimacecoin (GRIMACE), token kripto yang tidak ada hubungannya dengan McDonald’s atau Musk, diluncurkan. Pada saat penulisan artikel, setiap grimacecoin diperdagangkan pada US$ 0,5879.

Tawaran yang Sama

Baca juga: Polygon (MATIC) Diprediksi Raih Cuan Lebih dari 50% di Januari 2023

Setahun kemudian topik tersebut muncul lagi, ketika pengguna Twitter Dogedesigner bertanya kepada Musk pada hari Kamis (26/1) apakah tawarannya masih terbuka. Bos Tesla menjawab dengan emoji 100, menunjukkan bahwa dia masih mendukung tawarannya.

Musk, yang dikenal di komunitas meme kripto sebagai Dogefather, telah lama menjadi pendukung Dogecoin (DOGE). Perusahaan mobil listriknya, Tesla, saat ini pun menerima DOGE untuk beberapa barang dagangan, dan Musk mengatakan bahwa SpaceX akan mengikutinya. Selain itu, Boring Company miliknya menerima pembayaran DOGE untuk beberapa wahana.

Miliarder itu sebelumnya mengungkapkan bahwa dia secara pribadi memiliki Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin. Dia mengatakan pada Juni tahun 2022 lalu bahwa dia akan terus membeli dan mendukung DOGE. Pada bulan Juli, dia mengonfirmasi bahwa Tesla belum menjual DOGE apa pun, dan pada bulan November, dia berkata: “Dogecoin to the Moon .”

Harga Dogecoin Melonjak

Ilustrasi aset kripto Dogecoin.
Ilustrasi aset kripto Dogecoin.

Baca juga: ChatGPT Prediksi Bagaimana Bitcoin Akan Akhiri Dominasi Uang Fiat

Dogecoin (DOGE) adalah koin meme yang popularitasnya melonjak karena dukungan dari tokoh terkenal seperti Elon Musk, dan rapper terkenal Snoop Dogg. Pada saat penulisan, ini masih menjadi koin meme paling populer.

DOGE adalah aset kripto meme pertama, yang disiapkan sebagai lelucon oleh pemrogram perangkat lunak Billy Markus dan Jackson Palmer. Dogecoin (DOGE) telah mengalami peningkatan keuntungan hingga 37.000% seumur hidupnya.

DOGE diperdagangkan pada US$ 0,088 pada saat penulisan, meningkat 25% dari pembukaan tahun 2023 di US$ 0,070. Terlepas dari reli DOGE, koin meme teratas masih turun hampir 88% dari level tertinggi sepanjang masa, yang tercatat pada Mei 2021.

Whale Dogecoin juga sedang bergerak, memindahkan lebih dari 60,32 juta DOGE senilai US$ 5,25 juta dari dompet yang tidak diketahui asalnya ke bursa kripto, Coinbase.

Continue Reading

Altcoin News

Polygon (MATIC) Diprediksi Raih Cuan Lebih dari 50% di Januari 2023

Published

on

Ilustrasi Polygon (MATIC).

Nilai aset kripto Polygon (MATIC) telah bergerak naik sejak awal tahun 2023 dan berpotensi meraih keuntungan hingga lebih dari 50%. Kenaikan harga MATIC beriringan dengan kembali pulihnya market kripto.

Menurut data dari CoinGecko, nilai MATIC naik 19% dalam seminggu terakhir menjadi US$ 1,19. Alhasil dari pencapaian tersebut Polygon diprediksi bisa memperoleh keuntungan token hingga lebih dari 50% di bulan Januari 2023. Ini terjadi karena nilai Bitcoin dan Ethereum masing-masing telah meningkat hampir 44% dan 38% dalam 30 hari terakhir.

Pada saat artikel ini dirilis, MATIC adalah aset kripto terbesar kesepuluh berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan nilai total US$ 10,6 miliar. Polygon juga menjadi jaringan blockchain yang terbesar kedua untuk pengguna aktif harian (DAU).

Dilaporkan Decrypt, Platform Polygon menempati urutan kedua di belakang rantai BNB Binance yang mencatat 344.000 pengguna aktif harian (DAU), di depan Solana dan Ethereum.

Diincar Whale

Ilustrasi Poltgon x Versify. Foto: Polygon.
Ilustrasi Poltgon x Versify. Foto: Polygon.

Baca juga: Harga Ethereum Ditargetkan Capai US$ 2.000 Setelah Shanghai Upgrade

Saat token mengalami reli berkelanjutan, akun Twitter pseudonim @lookonchain menunjukkan satu wallet dompet yang mencapai pengembalian yang cukup besar dengan MATIC.

Whale Polygon menerima 4 juta MATIC dari bursa kripto Binance pada September 2020 dengan harga sekitar US$ 84.000 atau lebih dari 2 sen per token. Dua hari yang lalu, wallet tersebut berpisah dengan kepemilikan MATIC untuk stablecoin senilai US$ 5,2 juta, menurut Etherscan .

Meskipun penjualan termasuk lebih banyak MATIC daripada pembelian awal wallet dari Binance, pedagang masih melihat pengembalian sekitar 50 kali lipat dari harga asli yang dibayarkan pada 4 juta MATIC, bernilai sekitar US$ 4,5 juta atau US$ 1,14 per token pada saat penjualan .

Polygon adalah sidechain yang berjalan bersama Ethereum dan berusaha untuk meningkatkan mitranya dengan menawarkan transaksi yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah serta berfungsi sebagai platform untuk blockchain yang dapat dioperasikan.

Hubungan Ethereum dan Polygon

Polygon (MATIC). Foto: Outlook India.
Polygon (MATIC). Foto: Outlook India.

Baca juga: Harga SOL Naik 15% Saat Solana Terima Dukungan dari Pendiri Ethereum

Ethreum dan Polygon memiliki kedekatan. Polygon yang diumumkan selama sebulan terakhir yang telah meningkatkan DAU mungkin juga berada di belakang kenaikan harga, bersamaan dengan antisipasi peluncuran mainnet Polygon atas Ethereum virtual machine (EVM).

ZkEVM Polygon adalah solusi penskalaan yang kompatibel dengan kontrak cerdas Ethereum yang ada, yang menggunakan metode kriptografi bukti tanpa pengetahuan untuk memverifikasi sejumlah besar transaksi yang disebut rollup dengan lebih efisien.

Bukti tanpa pengetahuan digunakan dalam kriptografi untuk membuktikan suatu pernyataan benar tanpa mengungkapkan isinya atau langkah-langkah yang diambil untuk menetapkan pernyataan yang diberikan sebagai benar.

Ketika Polygon mengumumkan peluncuran zkEVM-nya, Mihailo Bjelic, salah satu pendiri Polygon, mengatakan bahwa pembaruan tersebut dapat menempatkan Ethereum setara dengan pemroses pembayaran global Visa dalam hal seberapa cepat transaksi dapat diproses.

Peluncuran mainnet Polygon tersebut dijadwalkan awal tahun ini. Testnet publik zk-EVM-nya ditayangkan pada bulan Oktober 2023.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Popular