Bitcoin News
Bitcoin Stabil di Sekitar US$60.000, Bear Market Belum Terkonfirmasi
Tim Research Tokocrypto melihat jika Bitcoin mampu merebut kembali area US$64.000–US$66.000 secara meyakinkan,
Bitcoin (BTC) mulai membentuk area support potensial di dekat US$60.000 setelah buyer spot kembali masuk ke pasar. Harga BTC saat ini bergerak di sekitar US$64.171, turun sekitar 1% dalam 24 jam terakhir.
Meski tekanan jual mulai mereda, data on-chain masih menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya keluar dari fase bearish.
Beberapa indikator kini lebih mengarah pada stabilisasi, bukan konfirmasi bottom yang kuat. Artinya, Bitcoin memang mulai membangun lantai harga, tetapi belum cukup untuk menyatakan bahwa tren bearish sudah berakhir.
Daftar Isi
Realized Loss Masih Mendominasi
Dilaporkan BeInCrypto, rasio Realized Profit/Loss menunjukkan nilai koin yang bergerak dalam kondisi profit dibanding koin yang bergerak dalam kondisi rugi.
Jika rasio berada di bawah 1, artinya aktivitas realisasi kerugian masih lebih dominan dibanding realisasi profit.
Saat ini, rata-rata 30 hari berada di 0,53, sementara rata-rata 90 hari berada di 1,10. Ini menunjukkan bahwa dalam satu bulan terakhir, investor yang menjual dalam kondisi rugi masih lebih banyak dibanding yang menjual dalam kondisi profit.
Valuasi On-Chain Masih Bearish
Data Glassnode juga menunjukkan bahwa True Market Mean Bitcoin berada di sekitar US$77.200, sekitar 15% di atas harga spot saat ini.
Selama harga masih berada di bawah level tersebut, struktur valuasi on-chain masih cenderung bearish.
Selain itu, Short-Term Holder MVRV sudah pulih ke 0,90, tetapi masih berada di bawah level breakeven 1,0. Ini berarti sebagian holder jangka pendek masih berada dalam posisi rugi.
Butuh Sinyal Lebih Kuat untuk Konfirmasi Reversal
Agar bias pasar benar-benar berubah, indikator profitabilitas perlu membaik lebih jauh.
Pergerakan rata-rata Realized Profit/Loss menuju area 2 dapat menjadi sinyal awal bahwa profit-taking mulai kembali mendominasi dan sentimen pasar berubah lebih sehat.
Namun, untuk saat ini, data tersebut belum muncul. Karena itu, pemulihan Bitcoin masih lebih tepat dibaca sebagai fase stabilisasi awal.
Order Book Spot Bangun Support di US$60.000
Meski data profitabilitas masih bearish, likuiditas spot menunjukkan sinyal yang lebih positif.
Binance Spot Orderbook Depth Imbalance kini bergerak kuat ke arah bid. Artinya, buy-side liquidity mulai lebih besar dibanding resting sell orders.
Kondisi ini menunjukkan trader mulai menempatkan order beli untuk menyerap suplai di harga lebih rendah, terutama di sekitar area US$60.000.
Buyer Spot Lebih Sabar
Meningkatnya passive bids di area US$60.000 menunjukkan bahwa pasar mulai memiliki basis buyer yang lebih sabar.
Berbeda dari reli berbasis leverage, struktur ini lebih sehat karena didukung order spot yang menunggu harga turun ke area support.
Selain itu, open interest juga turun dari puncak akhir Mei, sementara funding rate mulai mendekati netral. Ini menunjukkan leverage mulai berkurang dan pasar tidak terlalu padat oleh posisi spekulatif.
Baca Juga: Grayscale Soroti 5 Altcoin DeFi dengan Utility Nyata
Capriole Macro Index Tunjukkan Deep Value
Dari sisi jangka panjang, Capriole Macro Index Oscillator berada di level -2,03. Ini termasuk salah satu pembacaan terdalam dalam sejarah indikator tersebut.
Menurut analis Charles Edwards, dalam 10 tahun terakhir Bitcoin hanya menghabiskan sekitar enam bulan di area deep value seperti ini, atau sekitar 5% dari waktu.
Secara historis, kondisi seperti ini pernah muncul pada akhir 2018 dan pertengahan 2022, sebelum Bitcoin memasuki fase pemulihan siklus besar.
Deep Value Belum Berarti Bottom Pasti
Meski indikator makro menunjukkan peluang jangka panjang yang menarik, kondisi ini belum otomatis mengonfirmasi bottom.
Charles Edwards juga menyoroti dua risiko yang tidak terlalu dominan pada siklus sebelumnya, yaitu risiko digital-asset treasury dan ancaman quantum di masa depan.
Karena itu, sinyal deep value saat ini lebih tepat dibaca sebagai kondisi konstruktif jangka panjang, bukan bukti final bahwa harga sudah mencapai dasar.
Area US$64.000–US$66.000 Jadi Penentu
Secara teknikal, Bitcoin saat ini berada di zona penting US$64.000 hingga US$66.000.
Sebelumnya, BTC breakdown dari ascending parallel channel dan dengan cepat mencapai target penurunan di area US$59.000–US$60.000. Penurunan tersebut disertai lonjakan volume dan volatilitas tinggi, menunjukkan flush yang cukup jelas.
Rebound setelahnya membawa harga kembali ke area pivot US$64.000–US$66.000. Zona ini akan menentukan arah pergerakan berikutnya.
Breakout Bisa Buka Jalan ke US$74.000
Tim Research Tokocrypto melihat jika Bitcoin mampu merebut kembali area US$64.000–US$66.000 secara meyakinkan, harga berpeluang bergerak menuju lower channel band di sekitar US$74.000–US$76.000.
“Area tersebut menjadi resistance utama untuk fase pemulihan berikutnya,” ungkapnya.
Namun, BTC masih perlu menunjukkan kekuatan buyer yang konsisten agar rebound tidak hanya berhenti sebagai pantulan teknikal.
Risiko Range US$60.000–US$65.000
Jika Bitcoin gagal menembus area US$64.000–US$66.000, harga berisiko kembali bergerak sideways dalam range US$60.000–US$65.000.
Dalam skenario ini, area US$59.000–US$60.000 menjadi support utama yang harus dipertahankan.
Jika support ini ditembus, tekanan bearish dapat kembali meningkat karena pasar akan kehilangan lantai harga yang sedang dibangun buyer spot.
Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
