Bitcoin News

Bitcoin Harus Tembus Level Ini Dulu, Baru Bull Market Dimulai?

Pergerakan harga Bitcoin dinilai masih berada dalam fase pasar bearish hingga mampu menembus level harga tertentu.
Tim Research Tokocrypto sebut dalam siklus saat ini, area US$85.600 terlihat sebagai resistance paling kritikal karena pada Januari 2026 level tersebut sempat diuji.

Published

on

Pergerakan harga Bitcoin dinilai masih berada dalam fase pasar bearish hingga mampu menembus level harga tertentu yang menjadi acuan bagi investor besar atau whale baru. Data terbaru menunjukkan bahwa whale yang memegang Bitcoin kurang dari 155 hari memiliki rata-rata harga beli sekitar US$85.600.

Level tersebut kini menjadi salah satu titik resistensi penting dalam siklus pasar Bitcoin saat ini. Selama harga Bitcoin masih berada di bawah rata-rata biaya akumulasi kelompok investor tersebut, potensi bull market dinilai belum sepenuhnya terbentuk.

Harga Bitcoin dan Siklus Pergerakan Whale

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dilaporkan Crypto Quant, dalam siklus pasar sebelumnya, terdapat pola yang relatif konsisten antara harga Bitcoin dan perilaku whale jangka pendek atau short-term holder (STH). Ketika harga Bitcoin turun di bawah harga rata-rata pembelian kelompok ini, pasar cenderung memasuki fase bearish.

Sebaliknya, ketika harga Bitcoin kembali naik dan mampu bertahan di atas level tersebut, pasar biasanya memasuki fase bullish.

Dalam siklus terbaru, level US$85.600 menjadi indikator penting karena mewakili harga rata-rata pembelian whale baru yang memasuki pasar dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dalam siklus saat ini, area US$85.600 terlihat sebagai resistance paling kritikal karena pada Januari 2026 level tersebut sempat diuji, tertahan sebagai resistance, lalu Bitcoin kembali jatuh ke area US$60.000.

“Artinya, selama BTC belum reclaim dan hold di atas cost basis new whales, struktur pasar masih lebih dekat ke fase pemulihan rapuh daripada awal bull market yang bersih,” katanya.

Baca juga: Bitcoin Masuk Fase Paling Melelahkan, Investor Mulai Ragu?

Level US$85.600 Jadi Resistensi Penting

Level tersebut sempat diuji pada Januari 2026, namun gagal ditembus dan berubah menjadi area resistensi kuat. Setelah penolakan di area tersebut, harga Bitcoin kemudian turun kembali hingga mendekati US$60.000.

Peristiwa ini memperkuat pandangan bahwa level harga rata-rata whale jangka pendek masih menjadi penghalang utama bagi pemulihan pasar yang lebih luas.

Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, banyak whale baru berpotensi kembali berada dalam kondisi profit.

Sentimen Pasar Bisa Berubah

Perubahan kondisi dari rugi menjadi profit bagi kelompok investor besar sering kali berdampak signifikan terhadap sentimen pasar. Ketika whale mulai mencatat keuntungan, tekanan jual biasanya berkurang dan minat beli baru dapat meningkat.

Kondisi tersebut berpotensi menjadi pemicu awal bagi fase bullish berikutnya.

Namun selama harga Bitcoin masih berada di bawah rata-rata biaya akumulasi whale jangka pendek, analis menilai pasar masih berada dalam fase konsolidasi dan belum memasuki bull market secara penuh.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version