Connect with us

Market

Sentimen Buy The Dip Meledak, Pasar Kripto Siap Terjun Lebih Dalam

Published

on

Kalimat “buy the dip” semakin sering bertebaran di media sosial menyusul penurunan Bitcoin sekitar 5% dalam sepekan terakhir.

Namun menurut platform analitik sentimen pasar Santiment, lonjakan ini bukanlah sinyal bullish, melainkan bisa menandakan kemungkinan tekanan harga lebih lanjut.

Santiment mengingatkan bahwa pasar biasanya mencapai titik terendah ketika ketakutan mendominasi dan minat beli menghilang.

Sebaliknya, lonjakan wacana “buy the dip” justru sering muncul saat sebagian besar investor retail mulai merasa nyaman kembali suasana yang cenderung muncul sebelum koreksi lebih lanjut terjadi.

Dengan kapitalisasi total pasar kripto menyusut sekitar 6,18% dalam seminggu dan Bitcoin anjlok ke kisaran $108.748, mental investor tampak mulai goyah saat banyak yang mencoba mencari harga masuk.

Baca Juga: Fear and Greed Index Turun ke 39! Pasar Kripto Panik

Sentimen bergeser ke “Altcoin Season”? Waspada dulu

Meski sejumlah analis dan trader mencermati potensi datangnya “altcoin season”, didukung oleh indikator seperti Altcoin Season Index yang menembus angka 60/100.

Meski begitu, ini bukan jaminan bahwa pasar siap reli. Seorang trader bahkan menyebut altcoin saat ini “paling oversold dalam sejarah,” yang secara historis bisa jadi titik balik besar.

Faktor eksternal pendukung moment, tapi jangan terlena

Selain kondisi internal pasar, sentimen ini juga diperkuat oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga AS.

CME FedWatch menyebut ada peluang 86,4% Fed bakal pangkas suku bunga di September. Langkah seperti ini biasanya menaikkan minat modal ke aset berisiko termasuk kripto.

Namun, Santiment sekaligus memperingatkan bahwa ini bukan alasan untuk terburu melakukan pembelian. Banyak trader ritel tergoda oleh sentimen positif, tetapi secara historis, pasar umumnya bergerak berlawanan ketika optimisme massal mulai muncul.

Baca Juga: Apa Itu Crypto Fear and Greed Index?

Fenomena meningkatnya percakapan “buy the dip” di media sosial bisa jadi lampu merah dalam diskursus psikologi pasar: bukan tanda outlet bullish, tapi potensi masa konsolidasi atau koreksi lebih lanjut.

Ini mengindikasikan bahwa keterlibatan ritel dalam FOMO bisa memperbesar risiko gelombang penjualan berikutnya.

Investor sebaiknya bersabar dan memperhatikan data fundamental dan on-chain, daripada sekadar mengikuti hype.

Momentum altcoin mungkin menjanjikan, tapi menanti data lebih valid sebelum membeli sangatlah dianjurkan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Popular