Connect with us

Blockchain

Jadi, Crypto Halal atau Haram? Ketahui Selengkapnya Berikut!

Published

on

crypto halal atau haram di mata agama islam

Akhir-akhir ini, crypto sedang menjadi pembicaraan hangat. Topik yang berkaitan dengan crypto selalu menjadi pembahasan menarik. Salah satunya adalah mengenai apakah crypto halal atau haram.

Hal ini sebenarnya tidak mengherankan. Beberapa instansi pemerintahan dunia memang belum punya aturan yang jelas mengenai crypto. Komisi Layanan Keuangan Amerika Serikat bahkan baru menetapkan regulasi crypto pada 2020. Itu pun masih terus mengalami perubahan karena sifat crypto yang dinamis.

Pemerintah Indonesia sendiri telah mengumumkan daftar mata uang crypto yang diakui. Di samping itu, aset kripto juga dikenai PPh (Pajak Penghasilan) dan PPN (Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68 Tahun 2022 (mulai berlaku sejak 1 Mei 2022). Lalu, bagaimana dengan hukum Islam, apakah crypto halal atau haram?

Crypto, Halal atau Haram?

Sebenarnya, masih terdapat perbedaan pendapat mengenai crypto dari para pakar syariat Islam. Beberapa lembaga menganggap penggunaannya haram, tapi ada juga yang menilainya halal. Jika menyesuaikan dengan ajaran dalam syariat Islam, memang ada beberapa aspek dalam crypto yang masih sulit untuk ditetapkan. Berikut beberapa pendapat dari para ahli mengenai halal atau haramnya crypto.

Alasan Crypto Dianggap Haram

Salah satu lembaga yang menilai crypto haram adalah Dar al-Ifta Mesir. Menurut Grand Mufti Mesir, Sheikh Shawki Allam, crypto haram karena mengandung unsur risiko penipuan, kurangnya pengetahuan, dan kecurangan.

Lembaga lain yang mengharamkan crypto adalah Direktorat Urusan Agama Turki. Pada 2017 lalu, instansi yang juga disebut Diyanet tersebut mengumumkan bahwa investasi mata uang crypto dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama Islam karena mengandung unsur spekulasi dalam mengukur nilainya.

Alasan Crypto Dianggap Halal

Perdebatan crypto halal atau haram memang masih bergulir hingga saat ini. Selain lembaga dan pakar yang menganggap haram, ada juga yang berpendapat bahwa mata uang crypto halal. Pendapat yang menyatakan kehalalan aset digital tersebut datang dari Darul Uloom Zakariyya.

Darul Uloom Zakariyya merupakan sebuah universitas Islam yang berada di Afrika Selatan. Para pakar ekonomi syariah di universitas tersebut menilai bahwa penggunaan crypto termasuk halal. Namun, perlu diingat, kehalalan tersebut juga harus menimbang beberapa aspek. Crypto akan berubah menjadi haram jika penggunaannya bertentangan dengan kaidah syariat Islam.

Baca juga: Amankan Masa Depan Anda dengan Investasi Bitcoin

Bagaimana Pernyataan MUI Terkait Crypto Halal atau Haram?

ilustrasi membeli bitcoin

Lalu, bagaimana dengan Indonesia sendiri? Sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia, Indonesia tentu memiliki lembaga yang khusus mengatur halal-haramnya suatu hal. Lembaga yang memiliki kewenangan tersebut adalah MUI atau Majelis Ulama Indonesia.

MUI sendiri sebenarnya sudah mengeluarkan fatwa mengenai penggunaan crypto. Fatwa hukum crypto telah disetujui dan disahkan pada gelaran Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI VII pada 9-11 November 2021 lalu. Dalam kegiatan rutin tiga tahunan tersebut, MUI menetapkan tiga aturan mengenai crypto, yaitu:

  1. Crypto dianggap haram jika dipergunakan sebagai mata uang. Sebab, crypto memiliki sifat dharar atau mengandung potensi kerugian. Di samping itu, crypto juga dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan juga Peraturan Bank Indonesia Nomor 17 Tahun 2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Crypto dianggap halal jika dipergunakan sebagai aset atau komoditi digital selama memenuhi syarat sebagai sil’ah (sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan manusia dan mengandung manfaat). Aset digital tersebut sah untuk diperjualbelikan.
  3. Crypto yang tidak memenuhi syarat sebagai sil’ah secara syar’i maka dianggap tidak sah untuk diperjualbelikan. Aset yang dianggap tidak bisa menjadi sil’ah berarti mengandung unsur gharar (ketidakpastian), dharar (kerugian), dan qimar (transaksi yang tidak baik).

Dari sini, pertanyaan mengenai crypto halal atau haram pun telah terjawab. Mengikuti fatwa MUI, hukum crypto mengikuti penggunaannya. Jika crypto dijadikan mata uang, maka dianggap haram. Namun, diperbolehkan untuk menggunakan crypto sebagai aset digital yang diperjualbelikan asal telah memenuhi syarat sebagai sil’ah.

Baca juga: Apakah Bitcoin Aman? Inilah Status Legalitasnya di Indonesia

Peredaran crypto sebagai aset digital sendiri diawasi ketat oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti. Lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan tersebut memastikan bawa aset crypto yang beredar legal di Indonesia memiliki underlying jelas sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tertarik untuk mulai investasi aset crypto? Tokocrypto adalah jawabannya. Di Tokocrypto, Anda bisa menemukan aset crypto yang legal dan tentunya memenuhi syarat yang ditetapkan oleh MUI. Masih ragu? Anda bisa mempelajari crypto terlebih dulu di portal informasi Tokonews. Semoga artikel ini dapat menjawab pertanyaan Anda mengenai ketentuan crypto halal atau haram. 

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait dunia kripto, Anda bisa mendaftarkan diri Anda di Tokocrypto dan gabung di komunitas Tokocrypto di Telegram dan Discord sekarang juga! 

Blockchain

Industri Kripto dan Blockchain Tetap Jadi Incaran Venture Capital

Published

on

Ilustrasi venture capital.

Industri aset kripto dan blockchain masih menjadi fokus utama para investor modal ventura atau Venture capital (VC), meski market sedang lesu. Bitcoin turun hampir 70% dari level tertingginya pada akhir tahun 2021, ketika VC menarik kembali investasi di sektor lain, aktivitasnya di startup kripto dan blockchain tetap sibuk seperti biasanya.

Menurut Dove Metrics, ada 160 investasi publik oleh VC kripto bulan Juli lalu dengan total pendanaan yang diraih mencapai US$ 1,91 miliar. JP Morgan mencatat sejauh ini pada tahun 2022, investasi VC di industri kripto dan blockchain telah mencapai US$ 18,3 miliar. Itu hampir tiga kali lipat jumlah yang diinvestasikan pada tahun 2020.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan walau market aset kripto tengah bearish, minat pemodal untuk mendanai startup atau proyek blockchain masih tinggi. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menentukan startup atau proyek kredibel dan memiliki fundamental yang kuat untuk diinvestasikan.

Crypto winter tidak menumpulkan selera investasi venture capital. Saya melihat modal tersedia dan bisa digunakan untuk investasi di startup kripto atau blockchain lainnya. Namun, beberapa VC kini lebih selektif untuk menentukan startup atau proyek mana yang akan mereka danai,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

Investor Bakal Kalibrasi ulang fokus

Menurut Manda, saat ini VC akan semakin fokus untuk melakukan due diligence yang ketat dalam membuat keputusan menggelontorkan dana mereka. Perubahan perilaku VC ini sedikit berpengaruh melihat kondisi market dan risiko ekosistem kripto dan blockchain yang masih pada masa tahap awal perkembangan.

Pergeseran fokus ini berbeda pada bulan dan tahun sebelumnya, fakta bahwa satu atau lebih dana VC telah diinvestasikan dalam sebuah startup atau proyek yang biasanya cukup melihat perkembangan dari lonjakan nilai token kripto dalam ekosistemnya. Namun, saat ini tidak menjalankan metode seperti itu lagi.

“Saat ini VC harus lebih berhati-hati dalam melakukan pendanaan ke startup atau proyek kripto maupun blockchain. Banyak dari mereka telah melihat nilai investasi dan reputasi bisa anjlok, karena proyek yang mereka promosikan secara aktif mengalami kegagalan, seperti kasus Terra yang menghantam seluruh industri kripto,” jelasnya.

Ilustrasi startup. Foto: Pixabay.
Ilustrasi startup. Foto: Pixabay.

Baca juga: BlackRock Mantap Masuk ke Market Kripto Incar Investor Kaya

Banyak Institusi Masuk Industri Kripto dan Blockchain

Tidak hanya VC, perusahaan besar atau institusi lainnya juga mulai mantap memasuki industri kripto dan blockchain. Terbaru BlackRock yang kini siap memberikan klien investor institusionalnya mereka akses ke investasi aset kripto.

Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa perusahaan besar yang sedang menjajaki pengembangan bisnis dengan memanfaatkan teknologi blockchain yang memiliki keunggulan transparansi, kecepatan transfer data, tingkat keamanan yang tinggi dan interoperabilitas.

“Saat ini ada beberapa perusahaan besar dari berbagai sektor, mulai industri hiburan, media hingga perbankan di Indonesia yang bersama kami melakukan pendekatan kerja sama untuk meningkatkan bisnis mereka melalui pemanfaatan blockchain. Jadi, meski market kripto secara khusus sedang lesu, teknologi backbone-nya, yaitu blockchain masih menjanjikan untuk jangka panjang. Ini seperti revolusi internet di tahun 1990-an lalu,” pungkas Manda.

Continue Reading

Blockchain

Peretasan Jaringan Wallet Solana Bisa Bikin Market Kripto Anjlok?

Published

on

Ilustrasi Solana. Sumber: Getty Images.

Industri aset kripto tengah bergejolak pasca peretasan yang terjadi pada jaringan Solana. Pada Rabu (3/8) dilaporkan terjadi peretasan di jaringan Solana yang setidaknya ada lebih dari 8.000 crypto wallet terkena dampak dan total hampir US$ 7 juta telah diambil oleh hacker.

Banyak investor yang bertanya-tanya apakah peristiwa ini akan membuat market kripto anjlok, seperti yang terjadi pada kasus keruntuhan ekosistem Luna?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan peretasan pada jaringan atau wallet yang berkaitan dengan Solana sudah sering terjadi. Namun, dampaknya untuk market kripto secara keseluruhan masih kecil dan perlu diketahui secara detail kejadian ini hanya mempengaruhi crypto wallet desentralisasi dan dibeberapa platform saja.

“Untuk Solana, hal ini merupakan kejadian yang sudah sering dialami di jaringan Solana. Investor menanggapi ini masih menjadi hal yang wajar terjadi dan mungkin tidak akan sebesar Terra LUNA nantinya,” jelas Afid.

Solana Hacker House in Miami (Danny Nelson/CoinDesk)
Solana Hacker House in Miami (Danny Nelson/CoinDesk)

Baca juga: RansVerse dan Kaabaverse Berkolaborasi Hadirkan Simulasi Umrah & Haji di Metaverse

Investor Diminta Tetap Waspada

Peristiwa peretasan Solana sebagian besar berdampak khusus untuk pengguna crypto wallet di platform Phantom dan Slope. Sepertinya, ini adalah serangan yang direncanakan dan diperhitungkan sebelumnya. Jadi penyerang sepertinya seseorang yang sudah tahu tentang sistem dan polanya.

Kerentanan juga dilaporkan terjadi pada sistem private keys yang mampu dikompromikan. Jadi pada catatan itu beberapa orang benar-benar menjadi korban, seperti pada mereka yang menggunakan wallet untuk terhubung ke NFT ke layanan pihak ketiga lainnya. Hal semacam itu membuka pintu peretasan terjadi.

“Pakar keamanan siber telah menduga bahwa itu mungkin kerentanan dalam wallet software, bukan blockchain Solana itu sendiri, yang setidaknya akan melegakan bagi sebagian orang. Pembaruan terakhir wallet yang mungkin terdampak tidak terbatas pada Solflare, Trust Wallet, Phantom, dan Slope,” jelasnya.

Holder SOL di Centralized Exchange (CEX) dan cold wallet tidak terkena dampaknya, bahkan investor SOL yang menyimpan dana di DEX diimbau untuk memindahkan ke CEX. Investor perlu paham bahwa pasar kripto menjadi target populer bagi peretas. Lebih penting lagi bagi investor untuk melindungi dana mereka di lingkungan yang berisiko.

Ilustrasi jaringan Solana.
Ilustrasi jaringan Solana.

Baca juga: Jaringan Solana Diretas, Dana Investor Diminta Transfer ke CEX

Harga Solana (SOL) Bisa Terpengaruh

Keterkaitan terhadap harga dari koin Solana (SOL) tentu saja memiliki korelasi, sebab dengan adanya peretasan ini investor mulai mengurangi kepercayaannya terhadap jaringan Solana.

“Hal yang terjadi seperti pemadaman jaringan sebelumnya pada tahun 2021, impact ke koin SOL mengalami penurunan hingga puluhan persen dalam kurun waktu 24 jam. tapi setelah jaringan dinyalakan kembali, harga dan kepercayaan investor berangsur bertambah dan membuat harga SOL mengalami kenaikan setelahnya,” ungkap Afid.

Investor perlu wait and see untuk melihat pergerakan SOL lebih lama lagi, karena hingga saat ini geraknya masih naik-turun. Solana dengan cepat didorong kembali setelah harganya mencoba bergerak di atas resistance kunci di US$ 44. Harga sekarang jatuh menuju support kunci di US$ 35.

Continue Reading

Blockchain

Cara Mudah Main Rising Force NFT, Game Penghasil Bitcoin Terkini

Published

on

Cara main Rising Force NFT, game penghasil aset kripto terkini. Sumber: Rising Force NFT.

Game klasik, Rising Force Online bangkit kembali dengan menambahkan fitur Play-To-Earn untuk mendapatkan aset kripto sebagai hadiah dalam permainan. Rebranding game ini muncul dengan nama Rising Force NFT.

Secara konsep Rising Force NFT adalah game MMORPG 3D yang diatur dalam suasana sci-fi dan terintegrasi dengan jaringan BNB Chain. Ide utama dari proyek ini adalah untuk menciptakan lingkungan di mana para gamer dapat mem-posting dan fokus melakukan apa yang mereka inginkan.

CEO CCR, Yoon Seok-ho, menjelaskan game Rising Force akan dikelola dan didistribusikan langsung melalui perusahaan pengembang khusus RF Online CCR. Mereka ingin fokus menyediakan layanan kepada para gamers di seluruh dunia.

Cara main Rising Force NFT, game penghasil aset kripto terkini. Sumber: Rising Force NFT.
Cara main Rising Force NFT, game penghasil aset kripto terkini. Sumber: Rising Force NFT.

Baca juga: RansVerse dan Kaabaverse Berkolaborasi Hadirkan Simulasi Umrah & Haji di Metaverse

Pemain Rising Force NFT Bisa Dapat Token Kripto

CCR memiliki rencana untuk membuka program “Battle Coin Server”, server yang akan terintegrasi secara global untuk RF Online. Dengan peluncuran program ini, CCR akan bekerja sama dengan banyak perusahaan di 34 negara di seluruh dunia.

Server Battle Coin akan memiliki sistem baru yang disebut “Season Race”, yang merupakan sistem persaingan ketat di mana pemain dapat memperoleh koin berupa token kripto melalui melakukan berbagai misi.

Pemain dapat memperoleh aset kripto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) melalui Airdrop berdasarkan Battle Coins yang mereka peroleh setelah menyelesaikan misi di akhir setiap musim.

Tidak hanya itu, pengembang juga merencanakan layanan ini dalam jangka panjang. Untuk roadmap-nya sendiri dalam waktu dekat mereka bakal rilis di publik untuk versi mobile dengan menggandeng Netmarble.

Baca juga: Epic Games Diblokir Kominfo, Kamu Bisa Main Game Ini Dapat Hadiah Bitcoin

Cara Main Rising Force NFT

Hal pertama yang mesti kamu lakukan adalah mengunjungi situs https://risingforcenft.com/download/. Lalu, download game yang kemudian bisa instal di perangkat komputer atau PC dengan sistem operasi Windows.

Selanjutnya, buat akun dan memulai permainan dengan menjelajah dunia Rising Force NFT. Season Race para pemain akan bersaing dalam kompetisi untuk berhasil dalam misi dan peringkat menerima Battle Coins.

Selain itu, ada mode Level-Up, Enchant dan Mine Races di mana Battle Coins yang diperoleh setiap pemain, akan berpartisipasi dalam airdrop yang menghadiahinya dengan BTC dan ETH di akhir musim.

Continue Reading

Popular