Connect with us

Bitcoin News

Bitcoin Catat Kerugian $2,3 Miliar, Kapitulasi Terbesar Sejak 2021

Tivan

Published

on

Ilustrasi data inflasi dan Bitcoin. Sumber: Securities.io.

Pasar Bitcoin baru saja mencatat salah satu peristiwa kapitulasi terbesar sepanjang sejarah, setelah realized losses mencapai sekitar $2,3 miliar. Lonjakan kerugian terealisasi ini disebut sebanding dengan beberapa momen paling menyakitkan di pasar kripto, termasuk crash 2021, runtuhnya Luna/FTX pada 2022, hingga koreksi besar pada pertengahan 2024.

Angka $2,3 miliar tersebut merujuk pada pembacaan rata-rata 7 hari dan menempatkan kondisi saat ini ke dalam jajaran 3–5 peristiwa kerugian terbesar yang pernah terekam dalam data on-chain Bitcoin.

Realized Loss $2,3 Miliar Jadi Indikasi Kapitulasi

Dilaporkan Crypto Quant, data ini didasarkan pada metrik Net Realized Profit/Loss, yang mengukur nilai dolar dari profit atau loss yang “terkunci” ketika Bitcoin berpindah secara on-chain. Ketika metrik menunjukkan bar merah besar, itu berarti banyak BTC dijual atau dipindahkan dengan harga lebih rendah dibanding harga beli sebelumnya—menandakan tekanan jual dan rasa panik yang kuat.

Dengan pembacaan $2,3 miliar (rata-rata 7 hari), metrik tersebut menunjukkan bahwa tekanan kerugian yang direalisasikan sedang berada pada level ekstrem.

Baca Juga: XRP Naik 390% di Thailand, Tinggalkan BTC dan Emas Jauh di Belakang

Penjual Utama Disebut dari Short-Term Holders

Menurut rangkuman data, kelompok yang paling banyak menjual dalam kondisi rugi adalah Short-Term Holders, yakni pemegang BTC dengan masa kepemilikan di bawah 155 hari. Kelompok ini disebut membeli BTC di kisaran $80.000 hingga $110.000, lalu kini melepas asetnya saat pasar turun, sehingga mengunci kerugian besar.

Sementara itu, Long-Term Holders tidak dianggap sebagai sumber utama lonjakan realized losses ini. Kelompok pemegang jangka panjang dinilai cenderung bertahan melewati fase drawdown, alih-alih panik menjual.

Harga BTC Sempat Rebound dari $60.000 ke $71.000

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski tekanan kapitulasi besar terjadi, harga Bitcoin dilaporkan sempat memantul dari sekitar $60.000 ke $71.000 setelah gelombang kerugian tersebut. Pola ini dinilai selaras dengan sejarah pasar, di mana lonjakan kerugian ekstrem kerap diikuti rebound jangka pendek akibat meredanya tekanan jual atau munculnya pembelian saat harga “diskon.”

Namun, analis mengingatkan bahwa reli seperti ini belum tentu menjadi pembalikan tren. Dalam beberapa fase bear market sebelumnya, relief rally juga sering muncul sebelum pasar kembali melemah.

Pasar Masih Tunggu Konfirmasi Arah

Kesimpulan sementara dari data tersebut: realized losses $2,3 miliar memicu pantulan harga yang konsisten dengan pola kapitulasi historis. Tetapi risiko tetap ada bahwa pergerakan ini hanya relief rally di tengah fase distribusi yang lebih panjang, bukan awal tren naik baru.

Pelaku pasar kini memantau apakah Bitcoin mampu menunjukkan penguatan berkelanjutan, atau justru kembali melemah jika kondisi likuiditas dan sentimen memburuk lagi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara historis, kapitulasi masif seperti ini adalah ‘pembersihan’ terakhir sebelum pasar menemukan bottom yang solid. Meskipun menyakitkan bagi yang tereksploitasi, ini adalah sinyal reset yang dibutuhkan untuk memulai siklus bullish baru.

Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending