Connect with us

Metaverse

Si Juki: Berawal Dari Webtoon Hingga Ke NFT

Published

on

kumpulan komik si juki

Bagi Anda pencinta komik atau karya visual, mungkin sudah tidak asing lagi dengan kartun asli asal Indonesia bernama Si Juki. Karakter kartun ini mulai terkenal pada 2012. Berkat popularitasnya yang terus meningkat, karakternya pun terus berkembang dan banyak muncul di media atau platform lain. Contohnya kehadiran karya visual satu ini dalam bentuk film dan web series, serta yang baru-baru ini ramai adalah dalam bentuk NFT. 

Memangnya, siapakah kreator di balik karakter yang populer ini? Lalu, bagaimana kartun Indonesia ini berhasil menjadi NFT? Simak penjelasannya di bawah ini!

Apakah Itu Si Juki?

Beberapa dari Anda mungkin sudah mengenal tokoh kartun satu ini. Tokoh Si Juki merupakan seorang anak laki-laki yang terlihat cuek, usil, menyebalkan, tidak tahu malu, namun anehnya ia selalu dipenuhi keberuntungan. Bahkan, itulah asal mula namanya. Juki merupakan singkatan dari Juru Hoki. Maka, tidak salah jika karakter utama dari kartun ini sering beruntung.

Karakter yang seronok ini muncul pertama kali dalam komik online berjudul DKV4 pada akhir 2011. Kemudian, penerbit Bukune menerbitkannya dalam judul ‘Ngampus! Buka-bukaan Aib Mahasiswa’. Sebelum komik Si Juki naik cetak, sang kreatornya terlebih dahulu memanfaatkan media online. Komik yangi muncul melalui media sosial pada 2012. Bahkan sejak komik ini semakin terkenal di dunia online, sang kreatornya pun akhirnya membuka website serta menjual merchandise Si Juki.

Hingga 2021, sudah ada tujuh buku di mana Si Juki menjadi karakter utama dalam komik. Seri komiknya pun terdiri dari tiga macam. Seri pertama bercerita tentang kehidupan Juki sebagai mahasiswa, yang kedua bercerita saat Juki menjadi anak kelas tiga SMA, dan yang terakhir bercerita tentang Juki yang mencari kerja.

Dengan followers Instagram yang sudah mencapai 796 ribu, tak hanya muncul sebagai karakter komik, Karakter satu ini juga sudah muncul dalam sebuah film berjudul ‘Si Juki the Movie’ dan web series berjudul ‘Si Juki Anak Kosan’. Ketenarannya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi dalam dunia kartun Indonesia.

Saat ini, webtoon ini sudah mulai merambah dalam membagikan karya seninya di dunia NFT. Selain dengan menjalankan proyek NFT ‘Jukiverse NFT’, Si Juki juga aktif minting karya seni NFT di marketplace NFT dalam negeri yaitu TokoMall.

Sebelum membahas kiprah Si Juki di dunia NFT lebih dalam, kenalan dulu dengan orang di balik tokoh ini, yuk!

Sosok di Balik Kesuksesan Webtoon Ini

Bila berbicara tentang kesuksesan komik Si Juki, tak lengkap rasanya bila tidak mengetahui sosok di balik karakter tersebut. Kreator dari komik ternama ini dikenal dengan panggilan Faza Meonk. Faza adalah seorang desainer grafis yang lahir dengan nama asli Faza Ibnu Ubaidillah Salman.

Pria kelahiran 23 Agustus 1991 ini sudah bercita-cita menjadi komikus sejak SMP. Pasalnya, saat ia masih duduk di bangku SMP, Faza sangat senang membaca komik. Akhirnya, ia pun mengejar cita-citanya tersebut dengan melanjutkan ke jenjang pendidikan SMK di jurusan animasi. Setelah itu, ia mengambil jurusan DKV – Animasi di Universitas Bina Nusantara atau BINUS.

Pada saat ia berkuliah, banyak teman-temannya yang menyukai hasil karya yang Faza buat. Bagi mereka, komik buatan Faza sangat kreatif dan juga memiliki pesan yang menyentil pembaca. 

Saat ini, Faza sudah memiliki toko komiknya sendiri yang berdiri di kawasan komplek M Bloc Space, Melawai, Jakarta Selatan. Harga komiknya dibanderol dengan harga mulai dari Rp40.000.

Kartun Si Juki Merambah ke Dunia NFT

nft glass box

Sukses muncul sebagai komik, film dan juga web series, kini karakter Juki tampil dalam bentuk NFT. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, awal mula Si Juki terjun di dunia NFT adalah dengan mengadakan rangkaian pameran Jukiverse NFT. 

Sebelum mengadakan pameran NFT yang terdiri dari ragam koleksi ‘Lost in Jukiverse’, Si Juki mengawalinya dengan koleksi yang diberi nama ‘Jukiverse X’. Koleksi ini terdiri dari 34 keping NFT yang masing-masing memiliki ciri khas berbeda. Sebab, setiap kepingnya dibuat oleh seniman dalam negeri yang diajak untuk berkolaborasi. 

koleksi nft si juki

Source: OpenSea – #17 Owange Monkibot – Kong Andri

Sejumlah koleksi tersebut diperjualbelikan melalui marketplace NFT OpenSea dengan harga yang beragam. Keping NFT dari koleksi ‘Jukiverse X’ yang mencatat harga tertinggi saat ini adalah ‘#17 Owange Monkibot – Kong Andri’. NFT tersebut dibanderol harga senilai 9 ETH atau senilai lebih dari Rp150 juta, lho!

Dalam pameran Jukiverse NFT yang digelar pada 3-12 Juni 2022 lalu di Sarinah, Faza merilis sebanyak 3456 koleksi NFT berjudul ‘Lost in Jukiverse’. Hebatnya, koleksi tersebut habis terjual dalam hitungan menit saja. Luar biasa, bukan? Pameran Jukiverse NFT sendiri merupakan pameran NFT hybrid pertama di Indonesia. Artinya, pameran ini diselenggarakan offline dan di metaverse secara bersamaan.

Source: Jukiverse

Pameran ini merupakan upaya memperkenalkan karakter karya anak bangsa ke dunia internasional. Faza berharap keberadaan karakter buatannya semakin dikenal ke pasar yang lebih luas. Sang kreator juga mengungkapkan bahwa komunitas Jukiverse NFT sendiri sudah berkembang sangat pesat. Kini, pengikutnya di Twitter mencapai 90.000. Komunitas tersebut tentunya diisi oleh orang-orang dari berbagai negara seperti Amerika, Italia, Filipina, India, dan China.

Baca juga: Metaverse adalah Gambaran Masa Depan? Begini Cara Kerjanya

Popularitas dan kualitas karya anak bangsa tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Sekarang, media atau platform untuk memperkenalkan karya sudah semakin banyak dan mudah untuk dicapai, salah satunya lewat marketplace NFT seperti TokoMall. 

Bagi para Creator (Kolektor) dan Official Partner (Kreator) yang ingin membeli, mengoleksi atau memamerkan karya seni NFT seperti Si Juki, Anda dapat melakukannya melalui TokoMall. Gabung juga di komunitas TokoMall pada Discord dan juga Telegram agar tidak ketinggalan berita seputar dunia NFT!

Metaverse

Bos Meta Mark Zuckerberg Optimis Metaverse Berpotensi Jangka Panjang

Published

on

CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Michael Nagle/Bloomberg.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan masih memiliki optimisme jangka panjang untuk metaverse. Ungkapannya itu disampaikan untuk menjawab pandang negatif masa depan metaverse di tengah crypto winter.

Pada pertemuan beberapa nama besar di sektor keuangan, Zuckerberg ditanyai tentang meningkatnya kekhawatiran atas Metaverse. Ia juga tidak terpengaruh oleh skeptisisme seputar kondisi model metaverse saat ini.

“Skeptisisme tidak terlalu mengganggu saya,” kata CEO perusahaan induk Facebook di DealBook Summit pada hari Rabu (30/11).

Zuckerberg mengatakan dia masih optimis tentang metaverse dalam jangka waktu yang lebih lama. Ia mengakui bahwa Meta perlu beroperasi dengan “lebih banyak efisiensi dan disiplin” dalam waktu dekat karena kesengsaraan ekonomi makro telah memaksa perusahaan untuk mengurangi pengeluaran.

Zuckerberg Rugi dari Metaverse

Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.Getty Images.
Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.

Baca juga: Negara Tuvalu Terancam Tenggelam, Rencana Pindah ke Metaverse

Sejak diumumkan, metaverse telah mendapat banyak penentang dan skeptis. Namun, suara-suara itu tampaknya tidak menembus proses pemikiran CEO Meta yang berbicara dengan gemilang tentang prospek masa depannya.

“Cara kita berkomunikasi menjadi lebih kaya dan mendalam,” kata Zuckerberg. Selanjutnya, dia berbagi bahwa Meta optimis tentang bagaimana platform akan berkembang di sepanjang “lima hingga sepuluh tahun”.

Pernyataan itu pasti memberi pandangan Zuckerberg tetap fokus pada pengembangan metaverse, meski telah menghasilkan kerugian miliaran dolar AS bagi perusahaan.

Fokus Metaverse

Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.
Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.

Baca juga: Bank Indonesia Rilis White Paper Proyek Garuda CBDC Digital Rupiah

Pendiri Facebook itu bersikukuh bahwa kemajuan bergerak ke arah yang benar.

“Skeptisisme tidak terlalu mengganggu saya,” Zuckerberg menyatakan, “Kami memiliki keraguan sepanjang waktu.”

Sebaliknya, dia mengakui bahwa Meta membutuhkan “lebih banyak efisiensi dan disiplin” dalam jangka pendek. Terutama mengikuti realitas ekonomi yang akan berdampak pada bagaimana platform dikembangkan di tengah keadaan ekonomi makro.

Secara meyakinkan, Zuckerberg berbagi bahwa 80% waktu Meta dihabiskan untuk rangkaian medianya, mengerjakan host aplikasinya, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan lainnya. Jadi, sisa waktunya dihabiskan untuk mengembangkan Metaverse.

Continue Reading

Metaverse

Negara Tuvalu Terancam Tenggelam, Rencana Pindah ke Metaverse

Published

on

Negara Tuvalu terancam tenggelam, rencana pindah ke metaverse. Foto: Brandi Mueller | Moment | Getty Images.

Negara Tuvalu mengatakan tidak punya pilihan selain pindah ke metaverse karena terancam tenggelam. Suhu global yang diperkirakan akan meningkat sebanyak 2,8 derajat Celcius pada akhir abad ini, membuat air laut meninggi.

Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe menjelaskan pada KTT iklim COP27 bahwa Tuvalu akan melihat ke arah metaverse untuk melestarikan budaya dan sejarahnya di tengah naiknya permukaan laut.

“Saat tanah kami menghilang, kami tidak punya pilihan selain menjadi negara digital pertama di dunia. Tanah kami, lautan kami, budaya kami adalah aset paling berharga dari rakyat kami. Dan untuk menjaga mereka aman dari bahaya, apa pun yang terjadi di dunia fisik, kami akan memindahkan mereka ke cloud,” kata Kofe dikutip Reuters.

Negara Digital

Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe. Foto: Reuters.
Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe. Foto: Reuters.

Baca juga: Bank Indonesia Rilis White Paper Proyek Garuda CBDC Digital Rupiah

Kofe menarik perhatian global pada COP26 tahun lalu ketika dia berpidato di konferensi sambil berdiri setinggi lutut di laut untuk menggambarkan bagaimana Tuvalu berada di garis depan perubahan iklim.

Tuvalu harus bertindak karena negara-negara laing secara global tidak cukup berbuat untuk mencegah perubahan iklim.

Tuvalu akan menjadi negara pertama yang mereplikasi dirinya sendiri di metaverse. Langkah ini mengikuti kota Seoul dan negara kepulauan Barbados yang tahun lalu mengatakan mereka akan memasuki metaverse untuk masing-masing menyediakan layanan administrasi dan konsuler.

“Idenya adalah untuk terus berfungsi sebagai negara dan lebih dari itu untuk melestarikan budaya kita, pengetahuan kita, sejarah kita dalam ruang digital,” kata Kofe kepada Reuters menjelang pengumuman tersebut.

Ancaman Tenggelam

Negara Tuvalu terancam tenggelam, rencana pindah ke metaverse. Foto: Getty Images.
Negara Tuvalu terancam tenggelam, rencana pindah ke metaverse. Foto: Getty Images.

Baca juga: Kelas Kripto: Apa Itu Airdrop?

Tuvalu adalah negara kepulauan yang terdiri dari sembilan pulau yang terletak di antara Australia dan Hawaii. Ini adalah rumah bagi sekitar 12.000 orang. Ilmuwan iklim mengantisipasi seluruh negara Tuvalu akan berada di bawah air pada akhir abad ke-21.

Tuvalu telah lama menjadi penyebab utama risiko perubahan iklim dan naiknya permukaan laut. Hingga 40% dari ibukota distrik berada di bawah air saat air pasang, dan seluruh negara diperkirakan akan terendam air pada akhir abad ini.

Kofe mengatakan dia berharap pembentukan negara digital akan memungkinkan Tuvalu untuk terus berfungsi sebagai sebuah negara bahkan jika itu benar-benar terendam.

Hal ini penting karena pemerintah memulai upaya untuk memastikan bahwa Tuvalu terus diakui secara internasional sebagai sebuah negara dan batas lautnya – dan sumber daya di dalam perairan tersebut – dipertahankan bahkan jika pulau-pulau tersebut terendam.

Continue Reading

Blockchain

Binus University Jadi Kampus Indonesia Pertama yang Hadir di Metaverse

Published

on

Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.

Binus University bakal menjadi kampus pertama Indonesia yang hadir di metaverse. Konsep teknologi dunia virtual kini sangat menarik untuk dikembangkan pada sektor pendidikan.

Dilansir dari situs resminya, Binus University mengambil langkah besar dalam mendukung metaverse, dibuktikan dengan terjalinnya kolaborasi strategis dengan PT WIR Asia Tbk (WIR Group) yang merupakan perusahaan pengembang teknologi berbasis AR/VR karya anak bangsa, untuk menjadi salah satu bagian dalam pembangunan Nusameta.

“Dalam waktu dekat, prototype kita melalui BINUSMAYA versi 9 akan berbentuk Metaverse dan akan kita jalankan bersama dengan Nusameta. Artinya memang proses pembelajaran berbasis gamification tadi ke depan menjadi hal yang wajib dan itu menjadi tuntutan zamannya generasi muda sekarang,” kata Prof. Meyliana.

Teknologi Metaverse

Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.
Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.

Baca juga: Hong Kong Kembangkan Kampus Metaverse Pertama, Ijazah NFT

Prof. Meyliana menjelaskan pihaknya akan terus mengembangkan kurikulum sesuai dengan kemajuan teknologi metaverse untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. Binus University memiliki visi untuk menjadi Perguruan Tinggi Indonesia berkelas dunia yang dapat membina dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan.

Binus University bersama WIR Group membangun Nusameta, yang merupakan ekosistem metaverse yang menampilkan teknologi AR, VR dan AI di Indonesia diharapkan dapat mempermudah pengguna untuk merasakan pengalaman unik yang imersif, menggali potensi dan berbagai benefit.

Stephen Ng, Chief Executive Officer Nusameta, anak perusahaan WIR Group, menyatakan apreasiasinya terhadap Binus yang telah memilih WIR Group sebagai mitra dalam mengembangkan Eduverse.

“Masuknya BINUS dalam dunia web3 dan metaverse menambah daftar panjang sektor pendidikan, riset, dan penelitian yang memanfaatkan teknologi web3 dan metaverse untuk pengembangan berbagai lini dalam sistem pendidikan di kampus, serta kemampuan sumber daya manusia,” ujar Stephen.

Majukan Dunia Pendidikan

Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.
Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.

Baca juga: Kenal Jagat Nusantara Metaverse IKN yang Diresmikan Presiden Jokowi

Binus merupakan kampus pertama di Indonesia yang telah hadir di dunia virtual Nusameta yang telah di launching pada acara G20 kemarin. Harapannya dengan hadirnya Binus di Nusameta dapat memajukan dunia pendidikan ke depannya.

Kehadiran Binus University di Nusameta ini menampilkan kehidupan mahasiswa di kampus Binus. Avatar-avatar yang diciptakan bisa berinteraksi. Binus metaverse ini dirancang oleh tim Binus terdiri dari 10 dosen dan 15 mahasiswa. Adapun target utama Binus di ruang virtual ini adalah para mahasiswa Binus, alumni, dosen dan diperluas ke masyarakat.

Pengembang teknologi digital berbasis AR/VR memiliki kapabilitas yang kuat, selain karena rekam jejaknya dalam menghadirkan teknologi metaverse di berbagai negara di dunia telah terbukti, juga telah mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah dalam mengembangkan Metaverse Indonesia.

Continue Reading

Popular