Academy

Apa itu Cryptocurrency? Macam-macam Kripto dan Cara Berinvestasi

Published

on

Apakah Anda pernah penasaran tentang apa itu Bitcoin, cryptocurrency, atau di Indonesia disebut dengan aset digital yang sedang ramai dibicarakan?

Jika iya, maka Anda berada di tempat yang tepat!

Artikel ini akan membahas secara sederhana dan jelas mengenai konsep dasar cryptocurrency, bagaimana cara kerjanya, serta dampaknya dalam era digital yang terus berkembang.

Mari kita jelajahi bersama untuk memahami lebih dalam mengenai fenomena yang sedang mengubah wajah sistem keuangan global di masa depan ini.

Apa itu Cryptocurrency?

Aset kripto atau cryptocurrency merupakan aset digital yang berasal dari teknologi blockchain, yang memfasilitasi transaksi peer-to-peer (P2P). Beberapa contoh aset kripto terkemuka meliputi Bitcoin, Ethereum, BNB, dan USDT, yang diberi peringkat berdasarkan kapitalisasi pasar.

Kripto memiliki beberapa karakteristik khas, termasuk desentralisasi, transparansi, dan ketahanan.

Photo by Worldspectr

Kripto sering dianggap “disimpan” dalam wallet, namun sebenarnya, aset kripto selalu ada dalam blockchain.

Bursa kripto memiliki kunci pribadi yang memungkinkan pengguna mengakses dana mereka.

Bitcoin, aset kripto pertama dan paling terkenal, diciptakan pada 2009 oleh individu atau kelompok yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto. Sejak itu, ribuan aset kripto bermunculan, masing-masing memiliki fitur dan tujuan unik.

Seperti mata uang fiat, aset kripto dapat digunakan sebagai alat tukar. Namun, fungsinya telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, meliputi smart contract, keuangan terdesentralisasi (DeFi), penyimpanan nilai, tata kelola, dan Non-fungible Token (NFT).

Bagaimana Cara Kerja Aset Kripto?

Kripto menggunakan algoritma matematika canggih untuk mengamankan transaksi dan melindungi data dari akses atau manipulasi yang tidak sah. Algoritma ini memiliki dua tujuan utama: menjaga privasi identitas pengguna dan memverifikasi keaslian transaksi.

Transaksi blockchain umumnya bersifat publik dan menggunakan pseudonim dalam bentuk alamat (kunci publik), walaupun tidak sepenuhnya anonim. Kripto mencapai hal ini dengan menggunakan teknik kriptografi seperti fungsi hash dan tanda tangan digital.

Otonomi aset kripto dicapai melalui jaringan komputer terdistribusi yang dikenal sebagai blockchain, yang pada dasarnya adalah buku besar digital terdesentralisasi yang menyimpan data transaksi pada berbagai komputer dalam jaringan.

Setiap komputer (node) menyimpan salinan buku besar, dan algoritma konsensus menjaga integritas blockchain dengan memastikan penolakan salinan yang tidak konsisten atau palsu.

Arsitektur terdistribusi ini memperkuat keamanan jaringan karena tidak ada titik kegagalan tunggal yang dapat dieksploitasi oleh penjahat.

Aset kripto memungkinkan individu untuk mentransfer dana secara langsung satu sama lain. Dalam transaksi aset kripto standar, pengirim memulai transfer dengan membuat tanda tangan digital menggunakan kunci pribadi miliknya.

Kemudian, transaksi dikirim ke jaringan di mana node memvalidasinya dengan memverifikasi tanda tangan digital dan memastikan bahwa pengirim memiliki dana yang cukup.

Setelah diverifikasi, transaksi ditambahkan ke blok baru yang kemudian ditambahkan ke blockchain yang sudah ada. Walaupun proses ini terdengar rumit, penambang mengurus langkah-langkah ini sehingga pengguna tidak perlu khawatir.

Aset kripto memiliki beberapa fitur unik yang membedakannya dari protokol dan mata uang tradisional, seperti:

  1. Desentralisasi: Struktur terdesentralisasi aset kripto menghilangkan kebutuhan akan otoritas sentral, memberikan otonomi yang lebih besar dan mengurangi kerentanan terhadap manipulasi atau kontrol oleh entitas tunggal.
  2. Transparansi dan kekekalan: Blockchain mencatat semua transaksi dalam buku besar yang transparan dan tahan lama. Setelah ditambahkan ke blockchain, transaksi dapat dilihat oleh siapa saja dan tidak dapat diubah atau dihapus.
  3. Programabilitas: Banyak aset kripto, seperti Ethereum, mudah diprogram, memungkinkan pengembang untuk menerapkan kontrak pintar dan menciptakan aplikasi terdesentralisasi (DApp) serta solusi inovatif lainnya di atas blockchain.
  4. Nirbatas: Aset kripto mudah ditransfer dan ditukar secara global, memudahkan penggunaan untuk transaksi internasional dan remitansi.
  5. Suplai koin yang sudah ditentukan: Sebagian besar aset kripto memiliki suplai koin yang terbatas, yang berarti bahwa jumlah koin yang akan dibuat telah ditentukan sebelumnya. Fitur deflasi ini berpotensi menguntungkan seiring berjalannya waktu, karena kelangkaan mendorong permintaan.

Berbeda dengan mata uang fiat, yang sering mengalami inflasi karena bank sentral dapat mencetak lebih banyak uang, suplai terbatas aset kripto mengontrol inflasi dengan lebih baik karena jumlah total koin telah ditentukan sebelumnya.

Ilustrasi cryptocurrency.

Contoh Cryptocurrency yang Populer di Pasaran

Ada berbagai macam aset kripto yang populer di pasaran saat ini, termasuk Bitcoin (BTC), ether (ETH), Binance Coin (BNB), dan Tether (USDT).

Bitcoin (BTC)

BTC merupakan kripto yang paling terkenal. Kripto ini mengadopsi mekanisme konsensus proof-of-work (PoW), di mana penambang bersaing untuk mengonfirmasi transaksi dan menjaga jaringan tetap aman.

Suplai BTC terbatas, hanya 21 juta koin, membuatnya cukup langka dan memberikan nilai yang cenderung meningkat seiring waktu.

Ether (ETH)

ETH merupakan kripto kedua terpopuler yang diciptakan pada 2015 oleh Vitalik Buterin dan rekan-rekannya. Selain sebagai alat transfer nilai, ETH memungkinkan penggunaan kontrak pintar.

ETH dulunya menggunakan mekanisme konsensus PoW seperti BTC, namun kini beralih ke proof-of-stake (PoS), yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

BNB

BNB, yang awalnya bernama Binance Coin, diperkenalkan pada tahun 2017 oleh bursa kripto Binance sebagai token ERC-20 di blockchain Ethereum. Pada tahun 2019, BNB pindah ke blockchain sendiri, BNB Chain, sebagai token BEP-2.

BNB Chain terdiri dari dua rantai: BNB Beacon Chain untuk tata kelola, staking, dan voting serta BNB Smart Chain (dahulu Binance Smart Chain) yang kompatibel dengan EVM untuk pengembangan kontrak pintar dan DApp.

BNB memiliki berbagai fungsi, termasuk membayar biaya transaksi di BNB Chain dan biaya perdagangan di Binance.

Tether (USDT)

USDT adalah stablecoin yang diluncurkan pada tahun 2014 oleh Tether Limited Inc. Stablecoin adalah kripto yang dirancang untuk mempertahankan nilai yang stabil terhadap aset cadangan, seperti mata uang fiat.

USDT didukung oleh aset setara yang disimpan dalam cadangan perusahaan, sehingga menawarkan keuntungan kripto dengan fluktuasi harga yang lebih rendah.

Apa Itu Kapitalisasi Pasar Kripto?

Kapitalisasi pasar kripto adalah metrik yang digunakan untuk mengukur ukuran dan nilai relatif kripto.

Perhitungan kapitalisasi pasar kripto yaitu harga koin saat ini dikalikan dengan jumlah koin yang beredar.

Apa fungsi kapitalisasi pasar?

Kapitalisasi pasar digunakan untuk meranking kripto dan menentukan tingkat stabilitas dan penerimaan luas.

Kapitalisasi pasar yang lebih tinggi umumnya menunjukkan aset kripto yang lebih stabil dan diterima secara luas.

Sebaliknya, kapitalisasi pasar yang rendah biasanya menunjukkan aset yang lebih spekulatif atau volatil.

Ilustrasi cryptocurrency.

Cara Berinvestasi di Kripto dengan Aman

Berikut adalah lima tips penting untuk berinvestasi dalam kripto secara aman:

  1. Lakukan riset sendiri (DYOR)

Sebelum berinvestasi, pahami dasar teknologi blockchain dan dinamika pasar.

  1. Mulailah dengan investasi kecil dan diversifikasi

Pasar kripto bisa volatil, jadi mulailah dengan investasi kecil dan berinvestasi dalam berbagai kripto untuk mengurangi risiko keseluruhan.

  1. Tetap terlibat

Ikuti berita, kemajuan teknologi, dan perubahan peraturan untuk membuat keputusan yang tepat waktu. Bergabung dengan komunitas kripto adalah cara yang bagus untuk melakukannya.

  1. Pilih bursa kripto yang terpercaya

Pilih bursa kripto yang terkenal dan aman untuk investasi Anda. Bandingkan biaya, dukungan pelanggan, antarmuka, dan kripto yang tersedia sebelum memilih.

  1. Gunakan manajemen risiko

Sebelum berinvestasi, terapkan teknik manajemen risiko, seperti hanya menginvestasikan dana yang sanggup ditanggung kerugiannya. Pasang stop-loss order untuk membatasi potensi kerugian dan ambil untung pada tingkat yang telah ditentukan untuk mengamankan keuntungan.

Fungsi dari Cryptocurrency

Sebelum memulai, luangkan waktu untuk memahami dasar-dasar tentang cryptocurrency, bagaimana blockchain berfungsi, dan mekanisme perdagangan.

Pelajari tentang berbagai jenis kripto yang ada, termasuk Bitcoin, serta faktor-faktor yang mempengaruhi harga. Kemudian, berikut adalah fungsi utama cryptocurrency:

  1. Transaksi Digital

Cryptocurrency memungkinkan transaksi digital antara pengguna tanpa perlu keterlibatan pihak ketiga seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Ini dapat mengurangi biaya transaksi dan mempercepat proses pembayaran lintas batas.

  1. Desentralisasi

Mayoritas cryptocurrency bekerja di dalam jaringan desentralisasi yang disebut blockchain. Blockchain adalah ledger (buku besar) terdesentralisasi yang mencatat semua transaksi secara transparan dan aman. Tidak ada satu pihak tunggal yang mengendalikan atau memiliki akses penuh atas jaringan ini.

  1. Keamanan

Transaksi dalam jaringan cryptocurrency dilindungi oleh kriptografi yang kuat, membuatnya sulit untuk dimanipulasi atau diretas. Setiap transaksi diverifikasi oleh jaringan dan dicatat dalam blok yang terhubung secara kriptografis, menciptakan tingkat keamanan yang tinggi.

  1. Aset Digital dan Investasi

Banyak orang memandang cryptocurrency sebagai aset investasi yang memiliki potensi keuntungan besar. Harga cryptocurrency dapat sangat fluktuatif, yang berarti ada peluang untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga. Namun, fluktuasi ini juga membawa risiko kerugian yang signifikan.

  1. Pemecahan Masalah Keuangan Global

Cryptocurrency dapat memungkinkan akses ke sistem keuangan untuk orang-orang yang tidak memiliki akses tradisional, terutama di daerah dengan sistem perbankan yang terbatas. Ini dapat menjadi alternatif bagi mereka yang tidak memiliki rekening bank atau infrastruktur keuangan lainnya.

  1. Pemindahan Nilai Lintas Batas

Cryptocurrency memungkinkan transfer nilai lintas batas dengan biaya yang lebih rendah dan waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan metode tradisional seperti transfer bank internasional.

  1. Inovasi Teknologi

Pengembangan cryptocurrency telah mendorong inovasi di berbagai bidang, termasuk teknologi keamanan, keuangan, dan komputasi terdistribusi. Teknologi yang digunakan dalam cryptocurrency, seperti blockchain, juga telah mengilhami banyak proyek dan aplikasi baru di luar dunia keuangan.

  1.  Kontrol Pribadi

Pengguna cryptocurrency memiliki kendali lebih besar atas uang mereka dibandingkan dengan sistem perbankan tradisional. Mereka dapat menyimpan, mengirim, dan menerima uang tanpa keterlibatan pihak ketiga.

Kelebihan dari Cryptocurrency

Pilih platform perdagangan cryptocurrency yang terkenal, memiliki reputasi baik, dan diatur oleh otoritas keuangan jika memungkinkan. Lakukan riset untuk memastikan platform tersebut memiliki sistem keamanan yang kuat. 

Cryptocurrency memiliki beberapa kelebihan yang telah mendorong popularitas dan penerimaan mereka di seluruh dunia. Berikut adalah beberapa kelebihan utama dari cryptocurrency:

1. Desentralisasi

Salah satu kelebihan utama cryptocurrency adalah desentralisasi. Mereka tidak dikendalikan oleh lembaga keuangan atau pemerintah tunggal, yang memungkinkan pengguna untuk memiliki kendali lebih besar atas aset mereka dan transaksi mereka.

2.  Keamanan

Teknologi kriptografi yang digunakan dalam cryptocurrency menyediakan tingkat keamanan yang tinggi. Setiap transaksi dienkripsi dan diverifikasi oleh jaringan, dan informasi sensitif pengguna dijaga dengan ketat.

3. Transparansi

Transaksi cryptocurrency dicatat dalam blockchain yang dapat diakses oleh siapa saja secara publik. Ini berarti bahwa semua transaksi dapat diverifikasi secara terbuka dan transparan, mengurangi potensi kecurangan atau manipulasi.

4. Biaya Rendah

Biaya transaksi cryptocurrency umumnya lebih rendah daripada biaya yang terkait dengan metode pembayaran tradisional, terutama untuk transfer lintas batas.

5. Kecepatan Transaksi

Transaksi cryptocurrency dapat diproses dengan cepat, terutama jika dibandingkan dengan transfer bank internasional yang bisa memakan waktu berhari-hari.

6. Akses Global

Dengan koneksi internet, seseorang dapat mengakses dan menggunakan cryptocurrency dari hampir mana saja di dunia. Ini dapat bermanfaat terutama untuk individu yang tidak memiliki akses ke sistem perbankan tradisional.

7. Kepemilikan Aset

Pengguna cryptocurrency memiliki kendali penuh atas aset mereka. Ini berarti bahwa pihak lain tidak dapat membekukan atau memblokir akses ke akun Anda, kecuali jika Anda mengalami pelanggaran keamanan pribadi.

8. Inovasi Teknologi

Perkembangan cryptocurrency telah memicu inovasi di berbagai bidang, termasuk teknologi blockchain, keamanan siber, dan layanan keuangan baru yang lebih efisien.

9. Pemindahan Nilai Lintas Batas

Cryptocurrency memungkinkan transfer nilai lintas batas dengan biaya yang lebih rendah dan waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan metode tradisional.

10. Potensi Investasi

Banyak orang melihat cryptocurrency sebagai peluang investasi untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga yang tinggi. Namun, penting untuk diingat bahwa investasi dalam cryptocurrency juga memiliki risiko yang tinggi.

Risiko dari Cryptocurrency

Cryptocurrency juga memiliki tantangan dan risiko, termasuk volatilitas harga yang tinggi, potensi kejahatan siber, dan kurangnya regulasi yang konsisten di berbagai yurisdiksi. Ini adalah beberapa risiko utama yang perlu diperhatikan:

  1. Volatilitas Harga Tinggi

Harga cryptocurrency sangat fluktuatif dan dapat berubah secara signifikan dalam waktu singkat. Meskipun ini bisa menjadi peluang untuk mendapatkan keuntungan besar, itu juga berarti bahwa Anda berisiko mengalami kerugian besar dalam waktu singkat.

  1. Ketidakpastian Regulasi

Cryptocurrency belum sepenuhnya diatur di banyak yurisdiksi. Peraturan yang tidak pasti atau perubahan peraturan dapat berdampak signifikan pada pasar dan investasi cryptocurrency.

  1. Keamanan dan Kejahatan Siber

Walaupun teknologi kriptografi yang digunakan dalam cryptocurrency sangat kuat, masih ada risiko terjadinya peretasan atau pencurian dana dari bursa atau dompet digital. Orang juga dapat menjadi target phising atau serangan siber lainnya.

  1. Kehilangan Akses

Jika Anda kehilangan kunci pribadi atau kata sandi yang diperlukan untuk mengakses dompet digital Anda, Anda bisa kehilangan akses ke aset cryptocurrency Anda tanpa cara untuk memulihkannya.

  1. Tidak Ada Perlindungan Konsumen

Cryptocurrency tidak diatur seperti sistem perbankan tradisional. Jika Anda menjadi korban penipuan atau kehilangan dana karena kesalahan Anda sendiri, ada sedikit kemungkinan untuk mendapatkan kompensasi.

  1. Ketidakstabilan Teknologi

Teknologi cryptocurrency masih dalam tahap perkembangan dan dapat mengalami masalah teknis. Misalnya, beberapa jaringan blockchain dapat mengalami skala masalah atau masalah kecepatan yang memengaruhi kegunaan.

  1. Ketergantungan pada Teknologi

Jika Anda tidak memahami dengan baik bagaimana teknologi cryptocurrency dan dompet digital bekerja, Anda bisa kehilangan akses ke aset Anda atau membuat kesalahan dalam transaksi.

  1. Kehilangan Kunci Pribadi

Kunci pribadi digunakan untuk mengakses dan mengontrol aset cryptocurrency Anda. Jika kunci ini hilang atau dicuri, Anda mungkin tidak dapat mengakses dana Anda.

  1. Tantangan Hukum

Tantangan hukum dapat muncul karena ketidakpastian regulasi atau larangan tertentu terhadap penggunaan cryptocurrency di beberapa yurisdiksi.

  1. Risiko Investasi

Investasi dalam cryptocurrency dapat menghasilkan keuntungan besar, tetapi juga memiliki risiko kerugian besar. Harga yang sangat fluktuatif dan ketidakpastian pasar dapat membuatnya sulit untuk membuat prediksi yang akurat tentang pergerakan harga.

  1. Kekurangan Perlindungan Asuransi

Jika Anda menyimpan cryptocurrency di bursa atau dompet online, aset Anda mungkin tidak dilindungi oleh asuransi seperti yang terjadi pada simpanan perbankan tradisional.

  1. Kurangnya Tanggung Jawab

Karena sifat desentralisasi cryptocurrency, tidak ada entitas pusat yang bertanggung jawab atas masalah atau konflik yang mungkin timbul dalam transaksi.

Tips Trading Crypto

Berikut adalah beberapa tips untuk melakukan trading cryptocurrency dengan aman:

  1. Pendidikan dan Penelitian

Pendidikan adalah kunci. Pelajari tentang pasar cryptocurrency, mekanisme trading, dan faktor-faktor yang memengaruhi harga. Pengetahuan yang baik akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih informan.

  1. Pilih Bursa Terpercaya

Gunakan bursa kripto yang terpercaya, diatur oleh otoritas yang relevan, dan memiliki reputasi baik dalam hal keamanan dan kepatuhan.

  1. Keamanan Akun

Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk akun Anda di platform trading. Ini memberikan lapisan tambahan keamanan dengan memerlukan verifikasi melalui perangkat lain selain kata sandi.

  1. Diversifikasi Portofolio

Jangan mengalokasikan seluruh dana Anda pada satu aset cryptocurrency. Diversifikasi portofolio dapat membantu mengurangi risiko.

  1. Atur Batas Kerugian dan Keuntungan

Tentukan batas kerugian dan keuntungan yang dapat Anda terima sebelum memulai trading. Ini akan membantu Anda mengelola risiko dengan lebih baik.

  1. Gunakan Aset yang Dapat Dihilangkan

Jangan menggunakan dana yang Anda tidak mampu untuk kehilangan. Pasar cryptocurrency sangat volatil dan kerugian dapat terjadi dengan cepat.

  1. Kendalikan Emosi

Emosi dapat mempengaruhi keputusan trading. Tetap tenang dan jangan membuat keputusan impulsif berdasarkan emosi.

  1. Berita dan Tren Pasar

Tetap update dengan berita dan tren pasar terbaru. Berita dan peristiwa dapat memiliki dampak signifikan pada harga cryptocurrency.

  1. Hindari FOMO (Fear of Missing Out)

Jangan terburu-buru masuk ke pasar hanya karena takut ketinggalan. Lakukan analisis yang baik sebelum mengambil keputusan.

  1. Perhatikan Biaya

Perhatikan biaya transaksi, spread, dan biaya lain yang terkait dengan trading. Biaya ini dapat berdampak pada keuntungan Anda.

  1. Hati-hati Terhadap Penipuan

Hindari skema cepat kaya atau program penggandaan uang yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Pastikan Anda hanya berinteraksi dengan sumber yang terpercaya.

  1. Pengelolaan Waktu

Trading dapat menjadi waktu intensif. Atur jadwal trading yang sesuai dengan gaya hidup Anda dan pastikan Anda memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penelitian dan analisis.

Beli dan Trading Bitcoin & Crypto Aman di Tokocrypto

Tokocrypto, sebagai platform perdagangan aset kripto yang pertama dan terpercaya di Indonesia, beroperasi dengan visi untuk memperluas ketersediaan aset kripto kepada penduduk Indonesia.

Dengan meningkatkan aksesibilitas, kami bertujuan untuk memungkinkan masyarakat Indonesia ikut serta dalam dunia inovasi kripto yang dinamis dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Misi utama kami adalah mendirikan bursa terkemuka di Indonesia, didorong oleh produk yang berfokus pada pengguna, kerangka teknis yang tangguh, dan kepatuhan terhadap persyaratan regulasi.

Untuk memulai menggunakan layanan Tokocrypto, Anda harus menyelesaikan proses pendaftaran dan membuat akun Tokocrypto. Saat mendaftar, Anda perlu memberikan nama, alamat email, menetapkan kata sandi, dan menyetujui ketentuan yang diuraikan dalam Perjanjian ini serta Kebijakan Privasi kami. 

Sebelum terlibat dalam penggunaan atau investasi dalam cryptocurrency, sangat penting untuk melakukan penelitian menyeluruh, memahami risiko yang terlibat, dan hanya menggunakan dana yang Anda siap untuk kehilangan.

Menggunakan praktik keamanan yang baik, seperti menyimpan kunci pribadi dengan aman dan memverifikasi sumber informasi, juga penting untuk melindungi diri Anda dari risiko yang mungkin terkait dengan cryptocurrency.

Akun Tokocrypto mencakup layanan mendasar yang kami tawarkan, termasuk satu atau lebih dompet Aset Digital yang di-host yang dirancang untuk menyimpan mata uang digital yang didukung khusus seperti Bitcoin atau Ethereum.

Dompet ini juga memfasilitasi pelacakan, transfer, dan pengelolaan Mata Uang Digital yang didukung ini, yang kita sebut sebagai “Dompet Aset Digital yang Di-host”.

Selain itu, kami menyediakan layanan konversi Aset Digital, memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi jual beli yang melibatkan Mata Uang Digital yang didukung melalui Tokocrypto (Layanan Konversi). Selanjutnya, akun Mata Uang Fiat (misalnya, IDR, SGD, USD) tersedia untuk digunakan bersama dengan Layanan Tokocrypto lainnya, yang disebut sebagai “Dompet Mata Uang”.

Namun, penting untuk dicatat bahwa perdagangan atau penyimpanan Aset Digital membawa risiko kerugian yang signifikan. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk dengan cermat mengevaluasi apakah terlibat dalam perdagangan atau penyimpanan Aset Digital sejalan dengan keadaan keuangan Anda.

Kesimpulan

Aset kripto menciptakan terobosan revolusioner dalam dunia keuangan dan teknologi. Namun, pandangan tentang masa depan kripto bervariasi tergantung pada siapa yang Anda tanyai.

Ada yang percaya bahwa Bitcoin akan menggantikan emas dan mengubah sistem keuangan yang ada, sementara ada juga yang berpendapat bahwa kripto akan tetap sebagai sistem tambahan dan pasar khusus.

Sebagian orang juga meyakini bahwa Ethereum akan menjadi komputer terdesentralisasi yang akan berperan sebagai landasan Internet masa depan.

Walaupun ada banyak kemungkinan hasil, masih terlalu awal untuk memprediksi apa yang akan terjadi bahkan dalam satu tahun ke depan. Namun, pengaruh nyata aset kripto pada berbagai sektor tidak bisa diabaikan, dan kemungkinan akan terus berkembang di tahun-tahun mendatang.

Ingatlah bahwa perdagangan cryptocurrency melibatkan tingkat risiko yang tinggi dan dapat sangat fluktuatif.

Meskipun beberapa trader berhasil meraih keuntungan besar, ada juga yang mengalami kerugian substansial. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kewaspadaan dan memiliki pemahaman yang jelas tentang risiko yang terlibat.

Sebelum Anda terjun ke dalam dunia trading cryptocurrency, penting untuk melakukan penelitian yang komprehensif tentang pasar, aset yang ingin Anda tradingkan, dan tren yang sedang berlangsung. Ini akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih terinformasi dan mengurangi potensi risiko.

Selain itu, pastikan bahwa dana yang Anda investasikan dalam trading merupakan dana yang tidak akan mengganggu keuangan pribadi Anda jika terjadi kerugian.

Jangan menggunakan uang yang seharusnya digunakan untuk biaya hidup, tagihan, atau tujuan penting lainnya. Hanya berinvestasi dengan dana yang Anda siap dan mampu untuk kehilangan tanpa mengganggu stabilitas keuangan Anda.

Jika Anda merasa kurang yakin atau tidak memiliki pengalaman yang cukup dalam trading, pertimbangkan untuk mencari nasihat dari ahli keuangan atau investasi yang memiliki pengetahuan lebih mendalam tentang pasar ini.

Konsultasi dengan profesional dapat membantu Anda mengidentifikasi risiko potensial, strategi yang sesuai, dan membuat keputusan yang lebih bijaksana.

Ingatlah bahwa kesuksesan dalam trading cryptocurrency tidak terjamin, dan tidak ada jaminan keuntungan. Tetaplah realistis, jaga emosi Anda tetap terkendali, dan selalu berprioritas untuk menjaga keamanan finansial Anda.

Dengan pendekatan hati-hati, edukasi yang baik, dan pengelolaan risiko yang bijaksana, Anda dapat meminimalkan risiko dan meningkatkan peluang keberhasilan dalam trading cryptocurrency.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.

Sumber: Binance Academy Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Popular

Exit mobile version