Altcoin News
Bitmine Borong Rp1,3 Triliun ETH: Strategi Buy the Dip Terbukti Jitu?
Bitmine, kembali menarik perhatian pasar setelah diduga menambah 40.000 ETH atau senilai sekitar USD 82 juta.
Keyakinan Kuat ETH.
Tim Research Tokocrypto menjelaskan bahwa strategi yang dilakukan Bitmine mencerminkan pendekatan institusional jangka panjang.
Perusahaan Ethereum Treasury, Bitmine, kembali menarik perhatian pasar setelah diduga menambah 40.000 ETH atau senilai sekitar USD 82 juta (sekitar Rp1,3 triliun). Langkah ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih berada dalam tekanan akibat ketidakpastian global, termasuk konflik AS-Iran yang belum mereda.
Data dari platform analitik on-chain Lookonchain, mengacu pada Arkham, menunjukkan adanya transaksi besar yang kemungkinan berasal dari Bitmine. Aksi ini melanjutkan strategi agresif perusahaan dalam mengakumulasi Ethereum, hanya beberapa hari setelah pembelian besar sebelumnya.
Sebelumnya, Bitmine yang dipimpin oleh Tom Lee telah membeli 71.179 ETH dalam satu minggu, sehingga total kepemilikannya kini mencapai lebih dari 4,7 juta ETH. Angka ini setara hampir 4% dari total suplai Ethereum secara global, mendekati target ambisius mereka yang disebut “Alchemy of 5%” untuk menguasai 5% suplai ETH.

Strategi Agresif di Tengah Tekanan Pasar
Menariknya, langkah akumulasi ini dilakukan saat Bitmine masih mencatat kerugian belum terealisasi (unrealized loss) yang cukup besar. Berdasarkan data DropsTab, perusahaan mengalami potensi kerugian sekitar USD 7,6 miliar, dengan rata-rata harga beli di kisaran USD 3.271 per ETH.
Dikutip Coingape, tekanan ini turut berdampak pada saham Bitmine (BMNR) yang turun lebih dari 30% sepanjang tahun berjalan. Meski demikian, saham tersebut mulai menunjukkan pemulihan dengan kenaikan lebih dari 2% dalam sepekan terakhir, sejalan dengan kenaikan harga Ethereum yang naik sekitar 3% dalam periode yang sama.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar mulai merespons positif strategi akumulasi jangka panjang yang dilakukan Bitmine, meskipun risiko jangka pendek masih cukup tinggi.
Baca juga: Ethereum Nyaris Akhiri Tren Merah 6 Bulan: Masihkah Berisiko?
Alasan di Balik Strategi “Buy the Dip”
Tom Lee menjelaskan bahwa keputusan untuk tetap membeli di tengah kondisi pasar saat ini didasarkan pada keyakinan terhadap ketahanan ekonomi Amerika Serikat, bahkan jika harga minyak naik hingga USD 120 per barel akibat konflik geopolitik.
Ia menambahkan bahwa jika disesuaikan dengan inflasi, harga minyak saat ini masih lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya. Sebagai perbandingan, harga minyak mencapai USD 144 per barel pada Juli 2008. Namun dengan inflasi yang telah meningkat sekitar 53% sejak saat itu, harga tersebut setara dengan sekitar USD 220 dalam kondisi saat ini.
Selain itu, Lee juga menyoroti bahwa Bitcoin dan Ethereum menunjukkan ketahanan relatif selama konflik AS-Iran berlangsung. Sejak perang dimulai pada akhir Februari, kedua aset kripto tersebut tidak mencetak level terendah baru, yang menandakan adanya support kuat dari investor.
Keyakinan Kuat ETH
Tim Research Tokocrypto menjelaskan bahwa strategi yang dilakukan Bitmine mencerminkan pendekatan institusional jangka panjang terhadap aset kripto, khususnya Ethereum. Aksi akumulasi di tengah penurunan harga menunjukkan keyakinan kuat terhadap fundamental ETH sebagai infrastruktur utama ekosistem Web3.
Namun demikian, langkah ini juga mengandung risiko signifikan, terutama karena posisi Bitmine saat ini masih berada dalam kondisi kerugian belum terealisasi yang besar. Hal ini menunjukkan bahwa strategi “buy the dip” tidak selalu memberikan hasil instan, melainkan membutuhkan horizon investasi yang panjang dan manajemen risiko yang matang.
Dari sisi makro, konflik geopolitik dan potensi kenaikan harga energi tetap menjadi faktor utama yang dapat memicu volatilitas pasar. Jika tekanan inflasi meningkat, hal ini bisa berdampak pada kebijakan suku bunga global, yang secara historis berpengaruh terhadap pergerakan aset kripto.
Meski begitu, akumulasi besar oleh institusi seperti Bitmine juga dapat menjadi sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang Ethereum. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin akan terbentuk support kuat yang membantu menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian global.
Langkah Bitmine menambah puluhan ribu ETH di tengah kondisi pasar yang belum stabil menunjukkan strategi agresif yang berfokus pada jangka panjang. Dengan keyakinan terhadap fundamental Ethereum dan ketahanan ekonomi global, pendekatan “buy the dip” kembali diuji dalam kondisi pasar yang penuh tekanan.
Bagi investor, situasi ini menjadi pengingat bahwa volatilitas adalah bagian dari siklus pasar, dan keputusan investasi perlu mempertimbangkan baik faktor fundamental maupun kondisi makro yang terus berkembang.
Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

