Connect with us

Altcoin News

Inilah Serba-Serbi Serta Keunikan dari Blockchain VeChain

Published

on

konsep token vechain vet

VeChain adalah sebuah perusahaan yang menghadirkan solusi bisnis berbasis blockchain yang dikenal dengan VeChainThor dan memiliki token sendiri yakni VET. Blockchain ini tengah mendapat sorotan berkat aplikasi teknologi hingga harga mata uang kripto VET yang mengalami peningkatan signifikan.

Mengutip dari Coinmarketcap, VeChain memiliki visi mendigitalisasi operasi bisnis dan menciptakan solusi nyata menggunakan teknologi smart contract mereka.

Dengan teknologi VeChain, setiap produk memiliki identitas unik yang dapat dilacak.

Yang dapat membantu brand mengidentifikasi keaslian suatu produk sehingga meminimalisir pemalsuan dan penipuan. 

Saat ini, teknologi blockchain yang diimplementasikan untuk manajemen rantai pasokan oleh berbagai industri seperti produksi kendaraan hingga produksi anggur.

Teknologi blockchain ini mendukung berbagai decentralized app (DApps) mulai dari yang bersifat privat hingga aplikasi yang sifatnya publik. 

Baca juga: Kenali Jenis-jenis Investasi Decentralized Finance (DeFi)

Siapa Pendiri VeChain

Didirikan oleh Sunny Lu, yang merupakan mantan Chief Information Officer (CIO) Louis Vuitton Tiongkok. Dengan latar belakangnya bekerja di industri fashion high-end, beliau berfokus pada menciptakan teknologi blockchain yang dapat memecahkan masalah transparansi. 

Di samping itu, untuk memantau, mengelola, dan juga mengembangkan kemajuan ekosistemnya, didirikanlah sebuah entitas non-profit di Singapura bernama VeChain Foundation. Foundation ini didirikan memantau perkembangan dan kemajuan ekosistemnya.

Bagaimana Cara Kerja VeChain?

VeChain dikategorikan sebagai Blockchain-as-a-Service (BaaS) yang ditujukan untuk menciptakan solusi bisnis dengan teknologi blockchain. Dengan memanfaatkan teknologi VeChainThor blockchain, sebuah ledger platform smart contract yang mengunggulkan kecepatan dan pengaplikasian yang umum.

gambaran konsep blockchain

Platform yang mengaplikasikan algoritma konsensus unik yang dikenal dengan istilah Proof of Authority (PoA) yang berfungsi mengelola blockchain dan mengamankan transaksi.

VeChain menggunakan sistem two-token economy untuk memisahkan beban operasional. 

Adapun 2 Token yang beredar, yakni VeChain (VET), yang merupakan unit transaksi utama yang digunakan dalam ekosistemnya

Yang kedua yaitu VeChainThor (VTHO) yang digunakan untuk membayarkan biaya gas yang termasuk biaya transaksi dan smart-contract

Hal ini ditujukan agar bisnis yang mengaplikasikan teknologi blockchain ini dapat mengukur beban operasional dengan lebih pasti dan mengurangi spekulasi dari volatilitas pasar.

Produk utamanya dikenal dengan nama VeChain ToolChain. Aplikasi blockchain ini memiliki berbagai fitur yakni, Blockchain-as-a-Service (BaaS), Platform-as-a-Service (PaaS), dan Software-as-a-Service (SaaS) yang ditujukan untuk membantu bisnis berskala kecil dan besar membangun solusi bertenaga blockchain dengan lebih cepat. 

Baca juga: Serba-Serbi Blockchain dan 5 Karakteristik Utamanya

Apa Keunikan VeChain?

Platform ini ditujukan untuk menciptakan solusi nyata bagi bisnis yang ingin meningkatkan efisiensi pengelolaan operasi bisnis mereka. 

Demi mencapai tujuan tersebut, VeChain mengembangkan berbagai fitur yang membuat blockchain ini unik, meliputi:

1. Fee Delegation Protocol (VIP 191)

Teknologi fee delegation protocol dari VeChain memungkinkan bagi sebuah perusahaan untuk menempatkan gas fee ke akun gas tertentu. 

Perusahaan dapat menggunakan platform VeChain dan menggunakan layanan digital lainnya, di mana mereka hanya perlu membayarkan data yang mereka gunakan atau ciptakan. Perusahaan tidak perlu mengelola aspek kripto secara mandiri meski menggunakan teknologi Blockchain.

2. Turnkey Offerings

Membangun solusi blockchain adalah sebuah tantangan besar bagi sebuah perusahaan, yang mana mengharuskan perusahaan untuk mempekerjakan blockchain engineer, smart contract developer, ahli keamanan komputer, dan lain sebagainya.

Menyadari kesulitan ini, VeChain menciptakan sebuah solusi di mana perusahaan dapat memanfaatkan perangkat lunak turnkey dan solusi perangkat keras yang dapat diaplikasikan dengan mudah. Hal ini mempercepat proses digitalisasi bisnis dengan biaya serendah mungkin.

3. Efisiensi yang tinggi

Berbeda dengan blockchain yang memiliki teknologi smart contract lainnya, platform VeChainThor dinilai sangat efisien dan menggunakan sedikit energi dibanding kompetitornya, dengan keamanan yang setingkat. VeChain menuturkan bahwa penggunaan blockchain mereka dalam satu tahun hanya membutuhkan 2.4% dari energi untuk menciptakan satu Bitcoin.

Apakah kamu tertarik menggunakan VeChain untuk mendukung digitalisasi bisnismu? Temukan berbagai artikel terkait penerapan teknologi blockchain untuk bisnis di sini

Tetap up to date soal dunia kripto dengan mengikuti media sosial Tokocrypto: Instagram & Twitter. Kamu juga bisa ikut berdiskusi dengan investor lainnya di komunitas Discord kami, join melalui link berikut.

Altcoin News

Apa Itu Kripto pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD)?

Published

on

Ilustrasi aset kripto pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD).

Dua aset kripto pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD) memiliki utilitas yang cukup baik. Keduanya punya project yang masih berkutat di dunia keuangan desentralisasi (DeFi).

Singkatnya, pNetwork memungkinkan penerbitan aset dengan komposisi lintas blockchain atau pToken, menggunakan Trusted Execution Environments (TEEs) dan jaringan yang didukung MPC untuk mengamankan aset dasar. Kemudian, Komodo adalah platform rantai pintar terbuka, dibangun di atas infrastruktur multi-rantai.

Penasaran dengan pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD)? So, mari berkenalan lebih jauh dengan kedua aset kripto tersebut yang sudah listing di Tokocrypto.

pNetwork (PNT)

Apa Itu Kripto pNetwork (PNT)?

pNetwork adalah protokol open-source multi-chain untuk menyediakan interoperabilitas di berbagai jaringan blockchain independen. Fungsionalitas lintas-blockchain ini memungkinkan, misalnya, pelepasan tokenwrapped” disebut pTokens yang bergantung pada pemeliharaan peg 1-to-1 di antara blockchain asli dan blockchain host (misalnya Bitcoin yang dibungkus untuk beroperasi pada blockchain Ethereum).

Proyek pNetwork diluncurkan pada akhir 2019 (awalnya disebut pTokens) sebagai solusi lintas rantai yang menghubungkan beberapa blockchain dan aset. Platform ini pernah menjadi solusi penghubung lintas rantai pertama yang menghubungkan Bitcoin dan Ethereum yang diproduksi langsung pada 5 Maret 2020.

Ilustrasi aset kripto pNetwork (PNT)
Ilustrasi aset kripto pNetwork (PNT).

Baca juga: Kenal Dekat Kripto Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR)

Project ini diikuti dengan peluncuran berbagai koneksi lintas rantai lainnya untuk memungkinkan pergerakan aset, NFT dan data lintas ekosistem. Saat ini, pNetwork memperkuat koneksi di lebih dari 15 jaringan (termasuk beberapa lingkungan blockchain yang sangat berbeda dan jaringan penskalaan Ethereum). Secara paralel, protokol mengalami evolusi selanjutnya dengan tujuan membuat sistem semakin terdesentralisasi.

Dengan dirilisnya pNetwork V2, pToken menjadi dapat dipertukarkan di seluruh rantai, yang berarti pengguna akan dapat memindahkan pToken mereka secara langsung ke semua rantai yang didukung tanpa perlu kembali ke blockchain asli.

Selain itu, jaringan yang telah di-upgrade ini bisa juga untuk peluncuran NFT dan transfer lintas rantai serta interaksi smart contract. Protokol telah memproses transaksi dengan nilai lebih dari 1 miliar.

Apa yang Membuat pNetwork (PNT) Unik?

Token pNetwork (PNT) berfungsi sebagai token tata kelola untuk pNetwork DAO. Kripto ini bisa jadi utilitas staking untuk node pNetwork dan rewards untuk layanan yang ditawarkan oleh node ini.

Sebagai arsitektur yang mendasari pToken, pNetwork menyediakan dasar untuk sistem yang benar-benar terdesentralisasi, dan pada kenyataannya, merupakan realisasi dari tujuan desentralisasi progresif. Jaringan ini juga merupakan peningkatan dari model awal karena memperkuat keamanan jembatan pToken, sekaligus meminimalkan berbagai risiko, karena jaringan didukung oleh banyak pihak.

Ilustrasi aset kripto pNetwork (PNT)
Ilustrasi aset kripto pNetwork (PNT).

Baca juga: Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

Token pNetwork (PNT) akan diperkenalkan ke sistem sebagai cara untuk menerapkan tata kelola berbasis komunitas dan sebagai insentif bagi aktor dalam jaringan untuk menjalankan peran mereka.

Token PNT mewakili elemen kunci dari sistem karena menyelaraskan insentif untuk semua peserta. Faktanya, PNT dimanfaatkan secara internal oleh sistem pTokens untuk memungkinkan operasi bagi validator dan anggota DAO.

Peringkat PNT di situs CoinMarketCap pada Rabu (6/7) jam 08.00 WIB adalah #692, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 12.209.750. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 57.038.684 koin PNT dan maksimal pasokan 87.984.177 koin PNT.

Komodo (KMD)

Apa Itu Kripto Komodo (KMD)?

Komodo adalah penyedia teknologi open-source yang menawarkan solusi all-in-one blockchain untuk pengembang dan perusahaan. Komodo membangun teknologi yang memungkinkan siapa saja untuk meluncurkan pertukaran terdesentralisasi bermerek, aplikasi keuangan lintas-protokol, dan blockchain independen.

Aplikasi pengguna akhir unggulan proyek ini adalah AtomicDEX —dompet multi-koin non-kustodian, bridge dan DEX digabung menjadi satu aplikasi. AtomicDEX kompatibel dengan 99% aset kripto yang ada dan menawarkan dukungan perdagangan lintas-rantai, lintas-protokol terluas dari setiap pertukaran terdesentralisasi.

Ilustrasi aset kripto Komodo (KMD).
Ilustrasi aset kripto Komodo (KMD).

Baca juga: Apa Itu Kripto Streamr (DATA) dan FC Barcelona Fan Token (BAR)?

AtomicDEX adalah aplikasi generasi ketiga dari teknologi atomic swap Komodo. Pada tahun 2016, Komodo pertama kali mengimplementasikan ide Tier Nolan tentang teknologi atomic swap. Sejak itu, Komodo terus mempelopori teknologi atomic swap dan menawarkan DEX atomic swap siap produksi pertama di industri.

AtomicDEX dibangun menggunakan protokol atomic swap peer-to-peer (P2P) dengan order book terdesentralisasi. Pengembang menggunakan API AtomicDEX open-source untuk membangun DEX lintas-protokol, dompet non-kustodian multi-koin, portal penawaran DEX awal (IDO), dan aplikasi terdesentralisasi lainnya.

Apa yang Membuat Komodo (KMD) Unik?

Komodo memiliki mekanisme konsensus unik yang disebut delay-Proof-of-Work (dPoW), yang menggunakan blockchain Bitcoin untuk membantu mengamankan blockchain Komodo. Didukung oleh Litecoin sebagai cross-notarizations dan jaringan notary node, dPoW saat ini mengamankan lebih dari 30 blockchain produksi.

Komodo juga menyediakan jaringan blockchain multi-rantai asli sendiri yang memungkinkan siapa saja untuk meluncurkan blockchain independen yang disebut Komodo Smart Chain (KSC), yang berjalan secara terpisah dari rantai KMD. Setiap KSC mendapatkan koinnya sendiri tanpa gas fee dan parameter yang dapat disesuaikan sepenuhnya. Komodo juga menawarkan Komodo Custom Contracts (CCs) — perpustakaan smart contract berbasis UTXO untuk membuat dApps lanjutan di KSC.

Ilustrasi aset kripto Komodo (KMD).
Ilustrasi aset kripto Komodo (KMD).

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto IRISnet (IRIS) dan BitShares (BTS)?

KMD sendiri adalah aset kripto komunitas untuk ekosistem Komodo dan digunakan untuk transaksi yang terukur, cepat, murah, dan aman. Dalam kebanyakan kasus, 0,00001 KMD cukup untuk konfirmasi transaksi dalam beberapa detik. Pengguna yang memiliki lebih dari 10 KMD dalam dompet non-kustodian yang didukung dapat memperoleh APR 5,1% melalui Komodo Active User Reward.

KMD adalah salah satu pasangan yang paling aktif diperdagangkan di AtomicDEX. Ada juga diskon biaya perdagangan 10% untuk pesanan pengambil di AtomicDEX yang menggunakan KMD.

Peringkat PNT di situs CoinMarketCap pada Rabu (6/7) jam 08.00 WIB adalah #487, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 28.924.111. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 132.548.701 koin PNT dan maksimal pasokan 200.000.000 koin PNT.

pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti pNetwork (PNT) dan Komodo (KMD).

Trading PNT/BTC, PNT/USDT, KMD/USDT dan KMD/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 05 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran PNT dan KMD di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

Continue Reading

Altcoin News

Kenal Dekat Kripto Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR)

Published

on

Ilustrasi Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR).

Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR) adalah dua dari ribuan aset kripto yang memiliki project menarik di dunia Decentralized Finance (DeFi). Keduanya masih tergolong baru perilisannya, namun mampu mencuri perhatian dengan cepat.

Secara singkat, Wing adalah platform DeFi berbasis kredit yang didedikasikan untuk pasar pinjaman aset digital, mendukung aset lintas rantai dan interaksi protokol. Sementara, AS Roma Fan Token sudah pasti project kripto yang berhubungan dengan klub sepak bola populer asal Italia, AS Roma.

Menarik untuk mengenal lebih dekat Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR) yang kini sudah tersedia perdagangannya di platform Tokocrypto.

Wing Finance (WING)

Apa Itu Wing Finance (WING)?

Wing adalah platform terdesentralisasi berbasis kredit yang dirancang untuk pinjaman aset kripto dan komunikasi lintas rantai antara proyek DeFi. Proyek ini bertujuan untuk membuat layanan pinjaman kripto lebih inklusif melalui modul evaluasi kredit yang menghilangkan kebutuhan akan agunan besar.

Wing disebut juga sebagai platform DeFi lintas-rantai berbasis kredit yang dikembangkan dan dioperasikan oleh tim Ontologi. Platform ini memiliki konsep decentralized autonomous organization (DAO) yang memungkinkan pengguna untuk mengambil bagian dalam pengambilan keputusan, desain produk dan operasi.

Salah satu tujuan Wing DAO adalah untuk memecahkan masalah kolateralisasi berlebihan yang mengganggu industri DeFi. Wing menggunakan tata kelola terdesentralisasi ditambah dengan mekanisme pengendalian risiko untuk meningkatkan hubungan antara kreditur, peminjam dan penjamin. Ini telah menghasilkan peningkatan dalam jumlah dan aksesibilitas ke proyek DeFi yang menggunakan platform.

Ilustrasi Wing Finance (WING)
Ilustrasi Wing Finance (WING).

Baca juga: Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

Platform ini memungkinkan pembuatan proyek blockchain baru dan memfokuskan upayanya pada komunitas pemerintahan yang terdesentralisasi dan otonom. Menanggapi masalah yang dihadapi oleh proyek DeFi lainnya, Wing DAO telah membangun protokol DeFi berbasis kredit yang berjalan di blockchain Ontology (ONT). Protokol sepenuhnya dikendalikan oleh pengguna dan tidak memerlukan pihak ketiga untuk mengonfirmasi transaksi.

Apa yang Membuat Wing Finance (WING) Unik?

Salah satu fitur unik Wing adalah memungkinkan pengguna untuk membuat proposal DAO atau menjadi investor di platform, bahkan tanpa pengetahuan atau interaksi sebelumnya dengan jaringan blockchain tersebut. Wing menawarkan pengembang proyek kesempatan untuk menerima crowdfunding, ketika mereka mengajukan proposal.

Investor memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam pengambilan keputusan dan sebagai imbalannya mendapatkan bagian dari keuntungan masa depan melalui smart contract.

Kemudian, Wing dibangun di atas blockchain Ontology karena kemampuannya untuk membuat kumpulan jaminan di berbagai blockchain. Ontologi memungkinkan digitalisasi aset baru dan yang sudah ada.

Blockchain juga memiliki fitur yang disebut OScore, yang merupakan sistem penilaian kredit. OScore mengevaluasi riwayat peminjaman/peminjaman dan informasi aset digital pengguna.

Ilustrasi Wing Finance (WING).
Ilustrasi Wing Finance (WING).

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

Pengguna di platform memiliki kontrol penuh atas akun mereka dan dapat mengakses OScore mereka dengan aman untuk memastikan privasi data. Selain itu, karena peminjam harus mengandalkan data OScore mereka untuk pinjaman, agunan yang diperlukan untuk memberikan pinjaman di platform berkurang.

Wing juga dapat pengguna diberi insentif untuk mempertahankan skor kredit yang baik. Pengguna yang membayar kembali pinjaman mereka tepat waktu dapat menikmati penurunan suku bunga pinjaman mereka. Beberapa platform DeFi yang mirip dengan Wing termasuk Uniswap dan AAVE.

Peringkat WING di situs CoinMarketCap pada Selasa (5/7) jam 08.00 WIB adalah #655, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 13.804.191. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 2.647.027 koin WING dan maksimal pasokan 5.000.000 koin WING.

AS Roma Fan Token (ASR)

Apa Itu AS Roma Fan Token (ASR)?

AS Roma Fan Token (ASR) adalah salah satu dari 40 lebih Fan Token dari berbagai klub sepak bola internasional di bawah Socios. Project kripto ini memungkinkan penggemar memiliki kepentingan dalam pengambilan keputusan klub, mendapatkan hadiah VIP dan membuka akses ke promosi eksklusif, games, chatting serta mendapatkan kesempatan untuk diakui sebagai superfan.

ASR adalah token utilitas di Chiliz Chain (dibangun oleh Chiliz —sebuah perusahaan blockchain fintech) yang dibangun di atas Ethereum. Seperti token penggemar lainnya, fan token ASR memberi kesempatan penggemar AS Roma memiliki pengaruh dalam cara tim beroperasi, dengan memberikan suara pada jajak pendapat yang harus dipertimbangkan oleh tim.

Ilustrasi AS Roma Fan Token (ASR).
Ilustrasi AS Roma Fan Token (ASR).

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP)

Utilitas atau kegunaan dari token ASR ini adalah perubahan yang dapat dilakukan oleh pemegangnya termasuk memilih desain jersey, memberi nama tempat pelatihan, dan memilih acara penggemar berikutnya.

ASR bisa bertindak sebagai pintu gerbang ke setiap kesempatan penggemar AS Roma untuk menunjukkan kesetiaan dan dukungan mereka kepada tim dengan mendapatkan poin hadiah, mendapatkan pengalaman VIP dan membeli merchandise klub. Seperti banyak platform kripto lainnya, semakin besar jumlah token yang dimiliki, maka memiliki tingkat pengaruh yang lebih tinggi di tokenbase.

Apa yang Membuat AS Roma Fan Token (ASR) Unik?

AS Roma Fan Token (ASR) unik karena menghubungkan pemain sepak bola yang merupakan seorang figur publik dengan penggemar biasa. Token membawa dukungan penggemar ke tingkat berikutnya dan memungkinkan mereka kesempatan untuk lebih dekat dan intim dengan tim dan pemain favorit mereka, melalui hadiah seperti undangan VIP, temu sapa dan merchandise yang ditandatangani.

Ilustrasi AS Roma Fan Token (ASR).
Ilustrasi AS Roma Fan Token (ASR).

Baca juga: Kenal Lebih Kripto Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS)

ASR membuka jalan dengan menghubungkan dua arena yang sangat berbeda: Olahraga dan aset kripto, aktivitas yang tampaknya terpisah dari dua dunia ini, namun dapat saling menguntungkan melalui aplikasi berbasis token. Penggemar sekarang dapat berperan dalam kehidupan pemain dan organisasi olahraga dapat terhubung dengan penggemar mereka tidak seperti sebelumnya.

Peringkat ASR di situs CoinMarketCap pada Senin (5/7) jam 08.00 WIB adalah #851, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 6.377.764. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 2.163.854 koin ASR dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR).

Trading WING/BTC, WING/USDT, WING/BUSD, ASR/BUSD, ASR/USDT dan ASR/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 01 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran WING dan ASR di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Altcoin News

5 Aset Kripto yang Paling Diminati Investor Indonesia

Published

on

Ilustrasi market aset kripto.

Industri aset kripto terus mengalami pertumbuhan dari sisi jumlah investor kripto dan nilai transaksi dari waktu ke waktu. Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai lembaga yang mengawasi dan mengatur perdagangan aset kripto mengeluarkan data transaksi terbaru dari industri yang baru tumbuh ini.

Dari data yang dirilis Kemendag, disebutkan jumlah nasabah aset kripto telah mencapai 14,1 juta pada Mei lalu. Sementara itu, investor saham tercatat hanya 8,86 juta.

Selain itu, aset kripto di Indonesia mengalami lonjakan luar biasa. Per 2020, nilai transaksi aset kripto sebesar Rp 64,9 triliun. Satu tahun kemudian, per Desember 2021, angkanya melonjak sangat signifikan menjadi Rp 859,4 triliun. Selama periode Januari hingga Mei 2022, tercatat sudah mencapai Rp 192 triliun.

Ada hal menarik yang disebut dari data tersebut, bahwa ada lima jenis aset kripto teratas yang memiliki nilai transaksi tertinggi, yaitu Tether (Rp42,3 triliun), Bitcoin (Rp 18,5 triliun), Ethereum (Rp14,2 triliun), Dogecoin (Rp 6,8 triliun), dan Terra (Rp 6 triliun).

Nasib Tether yang didenda 41 juta dolar AS oleh CFTC.
Ilustrasi Nasib Tether yang didenda 41 juta dolar AS oleh CFTC.

Baca juga: Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu, Apakah Investor Mulai Menyerah?

Tether (USDT) sendiri adalah aset kripto stablecoin yang dipatok ke dolar AS. Itu dibuat untuk menstabilkan nilai tukar dalam transaksi aset digital. Sejak kemunculannya, stablecoin telah memainkan peran yang sangat penting di pasar. 

Tidak seperti aset kripto tradisional seperti Bitcoin dan Ethereum, yang nilai moneternya dapat berfluktuasi secara luas, stablecoin USDT dirancang untuk mempertahankan harga konstan US$ 1 dan didukung oleh cadangan dana yang besar atau rekayasa keuangan lainnya.

Alasan Stablecoin Jadi Pilihan saat Bear Market

VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto, mengatakan laporan yang dikeluarkan oleh Kemendag sejalan dengan transaksi yang terjadi di Tokocrypto. Ia mengungkap bahwa tiga jenis aset kripto teratas yang ditransaksinya di platfrom Tokocrypto adalah USDT, ETH dan BTC.

“Laporan transaksi aset kripto yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan untuk bulan Mei 2022, sejalan dengan situasi di Tokocrypto. Di platform kami tiga jenis aset kripto yang paling banyak di-trading adalah USDT, Ethereum dan Bitcoin. Untuk volume trading masing-masing belum bisa kami ungkap,” kata Cenmi.

Menurut CoinGecko, USD Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) adalah dua stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar sejauh ini, masing-masing mencapai US$ 66 miliar dan US$ 55 miliar, pada 1 Juli 2022. Cenmi sedikit mengungkap kenapa volume trading Tether mengalami lonjakan ketika kripto sedang bear market

Ilustrasi stablecoin.
Ilustrasi stablecoin. Foto: David Sandron/Shutterstock.com.

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Menurut Cenmi, secara teori, nilai Tether seharusnya lebih konsisten daripada aset lainnya dan disukai oleh investor yang waspada terhadap volatilitas ekstrim dari koin lain. Selama pasar naik, Bitcoin biasanya akan jauh mengungguli stablecoin. Namun, selama tekanan pasar, stablecoin menawarkan perlindungan dari volatilitas.

“Aset kripto tradisional berada di bear market, karena meningkatnya inflasi dan ancaman kenaikan suku bunga dari The Fed. Akibatnya, sulit untuk menemukan peluang untuk menghasilkan hasil keuntungan. Stablecoin mewakili satu-satunya tempat berlindung yang tersisa yang menawarkan pengembalian yang mengalahkan inflasi,” jelasnya.

Meski begitu, Cenmi mengingatkan stablecoin adalah aset volatilitas yang lebih rendah, tetapi bukan tanpa risiko. Waspadai hal ini dan jangan mengalokasikan investasi yang berlebihan dan selalu melakukan riset serta selalu menggunakan uang dingin, bukan dana darurat.

Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.
Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.

Di samping itu, Bappebti mencatat lima calon pedagang fisik aset kripto dengan nilai transaksi tertinggi pada Januari-Mei 2022, yaitu Tokocrypto, Indodax, Pintu, Rekeningku dan Zipmex. Cenmi mengatakan Tokocrypto masih memiliki daily trading volume yang terus tumbuh walaupun saat bear market.

“Dalam situasi bear market saat ini, daily trading volume harus diakui terjadi penurunan dari segi daily trading volume dari sebelumnya pada saat normal bisa mencapai US$ 50-70 juta (Rp 747 miliar-1 Triliun), kini jadi US$ 15-20 juta (RP 224 miliar-298 miliar),” pungkas Cenmi.

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Continue Reading

Popular