Connect with us

Altcoin News

Solana Tertekan Lagi! Harga Tertahan di US$133, Sinyal Bearish Kuat?

Tivan

Published

on

Solana

Harga Solana (SOL) kembali bergerak lemah dan bertahan di kisaran US$131–US$133 pada perdagangan 20 Januari, setelah upaya pemulihan harga kembali gagal menembus resistance penting. Penolakan terbaru ini menegaskan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar.

Meski pergerakan harga relatif terbatas, pesan yang disampaikan pasar cukup jelas. Struktur teknikal Solana masih berada dalam fase korektif, dengan momentum yang terus melemah dan minat beli yang belum menunjukkan tanda pemulihan berarti.

Analisis Teknikal Solana

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga Solana Tertekan di US$130, Sentimen Pasar Memburuk

Secara teknikal, SOL masih diperdagangkan di bawah seluruh Exponential Moving Average (EMA) utama. EMA 20 hari di sekitar US$136,8 dan EMA 50 hari di US$137,7 terus menahan setiap upaya rebound dalam dua pekan terakhir. Di level yang lebih tinggi, EMA 100 hari di US$147,9 dan EMA 200 hari di US$159,2 mencerminkan kerusakan struktur harga sejak puncak Oktober lalu.

Dilaporkan Traders Union, kondisi ini memperkuat pandangan bahwa tren Solana masih bersifat koreksi, bukan fase akumulasi. Setiap reli justru dimanfaatkan pelaku pasar untuk melepas posisi, bukan membangun eksposur baru. Selama harga masih berada di bawah zona US$136–US$140, potensi kenaikan dinilai belum terkonfirmasi.

Indikator momentum turut menguatkan sentimen negatif. Relative Strength Index (RSI) harian kembali turun ke area rendah 40-an setelah gagal bertahan di atas level netral 50. Tidak adanya divergensi bullish menunjukkan risiko penurunan masih terbuka jika support kembali ditembus.

Potensi Harga SOL

Pada timeframe intraday, tekanan jual juga terlihat dominan. Di grafik 30 menit, harga masih berada di bawah indikator Supertrend dan Parabolic SAR, dengan pola lower high yang konsisten. Pergerakan ini mengindikasikan fase distribusi, di mana reli jangka pendek dimanfaatkan untuk keluar dari pasar.

Dari sisi aliran dana, data spot menunjukkan outflow yang berkelanjutan, menandakan distribusi oleh pelaku besar masih berlangsung. Sementara itu, pasar derivatif mencatat penurunan open interest seiring harga melemah, mengindikasikan pengurangan risiko, bukan penambahan posisi agresif. Likuidasi posisi long juga masih mendominasi, mencerminkan rapuhnya kepercayaan pelaku pasar bullish.

Ke depan, level US$130 menjadi support jangka pendek yang krusial. Jika level ini ditembus secara meyakinkan, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju area US$120-an. Sebaliknya, penutupan harian di atas US$140 dibutuhkan untuk memberi sinyal awal meredanya tekanan jual dan membuka peluang pemulihan ke arah US$148.

Untuk saat ini, Solana masih berada dalam kondisi sell on rally. Struktur harga yang lemah, momentum negatif, serta arus dana yang belum mendukung membuat dominasi bearish tetap terjaga, dengan beban pembuktian masih berada di pihak pembeli.

Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending