Market
Bos Coinbase: Pasar Boleh Guncang, Masa Depan Kripto Tetap Cerah
CEO Coinbase Brian Armstrong kembali menegaskan pandangan optimistisnya terhadap masa depan industri kripto, meski pasar tengah diliputi volatilitas tinggi. Dalam unggahan di platform X pada 7 Februari, Armstrong menyebut bahwa ketidakpastian harga merupakan hal yang lumrah dalam siklus kripto dan bukan sinyal adanya kelemahan struktural.
Armstrong menanggapi gejolak pasar terbaru, termasuk penurunan tingkat kesulitan mining Bitcoin sebesar 11,16%, yang merupakan penurunan terbesar sejak larangan penambangan kripto di China pada 2021, sebagai bagian dari dinamika pasar yang sudah berulang kali terjadi. Menurutnya, volatilitas jangka pendek tidak mengubah prospek jangka panjang industri aset digital.
Armstrong: Sulit untuk Tidak Bullish pada Kripto

Dalam pernyataannya, Armstrong menekankan bahwa tren adopsi kripto terus berjalan di berbagai sektor, mulai dari pembayaran, kustodi, hingga infrastruktur keuangan. Ia menyatakan bahwa perkembangan tersebut tetap berlangsung terlepas dari sentimen pasar jangka pendek.
Dilaporkan News Bitcoin, Armstrong mengatakan bahwa dirinya tidak melihat alasan untuk bersikap pesimistis terhadap kripto dalam jangka panjang. Ia menilai kripto berkembang sangat cepat dan mulai mengambil peran besar dalam layanan keuangan global. Menurutnya, teknologi blockchain secara perlahan “memakan” sistem keuangan tradisional dan mendorong perubahan struktural yang sulit dihindari.
Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 9 Februari 2026: Mulai Bangkit, BTC di Atas $70.000
Coinbase Tetap Bangun Infrastruktur di Tengah Volatilitas

Terkait strategi perusahaan, Armstrong menyebut bahwa Coinbase akan terus fokus membangun produk dan infrastruktur tanpa terpengaruh kondisi pasar. Ia menegaskan bahwa Coinbase memiliki misi jangka panjang untuk memperbarui sistem keuangan global yang dinilai sudah usang.
Armstrong menilai bahwa pembangunan infrastruktur kripto tidak bisa bergantung pada siklus harga. Karena itu, Coinbase akan terus meluncurkan produk dan mengembangkan teknologi sebagai bagian dari proses pematangan pasar kripto secara keseluruhan.
Kripto, AI, dan Masa Depan Sistem Keuangan
Optimisme Armstrong tidak hanya terbatas pada harga aset digital. Ia juga menyoroti peran kripto dalam era kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, agen AI otonom di masa depan akan lebih cocok menggunakan uang yang dapat diprogram seperti stablecoin dan smart contract, dibandingkan rekening bank tradisional.
Dari sisi regulasi, Armstrong melihat perkembangan positif di Amerika Serikat. Ia menyinggung pengesahan GENIUS Act pada 2025 serta pembahasan CLARITY Act sebagai sinyal menuju aturan yang lebih jelas untuk stablecoin, kustodi, dan pengawasan pasar kripto. Meski begitu, Armstrong mengkritik versi terbaru CLARITY Act di Senat karena dinilai justru lebih buruk dibandingkan kondisi regulasi saat ini.
Base dan Visi “Everything Exchange”
Armstrong juga menempatkan peran strategis pada Base, jaringan Layer 2 milik Coinbase. Ia melihat Base sebagai fondasi untuk membangun super app on-chain yang mendukung transaksi murah dan penggunaan kripto sehari-hari. Dalam jangka panjang, Armstrong membayangkan Coinbase berevolusi menjadi “everything exchange” yang tidak hanya memperdagangkan aset kripto, tetapi juga saham yang ditokenisasi, prediction market, hingga komoditas.
Mengacu pada siklus pasar historis dan suplai tetap Bitcoin yang hanya 21 juta koin, Armstrong menilai bahwa volatilitas harga adalah bagian dari proses menuju adopsi massal. Menurutnya, meski pasar kerap mengalami reset, fondasi jangka panjang kripto sebagai infrastruktur keuangan global terus menguat.
Menurut Tim Rsearch Tokocrypto, Visi Armstrong tentang AI Agents yang menggunakan uang yang dapat diprogram (programmable money) seperti stablecoin alih-alih rekening bank tradisional adalah poin paling futuristik di sini. Ini memvalidasi narasi “Agentic Economy” (ekonomi antar-robot) yang sedang tren.
“Selain itu, penolakan Armstrong terhadap draf CLARITY Act adalah sinyal penting bagi investor: tidak semua “regulasi” itu positif; industri membutuhkan aturan yang membebaskan inovasi, bukan yang membelenggu. Jika Coinbase sukses dengan Base, mereka tidak hanya akan menjadi bursa, tapi menjadi “App Store” bagi keuangan terdesentralisasi,” jelasnya.
Baca juga: Riset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event10 hours agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Bitcoin News7 days agoBitcoin Anjlok Lagi! Investor Panik, Apa yang Terjadi?
-
Academy3 days agoRiset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Tergelincir ke $76.000, Risiko Koreksi?

