Connect with us

Blockchain

Elon Musk Ingin Twitter Jadi Super App, Ada Fitur Pembayaran Kripto

Published

on

Elon Musk Ingin Twitter Jadi Super App, Ada Fitur Pembayaran Kripto

CEO Tesla, Elon Musk, memastikan proses akuisisi Twitter masih berlanjut. Bahkan, ia mengatakan, ingin platform media sosial itu menjadi aplikasi super (super app) yang memiliki fitur pembayaran seperti WeChat dari China.

Keinginan bos SpaceX ini disampaikan dalam podcast ‘All In’ dengan host Chamath Palihapitiya, Jason Calacanis, David Sacks, dan David Friedberg.

“Salah satu hal menarik yang muncul dalam roadmap produk Anda adalah kemungkinan Twitter menjadi semacam aplikasi super yang mendukung pembayaran, termasuk dengan Dogecoin,” kata Host Podcast All-In Jason Calacanis, dikutip Decrypt.

Musk kemudian menyinggung keunggulan WeChat. Menurutnya, WeChat memiliki model ideal untuk ditiru dan platform semacam ini bisa dikembangkan di luar China.

“Jika Anda berada di China, Anda seperti tinggal di dalam WeChat. (Aplikasi) itu melakukan segala hal. Fungsinya seperti Twitter, ditambah PayPal, ditambah banyak hal lainnya. Dan semuanya digabung menjadi satu antarmuka yang hebat. Ini benar-benar aplikasi yang luar biasa.” kata Musk.

Baca juga: Tanah Cluster Metaverse Pertama di Indonesia Laku Terjual Rp 150 Juta

Ia beranggapan tidak ada aplikasi seperti WeChat di luar China. Aplikasi ini bisa memberi para content creator pendapatan tambahan, misalnya dengan menggunggah video, sementara pengguna lain bisa memberikan komentar bebas spam.

Ia mengatakan, fitur pembayaran menggunakan kripto maupun fiat merupakan hal yang masuk akal untuk mewujudkan Twitter sebagai super app. Meski demikian, ia tidak memaksakan Twitter untuk berubah dan super app yang ia maksud bisa dikembangkan dari awal menjadi sebuah aplikasi baru.

“Ini bisa menjadi sesuatu yang baru, dan saya pikir aplikasi ini perlu ada. Ini harus menjadi platform yang terpercaya dan inklusif secara maksimal di mana orang dapat melakukan berbagai aktivitas digital,” ujar miliarder itu.

Baca juga: Jadi, Crypto Halal atau Haram? Ketahui Selengkapnya Berikut!

Perjalanan Musk Mengakuisisi Twitter

Musk secara resmi mengumumkan ketertarikannya untuk membeli Twitter pada April 2022. Ia bahkan telah memaparkan beberapa rencana termasuk membuat kode open source Twitter, menyediakan tombol “Edit” untuk cuitan, serta memerangi scam dan spam.

Ia juga mengungkapkan ide untuk menambahkan kripto meme Dogecoin (DOGE) sebagai alat pembayaran bagi pengguna layanan berlangganan premium Twitter. Musk dikenal sebagai penggemar nomor satu token DOGE.

Pada 25 April 2022, Dewan direksi Twitter menerima tawaran Musk untuk membeli seluruh saham perusahaan tersebut senilai $44 miliar. Beberapa investor juga ikut mendukung akuisisi tersebut secara finansial, salah satunya adalah perusahaan exchange kripto Binance.

Pekan lalu Musk menyatakan menunda akuisisi untuk menverifikasi klaim Twitter terkait akun palsu/spam. Twitter menyatakan hanya kurang dari 5% pengguna media sosial itu adalah spam.

Namun, Musk kemudian menyatakan bahwa sebanyak 20% akun Twitter merupakan akun palsu. Tidak menutup kemungkinan hal ini membuat ia menegosiasikan kembali kesepakatan akuisisi untuk bisa membayar dengan harga yang lebih rendah.

Baca juga: Founder Coinmetrics: Stablecoin Tetap Kuat, Kecuali UST

Sumber

Blockchain

Industri Kripto dan Blockchain Tetap Jadi Incaran Venture Capital

Published

on

Ilustrasi venture capital.

Industri aset kripto dan blockchain masih menjadi fokus utama para investor modal ventura atau Venture capital (VC), meski market sedang lesu. Bitcoin turun hampir 70% dari level tertingginya pada akhir tahun 2021, ketika VC menarik kembali investasi di sektor lain, aktivitasnya di startup kripto dan blockchain tetap sibuk seperti biasanya.

Menurut Dove Metrics, ada 160 investasi publik oleh VC kripto bulan Juli lalu dengan total pendanaan yang diraih mencapai US$ 1,91 miliar. JP Morgan mencatat sejauh ini pada tahun 2022, investasi VC di industri kripto dan blockchain telah mencapai US$ 18,3 miliar. Itu hampir tiga kali lipat jumlah yang diinvestasikan pada tahun 2020.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan walau market aset kripto tengah bearish, minat pemodal untuk mendanai startup atau proyek blockchain masih tinggi. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menentukan startup atau proyek kredibel dan memiliki fundamental yang kuat untuk diinvestasikan.

Crypto winter tidak menumpulkan selera investasi venture capital. Saya melihat modal tersedia dan bisa digunakan untuk investasi di startup kripto atau blockchain lainnya. Namun, beberapa VC kini lebih selektif untuk menentukan startup atau proyek mana yang akan mereka danai,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

Investor Bakal Kalibrasi ulang fokus

Menurut Manda, saat ini VC akan semakin fokus untuk melakukan due diligence yang ketat dalam membuat keputusan menggelontorkan dana mereka. Perubahan perilaku VC ini sedikit berpengaruh melihat kondisi market dan risiko ekosistem kripto dan blockchain yang masih pada masa tahap awal perkembangan.

Pergeseran fokus ini berbeda pada bulan dan tahun sebelumnya, fakta bahwa satu atau lebih dana VC telah diinvestasikan dalam sebuah startup atau proyek yang biasanya cukup melihat perkembangan dari lonjakan nilai token kripto dalam ekosistemnya. Namun, saat ini tidak menjalankan metode seperti itu lagi.

“Saat ini VC harus lebih berhati-hati dalam melakukan pendanaan ke startup atau proyek kripto maupun blockchain. Banyak dari mereka telah melihat nilai investasi dan reputasi bisa anjlok, karena proyek yang mereka promosikan secara aktif mengalami kegagalan, seperti kasus Terra yang menghantam seluruh industri kripto,” jelasnya.

Ilustrasi startup. Foto: Pixabay.
Ilustrasi startup. Foto: Pixabay.

Baca juga: BlackRock Mantap Masuk ke Market Kripto Incar Investor Kaya

Banyak Institusi Masuk Industri Kripto dan Blockchain

Tidak hanya VC, perusahaan besar atau institusi lainnya juga mulai mantap memasuki industri kripto dan blockchain. Terbaru BlackRock yang kini siap memberikan klien investor institusionalnya mereka akses ke investasi aset kripto.

Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa perusahaan besar yang sedang menjajaki pengembangan bisnis dengan memanfaatkan teknologi blockchain yang memiliki keunggulan transparansi, kecepatan transfer data, tingkat keamanan yang tinggi dan interoperabilitas.

“Saat ini ada beberapa perusahaan besar dari berbagai sektor, mulai industri hiburan, media hingga perbankan di Indonesia yang bersama kami melakukan pendekatan kerja sama untuk meningkatkan bisnis mereka melalui pemanfaatan blockchain. Jadi, meski market kripto secara khusus sedang lesu, teknologi backbone-nya, yaitu blockchain masih menjanjikan untuk jangka panjang. Ini seperti revolusi internet di tahun 1990-an lalu,” pungkas Manda.

Continue Reading

Blockchain

Peretasan Jaringan Wallet Solana Bisa Bikin Market Kripto Anjlok?

Published

on

Ilustrasi Solana. Sumber: Getty Images.

Industri aset kripto tengah bergejolak pasca peretasan yang terjadi pada jaringan Solana. Pada Rabu (3/8) dilaporkan terjadi peretasan di jaringan Solana yang setidaknya ada lebih dari 8.000 crypto wallet terkena dampak dan total hampir US$ 7 juta telah diambil oleh hacker.

Banyak investor yang bertanya-tanya apakah peristiwa ini akan membuat market kripto anjlok, seperti yang terjadi pada kasus keruntuhan ekosistem Luna?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan peretasan pada jaringan atau wallet yang berkaitan dengan Solana sudah sering terjadi. Namun, dampaknya untuk market kripto secara keseluruhan masih kecil dan perlu diketahui secara detail kejadian ini hanya mempengaruhi crypto wallet desentralisasi dan dibeberapa platform saja.

“Untuk Solana, hal ini merupakan kejadian yang sudah sering dialami di jaringan Solana. Investor menanggapi ini masih menjadi hal yang wajar terjadi dan mungkin tidak akan sebesar Terra LUNA nantinya,” jelas Afid.

Solana Hacker House in Miami (Danny Nelson/CoinDesk)
Solana Hacker House in Miami (Danny Nelson/CoinDesk)

Baca juga: RansVerse dan Kaabaverse Berkolaborasi Hadirkan Simulasi Umrah & Haji di Metaverse

Investor Diminta Tetap Waspada

Peristiwa peretasan Solana sebagian besar berdampak khusus untuk pengguna crypto wallet di platform Phantom dan Slope. Sepertinya, ini adalah serangan yang direncanakan dan diperhitungkan sebelumnya. Jadi penyerang sepertinya seseorang yang sudah tahu tentang sistem dan polanya.

Kerentanan juga dilaporkan terjadi pada sistem private keys yang mampu dikompromikan. Jadi pada catatan itu beberapa orang benar-benar menjadi korban, seperti pada mereka yang menggunakan wallet untuk terhubung ke NFT ke layanan pihak ketiga lainnya. Hal semacam itu membuka pintu peretasan terjadi.

“Pakar keamanan siber telah menduga bahwa itu mungkin kerentanan dalam wallet software, bukan blockchain Solana itu sendiri, yang setidaknya akan melegakan bagi sebagian orang. Pembaruan terakhir wallet yang mungkin terdampak tidak terbatas pada Solflare, Trust Wallet, Phantom, dan Slope,” jelasnya.

Holder SOL di Centralized Exchange (CEX) dan cold wallet tidak terkena dampaknya, bahkan investor SOL yang menyimpan dana di DEX diimbau untuk memindahkan ke CEX. Investor perlu paham bahwa pasar kripto menjadi target populer bagi peretas. Lebih penting lagi bagi investor untuk melindungi dana mereka di lingkungan yang berisiko.

Ilustrasi jaringan Solana.
Ilustrasi jaringan Solana.

Baca juga: Jaringan Solana Diretas, Dana Investor Diminta Transfer ke CEX

Harga Solana (SOL) Bisa Terpengaruh

Keterkaitan terhadap harga dari koin Solana (SOL) tentu saja memiliki korelasi, sebab dengan adanya peretasan ini investor mulai mengurangi kepercayaannya terhadap jaringan Solana.

“Hal yang terjadi seperti pemadaman jaringan sebelumnya pada tahun 2021, impact ke koin SOL mengalami penurunan hingga puluhan persen dalam kurun waktu 24 jam. tapi setelah jaringan dinyalakan kembali, harga dan kepercayaan investor berangsur bertambah dan membuat harga SOL mengalami kenaikan setelahnya,” ungkap Afid.

Investor perlu wait and see untuk melihat pergerakan SOL lebih lama lagi, karena hingga saat ini geraknya masih naik-turun. Solana dengan cepat didorong kembali setelah harganya mencoba bergerak di atas resistance kunci di US$ 44. Harga sekarang jatuh menuju support kunci di US$ 35.

Continue Reading

Blockchain

Cara Mudah Main Rising Force NFT, Game Penghasil Bitcoin Terkini

Published

on

Cara main Rising Force NFT, game penghasil aset kripto terkini. Sumber: Rising Force NFT.

Game klasik, Rising Force Online bangkit kembali dengan menambahkan fitur Play-To-Earn untuk mendapatkan aset kripto sebagai hadiah dalam permainan. Rebranding game ini muncul dengan nama Rising Force NFT.

Secara konsep Rising Force NFT adalah game MMORPG 3D yang diatur dalam suasana sci-fi dan terintegrasi dengan jaringan BNB Chain. Ide utama dari proyek ini adalah untuk menciptakan lingkungan di mana para gamer dapat mem-posting dan fokus melakukan apa yang mereka inginkan.

CEO CCR, Yoon Seok-ho, menjelaskan game Rising Force akan dikelola dan didistribusikan langsung melalui perusahaan pengembang khusus RF Online CCR. Mereka ingin fokus menyediakan layanan kepada para gamers di seluruh dunia.

Cara main Rising Force NFT, game penghasil aset kripto terkini. Sumber: Rising Force NFT.
Cara main Rising Force NFT, game penghasil aset kripto terkini. Sumber: Rising Force NFT.

Baca juga: RansVerse dan Kaabaverse Berkolaborasi Hadirkan Simulasi Umrah & Haji di Metaverse

Pemain Rising Force NFT Bisa Dapat Token Kripto

CCR memiliki rencana untuk membuka program “Battle Coin Server”, server yang akan terintegrasi secara global untuk RF Online. Dengan peluncuran program ini, CCR akan bekerja sama dengan banyak perusahaan di 34 negara di seluruh dunia.

Server Battle Coin akan memiliki sistem baru yang disebut “Season Race”, yang merupakan sistem persaingan ketat di mana pemain dapat memperoleh koin berupa token kripto melalui melakukan berbagai misi.

Pemain dapat memperoleh aset kripto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) melalui Airdrop berdasarkan Battle Coins yang mereka peroleh setelah menyelesaikan misi di akhir setiap musim.

Tidak hanya itu, pengembang juga merencanakan layanan ini dalam jangka panjang. Untuk roadmap-nya sendiri dalam waktu dekat mereka bakal rilis di publik untuk versi mobile dengan menggandeng Netmarble.

Baca juga: Epic Games Diblokir Kominfo, Kamu Bisa Main Game Ini Dapat Hadiah Bitcoin

Cara Main Rising Force NFT

Hal pertama yang mesti kamu lakukan adalah mengunjungi situs https://risingforcenft.com/download/. Lalu, download game yang kemudian bisa instal di perangkat komputer atau PC dengan sistem operasi Windows.

Selanjutnya, buat akun dan memulai permainan dengan menjelajah dunia Rising Force NFT. Season Race para pemain akan bersaing dalam kompetisi untuk berhasil dalam misi dan peringkat menerima Battle Coins.

Selain itu, ada mode Level-Up, Enchant dan Mine Races di mana Battle Coins yang diperoleh setiap pemain, akan berpartisipasi dalam airdrop yang menghadiahinya dengan BTC dan ETH di akhir musim.

Continue Reading

Popular