Ethereum News
Analisa Harga Ethereum Hari Ini: Naik ke US$2.688, Pasar Cerna Inflasi AS dan Arus Dana ETF
Harga Ethereum (ETH) kembali bergerak ke zona hijau pada perdagangan hari ini, menunjukkan penguatan meski pasar aset kripto masih menghadapi tekanan dari tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat.
Harga Ethereum (ETH) kembali bergerak ke zona hijau pada perdagangan hari ini, menunjukkan penguatan meski pasar aset kripto masih menghadapi tekanan dari tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat.
Sekadar informasi, saat ini ETH diperdagangkan di kisaran US$2.688,73 per koin, atau naik 0,56% dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan tersebut membawa Ethereum bergerak dari level terendah harian US$2.657,09 menuju titik tertinggi US$2.737,26.
Dengan demikian, rentang pergerakan harian ETH mencapai sekitar US$80,17, memperlihatkan bahwa aktivitas perdagangan masih cukup aktif meskipun kenaikan bersihnya relatif terbatas.
Dalam horizon yang lebih panjang, performa Ethereum terlihat jauh lebih kuat. Harga ETH telah meningkat US$227,96 atau 9,27% dalam 30 hari. Dalam 60 hari, kenaikannya mencapai 44,90%, sementara dalam 90 hari ETH telah melonjak 57,37%.
Baca Juga: Analisa Harga Ethereum Hari Ini: Turun 2,71%, Digerus Aksi Profit Taking
Daftar Isi
Data Inflasi AS Membuka Ruang bagi Aset Berisiko
Salah satu faktor yang membantu menopang Ethereum hari ini adalah perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.
Data terbaru menunjukkan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) AS meningkat 0,3% secara bulanan pada Agustus, lebih rendah dibandingkan perkiraan ekonom sebesar 0,4%.
Core PCE, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, berada di 3% secara tahunan. Data tersebut membuat pasar mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober.
Perubahan ekspektasi tersebut relevan bagi Ethereum karena ETH termasuk aset berisiko yang sangat sensitif terhadap kondisi likuiditas global.
Ketika pasar menilai kemungkinan pengetatan moneter lebih lanjut semakin kecil, tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi dapat berkurang dan sebagian investor memiliki ruang lebih besar untuk kembali meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko.
Pasar bahkan memangkas probabilitas kenaikan suku bunga Oktober secara signifikan setelah data inflasi tersebut dirilis. Imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun juga mengalami penurunan setelah laporan inflasi keluar. Reuters
Namun, kondisi ini belum berarti tekanan inflasi telah sepenuhnya hilang. Inflasi PCE tahunan masih berada di atas target 2% Federal Reserve, sehingga bank sentral AS tetap memiliki alasan untuk berhati-hati.
Karena itu, kenaikan ETH saat ini lebih tepat dipandang sebagai respons terhadap meredanya sebagian tekanan moneter, bukan perubahan total terhadap kebijakan The Fed.
Arus ETF Ethereum Masih Menjadi Penopang Permintaan
Selain faktor makroekonomi, aktivitas ETF spot Ethereum di Amerika Serikat turut memberikan konteks penting terhadap pergerakan harga ETH.
ETF Ethereum sebelumnya mencatat tujuh hari perdagangan berturut-turut dengan arus dana masuk. Dalam periode tersebut, produk investasi ini mengumpulkan sekitar US$850,8 juta.
Pada 28 September saja, arus masuk bersih mencapai US$17,1 juta, sementara akumulasi lima hari perdagangan sebelumnya mencapai sekitar US$436,9 juta.
Data tersebut menunjukkan bahwa permintaan institusional terhadap eksposur Ethereum masih cukup kuat. ETF memberikan jalur bagi investor tradisional untuk memperoleh eksposur terhadap ETH tanpa harus membeli dan menyimpan token secara langsung.
Akan tetapi, data terbaru juga menunjukkan adanya perlambatan. Pada 29 September, ETF Ethereum spot AS justru mencatat arus keluar bersih sekitar US$2,8 juta.
Arus keluar tersebut sekaligus mengakhiri rentetan tujuh hari arus dana masuk. BlackRock Ethereum Trust menjadi salah satu produk dengan arus keluar terbesar pada hari tersebut.
Artinya, kenaikan ETH hari ini tidak dapat dijelaskan semata-mata oleh aktivitas ETF. Arus dana institusional masih menjadi fondasi positif dalam beberapa pekan terakhir, tetapi investor tetap melakukan rotasi dan mengambil keuntungan ketika kondisi pasar berubah.
Ethereum Sudah Menguat Lebih dari 57% dalam 90 Hari
Performa jangka menengah memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai momentum Ethereum.
Berdasarkan data Tokocrypto pada Kamis (1/10), ETH telah naik 9,27% dalam 30 hari, 44,90% dalam 60 hari dan 57,37% dalam 90 hari. Dengan harga saat ini sekitar US$2.688,73, Ethereum masih berada sekitar 45,7% di bawah rekor tertingginya sebesar US$4.953,73.
Perbedaan antara kenaikan jangka pendek dan menengah tersebut menunjukkan bahwa pergerakan ETH hari ini merupakan bagian dari tren pemulihan yang telah berlangsung selama beberapa bulan, bukan lonjakan yang muncul secara tiba-tiba.
Momentum tersebut sebelumnya juga didukung oleh membaiknya arus ETF dan aktivitas ekosistem Ethereum. Pada akhir September, ETH bahkan sempat kembali menembus level US$2.700 setelah mencatat reli beberapa hari.
Sejumlah laporan pasar mengaitkan penguatan tersebut dengan kombinasi kondisi makro yang lebih mendukung, arus ETF dan meningkatnya aktivitas Layer 2.
Level US$2.700 Menjadi Area Penting
Dari sisi pergerakan harga, posisi Ethereum di sekitar US$2.688 membuat area US$2.700 kembali menjadi perhatian pasar.
ETH sempat diperdagangkan hingga US$2.737,26 dalam 24 jam terakhir, tetapi kemudian kembali berada di bawah US$2.700. Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih melakukan transaksi aktif di sekitar level tersebut.
Sejumlah analisis pasar juga menempatkan US$2.800 sebagai area resistance berikutnya. Dengan kata lain, keberhasilan ETH mempertahankan momentum di atas US$2.700 dapat menjadi bagian penting dari struktur harga jangka pendek, sementara kegagalan bertahan di area tersebut dapat membuat perdagangan kembali berkonsolidasi.
Namun, level teknikal tidak berdiri sendiri. Data ekonomi AS dan perkembangan arus dana ETF tetap berpotensi mengubah sentimen dengan cepat.
Kapitalisasi Pasar Ethereum Capai US$328 Miliar
Dengan harga sekitar US$2.688,73 dan suplai beredar 122,10 juta ETH, kapitalisasi pasar Ethereum kini mencapai sekitar US$328,28 miliar. Volume perdagangan 24 jam berada di kisaran US$13,84 miliar.
Ethereum tetap menempati posisi kedua berdasarkan kapitalisasi pasar aset kripto. Berbeda dengan Bitcoin yang memiliki batas suplai maksimum 21 juta koin, Ethereum tidak memiliki batas suplai maksimum yang ditetapkan seperti Bitcoin.
Struktur suplai tersebut membuat dinamika Ethereum juga sangat berkaitan dengan aktivitas jaringan, staking, mekanisme pembakaran biaya transaksi dan perkembangan penggunaan jaringan.
Karena itu, faktor fundamental ETH tidak hanya bergantung pada arus modal spekulatif, tetapi juga pada seberapa besar permintaan terhadap jaringan Ethereum itu sendiri.
Baca Juga: Analisa Harga Ethereum Hari Ini Naik Tipis 0,30%, Ditopang Reli Jangka Menengah
Kenaikan ETH Hari Ini Bukan Tanpa Risiko
Dengan demikian, penguatan Ethereum sebesar 0,56% hari ini dapat dibaca sebagai hasil dari beberapa faktor yang bekerja secara bersamaan. Data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan membantu mengurangi tekanan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Pada saat yang sama, arus dana ETF yang sebelumnya sangat kuat menunjukkan bahwa minat institusional terhadap ETH masih ada, meskipun data terbaru memperlihatkan sedikit pembalikan arus.
Momentum jangka menengah juga memberikan dukungan. Ethereum telah mencatat kenaikan hampir 10% dalam 30 hari dan lebih dari 57% dalam 90 hari, sehingga tren pemulihannya masih terlihat jelas dari data harga.
Meski demikian, pasar masih menghadapi sejumlah risiko. Inflasi AS tetap berada di atas target The Fed, imbal hasil Treasury masih tinggi, dan arus ETF Ethereum mulai menunjukkan tanda perlambatan.
Karena itu, pergerakan ETH selanjutnya akan sangat bergantung pada kombinasi data ekonomi AS, ekspektasi kebijakan Federal Reserve, arus modal ETF serta kemampuan Ethereum mempertahankan momentum di sekitar US$2.700.
Untuk perdagangan hari ini, kenaikan ke US$2.688,73 menunjukkan bahwa pembeli masih memiliki ruang untuk mempertahankan momentum, tetapi penembusan dan kemampuan bertahan di atas area resistance berikutnya akan menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan kenaikan harian sebesar 0,56% semata.
