Connect with us

Altcoin News

Alchemy Pay Luncurkan Testnet Alchemy Chain, Siap Jadi Blockchain Khusus Pembayaran

Alchemy Pay, resmi mengumumkan peluncuran testnet untuk jaringan terbarunya, Alchemy Chain. Dalam pandangan Tim Research Tokocrypto, peluncuran testnet ini adalah sentimen positif jangka panjang bagi fundamental ACH.

Tivan

Published

on

Digital payment.

Perusahaan penyedia solusi pembayaran kripto global, Alchemy Pay, resmi mengumumkan peluncuran testnet untuk jaringan terbarunya, Alchemy Chain, yang dijadwalkan live pada 23 Februari 2026.

Langkah ini menandai transformasi strategis Alchemy Pay dari sekadar payment gateway menjadi pengembang infrastruktur blockchain yang berfokus pada pembayaran (payments-first blockchain).

Alchemy Chain dirancang sebagai jaringan khusus pembayaran dengan tiga pilar utama: biaya transaksi yang terprediksi, penyelesaian instan (instant settlement), serta dukungan native stablecoin.

Dengan pendekatan ini, Coinmarketcal melaporkan bahwa Alchemy Pay ingin menjawab tantangan klasik blockchain seperti volatilitas biaya gas dan waktu konfirmasi yang tidak konsisten, yang selama ini menjadi hambatan adopsi pembayaran kripto secara luas.

Baca Juga: Google Diam-diam Banyak Investasi di Perusahaan Blockchain dan Kripto

ACH Jadi Tulang Punggung Ekosistem

Dalam arsitektur barunya, token ACH akan memegang peran sentral sebagai gas fee sekaligus token utilitas utama di jaringan Alchemy Chain.

Artinya, setiap transaksi, interaksi smart contract, maupun aktivitas infrastruktur pembayaran akan membutuhkan ACH.

Model ini secara langsung mengintegrasikan permintaan jaringan dengan utilitas token, sehingga potensi peningkatan aktivitas on-chain dapat berdampak pada fundamental ACH dalam jangka panjang.

Dengan menjadikan ACH sebagai bahan bakar ekosistem, Alchemy Pay tidak hanya memperluas use case tokennya, tetapi juga berupaya menangkap nilai ekonomi (fee capture) langsung dari aktivitas pembayaran global yang berjalan di atas blockchain tersebut.

Ambisi Tangkap Nilai On-Chain

Peluncuran testnet ini mencerminkan ambisi besar Alchemy Pay untuk naik kelas dari penyedia layanan pembayaran menjadi pemain infrastruktur blockchain Layer 1 atau Layer 2 yang mandiri.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ekspansi ini memiliki implikasi fundamental yang signifikan.

“Ekspansi Alchemy Pay dari sekadar payment gateway menjadi ekosistem L1/L2 menunjukkan ambisi untuk menangkap nilai ekonomi (fee) secara on-chain. Peluncuran testnet ini adalah sentimen positif jangka panjang bagi fundamental ACH. Namun, sebagai fase testnet, utilitas langsungnya masih terbatas, sehingga investor harus waspada terhadap potensi volatilitas sell the news setelah periode spekulasi pra-peluncuran berakhir,” papar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menyoroti dua sisi dari peluncuran ini: potensi pertumbuhan jangka panjang sekaligus risiko volatilitas jangka pendek.

Fokus pada Stablecoin dan Pembayaran Global

Salah satu fitur kunci Alchemy Chain adalah dukungan terhadap stablecoin native.

Integrasi stablecoin menjadi elemen penting dalam strategi pembayaran, mengingat aset stabil lebih cocok digunakan untuk transaksi harian dibandingkan kripto dengan volatilitas tinggi.

Dengan biaya terprediksi dan finalitas instan, Alchemy Chain berupaya menghadirkan pengalaman pembayaran yang mendekati sistem keuangan tradisional, namun tetap mempertahankan transparansi dan efisiensi blockchain.

Jika berhasil diimplementasikan secara luas, jaringan ini berpotensi menjadi tulang punggung bagi merchant, remittance cross-border, hingga settlement B2B berbasis kripto.

Testnet: Langkah Awal Menuju Mainnet

Meski sentimen pasar cenderung positif, penting dicatat bahwa peluncuran pada 23 Februari 2026 masih berada pada tahap testnet. Artinya, jaringan ini masih dalam fase pengujian dan belum sepenuhnya siap untuk adopsi massal atau aktivitas komersial skala besar.

Pada tahap ini, pengembang dan mitra ekosistem akan menguji stabilitas jaringan, keamanan smart contract, serta performa transaksi.

Fase testnet juga menjadi periode penting untuk menemukan bug atau celah keamanan sebelum peluncuran mainnet resmi.

Secara historis, peluncuran testnet sering kali memicu lonjakan spekulatif harga token terkait. Namun, setelah euforia mereda, tidak jarang terjadi koreksi harga akibat aksi ambil untung (sell the news).

Prospek ACH ke Depan

Dalam jangka panjang, keberhasilan Alchemy Chain akan sangat bergantung pada adopsi nyata oleh merchant, integrator pembayaran, serta volume transaksi yang mampu dihasilkan jaringan tersebut.

Jika Alchemy Pay mampu mengonversi basis pengguna payment gateway-nya ke dalam ekosistem blockchain internal, maka potensi pertumbuhan ACH bisa semakin solid secara fundamental.

Sebaliknya, jika adopsi berjalan lambat atau kompetisi dari blockchain pembayaran lain semakin ketat, maka valuasi ACH bisa menghadapi tekanan.

Baca Juga: Alchemy Akuisisi Pengembang Solana, DexterLab

Peluncuran testnet Alchemy Chain pada 23 Februari 2026 menjadi tonggak penting dalam evolusi Alchemy Pay menuju ekosistem blockchain pembayaran yang lebih terintegrasi.

Dengan desain payments-first, dukungan stablecoin, dan peran sentral token ACH, proyek ini membuka peluang baru dalam infrastruktur pembayaran kripto global.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati dinamika jangka pendek, terutama potensi volatilitas pasca-peluncuran testnet.

Seperti banyak inovasi blockchain lainnya, keberhasilan Alchemy Chain akan ditentukan oleh eksekusi teknis dan adopsi riil di pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending