Bitcoin News

Bitcoin Melonjak saat CLARITY Act Dibahas, Breakout atau Bull Trap?

Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan rebound kuat pada Kamis, bertepatan dengan dimulainya proses markup CLARITY Act
Tim Research Tokocrypto juga membandingkan pergerakan saat ini dengan reli bear market pada 2022.

Published

on

Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan rebound kuat pada Kamis, bertepatan dengan dimulainya proses markup CLARITY Act oleh Senate Banking Committee. Momen regulasi ini telah lama dinantikan pelaku pasar kripto, sehingga pergerakan harga Bitcoin ikut mendapat perhatian besar.

Kenaikan tersebut terjadi setelah BTC memantul dari area 21-week exponential moving average (EMA), level teknikal yang sebelumnya disebut analis sebagai support penting untuk menjaga tren naik jangka pendek tetap valid.

CLARITY Act Jadi Katalis Pasar

Menurut laporan Coinpedia, CLARITY Act menjadi salah satu faktor utama yang sedang dipantau pasar kripto. Pembahasan regulasi ini dinilai penting karena dapat memberikan kejelasan lebih besar terhadap industri aset digital di Amerika Serikat.

Reaksi harga Bitcoin menunjukkan bahwa sebagian ekspektasi positif terhadap perkembangan regulasi mulai masuk ke pasar. Jika proses markup berjalan lancar, sentimen terhadap aset kripto berpotensi tetap kuat dalam jangka pendek.

Namun, pasar masih menunggu hasil konkret dari pembahasan tersebut sebelum menyimpulkan bahwa reli Bitcoin benar-benar memiliki dasar yang kuat.

Baca juga: Pensiun dengan Bitcoin pada 2030, Strategi Finansial atau Sekadar Mimpi?

Analis Belum Sebut Ini Breakout

Meski harga Bitcoin bergerak positif, sejumlah analis masih berhati-hati dalam menyebut pergerakan ini sebagai breakout. Bitcoin memang telah naik lebih dari 30% dari titik terendah Februari, tetapi saat ini baru mencapai area resistance standar dalam struktur teknikal yang lebih besar.

Secara teknikal, pergerakan saat ini masih dinilai sebagai three-wave corrective advance. Artinya, reli ini belum sepenuhnya menunjukkan struktur tren bullish baru yang kuat.

Untuk mengonfirmasi fase bull baru, Bitcoin perlu membentuk five-wave trending structure yang lebih jelas. Selama hal itu belum terjadi, kenaikan saat ini masih bisa dikategorikan sebagai reli counter-trend dalam koreksi yang lebih besar.

Level Resistance Bitcoin yang Perlu Ditembus

Bitcoin saat ini menghadapi sejumlah level resistance penting sebelum dapat mengonfirmasi breakout yang lebih kuat. Resistance pertama berada di sekitar US$81.300, yang menjadi area struktural awal.

Setelah itu, BTC perlu menembus swing high terbaru di sekitar US$82.400. Jika level tersebut berhasil dilewati, perhatian pasar akan beralih ke CME gap di sekitar US$84.500.

Target teknikal berikutnya berada di zona US$86.000 hingga US$87.000, yang menjadi area Fibonacci penting. Zona ini dapat menjadi penentu apakah Bitcoin mampu melanjutkan reli atau justru kembali tertahan.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 15 Mei 2026. Sumber: Tokocrypto.

Perbandingan dengan Bear Market Rally 2022

Tim Research Tokocrypto juga membandingkan pergerakan saat ini dengan reli bear market pada 2022. Saat itu, Bitcoin sempat naik hingga mencapai retracement Fibonacci 50% dan bergerak sekitar 10% di atas 21-week EMA, sebelum akhirnya kembali turun.

“Saat ini, Bitcoin baru mencapai area retracement 38,2%. Level 50% berada di sekitar US$87.000, sehingga masih ada ruang kenaikan sebelum pola bearish yang lebih besar berpotensi kembali muncul,” ujarnya.

Perbandingan ini membuat sebagian analis menilai bahwa BTC masih bisa naik lebih tinggi, tetapi belum tentu berarti pasar sudah sepenuhnya keluar dari risiko bull trap.

US$76.527 Jadi Level Pembatalan Bullish

Di sisi bawah, level US$76.527 menjadi area penting yang perlu dipertahankan Bitcoin. Selama BTC masih bertahan di atas level Fibonacci support tersebut, momentum bullish jangka pendek masih dapat dianggap hidup.

Namun, jika Bitcoin turun dan menembus level tersebut, struktur teknikal akan berubah. Penurunan di bawah US$76.527 dapat melemahkan skenario bullish dan membuka peluang koreksi lebih dalam.

Bitcoin Masih Butuh Konfirmasi

Untuk saat ini, katalis CLARITY Act dan pantulan teknikal dari 21-week EMA sama-sama mendukung pergerakan positif Bitcoin. Namun, pasar masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut sebelum menyebut reli ini sebagai breakout besar.

Jika BTC mampu menembus US$82.400 dan melanjutkan kenaikan ke area US$84.500 hingga US$87.000, peluang bullish akan semakin kuat. Sebaliknya, jika harga gagal menembus resistance dan turun di bawah US$76.527, reli saat ini berisiko berubah menjadi bull trap.

Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version