Connect with us

Altcoin News

Sentimen Ritel XRP Ambruk ke Extreme Fear Saat Harga Tembus US$2

Tivan

Published

on

Webus kelola XRP

Sentimen investor ritel terhadap XRP mengalami perubahan drastis dari kondisi greed menjadi extreme fear seiring koreksi harga tajam yang terjadi sepanjang Januari 2026.

Dilaporkan BeInCrypto, harga XRP tercatat turun di bawah level US$2, atau sekitar 19% lebih rendah dibandingkan puncaknya pada 5 Januari 2026, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar ritel.

Data Santiment menunjukkan rasio sentimen positif dan negatif XRP kini berada di zona ketakutan ekstrem, padahal sepekan sebelumnya masih mencerminkan optimisme pasar. Santiment menilai bahwa secara historis, kondisi sentimen yang terlalu ekstrem sering kali menjadi sinyal awal potensi pembalikan harga, karena pergerakan pasar kerap berlawanan dengan ekspektasi mayoritas investor ritel.

Meski demikian, perubahan sentimen yang sangat cepat ini juga mencerminkan ketidakpastian dan inkonsistensi pelaku pasar, yang dapat membatasi keberlanjutan tren naik.

Sinyal XRP di Masa Depan

Sinyal lain datang dari pasar derivatif. Analis CryptoQuant mencatat funding rate negatif pada kontrak perpetual futures XRP, yang mengindikasikan penumpukan posisi short. Dalam kondisi funding rate negatif, trader short membayar trader long, dan situasi ini secara historis sering mendahului pemulihan harga.

CryptoQuant mencatat pola serupa pernah terjadi pada Agustus–September 2024 dan April 2025, yang kemudian diikuti oleh rebound harga XRP. Akumulasi posisi short dinilai berpotensi menciptakan tekanan beli tersembunyi apabila terjadi likuidasi saat harga mulai bergerak naik.

Baca juga: XRP Terjun 13% dalam Sepekan, Harga Bertahan di $1,90

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 22 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 22 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi fundamental, prospek jangka pendek XRP turut didukung oleh pengumuman Binance yang melisting pasangan perdagangan XRP/RLUSD pada 21 Januari 2026. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyatakan bahwa kehadiran RLUSD di Binance dapat memperluas adopsi stablecoin tersebut sekaligus memperkuat ekosistem XRP Ledger.

Penambahan pasangan ini juga membuka akses likuiditas baru yang berpotensi meningkatkan volume perdagangan dan kedalaman pasar. Sejalan dengan itu, analisis teknikal mencatat adanya bullish divergence saat XRP turun di bawah US$2, yang memperkuat indikasi peluang pemulihan dalam jangka pendek.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending