Market
Contoh Nyata Manfaat Aset Kripto: Venezuela Andalkan USDT di Tengah Inflasi
Venezuela mengalami salah satu krisis ekonomi terparah dalam sejarah modern, ditandai dengan hiperinflasi yang mencapai puncak 80.000% pada 2018. Proyeksi International Monetary Fund memaparkan bahwa untuk 2026 inflasi berpotensi mencapai 682%.
Akibat inflasi ini, nilai mata uang nasional Venezuela, Bolivar, telah kehilangan lebih dari 99% nilainya, membuatnya hampir tidak berguna untuk transaksi sehari-hari. Ditambah lagi dengan sanksi AS sejak 2020, yang membatasi akses ke dolar dan sistem perbankan global, membuat warga Venezuela harus pintar-pintar mencari alternatif lain, seperti stablecoin.
Stablecoin menjadi pilihan utama karena menawarkan nilai stabil terpatok oleh nilai mata uang tertentu seperti dolar, membuatnya ideal sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan alat untuk transaksi.
Ya… bagaimana tidak, ditengah negara yang ‘kacau’ kripto memungkinkan penggunanya mengirim dana dari luar negeri ke dalam negeri, meski bank atau pemerintahan tutup.
Ditengah inflasi ini, menurut laporan Chainalysis 2025, Venezuela bergerak menempati peringkat ke-18 secara global dalam indeks adopsi kripto.

USDT Sebagai Solusi Hindari Sanksi Minyak AS
Pemerintah Venezuela, di bawah kepemimpinan Nicolás Maduro hingga penangkapannya pada 3 Januari 2026, telah memanfaatkan USDT secara ekstensif untuk operasi ekonomi. Dikutip dari Yahoo Finance, perusahaan minyak negara Venezuela, Petróleos de Venezuela (PDVSA) diketahui menerima setidaknya 80% dari total pendapatan menggunakan pembayaran dalam bentuk USDT untuk menghindari sanksi Amerika Serikat.
USDT dianggap sebagai alternatif pembayaran selain SWIFT yang lebih cepat dan murah. Namun, meski menguntungkan, USDT ternyata masih rentan terhadap intervensi regulasi. Contohnya, pada 11 Januari 2026 kemarin misalnya, Tether baru saja membekukan $182 juta di lima dompet Tron yang terkait dengan transaksi minyak Venezuela, menandai pembekuan terbesar dalam sehari.
Tindakan ini, yang diduga atas permintaan AS, menunjukkan kerentanan stablecoin terhadap intervensi eksternal, sekaligus memperlihatkan bagaimana stablecoin bisa menjadi perpanjangan sanksi AS.
Baca juga: 600.000 Bitcoin Venezuela Akan Disita Trump, Apa Dampaknya?
Adopsi Stablecoin Venezuela yang Terus Meningkat
Bagi warga negara Venezuela, stablecoin kripto seperti USDT atau USDC telah menjadi penyelamat dari kehancuran mata uang bolivar yang nilainya telah turun 99,99% sejak tahun 2013 disebabkan oleh gejolak politik dalam negeri, korupsi, dan jatuhnya harga minyak.
Setelah penangkapan Nicolás Maduro oleh AS, ketidakpastian politik membuat masyarakat Venezuela semakin bergantung pada kripto, khususnya stablecoin. Dikutip dari Bloomberg, total transaksi kripto Venezuela mencapai $44,6 miliar pada 2025, naik sekitar 19% dibanding 2022. Angka ini setara dengan Kolombia meski populasi Venezuela hanya separuhnya.
“Venezuela adalah salah satu contoh paling menonjol dari negara di mana adopsi kripto menjadi sebuah kebutuhan ekonomi,” ujar Michal Moneta, Chief Operating Officer di Onchain Foundation.
Meningkatnya tingkat adopsi ini bukan karena regulasi, namun karena masyarakat menilai bahwa mereka telah menemukan solusi atas masalah mereka melalui mata uang kripto.
Michal Moneta, menerangkan bahwa permintaan terhadap stablecoin di Venezuela terus meningkat, setidaknya untuk saat ini, karena kondisi yang semakin tidak stabil.
Dengan ketatnya kontrol pemerintah atas sistem perbankan, membuat bank di Venezuela tidak dapat menjual dolar sesuai harga pasar. Sebagai gambaran, jika sesuai kurs pemerintah resmi dibutuhkan sekitar 300 bolivar Venezuela untuk membeli $1, di pasar gelap nilainya bisa mendekati 500 bolivar.
Ditambah lagi dengan sanksi internasional yang membuat bursa kripto besar enggan beroperasi di negara tersebut, masyarakat akhirnya beralih ke jalur informal untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka.
Baca juga: Anak Purbaya Soroti Pentingnya Keamanan Aset Kripto, Apa yang Perlu Investor Tahu?
Masyarakat Venezuela kini mengandalkan peer-to-peer (tanpa perantara seperti exchange dan bank) untuk membeli stablecoin yang didukung dolar, seperti USDT milik Tether dan USDC milik Circle. Kedua kripto tersebut dianggap lebih aman karena nilainya relatif stabil sejak diluncurkan, meski tidak diakui sebagai mata uang resmi.
Diaspora Venezuela, yang tersebar di seluruh dunia, bahkan bisa dengan mudah menggunakan USDT untuk mengirim uang kembali ke rumah dengan biaya lebih rendah dan cepat dibandingkan transfer bank tradisional.
Menurut PANews Lab, dengan jutaan warga Venezuela yang telah bermigrasi ke luar negeri, remitansi berbasis kripto semakin menjadi hal penting bagi keluarga yang ditinggalkan, data menunjukan 9% diantaranya disalurkan melalui kanal digital seperti kripto yang mencapai $5,4 miliar per tahun.
Di sosial media seperti X, banyak investor kripto menyoroti semakin dalamnya penetrasi USDT ke kehidupan sehari-hari, terutama di negara-negara berkembang seperti Venezuela.
Seorang pengguna X, @david_eng_mba misalnya, menyebutkan bahwa bahkan nenek berusia 71 tahun di Caracas kini membayar biaya HOA (semacam iuran lingkungan atau perumahan) menggunakan USDT, yang secara tidak langsung menggambarkan bagaimana kripto, khususnya stablecoin telah menjadi bagian integral dari transaksi harian, bukan sekadar alat spekulasi atau simpanan nilai.
Terlepas dari Tether yang melakukan pembekuan dana USDT milik Venezuela, meningkatnya adopsi kripto di Venezuela dapat menjadi contoh bagaimana aset kripto dapat bermanfaat bagi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi.
Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.
Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News7 days ago600.000 Bitcoin Venezuela Akan Disita Trump, Apa Dampaknya?
-
Altcoin News5 days agoMantan Walikota New York Luncurkan Meme Coin, Gak Sampe 30 Menit Langsung Dump!
-
Bitcoin News6 days agoIran Bergolak, Emas Cetak Rekor $4.600, Sinyal Bitcoin Menuju $100K?
-
Academy3 days agoRiset Kripto 12-16 Jan 2026: Bitcoin Bullish! Target Harga Berikutnya?

