Connect with us

Market

Pasar Kripto Menanti CPI dan PPI AS, Volatilitas Bisa Meningkat

Pasar kripto memasuki minggu penting karena investor menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat, yaitu CPI dan PPI.
Tim Research Tokocrypto menjelaskan data inflasi penting bagi pasar kripto karena memengaruhi ekspektasi suku bunga.

Tivan

Published

on

Ilustrasi aset kripto bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Pasar kripto memasuki minggu penting karena investor menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat, yaitu CPI dan PPI. Dua data ini dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

Dalam kondisi sentimen pasar yang masih lemah, data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memicu tekanan tambahan pada Bitcoin dan altcoin. Sebaliknya, data yang lebih rendah dapat memberi ruang bagi pemulihan sentimen karena pasar akan kembali berharap The Fed lebih dovish.

CPI Akan Dirilis pada 10 Juni

Dilaporkan Coingape, fokus pertama adalah rilis Consumer Price Index atau CPI pada Rabu, 10 Juni. CPI utama diperkirakan naik 0,5% secara bulanan, lebih rendah dari kenaikan 0,6% pada April.

Namun, secara tahunan, CPI diproyeksikan naik menjadi 4,2% dari sebelumnya 3,8%. Ini berarti tekanan inflasi tahunan masih meningkat, meskipun laju bulanan sedikit melambat.

Sementara itu, core CPI yang tidak mencakup harga pangan dan energi diperkirakan naik 0,3% secara bulanan, turun dari 0,4% pada bulan sebelumnya. Core CPI tahunan diproyeksikan naik menjadi 2,9% dari 2,8%.

PPI Akan Menjadi Fokus Berikutnya

Setelah CPI, perhatian pasar akan beralih ke Producer Price Index atau PPI pada Kamis, 12 Juni. PPI utama diperkirakan naik 0,6% secara bulanan, turun dari angka sebelumnya 1,4%.

Core PPI juga diperkirakan turun dari 0,6% menjadi 0,4% secara bulanan.

Namun, secara tahunan, tekanan inflasi produsen masih terlihat tinggi. PPI utama diperkirakan mencapai 6,4% year-on-year, naik dari 6,0% sebelumnya.

Ini menunjukkan bahwa meskipun kenaikan bulanan mulai melambat, tekanan inflasi dari sisi produsen belum sepenuhnya reda.

Mengapa CPI dan PPI Penting untuk Crypto?

Tim Research Tokocrypto menjelaskan data inflasi penting bagi pasar kripto karena memengaruhi ekspektasi suku bunga. Jika CPI dan PPI lebih tinggi dari perkiraan, pasar bisa menilai The Fed akan mempertahankan atau bahkan memperketat kebijakan moneter.

“Sikap hawkish dari The Fed biasanya negatif untuk Bitcoin dan aset kripto karena suku bunga tinggi mengurangi likuiditas dan menekan selera risiko investor,” jelasnya.

Sebaliknya, jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, pasar dapat mulai kembali berharap The Fed mengambil sikap lebih dovish. Ini bisa membantu aset berisiko seperti saham teknologi, Bitcoin, dan altcoin.

Data Ketenagakerjaan Sebelumnya Sudah Menekan Pasar

Pekan lalu, pasar kripto sudah mengalami tekanan besar setelah data ketenagakerjaan AS lebih kuat dari ekspektasi.

Non-farm payrolls menunjukkan ekonomi AS menambah 172.000 pekerjaan pada Mei, jauh di atas perkiraan 85.000. Tingkat pengangguran tetap berada di 4,3%.

Data ini membuat pasar kembali khawatir bahwa ekonomi AS masih terlalu kuat, sehingga The Fed mungkin tidak punya alasan untuk segera melonggarkan kebijakan.

Baca juga: Miner Bitcoin Mulai Akumulasi Setelah BTC Jatuh di Bawah US$60.000

Bitcoin Sempat Jatuh ke Dekat US$59.000

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 9 Juni 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 9 Juni 2026. Sumber: Tokocrypto.

Setelah data tenaga kerja tersebut, Bitcoin sempat jatuh mendekati US$59.000. Penurunan ini menunjukkan bahwa pasar sangat sensitif terhadap data makro.

Saat data ekonomi kuat, ekspektasi pemangkasan suku bunga biasanya melemah. Bahkan, muncul kembali kekhawatiran bahwa The Fed bisa menaikkan suku bunga jika inflasi tetap tinggi.

Inilah alasan mengapa rilis CPI dan PPI minggu ini bisa menjadi pemicu volatilitas besar berikutnya.

Ekspektasi Rate Hike Mulai Muncul

BNP Paribas memperkirakan The Fed dapat melakukan tiga kali kenaikan suku bunga mulai Desember 2026. Prediksi ini menambah ketidakpastian di pasar kripto.

Jika skenario kenaikan suku bunga benar-benar menguat, aset kripto bisa menghadapi tekanan lanjutan karena investor cenderung mengurangi eksposur ke aset berisiko.

Namun, belum semua pihak sepakat dengan pandangan tersebut.

Cathie Wood Melihat Pasar Bisa Salah Membaca Makro

CIO ARK Invest, Cathie Wood, menilai pasar mungkin salah membaca gambaran makroekonomi. Ia tidak memperkirakan The Fed akan mengambil jalur kenaikan suku bunga agresif seperti pada 2022.

Menurut pandangan ini, data ketenagakerjaan yang kuat belum tentu berarti The Fed akan langsung kembali agresif.

Jika inflasi mulai melambat dan ekonomi menunjukkan tanda pelemahan di sektor lain, The Fed masih bisa memilih pendekatan yang lebih hati-hati.

Skenario untuk Pasar Kripto Minggu Ini

Jika CPI dan PPI lebih tinggi dari ekspektasi, Bitcoin bisa kembali tertekan karena pasar akan memperkuat ekspektasi hawkish The Fed. Dalam skenario ini, altcoin kemungkinan bergerak lebih volatil dan aset high-beta bisa turun lebih tajam.

Jika CPI dan PPI sesuai ekspektasi, pasar mungkin tetap bergerak choppy. Investor akan menunggu sinyal tambahan dari komentar pejabat The Fed.

Jika CPI dan PPI lebih rendah dari ekspektasi, pasar kripto bisa mendapat relief rally. Bitcoin dapat mencoba memulihkan level support yang hilang, sementara altcoin bisa ikut rebound jika sentimen risiko membaik.

Baca juga: Mengenal Mining Pool Kripto: Solusi Efektif untuk Miners Kecil 


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending