Connect with us

Bitcoin News

5 Rekomendasi Cloud Mining Terpercaya Yang Bikin Kamu Auto Cuan!

Published

on

Cloud mining terpercaya

Manakah situs cloud mining terpercaya?

Mining atau menambang merupakan salah satu cara untuk mendapatkan aset kripto. Metode mining sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu personal mining, pool mining, dan terakhir cloud mining.

Hingga saat ini, cloud mining dianggap sebagai metode mining aset kripto yang paling efisien. Sebab, metode ini memungkinkan Anda melakukan penambangan tanpa harus membeli alat yang mahal.

Untuk memahami tentang cloud mining dan keuntungannya, simak ulasan berikut ini. Di bagian akhir, Anda juga bisa menemukan rekomendasi beberapa situs cloud mining, lho! Terpercaya.

Baca juga: Inilah 4 Cara Mining Bitcoin Paling Mudah dan Menguntungkan

Pengertian Cloud Mining

Seperti yang sudah disebutkan pada bagian pembuka, cloud mining merupakan salah satu metode mining atau menambang aset kripto.

Bagaimana cara kerja cloud mining ini?

Ketika memilih metode cloud mining untuk mendapatkan aset kripto, Anda tidak perlu membeli alat atau membangun mining rig berharga mahal untuk bisa mulai menambang.

Sebagai gantinya, metode ini memungkinkan Anda untuk terhubung dengan penyedia hash power. Dengan hash power tersebut, Anda bisa tetap menambang tanpa harus memiliki alat sendiri. Anda pun cukup membuat sebuah akun untuk mulai menambang. Selain itu, cloud mining juga mendukung penambangan jarak jauh.

Apa itu hash power?

Untuk perolehan aset, penyedia hashpower memiliki ketentuan pembagiannya masing-masing. Semakin besar hash power yang Anda pilih, maka semakin besar pula potensi keuntungan yang akan didapat.

Keuntungan Menambang dengan Cloud Mining

Keuntungan Menambang dengan Cloud Mining

Lalu, apa keuntungan cloud mining jika dibandingkan dengan metode mining lainnya? Mari kita bahas satu persatu:

1. Efisien

Keuntungan utama dari metode cloud mining tentu terletak pada efisiensinya. Dengan memilih metode ini, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membangun mining rig yang harganya cukup mahal.

2. Praktis

Selain itu, cloud mining juga mudah dioperasikan dan praktis. Ini karena seluruh peralatan untuk menambang, baik hardware maupun software, sudah disediakan oleh pihak penyedia hash power. Proses penambangannya pun bisa dikontrol dari jarak jauh. Maka, tidak mengherankan lagi jika metode ini cocok bagi pemula.

3. Lebih Hemat Listrik

Penggunaan listrik menjadi concern Anda saat melakukan mining? Tidak perlu khawatir, di cloud mining, daya listrik pun telah disediakan oleh penyedia hash power. Jadi, konsumsi listrik di tempat Anda tidak akan terganggu selama proses mining. Bukan hanya itu, Anda juga tidak perlu bingung dengan urusan perawatan hardware. Sebab, proses perawatan telah dilakukan oleh penyedia layanan.

Situs Cloud Mining Terpercaya

Situs Cloud Mining Terpercaya

Masih bingung menentukan situs cloud mining terpercaya? Untuk membantu Anda memilih, berikut daftar situs cloud mining terpercaya yang bisa dipertimbangkan.

1. Bitcoin Pool

Bitcoin Pool merupakan layanan cloud mining yang disediakan oleh Bitcoin.com. Jika dibandingkan dengan situs lain, Bitcoin Pool memang memberikan penawaran yang paling kompetitif. Untuk PPS (Pay per Share), mereka berani memberikan gift block sebesar kurang lebih 98%.

Bitcoin Pool menawarkan dua opsi cloud mining, yaitu BCH (Bitcoin Cash) dan BTC (Bitcoin Core). Selain itu, situs ini juga menyediakan fitur monitoring yang memudahkan Anda untuk mengamati proses mining. Fitur tersebut bahkan bisa diakses melalui gadget Android atau iOS.

2. Bitcoinrain

Berikutnya ada Bitcoinrain. Di situs ini, Anda bisa menemukan beberapa layanan yang berhubungan dengan aset kripto, termasuk opsi cloud mining. Jika dilihat dari kontrak yang ditawarkan, Bitcoinrain memang tergolong lama. Durasi kontraknya yang paling singkat adalah satu tahun. Meski begitu, untuk setoran awalnya, mereka menyediakan opsi pembayaran yang ringan.

Untuk masalah profit, Bitcoinrain menawarkan profitability rate sebesar kurang lebih 0,5%. Bukan hanya itu, situs ini juga membebaskan Anda untuk menggunakan hash power sesuai keinginan.

3. Hashnet

Hashnet merupakan pionir penyedia layanan cloud mining tepercaya. Sebagai pionir, jumlah penggunanya merupakan salah satu yang terbanyak di dunia. Hingga saat ini, situs tersebut sudah memiliki lebih dari 400.000 pengguna yang tersebar di seluruh dunia.

Kelebihan Hashnet terletak pada durasi kontrak. Hashnet menawarkan kontrak seumur hidup yang berlaku selama pasar aset kripto masih ada. Selain itu, Anda juga bisa menambang beberapa jenis mata uang kripto seperti Bitcoin, Dash, hingga Litecoin.

4. Genesis Mining

Genesis Mining dikenal karena kemudahannya dalam melakukan penyetoran dan penarikan saat menambang Bitcoin atau cryptocurrency lainnya. Apalagi sekarang cloud mining satu ini mendukung penambangan Bitcoin, Ethereum, Dash, Litecoin, dan lebih dari 7 cryptocurrency lainnya untuk ditambang di 6 algoritme penambangan utama.

Keuntungan menggunakan cloud mining satu ini adalah penawaran dari berbagai kapasitas penambangan cryptocurrency, membuatnya cocok untuk semua jenis penambang — baik itu pendatang baru, penambang rumah, atau investor skala besar dan dengan cepat menjadikan salah satu pilihan situs cloud mining terpercaya dan legal.

5. Mine Dollars

MineDollars adalah cloud mining untuk smartphone anda yang memungkinkan siapa saja untuk menambang Bitcoin dari kenyamanan rumah mereka sendiri.

Mine Dollars sendiri sudah memiliki lebih dari 320.000 pengguna dan lebih dari 1 juta transaksi sejak didirikan. Maka dari itu dengan cepat menjadi pilihan populer para cloud miners.

Keuntungan dari Minedollars adalah Cloud mining ini menggunakan teknologi cloud mining yang sangat canggih dan dapat memberikan cloud miners biaya yang sangat kompetitif.

Itulah beberapa rekomendasi situs cloud mining terpercaya yang bisa Anda pertimbangkan. Perlu diingat, selain mining, Anda juga bisa mendapatkan aset kripto melalui cara lain, salah satunya adalah trading mata uang kripto.

Kini, Anda bisa trading mata uang kripto melalui Tokocrypto, platform jual beli aset kripto teregulasi pertama di Indonesia. Dengan fitur stop-limit, Anda bisa mendapatkan atau menjual aset kripto dalam harga yang paling menguntungkan. Jadi, Anda bisa trade mata uang yang didapat dari situs cloud mining terpercaya dan menjualnya di Tokocrypto. Daftar sekarang juga di sini!

Bitcoin News

Pengusaha Amerika Robert Kiyosaki Yakin Bitcoin akan Menang

Published

on

Ilustrasi bitcoin.

Tahun 2022 ini, seperti mimpi buruk bagi Bitcoin, lantaran harganya yang terus merosot sejak ATH terakhirnya di November 2021 lalu. Harga Bitcoin tengah berada di dalam lembah curam yang gelap karena turun hingga 50 persen di Q2 2022. Pada saat harga BTC berada di $ 28.000.

Para trader sekarang dipusingkan dengan hiruk pikuk harga cryptocurrency unggulan ini. Situasi saat ini tak lepas dari pengaruh kebijakan Fed yang manaikan suku bunga.

Beragam reaksi pun tak bisa dihindari, terutama aksi jual besar-besaran karena banyak dari pelaku industry crypto yang memilih untuk lebih berhati-hati. Tetapi, beberapa orang yakin dengan ketahan koin ini hingga ada yang melihat penurunan harga Bitcoin sebagai suatu peluang emas untuk ‘buying the dip’ – seperti negara El Salvador yang kembali menggemukan dompet Bitcoin mereka baru-baru ini.

Seperti memiliki keyakinan yang sama akan Bitcoin, pengusaha Amerika bernama Robert Kiyosaki juga percaya bahwa Bitcoin akan menang. Kiyosaki mengungkapkan dukungannya terhadap Bitcoin melalui Twitter. “Mengapa Bitcoin menang? A: Bitcoin akan menang karena Amerika dipimpin oleh 3 Stooges. #1 President Biden. Stooge #2 Sekertaris Keuangan Yellen. Stooge #3 Ketua Fed Powell. Saya percaya Bitcoin bukan 3 Stooges,” tweet Kiyosaki.

Robert Kiyosaki
Robert Kiyosaki.

Baca jugaPrediksi Harga Bitcoin: Analisa BTC Mingguan

Pada 9 Maret lalu, Biden akhirnya menandatangani perintah eksekutif untuk menyelidiki tentang manfaat dan risiko dari aset kripto. Hal ini sudah lama menimbulkan kegelisahan di industri crypto, dan sebagian pihak meyakini tindakan ini hanya akan membebani industri dari pada memberikan bantuan. Pandangan seperti ini muncul sejak Menteri Keuangan Amerika, Yellen, mengutarakan sikap kerasnya terhadap aset kripto pada bulan April lalu.

“Konsumen harus dilindungi dari penipuan terlpas dari asset disimpan di neraca atau buku besar yang didistribusikan. Pencucian uang dan aktivitas terlarang lainnya harus dianggap illegal, dan tidak masalah apakah Anda menggunakan cek, kabel, atau aset kripto,” ucapnya.

Sementara Ketua Fed, Powell, mengadvokasi regulasi stablecoin pada bulan Juli dan mengungkapkan rencana The Fed untuk CBDC potensial di depan Komite Layanan Keuangan DPR Amerika. The Fed baru saja menaikkan suku bunga yang kemudian memicu negara-negara lain juga turun menaikkan suku bunga mereka. 

Baca juga: Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin: Raksasa BlackRock, Citadel dan Gemini Dalangnya?

Dari tweet Kiyosaki, tersirat bahwa Biden seolah telah memberikan kewenangan untuk Yellen dan Powell untuk memainkan regulasi crypto secara berkepanjangan. Kiyosaki sendiri tetap dengan keyakinannya akan kemenangan Bitcoin di atas gejolak geopolitik dan ketidakpastian harga yang tengah berkembang saat ini.

Sumber

Continue Reading

Altcoin News

Pasar Sepekan: Sentimen Negatif Masih Kuat, Aset Kripto Sekarat

Published

on

Bitcoin zona merah

Market aset kripto kembali mengalami performa yang lesu secara keseluruhan pada pekan kedua Mei 2022 ini. Kondisi market langsung mendadak ‘sakit’ mengingat situasi makroekonomi sedang tak pasti.

Meski begitu market mulai stabil dengan beberapa aset kripto mengalami lonjakan. Melansir CoinMarketCap pukul 14.00 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sudah mengalami peningkatan dan masuk zona hijau.

Contoh Bitcoin (BTC) yang nilainya naik 14,05% dalam sehari terakhir dan kini berada di $ 30.383,75. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) ikutan naik 17,26% ke $2.091,36 di waktu yang sama.

Ilustrasi market kripto anjlok.
Ilustrasi market kripto anjlok.

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Beberapa nilai altcoin lainnya pun tak lagi terjun bebas. Nilai BNB dan XRP masing-masing naik 35,09% dan 23,07%. Sementara itu, nilai USD Coin (USDC) dan Binance USD (BUSD) kompak melemah lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir.

“Sentimen negatif dampak dari drama stablecoin TerraUSD (UST) membuat pelaku pasar khawatir dan ragu atas kondisi pasar stablecoin dan pasar kripto pada umumnya yang terlalu volatil untuk saat ini. Ketakutan ini pun semakin bertambah setelah Menteri Keuangan AS, Janet Yellen dan The Fed kompak mengatakan bahwa stablecoin adalah risiko besar yang mengancam sektor keuangan,” jelas Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

Namun, secara keseluruhan investor masih kompak melakukan aksi jual dan melepas aset berisiko mengingat situasi makroekonomi sedang tak pasti. Kondisi inflasi Amerika Serikat masih akan terus menggentayangi ekonomi Negeri Paman Sam itu, sehingga mereka pun hijrah dari aset-aset volatil aman ke aset aman seperti Dolar AS.

“Laju inflasi yang melebihi proyeksi menyebabkan investor untuk melepas aset berisikonya. Hal ini ikut menghantam pasar aset kripto,” ungkap Afid.

Kondisi pasar kripto juga selaras dengan saham, pelaku pasar tampak kompak melepas saham sektor teknologi lantaran khawatir bahwa bank sentral AS, The Fed, bakal kembali mengetatkan kebijakan moneternya dengan agresif.

Continue Reading

Bitcoin News

Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin: Raksasa BlackRock, Citadel dan Gemini Dalangnya?

Published

on

stablecoin TerraUSD (UST).

Tragedi runtuhnya harga Terra (LUNA) dan TerraUSD (UST) membetot publik dunia, raksasa keuangan BlackRock, Citadel dan Gemini malah dituding jadi dalangnya. Begitu naifkah Do Kwon, jikalau rumor ini terbukti benar?

Harga Terra (LUNA) jatuh sejadi-jadi sebesar 99,66 persen dalam 24 jam terakhir, kini sekitar US$0,01487, berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat (13/5/2022) dini hari. Sedangkan stablecoin UST justru “labil”, turun lebih dari 42 persen di waktu yang sama, sekitar $ 0,3 saja. Ini situasi pelik nan rumit yang dimulai sejak 8 Mei 2022 lalu, bahkan blockchain Terra dipadamkan untuk sementara mulai kemarin. Sebelumnya, bursa kripto Binance dan Crypto.com sudah menangguhkan perdagangan aset yang terkait kedua kripto itu.

Sementara Do Kwon si Pendiri Terra jadi bulan-bulanan warganet pecinta kripto, karena dianggap gagal mengendalikan situasi, beredarlah kabar yang tak kalah derasnya, bahwa raksasa keuangan BlackRock, Citadel dan bursa kripto Gemini adalah dalang dan otak di balik kekacauan ini.

Pun lagi, terkuak pula masa lalu Do Kwon yang disebut oleh mantan karyawan Terraform Labs sebagai otak di balik proyek stablecoin yang gagal, yakni Basis Coin.

Lantas, mengapa rumor BlackRock, Citadel dan Gemini dituding sebagai penyebab utama dan bukan pihak Terralabs? Ini fakta-faktanya.

Baca Juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

Tragedi Terra (LUNA) Diduga Akibat Manipulasi Pasar Sistematis 3 Perusahaan Ini

Setidaknya ini semua berpangkal dari cuitan (lalu dihapus) Pendiri Cardano Charles Hoskinskon pada Rabu (11/5/2022) lalu. Ia mengunggah gambar berisikan teks tentang bagaimana cara ketiga perusahaan itu merusak harga Terra (LUNA) dan UST, termasuk Bitcoin secara sistematis. Gambar itu ia terlihat hasil screenshot dari aplikasi Telegram atas nama “Anna”.

Berikut ringkasan isinya: BlackRock dan Citadel meminjam 100 ribu BTC dari Gemini. Kedua perusahaan menukar (swap) 25 ribu BTC itu menjadi UST. Lalu menghubungi Do Kwon dan mengatakan ingin menjual banyak Bitcoin (BTC) menjadi UST.

Dengan alasan tak ingin mengguncang pasar Bitcoin dengan akan adanya transaksi jumbo itu, BlackRock dan Citadel meminta agar Do Kwon meminta potongan harga untuk UST itu. Kwon pun setuju dengan umpan itu dan mentransfer UST yang diminta, sehingga menekan tingkat likuiditas stablecoin itu.

Di titik itulah BlackRock dan Citadel menjual semua Bitcoin mereka, termasuk UST. Itulah yang menyebabkan slippage yang besar dan memicu efek domino yang memaksa tekanan jual kuat untuk kedua aset itu.

Pun lagi, baik BlackRock dan Citadel bahwa di aplikasi DeFi Anchor tersimpan banyak kripto Terra (LUNA) yang pada akhirnya mendorong pengguna menarik kripto mereka yang jumlahnya lebih besar daripada yang bisa diberikan oleh Anchor dalam imbalan.

Karena aksi jual kripto LUNA semakin deras, tidaklah heran UST kehilangan pasak utamanya dan menjadikan nilainya tak lagi 1 banding 1 lagi terhadap dolar AS.

BlackRock dan Citadel pun bisa membeli Bitcoin dengan harga diskon untuk membayar kembali pinjamannya kepada Gemini dan mengantongi selisihnya sebagai keuntungan. Ini jelas manipulasi pasar.

Baca juga: Portofolio Perusahaan Warren Buffett Ini Justru Berinvestasi di Perusahaan Kripto

Gemini dan BlackRock dan Sangkal Tuduhan Itu

Gemini yang didirikan oleh Winklevoss bersaudara itu pun langsung angkat bicara di Twitter dan menyangkal keras tuduhan itu.

Gemini menyangkal melakukan kesalahan dan secara tegas menyatakan, bahwa mereka tidak pernah memberikan pinjaman semacam itu kepada pihak mana pun yang disebutkan dalam screenshot yang beredar. 

“Kami membaca rumor yang merebak baru-baru ini, yang menggambarkan Gemini membuat pinjaman 100 ribu BTC ke perusahaan besar, membuat penjualan masif terhadap kripto LUNA. Gemini tidak pernah memberikan pinjaman seperti itu,” sebutnya.

BlackRock menyangkal lebih keras lagi. “Rumor bahwa BlackRock memiliki peran dalam runtuhnya UST adalah keliru. Kami tidak pernah menjual dan membeli UST,” kata Logan Koffler, juru bicara BlackRock kepada Forbes.

Kedua Perusahaan Semakin dalam di Bisnis Kripto

Baik BlackRock dan Citadel tak asing di bisnis kripto ini. BlackRock  misalnya memainakn sentimen pasar sejak tahun 2020 dengan memuji-muji keunggulan Bitcoin sebagai aset masa depan. Langkah terbaru BlackRock adalah berinvestasi di Circle sebesar $ 400 juta. Perusahaan penerbit stablecoin USDC ini dikelola oleh bersama dengan bursa kripto ternama asal AS, yakni Coinbase.

Sedangkan Citadel, pada Januari 2022, menerima investasi $ 1,15 miliar dari perusahaan ventura besar, yakni Sequoia Capital dan Paradigm, yang ingin menggunakan teknologi perusahaan untuk membawa kredibilitas ke pasar kripto.

Di atas itu semua, pertanyaan besarnya adalah, jika itu benar terjadi, apakah begitu naifnya seorang Do Kwon memakan umpan perusahaan yang sebagian rekam jejaknya juga hitam, seperti yang dipaparkan di sini?

Sumber

Continue Reading

Popular